cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2015)" : 15 Documents clear
KINERJA PEGAWAI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DAWARBLANDONG, KECAMATAN DAWARBLANDONG, KABUPATEN MOJOKERT ACHMAD JAINURI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan atau masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) contohnya menjadi salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan dasar. Begitu juga di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dawarblandong, Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto yakni menjadi Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan upaya kesehatan dasar utamanya di wilayah kerja Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Puskesmas Dawarblandong ini mempunyai pegawai berjumlah 60 pegawai, tentunya menjadi kekuatan tersendiri bagi Puskesmas dalam hal jumlah pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dawarblandong Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan Kuesioner/Angket yang dibagikan kepada seluruh pegawai yang sekaligus menjadi responden yakni sejumlah 60 pegawai. Teknik analisis yakni dengan menganalisis data kuantitatif hasil kuesioner, kemudian dideskripsikan sesuai hasil perhitungan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai Puskesmas Dawarblandong rata-rata berada di interval 3.1-4 yakni berpredikat Sangat Baik. Pada indikator Kesetiaan memperoleh nilai sebesar 3,52, indikator Prestasi Kerja memperoleh nilai sebesar 3,25, indikator Kedisiplinan memperoleh nilai sebesar 3,21, indikator Kreatifitas memperoleh nilai sebesar 3,27, indikator Kerjasama memperoleh nilai sebesar 3,29, indikator Kecakapan memperoleh nilai sebesar 3,22, dan indikator Tanggung Jawab memperoleh nilai sebesar 3,25. Kata Kunci: Kinerja Pegawai
KUALITAS LAYANAN WEB KARIR TERPADU MELALUI MODEL WEBQUAL 4.0 DI DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN PROVINSI JAWA TIMUR AZIZAH FEBRINIA KUSUMA WARDANI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi seputar kerja, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur melalui Pusat Layanan Kerja membangun sebuah portal websitedengan nama domain www.infokerja-jatim.com. Website ini berisi segala informasi dan layanan seputar dunia kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat daerah provinsi Jawa Timur. Dalam berbagai kemanfaatan yang ada dalam website tersebut, ada berbagai keluhan dari pencari kerja dan perusahaan sebagai pengguna layanan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kualitas layanan web Karir Terpadu di Dinas Tenaga Kerja, Tranmsigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Webqual 4.0. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (angket) yang disebar kepada 268 responden. Adapun responden dalam penelitian ini adalah pencari kerja atau perusahaan yang menjadi anggota website. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengolahan data (editing &coding), pengorganisasian data, dan penemuan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan oleh website www.infokerja-jatim.com merupakan layanan yang berkualitas baik. Berdasarkan pengukuran menggunakan model Webqual 4.0, variabel yang memiliki nilai prosentase tertinggi adalah variabel kegunaan sebesar 70,99 %, yang kedua adalah variabel kualitas informasi sebesar 70,17 %, dan yang terakhir adalah variabel kualitas interaksi layanan sebesar 63,51 %. Sehingga diperoleh prosentase rata-rata kualitas layanan sebesar 68,22 %, atau dengan kata lain kualitas layanan dari website www.infokerja-jatim.com berada pada kategori baik, yang artinya website telah memiliki kualitas baik sebagai situs resmi milik Pemerintah Daerah. Adapun 3 (tiga) saran yang ingin disampaikan peneliti pasca terlaksananya penelitian ini, yaitu: 1) instansi diharapkan lebih responsif dalam menanggapi kebutuhan dari pengguna layanan; 2) instansi harus lebih memperhatikan penyajian informasi dalam website, khususnya terhadap kesesuaian informasi dengan format layanan yang ada; 3) instansi harus lebih meperhatikan dengan seksama data pribadi yang disampaikan oleh pengguna layanan. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Karir Terpadu, Webqual 4.0
ENGARUH PEMBANGUNAN PONOROGO CITY CENTER TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN TONATAN KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO LIGAY ROSMA PUSPITA
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Dalam rangka melaksanakan misi serta tujuan pembangunan Kabupaten Ponorogo Tahun 2010 – 2015, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melakukan berbagai upaya agar misi serta tujuan pembangunan tersebut dapat tercapai. Salah satu upaya tersebut dapat dilihat melalui adanya dukungan pembangunan Ponorogo City Center atau yang selanjutnya disebut PCC oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja di daerah Ponorogo. PCC adalah satu-satunya mall yang ada di Kabupaten Ponorogo yang diresmikan sejak 26 September 2013. PCC berdiri di atas lahan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikelola PT Wira Jatim Group. Sebelumnya, lahan PCC adalah sebuah pabrik minyak (Nabati Yasa) yang sudah tidak produktif lagi. Disamping mengusung konsep pasar modern, PCC juga menawarkan lokasi pameran UKM bagi para perajin dan pengusaha lokal yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat potensi usahanya. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pembangunan Ponorogo City Center Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan ialah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan variabel dalam penelitian ini adalah Pembangunan PCC sebagai variabel independen dan variabel Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Keluarahan Tonatan sebagai variabel dependen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (angket) yang disebar kepada 93 responden yang dipilih menggunakan teknik insidental. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana yang akan dibantu dengan program SPSS for Windows versi 16.0 Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sedang dengan arah hubungan yang positif dan linier antara variabel pembangunan PCC dengan variabel kondisi sosial ekonomi masyarakat. Besarnya hubungan tersebut dilihat dari nilai R, yaitu sebesar 0,479. Sedangkan prosentase variabel pembangunan PCC mempengaruhi variabel kondisi sosial ekonomi sebesar 23%. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pembangunan Ponorogo City Center Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tonatan Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo atau dengan kata lain, Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun rekomendasi yang diberikan peneliti adalah meningkatkan aktivitas dalam pembangunan PCC agar pembangunan PCC mampu memberikan pengaruh yang lebih besar. Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebaiknya mempertimbangkan kembali bagaimana upaya yang dilakukan agar kebijakan pembangunan mall mampu memberikan pengaruh yang lebih besar kepada masyarakat serta segera membuat regulasi mengenai pembatasan pembangunan pasar modern dan memantau serta menghimbau agar PCC segera menjalankan Permendag No 70 Tahun 2013 tentang Pedoman Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern. Dengan demikian, pelaku UKM pun bisa tumbuh dan berkembang bersama PCC yang pada akhirnya mampu mengangkat perekonomian masyarakat sebagaimana tercantum dalam misi dan tujuan pembangunan Kabupaten Ponorogo tahun 2010-2015. Kata Kunci : Pembangunan PCC, Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat.
PELAYANAN PRIMA DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SIDOARJO  (STUDI PADA PROGRAM QUICK WINS PERTANAHAN) MUHAMMAD ANDRI N
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Harapan dan tantangan global diberbagai bidang kehidupan menuntut perlu menyelenggarakan pemerintahan yang menjamin terciptanya pelayanan publik yang prima dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang publik, jasa publik dan pelayanan administrasif. Pemerintah sebagai public service harus mewujudkan tugas pelayanan yang prima dalam kinerja pemerintahannya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan pelayanan prima, Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo sebagai instansi pelayanan publik yang mengurusi pelayanan dibidang pertanahan, melalui program quick wins pertanahan menyediakan pelayanan prima kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan pelayanan prima program quick wins pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik penentuan subyek dengan kriteria tertentu (purposif), karena peneliti ingin mengidentifikasi hal–hal khusus dari topik penelitian. Fokus pada penelitian ini yaitu Pelayanan Prima Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo (Studi Program Quick wins Pertanahan) berdasarkan konsep A4 Menurut Daryanto dan Setyobudi (2014) yaitu attitude (sikap), attention (perhatian), action (tindakan), anticipation (antisipasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pelayanan Prima Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo Studi Pada Program Quick wins Pertanahan sudah prima, yaitu dapat dilihat dari konsep A4 mengenai attitude (sikap) meliputi sikap yang hormat, ramah, tutur kata yang baik dan santun, senyum, sapa, dan salam, cepat dalam pelayanan dan tidak membeda-bedakan pemohon. Attention (Perhatian) meliputi perhatian dalam memberikan penjelasan dan pemberitahuan kepada masyarakat yang kekurangan berkas dan mampu bersikap selalu sigap, cekatan serta mampu memposisikan diri sebagai fasilitator untuk mewujudkan keinginan masyarakat secara optimal. Action (Tindakan) meliputi adanya peraturan Sapta Tertib Pertanahan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, tindakan mengarahkan pemohon yang tidak atau kurang mengerti. Tanggungjawab dari semua komponen yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo. Anticipation (Antisipasi) meliputi adanya dana antisipasi pelayanan, menjamin kepuasan masyarakat, dan mengolah setiap keluhan masyarakat. Hasil laporan pelaksanaan pelayanan program quick wins pertanahan menunjukkan bahwa prosentase pelayanan yang selesai lebih cepat/ tepat waktu yang sangat tinggi antara 98%-100% selesai, sedangkan permohonan yang melebihi waktu pelayanan hanya kurang dari 2% saja. Kata kunci : Pelayanan Prima, Program Quick wins
