cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 13 Documents clear
STUDI PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG KERANG DARAH PADA PEMBUATAN BETON RINGAN SELULER DENGAN FOAM AGENT PADA APLIKASI DINDING FAUZIAH, NURUL; IMADUDDIN, MUHAMMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan penambahan serbuk cangkang kerang darah dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai pengganti semen. Serbuk cangkang kerang darah ditambahkan pada benda uji campuran beton ringan sehingga menambah kuat tekan, kuat tariknya meningkat dan resapan airnya menurun. Serbuk cangkang kerang darah yang ditambahkan memiliki variasi penambahan sebesar 0%, 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% terhadap berat benda uji campuran boton ringan. Serbuk cangkang kerang darah dari penambahan variasi tersebut memperoleh hasil kuat tekan beton meningkat pada variasi 5% sebesar 3,54 MPa dengan berat volume tertinggi 1.02 g/cm3 dan resapan air terendah 30,805%, sedangkan variasi tanpa serat atau 0% diperoleh sebesar 3,00 MPa dengan berat volume tertinggi 0.96 g/cm3 dan resapan air 38,155% semua benda uji pada umur 28 hari. Kata Kunci: Beton Ringan Seluler, Foam Agent, Serbuk Cangkang Kerang Darah.ABSTRACTThis research was carried out by adding blood clam shell powder in order to be used as a substitute for cement. Blood clam shell powder is added to the lightweight concrete mixture test specimen so that it increases the compressive strength, the tensile strength increases and the water absorption decreases. The blood clam shell powder added has an additional variation of 0%, 1%, 3%, 5%, 7% and 9% to the weight of the mild boton mixture test object. The blood clam powder from the addition of the variation obtained the results of concrete compressive strength increased in the variation of 5% by 3.54 MPa with the highest of volume weight of 1.02 g / cm3 and the lowest water absorption 30.805%, while the variation without fiber or 0% was obtained at 3.00 MPa with the highest of volume weight of 0.96 g / cm3 and water absorption 38,155% of all specimens at the age of 28 days. Keywords: Blood Clam Powder, Cellular lightweight concrete, Foam agent.
ANALISA EKONOMI PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ANTARA PERKERASAN LENTUR DENGAN PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN GEMPOL -PANDAAN SBY KM.+ 35.000 – KM.+ 42.000 AKBAR S P, MOCHAMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu sarana transportasi yang dibutuhkan dalam proses perkembangan suatu daerah atau wilayah. Meningkatnya pertumbuhan lalu lintas kendaraan baik dari segi volume kendaraan maupun jumlah beban yang diangkut kendaraan akan menimbulkan kerusakan jalan. Jalan akan mengalami penurunan kondisi perkerasan berupa kerusakan selama umur rencana. Kondisi eksisting dari ruas jalan Gempol - Pandaan memiliki banyak kerusakan struktural sehingga diperlukan perbaikan rekonstruksi dengan merencanakan ulang perkerasan tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui jenis perkerasan, desain perkerasan, dan rencana anggaran biaya yang diterapkan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah : (1) Desain rencana untuk perkerasan lentur yaitu sirtu urug tebal 350 mm, aggregat kelas A tebal 150 mm, CTB tebal 150 mm, AC-BC tebal 280 mm, dan AC-WC tebal 50 mm. Desain rencana untuk perkerasan kaku yaitu sirtu urug tebal 350 mm, aggregat kelas A tebal 150 mm, LMC tebal 150 mm, dan pelat beton tebal 305 mm. (2) Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan perkerasan lentur yaitu Rp. 79.889.929.211,40 dengan biaya per meter persegi yaitu Rp. 951.070,56. Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan perkerasan kaku yaitu Rp. 59.816.586.663,64 dengan biaya per meter persegi yaitu Rp. 714.261,34.
PENGEMBANGAN MODEL UNTUK MENGHITUNG KAPASITAS JALUR KERETA API DI INDONESIA (STUDI KASUS LINTAS UTARA PULAU JAWA STASIUN PASARTURI – STASIUN BOJONEGORO) NUR HIDAYAT, MOHAMMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi kereta api semakin menunjukkan keunggulan kompetitifnya dengan semakin terbatasnya kapasitas layanan jalan. Keunggulan ini tak lepas dari perkembangan teknologi perkeretaapian sehingga semakin cepat, aman, hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan UU No. 13/1992 tentang moda transportasi, yaitu : perkeretaapian adalah salah satu moda transportasi yang memiliki karakteristik dan keunggulan khusus terutama dalam kemampuan mengangkut, baik penumpang maupun barang secara massal, hemat energy, hemat dalam penggunaan ruang. Pembangunan perkeretaapian di Indonesia meliputi 3 (tiga) factor utama yaitu prasarana, sarana kereta api dan operasi kereta api. Perkembangan dari prasarana dalam hal pembangunan yang sudah menunjukkan peningkatan dengan telah di bangun jalur ganda lintas utara pulau Jawa antara Surabaya Pasar Turi ? Bojonegoro. Jalur ganda kereta api antara stasiun Surabaya Pasarturi - Jakarta tentu mempengaruhi kapasitas lintas antara stasiun Surabaya Pasarturi-Bojonegoro yang meliputi ketepatan waktu, kecepatan perjalanan dan jumlah kereta yang beroperasi. Sehingga perlu adanya evaluasi kapasitas lintas untuk mengetahui kapasitas lintas antara stasiun Surabaya Pasarturi-Bojonegoro dan bagaiamana pemanfaatannya selama di operasionalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil perhitungan menggunakan rumus dari negaralain serta factor dari pembeda rumus tersebut. Berdasarkan hasil tabel perhitungan kapasitas lintas tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. Perhitungan kapasitas jalur kereta yang telah dibahas terdapat suatu perbedaan hasil perhitungan dan tidak bisa di samakan. Ketidak samaan hasil perhitungan tersebut terpengaruh pada salah satu variable dan koefisien dalam pengertian rumus perhitungan kapasitas yang ada di tiap negara. ; 2. Faktor yang mempengaruhi perbedaan rumus yang telah di pakai di Indonesia dengan rumus yang ada di beberapa negara terletak pada koefisien, Untuk rumus jepang tidak dapat di aplikasikan di Indonesia karena terdapat koefisien yang tidak dapat di ketahui berapa angka koefisien yang akan dipakai. Sedangkan untuk rumus dari Amerika perbedaannya tidak mencantumkan koefisien ?. Kata kunci: transportasi , kereta api , stasiun , kapasitas , jalur ganda

Page 2 of 2 | Total Record : 13