cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 5 (2015)" : 15 Documents clear
INOVASI PELAYANAN PUBLIK KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS SURABAYA  MELALUI UNIT LAYANAN PASPOR (ULP) MARGOREJO  DI MALL MASPION SQUARE SURABAYA GALANG FIRMANDA
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang baik berusaha menberikan respon terhadap keluhan dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat melalui sebuah inovasi pelayanan publik Unit Layanan Paspor (ULP) Margorejo yang dioperasionalkan di dalam Mall Maspion Square Surabaya. Unit Layanan Paspor Margorejo ini merupakan inovasi pelayanan paspor yang pertama kalinya ada di Indonesia, yang beroperasional di dalam pusat perbelanjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan inovasi yang telah di lakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melalui Unit Layanan Paspor Margorejo dengan berlandaskan teori atribut inovasi dari Rogers yang dapat dilihat dari atribut relative advantage, compatibility, compleximity, triability, dan observability. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi pelayanan yang telah dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melalui Unit Layanan Paspor Margorejo yang dioperasionalkan di dalam Mall Maspion Square Surabaya ini mendapatkan sambutan yang baik terbukti dari atribut inovasi relatif advantage yang menunjukkan banyaknya keunggulan di Unit Layanan Paspor Margorejo. Walaupun secara umum inovasi ini berjalan dengan cukup baik tetapi dalam pelaksanaanya sendiri masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan seperti dalam atribut triability, terkait dengan percobaan penambahan kuota pemohon sudah dilakukan tetapi tetap saja belum mengakomodir banyaknya pemohon paspor yang ingin mengurus paspor di Maspion Square, kurangnya fasilitas seperti meja dan kursi, serta penambahan jam layanan Unit Layanan Paspor Margorejo. Kata kunci : Inovasi, Pelayanan Publik, Unit Layanan Paspor.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN PEMBANGUNAN DESA TERPADU (GERBANG SADU) MANDARA DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM BALI (STUDI PADA KELOMPOK USAHA EKONOMI PRODUKTIF) ANIZA LATIFA DINAR
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Permasalah kemiskinan masih dihadapi oleh masyarakat Provinsi Bali. Tingginya jumlah penduduk miskin di Bali menunjukkan bahwa pemerintah provinsi Bali belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui strategi dan kebijakan dalam peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan. Sejalan dengan kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan, maka pemerintah Provinsi Bali membuat program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara yang akan menjadi wadah atau tempat bagi masyarakat perdesaan atau kelurahan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri yang mencakup sarana dan prasarana serta sosial ekonomi pedesaan/kelurahan. Salah satu Desa yang menerima dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Gerbang Sadu Mandara adalah Desa Sibetan. Pada saat program Gerbang Sadu Mandara dilaksanakan, terdapat masalah dilapangan yaitu adanya ketidaksesuaian pada alokasi sasaran program Gerbang Sadu Mandara. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui model implementasi Merilee S. Grindle yang terdiri dari dua variabel yaitu isi kebijakan dan lingkungan kebijakan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Interview (wawancara), Observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sibetan mendapatkan respon yang baik dalam pelaksanaan implementasiannya. Program Gerbang Sadu Mandara yang dicetuskan oleh Gubernur Bali dengan tujuan mensejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan telah berjalan dengan upaya yang baik. Dilihat dari isi kebijakan terdiri kepentingan yang mempengaruhi dalam pelaksanaan program Gerbang Sadu Mandara adalah program Gerakan Permbangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara dapat mengentaskan kemiskinan. Manfaat dari program Gerbang Sadu Mandara belum tercapai secara optimal dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Sibetan. Derajat perubahan yang ingin dicapai juga belum tercapai secara optimal. Letak pengambilan keputusan, pelaksana program dan sumber-sumber daya yang digunakan sudah cukup dalam mendukung pelaksanaan dan sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan isi dari kebijakan. Sedangkan lingkungan kebijakan yang terdiri dari kekuasaan, kepentingan, dan strategi dari aktor yang terlibat, karakteristik lembaga dan rezim yang berkuasa, serta tingkat kepatuhan dan respom dari pelaksana sudah berjalan dengan baik sesuai dengan dimana lingkungan pelaksana program tersebut. Meskipun dana bantuan keuangan khusus (BKK) Gerbang Sadu Mandara belum dapat dipergunakan untuk perseorang dan tidak semua masyarakat mau membentuk usaha ekonomi produktif dengan alasan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan suatu usaha, hal ini tidak menyurutkan para pelaksana kebijakan untuk terus mensukseskan implementasi kebijakan tersebut. Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti kepada para pelaksana kebijakan adalah dengan memberikan kesempatan kepada perseorangan RTM untuk mengelola dana bantuan keuangan khusus (BKK) program Gerbang Sadu Mandara dan melakukan upaya pemberdayaan dalam bentuk pelatihan kepada RTM sehingga dapat meningkatkan kemampuan yang ada di dalam diri masing-masing RTM. Kata Kunci : Implementasi, Program Gerbang Sadu Mandara