IMPLEMENTASI KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK (KTP-el) DI KANTOR KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA ANIS DWI WIJAYANTI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Penerbitan KTP Elektronik tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional. Tujuan pelaksanaan KTP Elektronik ialah meminimalisir anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk melakukan pencetakan KTP Non Elektronik setiap 5 tahun, dan mencegah munculnya KTP ganda atau palsu. Pelaksanaan KTP Elektronik di Kecamatan Sawahan masih terdapat ±30.200 jiwa warga yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kantor Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Seksi Fasilitas Kependudukan, Kepala Administrasi Database, Kasie Tata Pemerintahan, Bagian Teknis dan perwakilan dari warga Kecamatan Sawahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 3 macam, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan KTP Elektronik di Kantor Kecamatan Sawahan, dapat dilihat dari 4 variabel model analisis George C. Edward III, meliputi 1) Komunikasi dalam penyampaian informasi kebijakan KTP Elektronik disampaikan melalui media cetak, media elektronik dan penyebaran undangan. Dimensi kejelasan kebijakan KTP Elektronik terkait dengan tujuan dan fungsi chip yang belum dirasakan manfaatnya oleh warga, selanjutnya konsistensi Kecamatan Sawahan dalam melaksanakan KTP Elektronik yang masih lemah. 2) Sumberdaya manusia dan anggaran sudah memadai, tetapi masih ada kekurangan untuk alat pencetakan KTP Elektronik, dengan catatan masih proses pelelangan barang. Berikutnya, sumberdaya informasi dan kewenangan pada Permendagri No. 9 Tahun 2011 pasal 7 belum terlaksana. 3) Disposisi mengenai sikap pegawai sudah mencukupi, tetapi masih terdapat kekurangan terhadap komitrmen Kecamatan Sawahan dalam melaksanakan perekaman KTP Elektronik yang masih lemah. 4) Struktur birokrasi dalam pengiriman data sedikit rumit, kemudian mengenai pembagian wewenang sudah sesuai kemampuan pegawai. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan KTP Elektronik di Kantor Kecamatan Sawahan masih terdapat beberapa kendala, maka saran peneliti adalah 1) perlu adanya sosialisasi dari Kementrian Dalam Negeri kepada aktor pelaksana kebijakan terkait tujuan dan fungsi chip KTP Elektronik. 2) perlu segera penambahan alat pencetakan KTP Elektronik, dengan catatan masih proses pelelangan barang. 3) perlu adanya ketegasan dari pihak Kecamatan Sawahan untuk menolak warga yang melakukan perpanjangan KTP Non Elektronik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Kata Kunci : Implementasi, Kartu Tanda Penduduk Elektronik.
EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI DESA JETIS KECAMATAN PACE KABUPATEN NGANJUK IKE WAHYU NUR TYAS
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan salah satu wujud dari upaya pemerintah Indonesia dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran serta ditujukan untuk mengurangi kemiskinan melalui bantuan modal usaha sebanyak 100.000.000,00,- (seratus juta) untuk setiap desa yang menjadi sasaran PUAP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi hasil dari pelaksanaaan program PUAP di desa Jetis Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Adapun subjek penelitian ini yaitu pelaksana dan pemanfaat program yang terdiri dari penyuluh pendamping PUAP, pengurus gapoktan, pengurus poktan dan anggota poktan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi, observasi, serta wawancara.Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUAP dapat memberikan hasil yang positif. Dilihat dari pendekatan evaluasi formal yang merujuk pada indikator-indikator keberhasilan (outcome) program PUAP. Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan gapoktan dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha yang dikembangkan melalui bantuan modal usaha saprodi (pupuk, bibit dan obat-obatan) dari 100.000.000,00,- menjadi 124.000.000,00,- juta. Namun, belum ada peran gapoktan dalam pemasaran hasil pertanian. Adanya peningkatan jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan pinjaman bantuan modal usaha.Jumlahpetani dan buruh tani anggota yang mendapatkan pinjaman saprodi yaitu sebanyak 238 orang lebih banyak dibanding tahun 2011 yaitu berjumlah 175 orang. Sedangkan rumah tangga tani ada 175 KK yang telah mendapatkan bantuan modal usaha PUAP.Namun, bantuan modal usaha PUAP yang diberikan baru sebatas penyediaan saprodi.Selain itu adanya peningkatan aktivitas kegiatan agribisnis pada subsistem hulu dan budidaya.Namun, belum ada kegiatan untuk subsistem hilir atau pengelolaan hasil budidaya. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan gapoktan untuk lebih mengoptimalkan tugasnya agar bisa membantu para petani dalam masalah pemasaran hasil pertanian.Serta dapat mengembangkan bantuan modal usaha PUAP yang diberikan di Desa Jetis agar tidak sebatas penyediaan saprodi dan dapat meningkatkan kegiatan usaha agribisnis khususnya pada pengelolaan hasil budidaya agar kesejahteraan masyarakat Desa Jetis bisa meningkat. Kata Kunci: Evaluasi, Program PUAP.
