cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2014)" : 39 Documents clear
EFEKTIVITAS PELAYANAN SAMSAT CORNER DI KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) SURABAYA TIMUR (STUDI PADA SAMSAT CORNER GALAXY MALL SURABAYA) TRISYA ANDISTY ANGGITAYUDHA
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Tuntutan masyarakat akan sebuah pelayanan publik yang lebih memudahkan masyarakat serta lebih efektif terus diinginkan oleh masyarakat. Untuk itu Kantor Bersama SAMSAT Surabaya Timur dalam memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan yaitu menciptakan layanan unggulan yang berada di pusat perbelanjaan yaitu samsat corner.Dengan adanya layanan unggulan Samsat Corner ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmenganalisis tentang Efektivitas Layanan Samsat Corner di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Surabaya Timur pada gerai Samsat Corner yang terjadi di Galaxi Mall Surabayadengan menggunakan enam indikator dari Keputusan MENPAN No. 63 Tahun 2003, yaitu prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk pelayanan, sarana dan prasarana, dan yang terakhir kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Penelitian ini mengambil sampel sebesar 100 dari jumlah populasi yang berjumlah 15.447 wajib pajak yang ada pada Samsat Corner Galaxy Mall Surabaya.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan.Teknik analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan pada samsat corner di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) pada Gerai Samsat Corner Galaxy Mall Surabaya dapat dikatakan sudah sangat efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis statistik-deskriptif dihasilkan bahwa penilaian setiap sub-variabel efektivitas pelayanan pada samsat corner memperoleh nilai efektivitasnya secara keseluruhan dengan persentase lebih dari 81% yaitu Prosedur pelayanan 88,9%, waktu penyelesaian 92%, biaya pelayanan 87,3%, produk pelayanan 88,3%, sarana dan prasarana 88%, dan yang terakhir kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan sebesar 88% dimana semua dimasukkan kedalam kategori sangat efektif.Saran yang diberikan oleh peneliti dari hasil penelitian ini meliputi, perlunya peningkatan pelayanan terkait dengan biaya pelayanan dan lokasi samsat corner.Dimana masih terdapat sebagian wajib pajak yang masih belum jelas akan kepastian besarnya biaya pajak dan terdapat wajib pajak yang masih merasa kesulitan untuk menuju lokasi karena terlalu jauh dari tempat parkir. Kata Kunci: efektivitas, pelayanan, samsat corner
IMPLEMENTASI E-PAYMENT DI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA SURABAYA (Studi Kasus Pencairan Dana kepada Penyedia Barang dan Jasa) NIA AZZA LAILI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

e-Payment Pemkot Surabaya merupakan sistem pencairan dana APBD secara elektronik yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berdasarkan RPJMD Kota Surabaya tahun 2010-2015, gambaran proporsi realisasi belanja kepada penyedia barang dan jasa Kota Surabaya dalam 5 tahun sebelumnya cukup tinggi dan mendominasi proporsi anggaran belanja langsung, sehingga diperlukan studi implementasi berfokus pada pencairan dana kepada penyedia barang dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi e-Payment pencairan dana kepada penyedia barang dan jasa di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Menggunakan model implementasi kebijakan dari Van Meter & Van Horn. Sumber data menggunakan teknik purposive, yaitu dari Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan, SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta penyedia barang dan jasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian sasaran kebijakan e-Payment lebih tepat dirasakan oleh pihak SKPD, alokasi sumber daya manusia sudah memadai dari segi kuantitas maupun kualitasnya, struktur birokrasi dan pola-pola hubungan pertanggung jawaban baik dan tidak ada yang overlapping, implementasi didukung oleh komitmen Walikota Surabaya yang sangat concern terhadap kebijakan e-Government, dan disposisi implementor baik. Di samping kelebihan-kelebihan tersebut, juga masih terdapat beberapa kekurangan yaitu dari variabel sumber daya peralatan, yaitu kualitas jaringan internet perlu diperbaiki dan belum ada database penyedia barang dan jasa pada aplikasi SIPK dan SAPA; dan dari variabel hubungan antar organisasi, belum pernah diadakan evaluasi secara khusus mengenai implementasi e-Payment. Saran yang diberikan dalam penelitan ini adalah memperbaiki kualitas jaringan internet dan melakukan pembenahan sistem dengan menambahkan database penyedia barang dan jasa pada aplikasi SIPK dan SAPA, serta mengadakan tindakan evaluasi secara khusus mengenai implementasi e-Payment. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, e-Payment, Penyedia barang dan jasa.