PELAYANAN JASA ANGKUTAN KERETA API PERINTIS JENGGALA RUTE SIDOARJO- MOJOKERTO DI STASIUN KERETA API SIDOARJO KHUSNUL FAWAID
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Transportasi memiliki peran penting dalam percepatan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Melalui sarana dan prasarana transportasi, barang dan jasa dapat didistribusikan dengan mudah, cepat dan murah. Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas tentunya membutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk pembangunan wilayah di berbagai daerah. Namun sayangnya persebaran transportasi tersebut cenderung hanya dinikmati di wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan transportasi perintis di daerah. Salah satu angkutan perintis tersebut di inisiasi bersama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) melalui penyelenggaraan transportasi kereta api perintis di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah jalur perintis Mojokerto-Sidoarjo yang dilayani kereta api perintis Jenggala. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Pelayanan Jasa Angkutan Kereta Api Perintis Jenggala Rute Sidoarjo-Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah terkait pelayanan jasa angkutan kereta api perintis Jenggala rute Sidoarjo- Mojokerto yang dilihat dari sepuluh indikator prinsip-prinsip pelayanan publik yang dikeluarkan oleh Kemenpan melalui SK Kemenpan No. 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Prinsip-prinsip pelayanan publik tersebut terdiri atas Kesederhanaan, Kejelasan, Kepastian Waktu; Akurasi; Keamanan; Sarana dan Prasarana; Tanggung Jawab; Kemudahan Akses; Kedisiplinan, Kesopanan, dan Keramahan; dan Kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan jasa angkutan kereta api perintis Jenggala dapat dikatakan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan publik yang dikeluarkan oleh Kemenpan tahun 2003 walaupun masih terdapat sedikit kekurangan pada indikator akurasi, yakni terkait penumpang yang tidak memperoleh tempat duduk yang semestinya. Hal ini dikarenakan masyarakat sendiri masih kurang mengetahui bahwa seharusnya tempat duduk di kereta harus sesuai dengan yang ada pada tiket. Kata Kunci : Pelayanan, Angkutan Perintis, Kereta Api
AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYAJIANINFORMASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (ILPPD)KOTA PADANG PANJANG ESA MEUTIA
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) merupakan salah satu kewajiban pemerintah daerah untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2007 tentang LPPD, bahwa salah satu kewajiban Pemerintah Daerah dalam menyampaikan laporan adalah menyajikan informasi Laporan Penyeleggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Disajikannya informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat bersamaan dengan penyampaian LPPD kepada Pemerintah diharapkan dapat menjalin komunikasi intensif antara masyarakat dan Kepala Daerah yang pada gilirannya nanti akan berakibat meningkatnya peranserta masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan akuntabilitas pemerintah daerah dilihat melalui penyusunan informasi laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana langkah-langkah analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi. Selanjutnya pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan studi literatur dan studi lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan good governnceyang dibuktikan dengan disusunnya laporan pemerintahan secara akuntabel serta disajikannya informasi pemerintahan daerah yang dipublikasikan kepada masyarakat secara bertanggungjawab. Pelaksanaan prinsip-prinsip akuntabilitas yaitu transparansi, liabilitas, kontrol, responsibilitas, dan responsivitas sudah berjalan dengan baik. Dimana pemerintah daerah Kota Padang Panjang konsisten dengan komitmennya dalam mewujudkan good governance. Namun demikian masih terdapat kendala dan tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah agar kegiatan pengelolaan informasi pemerintahan daerah dapat berjalan dengan lebih baik lagi dimasa yang akan datang.Kata Kunci: Informasi Pemerintahan Daerah, Akuntabilitas
IMPLEMENTASI ELECTRONIC GOVERNMENT MELALUI SURABAYA SINGLE WINDOW DI UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP KOTA SURABAYA MIFTAKHUL FARID
