cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
PENGARUH VARIASI TEBAL (B) BALOK PADA KUAT LENTUR BALOK BAMBU PETUNG LAMINASI HUDIPRASETIA GHOZALI, ALIF; SABARIMAN, BAMBANG
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bambu laminasi merupakan produk yang terbuat dari bilah-bilah bambu dengan ketebaln antara 4mm-6mm yang direkatkan dengan menggunakan lem/polimer tertentu kemudian di press dengan sistem kempa dingin. Bilah bambu tersebut dapat di susun dengan panjang dan ketebalan tertentu , dan juga dapat di bentuk dengan model tertentu , baik benjadi lembaran , balok atau kolom. Bambu yang berumur 2 sampai dengan 3 tahun adalah bambu yang siap untu di panen, hal ini sangat membantu mengatasi masalah kebutuhan kayu dengan kualitas tinggi namun dengan waktu yang relatif lebih singkat dari kayu struktural konvensional lainnya yg memiliki waktu panen yang relative lebih lama, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi tebal (b) balok pada kuat lentur bambu petung laminasi serta kekakuan batang pada setiap variasi tebal (b) balok bambu petung laminasi dengan dimensi bilah berukuran sama yaitu 5mmx20mm. Metode penelitian ini menggunakan Metode uji lentur two point loading. Variasi tebal (b) balok bambu petung yang digunakan yaitu 70mmx120mm, 80mmx120mm. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya penambahan variasi tinggi berpengaruh baik dalam hal beban maksimum semakin adanya penambahan variasi tebal (b) semakin tinggi pula beban maksimum, apabila diteliti pada kuat lentur menunjukkan variasi dimensi 80mmx120mm merupakan rasio tinggi paling efektif yaitu sebesar 34,07 MPa dan untuk kekakuan batang pada variasi tinggi 80mmx120mm paling rendah angka kekakuannya sehingga semakin rendah angka kekakuan semakin lentur batang tersebut, serta memenuhi syarat pada kondisi layan dan lendutan ijin berdasarkan SNI-PKKI-2002. Kata kunci: Bambu, kuat lentur, laminasi
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI BAHAN PENGGANTI (SUBSTITUSI) SEMEN PADA PEMBUATAN BETON RINGAN SELULER (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE) AKIRA ULTANN, FAVIAN; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan beton ringan pada penerapan elemen non-struktural khususnya terhadap pemilihan bahan pengisi bangunan berupa panel dinding, memberikan alternatif berupa bahan bangunan rendah biaya (low cost). Inovasi ini diterapkan pada produk beton ringan untuk meningkatkan kelemahan beton non-struktural dalam bentuk biaya yang lebih rendah dikarenakan kecepatan pengerjaan lebih cepat, lebih tahan terhadap suhu, berat volume (density) nya lebih ringan, dan mudah dikerjakan (easy of handling). Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah karbit pada pembuatan beton ringan agar dapat menggantikan sebagian semen terhadap kuat tekan dan kuat lentur pada benda uji kubus, panel, dan balok. Substitusi limbah las karbit ini memiliki variasi sebesar 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% terhadap berat benda uji. Hasil penelitian dari penambahan substitusi limbah las karbit variasi tersebut diperoleh bahwa kuat tekan beton meningkat pada variasi 2% sebesar 3.21 MPa dengan berat volume tertinggi 0.83 gr/cm3 dan resapan air terendah 19.01% pada variasi 2%, semua benda uji pada umur 28 hari. Kuat lentur diperoleh variasi tertinggi pada 2% sebesar 1.21 MPa dan berat jenis 0.83 gr/cm3 pada umur 28 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN BETON RINGAN SELULER (CLC) DWI PAMUNGKAS, MIRZHA; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik saat ini merupakan bagian kehidupan sehari-hari manusia. Dalam dua dasarwarsa terakhir, kemasan plastik telah merebut pasar kemasan dunia, menggantikan kemasan kaleng dan gelas. Kemasan plastik sudah mendominasi industry makanan di Indonesia dan kemasan luwes (fleksibel) menempatiporsi 80%. Jumlah plastik yang digunakan untuk mengemas, menyimpan dan membungkus makanan mencapai 53%. Penelitian dengan menggunakan limbah plastik sebagai bahan pembuatan beton telah dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai, dan berbahaya bagi lingkungan jika jumlahnya terus bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah botol plastik dan juga mengetahui sifat mekanis dari beton ringan seluler setelah penambahan serat botol plastik. Pengaruh terhadap sifat mekaniknya berupa kuat tekan yang lebih besar untuk penambahan 0.3% serat botol plastik dibandingkan dengan tanpa serat berikut ini nilai untuk penambahan 0.3% serat didapat 5.31 MPa dan tanpa serat atau 0.0% didapat 4.24 MPa pada umur 28 hari. Kuat lentur balok dan kuat lentur panel pada penambahan 0.5% serat botol plastik terjadi kuat lentur optimal yaitu 2.89 MPa pada balok dan 0.492 MPa pada panel umur 28 hari dan tanpa serat 1.59 MPa lentur balok dan 0.228 MPa lentur panel pada umur 28 hari. Kuat lentur meningkat seiring dengan penambahan optimal 0.5% serat botol plastik, tetapi jika lebih dari 0.5% serat terjadi penurunan kuat lentur beton ringan khususnyanya pada 0.7% serat.
