cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Boga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 22 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM) DAN TULANG AYAM TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KESUKAAN NUGGET AYAM AL MARDIYAH, BALQIS; ASTUTI, NUGRAHANI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang populer di seluruh dunia, terbuat dari daging giling yang dicetak atau dipotong dan dilapisi dengan tepung roti kemudian digoreng. Nugget yang umum dikenal di masyarakat berupa nugget ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana pengaruh penambahan tulang ayam dan daun kelor pada nugget ayam ditinjau dari sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dan rasa); 2) Bagaimana komposisi nugget ayam dengan penambahan tulang ayam dan daun kelor terbaik; 3) Bagaimana tingkat kesukaan anak-anak terhadap nugget ayam dengan penambahan tulang ayam dan daun kelor terbaik; 4) Bagaimana kandungan gizi (protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, vitamin A dan vitamin C) nugget ayam dengan penambahan tulang ayam dan daun kelor terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan 9 perlakuan terdiri dari 2 faktor dengan 3 tingkat penambahan yaitu daun kelor 5%, 10%, 15% dan jumlah tulang ayam 4%, 5,25%, 6,5%. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dengan panelis terbatas ahli sebanyak 5 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji friedman. Untuk mencari hasil perlakuan terbaik digunakan uji indeks efektivitas. Hasil produk dengan perlakuan terbaik diuji tingkat kesukaannya oleh 30 anak usia 4-6 tahun dan diuji kimiawi di laboratorium untuk mengetahui kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, vitamin A dan vitamin C.Hasil penelitian menyatakan: 1) Penambahan daun kelor dan tulang ayam berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa namun tidak berpengaruh terhadap kekenyalan nugget ayam; 2) Berdasarkan hasil uji index efektivitas didapatkan hasil produk terbaik yaitu dengan penambahan 10% daun kelor dan 4% tulang ayam; 3) Tingkat kesukaan anak terhadap produk nugget ayam terbaik (penambahan 10% daun kelor dan 4% tulang ayam) mencapai 73%; 4) Uji kimiawi kandungan gizi nugget ayam terbaik (penambahan 10% daun kelor dan 4% tulang ayam) diperoleh 11,56% karbohidrat, 19,81% protein, 9,88% lemak, 241,6 mg kalsium, 128,5 mg fosfor, 2,63% serat, 86,55 mcg vitamin A dan 26,52 mg vitamin C. Kata Kunci: Nugget Ayam, daun kelor, tulang ayam.
HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN BALITA, ALOKASI WAKTU IBU, DENGAN POLA KONSUMSI MAKAN PADA KELUARGA DI DESA BALONGDOWO KABUPATEN SIDOARJO APRILIA KUSUMAWATI, RISKA; WAHINI, MEDA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pola konsumsi makan keluarga merupakan kebiasaan makan keluarga yang dilihat dari jumlah dan jenis makanan yang dimakan setiap hari. Pola konsumsi makan dapat dikatakan baik dengan melihat bagaimana pola asuh makan yang diterapkan oleh ibu pada anak dan keluarga serta pengalokasian waktu ibu dalam sehari untuk pemenuhan kebutuhan makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) bagaimana pola asuh makan balita; 2) bagaimana alokasi waktu ibu; 3) bagaimana pola konsumsi makan; 4) hubungan pola asuh makan keluarga dengan pola konsumsi makan; dan 5) hubungan alokasi waktu ibu dengan pola konsumsi makan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, yang dilakukan pada keluarga di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Populasi penelitian ialah keluarga dengan memiliki anak usia balita 2-4 tahun, dengan sampel berjumlah 63 kepala keluarga. Data diperoleh dengan bantuan kuisioner. Analisis data menggunakan univariate untuk mendeskripsikan karakteristik balita, karakteristik ibu, karakteristik keluarga; dan untuk melihat hubungan pola asuh makan balita, alokasi waktu ibu, dengan pola konsumsi menggunakan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) pola asuh makan balita sebagian besar baik pada ibu yang bekerja; 2) alokasi waktu ibu dalam sehari sebagian besar untuk kegiatan domestik, kegiatan domestik yang dilakukan oleh ibu untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi makan adalah penyediaan makan, penyediaan makan selama 1,06-2,18 jam untuk ibu bekerja dan lebih dari 2,18 jam untuk ibu tidak bekerja; 3) Pola konsumsi makan pada keluarga sebagian besar adalah baik; 4) Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh makan dengan pola konsumsi makan keluarga; 5) Tidak ada hubungan yang signifikan antara alokasi waktu ibu dengan pola konsumsi makan keluarga. Kata Kunci: pola asuh makan balita, aloaksi waktu ibu, pola konsumsi makan

Page 3 of 3 | Total Record : 22