PARTISIPASI KELOMPOK TANI DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DIKELURAHAN WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA SISKA YUNINDYA W
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Pengelolaan hutan mangrove yang dilakukan bertujuan untuk memberikan manfaat kepada semua pihak yangbersangkutan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan partisipasi kelompok tani perlu dilaksanakan terusmenerus untuk menggerakkan masyarakat agar mau ikut serta melakukan pengelolaan hutan mangrove yangberkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana partisipasi kelompok tani mangrove dalampengelolaan hutan mangrove di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya.Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyek penelitian ini terdiri dari Ketua kelompok tani mangrove,anggota kelompok tani mangrove dan Staf Kehutanan Dinas Pertanian. Teknik pengumpulan data yang digunakanberupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data interaktif yaitu pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi kelompoktani dalam pengelolaan hutan mangrove Wonorejo sudah cukup bagus dan optimal. Hal ini ditunjukkan melalui sebelasindikator keberhasilan partisipasi yaitu: 1) siapa penggagas partisipasi, yaitu ketua kelompok tani mangrove Wonorejo.2) untuk kepentingan siapa partisipasi dilaksanakan, partisipasi dilaksanakan untuk kepentingan bersama. 3) siapa yangmemegang kendali partisipasi, yaitu kelompok tani mangrove Wonorejo. 4) bagaimana hubungan pemerintah denganmasyarakat, hubungan pemerintah dengan masyarakat cukup harmonis karena adanya saling ketergantungan dan salingpercaya. 5) kultural, yaitu budaya atau tradisi di kelompok tani untuk pengambilan keputusan adalah bermusyawarah. 6)politik, yaitu dari pihak pemerintah maupun kelompok tani menganut sistem transparan dan menghargai perbedaan tiapindividunya. 7) legalitas, yaitu regulasi yang seharusnya ada namun kurang disosialisasikan. 8) ekonomi, dalampenerimaan anggota kelompok tani dilakukan secara terbuka dan anggota yang tergabung dapat memperoleh manfaatlangsung maupun tidak langsung. 9) kepemimpinan, kepemimpinan yang disegani dan berkomitmen dalam kelompoktani sendiri. 10) waktu, penerapan partisipasi kelompok tani dalam pengelolaan hutan mangrove memerlukan waktuyang cukup lama karena pengelolaan berkelanjutan. Dan yang terakhir 11) jaringan yang menghubungkan antaramasyarakat dan pemerintah, adanya forum pertemuan yang diadakan namun tidak memiliki jadwal yang tetap. Kata Kunci: Partisipasi, Kelompok Tani, Hutan Mangrove.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN BALI MANDARA (JKBM) DI RUMAH SAKIT UMUM NEGARA KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI SILVIA ANGGRAINI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) merupakan program yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menyelesaikan masalah masyarakat Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan, karena 73,24% masyarakat Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan. Dasar hukum pelaksanaan program JKBM adalah Peraturan Gubernur No 6 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). RSU Negara merupakan BLUD yang ditunjuk untuk mengelola dana hibah JKBM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari Pegawai Dinas Kesehatan Bali Mandara Kasi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, Pegawai Rumah Sakit Umum Negara, Ketua RT, serta pasien pengguna program JKBM Di RSU Negara yang diambil dengan metode Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan teori Van Meter dan Van Horn yang terdiri dari ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap pelaksana,komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana serta lingkungan ekonomi,sosial,dan politik. Implementasi Program JKBM di RSU Negara telah memenuhi ke enam variabel tersebut meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti masalah ketepatan waktu pelaporan klaim dan penyelenggaraan JKBM sering melebihi batas waktu, kapasitas SDM yang tersedinya hanya dapat mencapai angka minimal dilihat dari standar kualifikasi RSU kelas C, serta belum maksimalkan sosialisasi kepada masyarakat sehingga sering terjadi miss komunikasi. Kata Kunci: Implementasi , Program JKBM
ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH MOJOKERTO DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN EKA RATNA SARI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Usaha bisnis dibidang pelayanan jasa kesehatan mengalami perubahan besar. Oleh karena itu, perumusan dan penetapan strategi sangat penting bagi perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Persaingan suatu perusahaan dapat dilihat dari strategi intern perusahaan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan profit perusahaan. Rumah Sakit Kusta Sumberglagah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto dengan metode Balanced Scorecard dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber data primer yaitu Koordinator Pokja Fungsional, salah satu staf rekam medik, salah satu perawat dan masyarakat khususnya pasien rumah sakit serta untuk sumber data sekunder yaitu dokumen resmi rumah sakit, penetapan sasaran strategis rumah sakit, serta data-data tentang kinerja rumah sakit. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi tidak langsung, dokumentasi, dan triangulasi. Penelitian Kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kinerja pada Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto. Hal ini dapat dilihat dari 3 indikator dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Indikator pertama yaitu kapabilitas karyawan menunjukkan bahwa karyawan mendapat pelatihan setiap tahun, kesejahteraan karyawan terjamin, tingkat retensi karyawan sangat bagus karena sedikit karyawan yang keluar dari rumah sakit, dan kepuasan pelanggan dapat dilihat pada lampiran yang menjelaskan tentang kinerja pelayanan rumah sakit dan standar jasa pelayanan nasional. Indikator kedua yaitu kapabilitas sistem informasi menunjukkan bahwa rumah sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto menerapkan SIMRS untuk mempermudah proses pelayanan pasien. Indikator ketiga yaitu motivasi, pemberdayaan dan keselarasan Dalam indikator ini, penganalisisan kinerja rumah sakit dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu saran dari karyawan untuk perusahaan, saran yang berhasil dilaksanakan dan keselarasan antara karyawan dengan rumah sakit. Saran untuk Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto agar lebih sering mengadakan PKMRS untuk pasien dan keluarga pasien, minimal 2 kali seminggu. Kata Kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN PERMAKANAN BAGI LANJUT USIA SANGAT MISKIN DAN LANJUT USIA TERLANTAR DI KELURAHAN AIRLANGGA KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA RENI SEPTIANA
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar adalah salah satu kebijakan publik yang dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan lanjut usia. Implementasi program ini adalah di tingkat kelurahan tidak terkecuali Kelurahan Airlangga.Penelitian ini akan dianalisis dengan model implementasi dari Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn yang terdiri dari enam variabel, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi dan penguatan aktivitas, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar di Kelurahan Airlangga Kecamatan Gubeng Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Bina Swadaya Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya beserta staf, Ketua Karang Werda Airlangga, lanjut usia penerima manfaat program, serta pihak penyedian dan pendistribusi makanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi data.Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).variabel standar telah memenuhi standar yang ditetapkan namun terdapat ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, 2). pelaksana program di tingkat kelurahan dapat dikatakan cukup, tidak pernah terjadi keterlambatan dalam pencairan dana dan program ini dilaksanakan setiap hari namun ada jedah waktu (libur) ketika penyusunan anggaran baru, 3). Karang werda kurang dalam menjalin komunikasi dengan lanjut usia penerima manfaat program dan partisipasi lanjut usia untuk melaporkan permasalahan dalam pelaksanaan program sangat kurang sehingga timbul beberapa masalah, 4). Karakteristik agen pelaksanan terlihat tidak ada struktur pelaksana khusus dan adanya kelonggaran dari karang werda serta pola hubungan yang terjadi sudah jelas karena memiliki alur dan kejelasan pihak yang terlibat 5).kondisi sosial, ekonomi, dan politik juga mendukung implementasi program ini, 6). Implementor memiliki disposisi yang tinggi baik dari segi respon, dukungan, maupun keinginan untuk tetap melaksanakan program sesuai aturan. Saran:1). Pihak karang werda harus meningkatkan komunikasi dengan pihak penyedia makanan, lanjut usia penerima manfaat program serta karang werda RW yang dapat dilakukan melalui pertemuan rutin,2).harus ada kepatuhan terhadap aturan yang ada terkait dengan usia minimal lanjut usia, 3). Implementor harus lebih selektif dalam menentukan lanjut usia yang pantas menerima manfaat program. Kata kunci :Implementasi kebijakan, program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar. Abstract Program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar is one of the public policy is made by Surabaya’s government to increase elderly’s welfare standard.The implementation this program is at the village government no exception Airlangga village government. This research will be analysed by implementation model from Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn which consisting of six variables such as standard and policy targets, resources, communication and strengthening activities, characteristics of implementor agent, social condition, politics, and economic, implementor dispotition.The purpose of this research is to describe the implementation of program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar in Airlangga village government Gubeng district Surabaya City. This research use the describtive qualitative approach. The subject in this research are section head building social self of Surabaya city social department and staff, the Airlangga nursing chairman, elderly who get the benefit of program and provider and distributor of food. Data collection technique used are interview, observation, documentation and data triangulation. Data analysis use the technique of interactive analysis model. The research result show that 1). the standard variable have full the standard which have set but there is the unright the target, 2).the implementors at village government level can be quite, ther is never a delay in disbursement of funds, this program carried out every day but there is the pause time (off) when the new budgeting.3) the nursing coral chairman lacking in communication with elderly who get the benefit of the program and elderly’s participation to report the problemsin program implementation is very less which the consequently rising a problem,4).the characteristics of the implementing agency showing that nothing special implementor structure and there are looseness from nursing coral chairman and the pattern of relationship that occurs is unclear because it has a groove and clarity of the parties involved, 5).social condition, economi, and politic support this program implementation too, 6). theimplementor have high dispotiton both in term of response, supporting, and good will to implement the program according the rules. The advice : the nursing coral chairman must increase the communication with the catering, the elderly who get the benefit of the program and pillars of nursing coral cadre reef residents which can be done through regular meetings, 2).there must be compliance with the rule relating about the minimum age of elderly, 3). The implementor must be more selective in determines the elderly who get the benefit of program. Keyword : policy implementation, program pemberian permakanan bagi lanjut usia sangat miskin dan lanjut usia terlantar.