ANALISIS PENYUSUNAN KELAS JALAN BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PUPR (NO. 05/PRT/M/2018) DAN PEMETAAN KELAS JALAN (MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS) PADA JALAN PROVINSI DI WILAYAH KABUPATEN MOJOKERTO HABIL SARIMUN PUTRA, MUHAMMAD; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah - daerah di Jawa Timur khususnya Kabupaten Mojokerto, seiring berkembangnya jaman mengalami peningkatan pada sisi pertumbuhan perekonomian serta infrastruktur jalan raya, dampak dari peningkatan tersebut yakni juga semakin meningkatnya volume lalu lintas serta muatan (tonase) kendaraan pada beberapa ruas jalan terlebih pada ruas jalan Provinsi di Kabupaten Mojokerto. Analisis Kelas Jalan merupakan analisis yang bertujuan untuk pengelompokan atau mengklasifikasi suatu ruas jalan dengan penentuan klasifikasinya berdasarkan fungsi dan intensitas lalu lintas serta daya dukung menerima muatan sumbu terberat dan dimensi kendaraan bermotor. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu, Tahap survey, Pengumpulan data (Data Primer dan Data Sekunder), Pengolahan data, Pembuatan peta kelas jalan menggunakan ArcGIS dan Integrasi peta kelas jalan kedalam peta digital existing (Google Maps). Lokasi yang digunakan untuk penelitian atau analisis penyusunan kelas jalan ini dilakukan pada tiga ruas Jalan Provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Hasil dari analisis tersebut yakni, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 05/PRT/M/2018 pada tiga ruas Jalan Provinsi tersebut direkomendasikan masuk pada kategori Kelas Jalan III. Ruas Jalan Provinsi tersebut sudah dilakukan proses untuk menjadikan peta kelas jalan sebagai peta digital, serta dapat diintegrasikan ke dalam Peta Digital Existing (Google Maps).
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH MARMER TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR DENGAN METODE WET MIXING BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN NAOH 10 M PUTRA SALDI, DISTI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia kontruksi sangat berpengaruh pada kebutuhan bahan bangunannya. Hal ini memicu banyaknya penggunaan material bahan bangunan yang tidak ramah lingkungan. Seperti contoh tingginya kebutuhan semen sehingga produksi semen secara terus?menerus memberikan dampak negatif besar terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu maraknya limbah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan pengolahan batuan marmer untuk keperluan interior juga menimbulkan berbagai masalah untuk menanggulangi permasalahan diatas maka alternatif yang digunakan adalah dengan geopolymerisasi yaitu penggatian semen dengan substitusi limbah marmer terhadap limbah hasil pembakaran batu bara yang disebut dengan abu terbang atau fly ash dengan metode wet mixing. Pada penelitian akan dilakukan eksperimen yaitu pengaruh substitusi limbah marmer dengan abu terbang terhadap nilai kuat tekan pada pembuatan dry geopolymer mortar berbahan dasar abu terbang, kapur, limbah marmer dan NaOH 10 Molar. Penelitian ini didapatkan 7 variasi mix design pembuatan dry geopolymer mortar pada masing masing perbandingan komposisi substitusi limbah marmer terhadap fly ash yaitu MDK (kontrol) dengan komposisi mortar OPC, Mix 1 dengan tanpa komposisi limbah marmer, Mix 2 dengan komposisi limbah marmer sebanyak 0,041 gram, Mix 3 dengan komposisi limbah marmer sebanyak 0,082 gram, Mix 4 dengan komposisi limbah marmer sebanyak 0,123 gram, Mix 5 dengan komposisi limbah marmer sebanyak 0,164 gram, dan Mix 6 dengan komposisi limbah marmer sebanyak 0,205 gram. Mortar geopolymer ini menggunakan cairan aktivator campuran antara kapur dan NaOH perbandingan keduanya yaitu 0,10 dan 0,08 dan dengan molaritas NaOH 10 Molar. Benda uji akan dirawat pada suhu ruangan temperatur normal untuk diuji kuat tekannya. Hasil pengujian kuat tekan dry geopolymer mortar pada komposisi substitusi limbah marmer terhadap fly ash yang optimum dengan metode wet mixing berbahan dasar abu terbang dan NaOH 10 Molar di tinjau kuat tekan yang tertinggi sebesar 13,09 MPa diumur 28 hari pada campuran limbah marmer 10%.