DAMPAK KEBIJAKAN  JALAN LAIN KESEJAHTERAAN RAKYAT  (JALIN KESRA) DI DESA WONOAYU KECAMATAN WONOAYU KEBUPATEN SIDOARJO HILMAN ADIANTA
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Kebijakan Jalan Lain Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra) Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) merupakan kebijakan yang dirancang secara khusus dan eksklusif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam ini, Bapemmas Provinsi Jawa Timur berperan sebagai leading sector. Jalin Kesra merupakan bentuk keberpihakan Gubernur Jawa Timur terhadap orang miskin (pro-poor) yang fokusnya memberikan bantuan berupa uang tunai (chast transfer) dan pangan serta natura produktif. Desa Wonoayu Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari Kebijakan Jalin Kesra. Adapun bentuk bantuan tersebut yaitu berupa bantuan natura produktif dalam wujud pemberian ternak kambing gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait analisa dampak dari Kebijakan Jalin Kesra Di Desa Wonoayu Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Arah dari penelitian merupakan evaluasi pada tahap pasca pelaksanaan. Penelitian ini mengunakan teori evaluasi dampak milik Thomas J. Cook dan Frank P. Schioli, Jr. Dalam Dolbare (1975). Adapun faktor yang berperan penting didalamnya yaitu dengan menganalisa Progam, Activities, Effective Criteria, dan kemudian baru dapat disimpulkan dampak dari Kebijakan Jalin Kesra di Desa Wonoayu Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dampak yang terjadi yaitu gagal dalam mencapai objectif atau tujuan sesuai dengan Pedoman Umum Jalin Kesra, hal tersebut disebabkan kurangnya minat RTSM untuk mengembangbiakan bantuan ternak yang diberikan dan lebih memilih untuk dijual sehingga point keberlangsungan dalam Effective Criteria tidak dapat dilaksanakan. Adapun permasalahan lainnya yaitu aktifvities pada point identifikasi, pendampingan, dan fasilitas bantuan RTSM tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak berjalan sesuai Pedoman Umum Jalin Kesra. Adapun saran untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur yaitu lebih memperkuat monitoring koordinasi antar SKPD dan pendampingan serta memberi fasilitas yang memadai bagi RTSM untuk menumbuhkan semangat berusaha bagi RTSM untuk merubah kehidupan sosial ekonomi mereka. Kata Kunci : Dampak, Kebijakan Jalin Kesra
EVALUASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY  PT TELKOM DIVISI REGIONAL V JAWA TIMUR (Studi pada Program Broadband Learning Center Di Rusunawa Grudo, Surabaya) NUR IDA FEBRIANY
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi dirinya dan masyarakat, salah satunya PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur melalui program Broadband Learning Center (BLC) di Rusunawa Grudo, Surabaya. Program BLC merupakan salah satu program bina lingkungan Telkom yang bertujuan untuk mencerdaskan kemampuan teknologi, informasi dan komunikasi masyarakat dan UKM. Setelah satu tahun dilaksanakan, perlu adanya evaluasi terhadap program BLC. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi CSR PT Telkom Divisi Reginal V Jawa Timur dalam program BLC di Rusunawa Grudo, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini ditentukan berdasarkan teori delapan indikator kunci CSR. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan program BLC daru lima indikator antara lain : kepemimpinan, penyerapan alokasi anggaran, cakupan wilayah, perencanaan dan mekanisme monitoring dan evaluasi, dan keberlanjutan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga masyarakat di Rusunawa Grudo, Surabaya mulai melek pada teknologi, informasi dan teknologi. Sedangkan indikator transparansi dan akuntabilitas, belum terdapat audit sosial sehingga tidak ada umpan balik dari masyarakat. Pada indikator pelibatan stakeholder, program BLC terkendala kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat. Dalam indikator hasil nyata, program BLC belum berdampak pada ekonomi dan perubahan pola pikir masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, alternatif kebijakan yang direkomendasikan adalah program BLC di Rusunawa Grudo, Surabaya perlu dilanjutkan dengan perbaikan. Adapun saran untuk perbaikan program BLC antara lain : pada indikator transparansi dan akuntabilitas, diperlukan audit sosial sehingga akuntabilitas program BLC dapat ditingkatkan. Lalu, untuk indikator pelibatan stakeholder, intensitas koordinasi perlu ditambah dan perlu adanya penambahan pelatihan kerajinan tangan sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan. Pada indikator hasil nyata, diperlukan pelatihan kerajinan tangan dan proses penyadaran secara terus-menerus sehingga manfaat program BLC dapat dioptimalkan. Kata Kunci : evaluasi, CSR, BLC