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH LAPANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT) (Studi Perbedaan Kemampuan Petani Pengendali Hama Terpadu (PHT) dan Kemampuan Petani non Pengendali Hama Terpadu (PHT) di Desa Duri Wetan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan) DYAN ARIATI DEWI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu kegiatan pendidikan non formal yang berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta atau petani guna mewujudkan peserta atau petani sebagai ahli PHT, yaitu peserta atau petani yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan usaha taninya secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan petani Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan petani non PHT. Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif, dimana pada penelitian ini mengambil (dua) 2 sampel yaitu sebanyak 23 sampel pada petani SLPHT dan 23 sampel pada petani non SLPHT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dokumentasi SLPHT dan studi kepustakaan. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik komparasi pada uji statistik t dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji analisis statistik t dua sampel diperoleh perbedaan yang signifikan antara kemampuan petani PHT dengan petani non PHT hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t yang menunjukkan = 2,626 dari = 2,069. Saran dari penelitian ini adalah petani PHT memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan petani non PHT. Dengan demikian untuk menambah kemampuan petani non PHT diharapkan agar petani PHT menyalurkan pengetahuan dan ketrampilannya kepada petani non PHT, dengan cara diskusi umum yang bersifat non formal. Kata kunci : Evaluasi Program SLPHT, Kemampuan Petani, Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Abstract Farmer field school-Integrated Pest Management (FFS-IPM) is one of non-formal education program that seek to improve the knowledge and skills of farmer or participant in order to realize farmer or participant as IPM expert, the farmer or participant who are able to overcome all the problems in their farm lands independently.The purpose of this study is to determine the ability of Integrated Pest Management (IPM) farmers in Farmer field school-Integrated Pest Management (FFS-IPM) and non-IPM farmers. This study used a quantitative approach with comparative method, which took 2 (two) samples that was counted 23 samples at FFS-IPM farmers and 23 samples of non-FFS-IPM farmers. Data collection techniques used was questionnaires, FFS-IPM documentation and literature study. Quantitative data analysis techniques used comparative technique in two sample t statistic test. The results showed that the t statistical analysis of two samples test obtained a significant difference between the ability of IPM farmers with non-IPM farmers. This was evidenced with the results of the t test calculations that showed of = 2,626 from = 2,069. Suggestions from this study is IPM farmers have a higher ability when compared to non-IPM farmers. Thus, to increase the ability of non-IPM farmers expected that the IPM farmers distribute their knowledge and skills to non-IPM farmers, by way of a general discussion of the non-formal. Keywords: Evaluation FFS-IPM Program, Farmer’s Ability, Integrated Pest Management (IPM)
EFEKTIVITAS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN PADA KELOMPOK PINJAMAN BERGULIR DI DSA MANTREN KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN MAGETAAN IGA ROSALINA
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

AbstrakProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perkotaan adalah salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan. PNPM-Mandiri Perkotaan menganut tiga aspek penting yaitu pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial atau masyarakat serta perlindungan lingkungan. Pemberdayaan ekonomi memiliki sebuah program yang disebut pinjaman bergulir. Pinjaman bergulir merupakan salah satu kegiatan yang sasaran utamanya ditujukan kepada masyarakat miskin yang meiliki usaha. Salah satu Desa yang merupakan sasaran dari kegiatan PNPM-Mandiri Perkotaan adalah Desa Mantren Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. PMPM-Mandiri Perkotaan telah ada di Desa Mantren sejak tahun 2009. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perkotaan pada Kelompok Pinjaman Bergulir di Desa Mantren dengan acuan menggunakan tiga indikator yaitu tujuan program, adaptasi dan integrasi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 65 orang dari jumlah populasi 65 orang, yang mana sebagai anggota kelompok pinjaman bergulir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioer, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program nasional pemberdayaan masyarakat-mandiri perkotaan pada kelompok pinjaman bergulir di Desa Mantren Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan secara keseluruhan sudah berjalan efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas dan analisis statistik-deskriptif ditemukan bahwa nilai setiap sub-variabel efektivitas pinjaman berada diatas angka 60% yaitu pencapaian tujuan (63,6%), adaptasi (62,3%) dan integrasi (60,8%) dimana nilai dalam rentang 51%-75%. Berada dalam kategori efektif. Perlunya sosialisasi secara tidak langsung, pelatihan UPK, pertemuan rutin dan ketegasan UPK kepada masyarakat diharapkan mampu meningkatkan fungsi serta peran pinjaman bergulir sebagai salah satu program yang mensejahterakan masyarakat miskin.Kata Kunci: Efektivitas Program, PNPM-Mandiri Perkotaan, Pinjaman Bergulir AbstractProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perkotaan