PEMANFAATAN PASIR SEDIMEN SUNGAI PORONG SEBAGAI BAHAN PENGISI PEMBUATAN GENTENG BETON DITINJAU DARI KEKUATAN LENTUR DAN RESAPAN AIR ARIEF BUDIMAN, ANDITYA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan material pasir sedimen masih belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai. Inovasi material yang tidak digunakan atau masih kurang untuk dimanfaatkan masih terlihat banyak sekali, contohnya pasir sedimen untuk bahan bangunan seperti spesi untuk bangunan rumah. Hasil endapan pasir sungai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi penutup atap yaitu genteng beton dengan kualitas yang memenuhi persyaratan SNI 0096 : 2007 tentang genteng beton. Beberapa syarat mutu yang dapat dipenuhi yaitu kuat lentur dan penyerapan air. Hubungan pengujian kuat lentur dan penyerapan air ditemukan hasil optimum dari kedua grafik pengujian tersebut yaitu antara prosentase 4% dan 5%, karena di prosentase tersebut kuat lentur dari 4% yaitu yang maksimum dari prosentase lainnya dan prosentase dari penyerapan air menurun di prosentase 4%, Prosentase yang masih dapat diterima dari hubungan kuat lentur dan penyerapan air yaitu dari kontrol, 3% dan 4%. Hal ini karena pasir sedimen memiliki karakteristik yang kecil daripada pasir lainnya untuk mengisi pori-pori genteng beton, sehingga kekuatan lentur meningkat dan penyerapan air yang sedikit.
PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BAHAN PENGISI PEMBUATAN GENTENG BETON DITINJAU DARI KEKUATAN LENTUR DAN RESAPAN AIR ARDI KUSUMA, HENDRA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir lumpur panas dilokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas di Porong Sidoarjo menghasilkan volume lumpur yang sangat besar. Lumpur tersebut menggenangi areal persawahan, pemukiman dan kawasan industri yang sampai saat ini semburan tersebut belum berhenti. Semburan lumpur yang menggenang tersebut, belum banyak dimanfaatkan. Lumpur lapindo mengandung oksida silika 55,4 %, alumina 16,1 % dan besi 8,9 % dengan komposisi tersebut kemungkinan lumpur lapindo dapat dibuat genteng beton. Genteng merupakan penutup konstruksi rangka atap suatu bangunan. Genteng merupakan bagian utama dari suatu bangunan sebagai penutup konstruksi rangka atap bangunan. Dahulu genteng berasal dari tanah liat yang dicetak dan dipanaskan sampai kering. Fungsi utama genteng adalah untuk menahan panas cahaya matahari dan curahan air hujan.Genteng beton tidak memerlukan proses pembakaran seperti halnya pada genteng keramik, dikarenakan adanya kandungan semen yang sifatnya mengeras bila bereaksi dengan air. Mengacu pada penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa semen merupakan bagian penting pada proses pembuatan genteng beton. Lumpur lapindo akan dimanfaatkan sebagai bahan pengisi untuk kekuatan mutu genteng beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lumpur lapindo pada campuran genteng beton terhadap sifat dari genteng beton yang sesuai SNI 0096:2007, meliputi: Kekuatan lentur dan Penyerapan air.Hasil pengujian kekuatan lentur memiliki hasil yang terendah dengan variabel kontrol sebesar 1984,0 N, sedangkan hasil yang tertinggi dengan variabel 6% sebesar 2579,2 N. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pengujian kekuatan lentur pada variabel 6% memiliki hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan variabel kontrol. Hal itu karena penambahan variabel bahan pengisi lumpur lapindo saling mengikat sehingga genteng beton tidak mudah dipatahkan.Hasil pengujian penyerapan air menunjukkan penyerapan air tertinggi dengan variabel kontrol sebesar 6,44%, sedangkan hasil dari penyerapan air yang terendah dengan variabel 7% sebesar 5,97%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pengujian penyerapan air pada variabel 7% memiliki hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan variabel kontrol. Hal itu karena penambahan variabel bahan pengisi lumpur lapindo saling mengisi pori-pori pada campuran genteng beton sehingga rongga terisi dan tertutup. Berdasarkan hasil semua pengujian bahwa semua pengujian telah sesuai dengan persyaratan SNI 0096:2007.