EFEKTIVITAS DROP BOX SEBAGAI SARANA PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KARANGPILANG YOVI METRIKA SAKTI
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Drop Box merupakan terobosan baru dari Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya. Drop Box merupakan wadah, kotak atau tempat lain yang dapat dimanfaatkan wajib pajak untuk melakukan penyampaian dan penerimaan SPT tahunan. Drop Box ditempatkan pada tempat yang strategis seperti pusat perbelanjaan, pusat bisnis, dan tempat-tempat tertentu lainnya. Kebijakan Drop Box ini diterapkan dan dilimpahkan ke seluruh Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia termasuk Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karangpilang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelaksanaan Drop Box dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak khususnya pada KPP Pratama Surabaya Karangpilang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 100 orang dari jumlah populasi sebanyak 33.877 orang yang difokuskan pada wajib pajak orang pribadi. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Sampling Insidental (berdasarkan kebetulan). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas menurut Duncan (dalam Rihardini, 2012:15), yaitu Pencapaian Tujuan Program, Adaptasi Program dan Integrasi Program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program layanan Drop Box sebagai sarana pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karangpilang secara keseluruhan sudah berjalan efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis statistik deskriptif ditemukan bahwa nilai dari setiap sub variabel efektivitas yaitu pencapaian tujuan program (80,5 %), adaptasi program (64,45 %), dan integrasi program (46,35%). Perlunya sosialisasi, pengkhususan pengguna, dan pemutakhiran fasilitas yang ada diharapkan mampu meningkatkan fungsi dari Drop Box sebagai salah satu program yang memudahkan wajib pajak untuk melakukan kewajiban perpajakannya. Kata Kunci: Efektivitas, Drop Box, Kantor Pelayanan Pajak.
RESPONSIVITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM MENANGANI KELUHAN PELANGGAN DIPERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA ANNISA FITRIANY Z.
Publika Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n2.p%p

Abstract

Responsiveness of public services is a testament to government agencies are able to recognize the needs of people in line with expectations, demand, and aspirations of the people. As one of the government agencies, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya must be able to recognize the needs of the people are realized through customer complaints submitted. Their complaint submitted indicates that the service provided has not met the expectations of the people. As evidence of the responsibility for the quality of service provided, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya need to show their responsiveness in customer complaints handling. The aim of this study to describe the resonsiveness of public services in customer complaint handling in Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Type of this research used in this study is a qualitative descriptive. As for the focus of this research is an indicator of responsiveness by Zeithaml dkk (1990), which responds to every customer who wants to get service, the officers doing services quickly, the officers doing the right services, the officers doing services carefully, the officers doing services with the right timing, and all complaints responded by the officers. Research subjects in this study was taken by using purposive sampling techniques. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentations. Data obtained will be analyzed using an interactive model of data analysis techniques. The result showed that four of the six indicator used, which responds to every customer who wants to get service, the officers doing services quickly, the officers doing services carefully, and the officers doing services with the right timing are already good. While the other two have, which the officers doing the right services and all complaints responded by the officers are not good yet. It is seen from the officers do not complaint handling in accordance with the previously reported and complaints submitted have not responded well. Advice that can be given is the officers need to be more carefull in complaint handling in accordance with that reported and Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya expected to coordinate with technical personnel in order to better be able to quickly respond to cuctomer complaints and handled. Keyword: Responsiveness, Public Service, Customer Complaints

Page 1 of 2 | Total Record : 15