is one of poverty reduction programs based empowerment. PNPM-Mandiri Perkotaan embraces three important aspects, namely economic empowerment, social or community empowerment and environmental protection. Economic empowerment has a revolving loan program called. Revolving loan is one of the main goals of activitiesaimed at poor people who have the business. One of the village which is the target of PNPM-Mandiri is the Urban Village District of Karangrejo Mantren Magetan. Mandiri PNPM-Urban has been in the villagesince 2009. Therefore, the purpose of this study was to determine effectiveness of program nasional pemberdayaan masyarakat-mandiri perkotaan on the revolving loan in Mantren village Karangrejo Magetan district with reference using three indicators: program goals, adaptation and integration. This research is descriptive quantitative. This study took a sample of 65 people from a population of 65 people, which is a member of the group revolving loan. Data collection techniques used were questionnaires,documentation and observation. Analysis using descriptive statistical analysis. The results showed that the effectiveness of the national program of urban self-empowerment on a revolving loan group in the Mantren Village Karangrejo Magetan District be effective overall. Of testing the validity, reliability anddescriptive statistical analysis found that the value of each sub-variable rate loan effectiveness is above60%, ie the achievement of goals (63.6%), adaptation (62.3%) and integration (60.8%) where value in the range 51% -75%. Being effective in the category. Indirectly the need for socialization, training UPK, UPK regular meetings and firmness to the public is expected to improve the function and role as one of the revolving loan program that the welfare of the poor.Keywords: Effectiveness Program, PNPM-Mandiri Perkotaan, Revolving Loan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN TEMBOK PENAHAN TANAH PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT-MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP) DI DESA DERMO KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK LUTVI FAUZI ARI LESTARI
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Abstrak Keberhasilan program pembangunan bukan hanya didasarkan pada kemampuan pemerintah, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan. Masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk mengurus kegiatan pembangunan yang dilakukan di daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan tembok penahan tanah, program masional pemberdayaan masyarakat (PNPM-MP) di Desa Dermo Kecamatan Benjeng Kabupaten GresikJenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yaitu pada kegiatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder diperoleh dari dokumentasi, arsip-arsip, literatur dan buku yang berkaitan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tahap pengambilan keputusan, tingkat kehadiran masyarakat dalam rapat yang diadakan masih sedikit 2) pada tahap pelaksanaan, partisipasi masyarakat sudah baik ditunjukkan dengan wujud sumbangan tenaga, uang, dan makanan untuk para pekerja secara sukarela untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan tembok penahan tanah, UPK PNPM Mandiri Kecamatan Benjeng tidak memilih sumbangan material karena memilih jenis material yang kualitasnya bagus. 3) Pada tahap pemantauan dan evaluasi, keberhasilan pembangunan relative baik. Mereka ikut terlibat dalam pemantauan pelaksanaan bersama UPK selain itu mereka terlibat dalam rapat evaluasi program pembangunan tembok penahan tanah. 4) tahap pemanfaatan hasil, pembangunan tembok penahan tanah bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Dermo terutama bagi Rumah Tangga Miskin (RTM). Kata kunci: partisipasi masyarakat, pembangunan tembok penahan tanah, PNPM Mandiri Perdesaan. Abstract Successfully s development program not only based on ability of the government, but also a guard at the people as subject of development. The people should be given the opportunity to manage the development activities carried with district. This research aimed to describe people’s participation in development activities retaining wall, national program of people empowerment in Dermo village districts Benjeng Gresik. The type of research is descriptive qualitative. This research focus is in the form of participation. Data consisted of primary data obtainedfrom interviews and secondary data obtained from documentation, archives, literature, and books relating to the focus of research. Data collection techniques used interviews observation, documentation, and triangulation. Data analysis is done through a process of data reduction, data presentation and take a conclusions. The result of research are: 1) Decision making stage, a public attendace at the meeting were still slightly. 2) At the level implementation, people is participation is good there is show the contribution of power, money, and food to the worker an a voluntary basis to support implementation development activities retaining wall, UPK PNPM Mandiri Benjeng not those material donation for choosing the type of material good quality. 3) At the monitoring and evaluation stage, the succesfull development of relatively good, they were involved in monitoring the implementation with UPK. They are involved in evaluation program meeting of retaining wall construction too. 4) The result of utilization stage, the construction of retaining wall beneficial to the whole Dermo’s people, especially for poor households. Keyword: community participation, development of retaining wall, PNPM Mandiri perdesaan.