PENGARUH VARIASI NAOH/NA2SIO3 TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE DRY MIXING PADA KONDISI RASIO ABU TERBANG/AKTIVATOR 2:1 FERNANDO, FAHMI; WARDHONO, ARIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan di bidang konstruksi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga dibutuhkan material struktur yang kuat yaitu beton. Penggunaan beton dengan bahan utama semen portland mengalami pelepasan karbon dioksida (CO2) sehinga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca diatmosfir. Beton geopolymer dapat menjadi solusi karena tidak menggunakan semen protland sebagai bahan pengikatnya melainkan menggunaan fly ash dan aktivator melalui proses polimerisasi sehingga ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NaOH terhadap Na2SiO3 terhadap nilai kuat tekan dry geopolymer mortar metode dry mixing pada kondisi rasio abu terbang terhadap aktivator 2:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi didapat pada kondisi abu terbang terhadap aktivator 2:1 adalah 34,05 MPa, dengan variasi campuran NaOH terhadap Na2SiO3 yaitu 1:2,5. Kuat tekan dry geopolymer mortar dipengaruhi banyaknya komposisi Na2O pada Na2SiO3. Namun jika komposisi Na2O terlalu tinggi dibanding dengan komposisi NaOH maka menyebabkan menurunnya kuat tekan mortar.Kata Kunci : mortar geopolymer, metode dry mixing, binder geopolymer. AbstractDevelopment in the construction sector is experiencing rapid progress, so it require a strong structural material namely concrete. Concrete with the main material of portland cement release carbon dioxide (CO2) which contribute to greenhouse gas emissions in the atmosphere. Geopolymer concrete can be a solution, because it does not use portland cement as a binding material but using fly ash and activators through a polymerization process that is environmentally friendly. This study aims to determine the effect of variations NaOH on Na2SiO3 on the compressive strength of dry geopolymer mortar with dry mixing method on the condition of the ratio fly ash to activator 2:1. The results showed that the highest compressive strength in the condition of fly ash on activator 2:1 is34,05 MPa, with mix design NaOH on Na2SiO3 is 1:2,5. Compressive strength of dry geopolymer mortar depend on composition Na2O on Na2SiO3. But if the composition of Na2O is too high than the composition of NaOH cause decrease the compressive strength mortar.Keywords :geopolymer mortar, dry mixing method, geopolymer binder.
PENERAPAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL SEBAGAI PENGENDALIAN MUTU PANEL LANTAI PUTRI APRILIA, DIANA; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panel Lantai Autoclaved Aerated Concrete merupakan beton ringan yang dibentuk menjadi lembaran panel untuk berbagai aplikasi konstruksi sebagai pemikul beban dan non-pemikul beban, produk Panel Lantai ini merupakan inovasi terbaru pengganti pelat beton konvensional. Proses produksi Panel Lantai memiliki proses yang rumit dibandingkan dengan proses pembuatan beton konvensional. Pada proses produksi sering terjadi permasalahan mutu pada produk panel lantai yang disebabkan oleh proses produksi yang rumit, untuk menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan, perlu dilakukan pengendalian mutu atas aktivitas proses yang dijalani. Salah satu metode yang digunakan untuk peningkatan dan pengendalian kualitas produk dalam proses produksi tersebut adalah metode Statistical Process Control (SPC).Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui permasalahan mutu yang sering muncul pada proses produksi Panel Lantai, memahami bagaimana pemecahan masalah mutu yang dihadapi untuk memproduksi Panel Lantai, mengetahui batas-batas kendali permasalahan mutu sebelum langkah perbaikan dan sesudah langkah perbaikan, mengetahui nilai dari kapasitas kemampuan proses sebelum langkah perbaikan dan sesudah langkah perbaikan, dan untuk mengetahui presentase penurunan jumlah cacat produk Panel Lantai setelah langkah perbaikan.Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, langkah-langkah metodelogi yang dilakukan dalam penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan, studi literatur, pengumpulan data sekunder berupa data reject produk panel lantai sebanyak 100 data untuk memenuhi syarat membuat peta kendali, identifikasi masalah menggunakan Check Sheet, Diagram Pareto, Diaram Kendali, dan Kemampuan proses, menyusun hipotesa menggunakan Diagram Sebab Akibat dengan metode Brainstorming dengan QA, menguji hipotesa menggunakan Diagram Pencar, menerapkan tindakan perbaikan pengumpulan data primer berupa data jumlah permasalahan mutu gompal dan retak produk panel lantai sebanyak 100 data, analisis data menggunakan Check Sheet, Diagram Pareto, Diaram Kendali, dan Kemampuan proses, Standarisasi menggunakan flow chart dan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan penerapan SPC untuk mencegah terjadinya gompal dan retak yang menjadi permasalahan mutu yang sering terjadi pada panel lantai berhasil dilakukan dengan memperhatikan waktu Setting Time selama 3 jam 36 menit, hal tersebut mengakibatkan batas kendali yang semula Out of Control menjadi In control, nilai Cpk yang semula kurang dari 1 menjadi lebih dari 1,33 yang berarti menunjukkan proses menghasilkan produk ideal sesuai dengan spesifikasi, penurunan presentase permasalahan mutu gompal retak yang semula 30,25% menjadi 14,30%. Kata kunci: Pengendalian Mutu, Panel Lantai, Statistical Process Control.
PENERAPAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL SEBAGAI PENGENDALIAN KUALITAS MORTAR HELENA, ANGGICA; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan salah satu produsen Mortar di Indonesia. Dalam proses produksi Mortar yang dilakukan masih terdapat masalah mengenai mutu Mortar. Masalah yang sering terjadi berkaitan dengan ketidaksesuaian dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan mutu yang sering muncul pada proses produksi Mortar, mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan atau kecacatan pada produk Mortar, mengetahui cara pemecahan masalah mutu pada produksi Mortar dan mengetahui perubahan nilai kapabilitas/kemampuan proses setelah dilakukan perbaikan terhadap produk Mortar di PT. X tersebut. Penerapan metode Statistical Process Control (SPC) untuk pengendalian kualitas Mortar PT. X dilakukan dengan tujuh alat yang digunakan sebelum perbaikan dan setelah perbaikan. Alat-alat yang digunakan sebelum perbaikan meliputi: check sheet, diagram pareto, histogram dan diagram kendali yang digunakan untuk mengetahui masalah; diagram sebab-akibat yang digunakan untuk mencari penyebab masalah yang terjadi; dan diagram pencar yang digunakan untuk mencari faktor yang berpengaruh. Alat-alat yang digunakan setelah perbaikan meliputi: histogram dan diagram kendali untuk meneliti hasil setelah dilakukan perbaikan; dan flow chart untuk mencegah timbulnya masalah. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa permasalahan mutu yang sering terjadi adalah kuat tekan dengan persentase sebanyak 27,45%. Faktor yang mempengarahui kuat tekan tersebut terdapat pada metode yang digunakan untuk menentukan kisaran analisa ayakan yang dirasa memiliki kisaran terlalu besar yaitu 70-85%. Setelah menganalisis dengan menggunakan metode statistical process control, didapatkan kisaran yang lebih kecil yaitu 78-83%, maka langkah perbaikan yang dilakukan untuk memperbaiki mutu adalah mengubah standar analisa ayakan dari kisaran 70-85% menjadi kisaran 78-83% sehingga menghasilkan nilai kuat tekan ?4 N/mm2. Dengan langkah perbaikan yang telah diterapkan tersebut mengakibatkan terjadinya kenaikan indeks kemampuan proses dari nilai 0,227 menjadi 0,607 dengan persentase kenaikan sebesar 37,40%.

Page 2 of 2 | Total Record : 20