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Komisi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur SANDI TRI CAHYO
Publika Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v2n2.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik dalam kehidupan masyarakat sekarang maupun pada masa mendatang sangatlah penting, melihat pentingnya peranan publik yang rentan dengan penyalahgunaan penyelenggaraan pelayanan, maka perlu adanya upaya peningkatan dan perbaikan. Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Timur melalui Perda Jatim No 08 tahun 2011 membentuk lembaga pengawas eksternal pelayanan publik. KPP Provinsi Jawa Timur. Keberadaan KPP ini juga terus menerus mendapatkan perhatiaan dari masyarakat. Maka perlu adanya suatu pengukuran indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KPP Provinsi Jawa Timur. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif, hal ini bertujuan untuk mengetahui dan sejauh mana Indeks Kepuasan Masyarakat (Pengadu) terhadap pelayanan yang diberikan oleh Komisi Pelayanan Publik (KPP) Provinsi Jawa Timur, melalui 14 indikator sesuai dengan Kep.MENPAN Nomor 25 Tahun 2004. Sedangkan teknik pengambilan datanya menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data didapat dari 150 responden beserta Komisioner Komisi Pelayanan Publik, selanjutnya data yang didapat diolah sesuai dengan pedoman umum Kep.MENPAN Nomor 25 Tahun 2004. Berdasarkan hasil penelitian KPP Provinsi Jawa Timur indikator kewajaran biaya pelayanan memperoleh nilai interval tertinggi dan kecepatan pelayanan memperoleh nilai paling rendah, namun demikian mutu pelayanan pada KPP Provinsi Jawa Timur masih dapat dikatakan Baik. Sehingga saran yang diberikann adalah perlu adanya pemebenahan melalui penjelasan dalam unsur kecepatan pelayanan, serta perlu adanya pemberitahuan yang divisualisasikan terkait syarat administratif atau kelengkapan berkas pengaduan yang dibutuhkan dan batas waktu penyelesaian kasus. Kata kunci: Indeks Kepuasan Masyarakat, Pelayanan Publik Abstract Public service in public life now or in the future is important , look at the important role of the public who are vulnerable to abuse maintenance services , then there should be efforts to improve and repair . East Java Provincial Government through PERDA East Java No. 08 in 2011 to form an external oversight board of public service. PAC East Java Province . The presence of PEG also continue to have perhatiaan of society . So there should be an index measuring satisfaction towards service KPP East Java Province . As for the type of research used by the author are the type of research is descriptive and quantitative approaches , it is intended to find out and to what extent the Community Satisfaction Index ( Complainant ) against the services provided by the Public Service Commission KPP of East Java Province , through 14 indicators according to Kep . Menpan No. 25 of 2004 . Whereas data acquisition techniques using questionnaires , interviews, and documentation . Data obtained from 150 respondents with the Commissioner of Public Service Commission , further processed data obtained in accordance with the general guidelines Kep.MENPAN No. 25 of 2004 . Based on the research results PAC East Java service charge indicator weights obtaining the highest value and speed of service interval to obtain the lowest , but as the quality of service in East Java Province KPP still be said Good. So the advice is to be there pemebenahan diberikann through annotations in the speed of the service element , and there has to be visualized notification related administrative requirements or equipment needed file complaints and case resolution time limit. Keywords: Community Satisfaction Index, Public Service

Page 2 of 4 | Total Record : 39