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Pelayanan publik yang buruk menggugah pemerintah untuk melakukan perbaikan disektor tersebut. Salah satu bentuk realisasi pelayanan publik diwujudkan dengan adanya pelayanan terpadu. Di Indonesia pelayanan terpadu terbagi menjadi tiga yaitu Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Pelayanan terpadu virtual. Jenis pelayanan terpadu virtual merupakan penggabungan pelayanan terpadu fisik yang menggunakan teknologi informasi. Hal tersebut sejalan dengan asas pemerintahan yang berbasi elektronik (e-government). Surabaya merupakan salah satu kota yang sudah menerapkan e-government. Banyak penghargaan yang telah didapat oleh pemerintah kota Surabaya dalam hal Innovation Government dan e-government. tidak hanya sampai disitu Surabaya saat ini pemerintah Surabaya telah meluncurkan Surabaya Single Window yang merupakan pelayanan perijinan virtual pertama di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di Unit Pelayanan Satu Atap Kota Surabaya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian menggunakan 8 elemen sukses manajemen e-government. Penentuan informan denggunakan metode key informan yang dipilih berdasarkan purposive samping. Instrumen penelitian menggunakan daft interview. Indept interview, observasi dan dokumentasi digunakan dalam teknik pengumpulan data. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Triangulasi sumber dan teknik analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Surabaya Single Window di UPTSA kota Surabaya sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut didasarkan pada: 1) Delapan elemen sukses proyek e- government yaitu Political Environment bertipe Top Down Project (TDP), Leadership sudah cukup baik. Planning sudah terealisasi dengan baik. Stakeholders memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik. Transparancy/visibility mampu diwujudkan dalam bentuk informasi yang termuat dalam portal http://ssw.surabaya.go.id. Budgets berasal dari APBD. Technology yang dikembangkan menggunakan platform Windows. Innovation dengan membuat mapping system dan database pelayanan terpadu disesuaikan dengan alur kerja pelayanan terpadu. 2) Hambatan dan Tantangan penerapan e-government yaitu Peopleware, masih kurangnya pemahaman masyarakat dengan program Surabaya Single Window. Banyaknya berkas perijinan yang masuk membuat beberapa SKPD tidak dapat berkerja secara maksimal. Hardware, kurangnya perangkat teknologi untuk masyarakat yang akan melakukan pelayanan perizinan. Organoware. Banyaknya pemohon yang melakukan pelayanan perizinan membuat setiap SKPD mengalami misscomunication yang berdampak pada keterlambatan perizinan. Kata Kunci: Surabaya Single Window, Electronic Governmnet
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PT. KAI (PERSERO) DAOP VIII  STASIUN GUBENG SURABAYA (STUDI PADA TICKETING) KARTIKA MARTHA PUTRI ROMANSYAH
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Di dalam bidang transportasi Indonesia memiliki beragam moda transportasi. Salah satunya, keretaapi adalah moda transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat. PT. KAI (Persero) DAOP VIII Stasiun Gubeng Surabaya. Stasiunn Gubeng tidak pernah sepi dari pengunjung atau masyarakat. Sebagai pelayanan publik tidak luput dari berbagai masalah yang muncul di stasiun. Di dalam memperbaiki pelayanan yang ada melalui startegi yang digunakan dengan adanya inovasi-inovsi yang dikeluarkan oleh PT. KAI (Persero). Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan di PT. KAI (Persero) DAOP VIII Stasiun Gubeng Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan 7 strategi menuju pelayanan sukses menurut devrye meliputi: Self Esteem, Exceed Exspectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. Hasil penelitian bahwa stasiun gubeng Surabaya telah melakukan serangkaian strategi meningkatkan kualitas pelayanan dengan baik. diketahui telah dilaksanakannya strategi Self Esteem pemimpin membangun komunikasi yang baik dengan pegawai, mendekatkan diri dengan pegawai, dan penempatan pegawai yang telah sesuai. Exceed Exspectation pelayanan yang ada di stasiun gubeng sesuai dengan standart pelayanan yang ada meskipun terdapat perubahan kecil yang terjadi di dalam peraturannya. Recovery, penyediaan kota saran yang memadai di stasiun untuk memudahkan memberikan kritik dan saran, permasalahan gagal transfer yang sering dikeluhkan masyarakat, permasalahan antrian yang telah diperbaiki dengan adanya mesin no. antrian, dan juga terdapat tablet pengujian di customer service. Vision,harapan agar seluruh masyarakat menggunakan pembelian melalui online, dengan adanya inovasi yang menggunakan teknologi adalah adanya KAI Access dan juga boarding pass dengan menggunakan barcode. Improve, inovasi untuk meminimalisir adanya calo dengan pembelian menggunakan KTP dan juga online, mengeluarkan sistem pembatalan dan perubahan jadwal (Reshchedule/Reroute), adanya CTM untuk mengurangi antrian loket dan juga memudahkan seseorang didalam pembelian online. Dan juga boarding pass untuk pengecekkan identitas penumpang sebelum masuk di dalam kereta. Care perhatian yang diberikan oleh pegawai pelayanan seperti, customer service menuangkan ide kreatif membuat surat kuasa dan blangko-blangko kecil untuk memudahkan pelayanan. Empowerment, sebagai bentuk pemberdayaan yang di berikan oeh stasiun gubeng kepada pegawai dengan danya kompetisi yang memiliki reward menjadi pegawai tetap, dan juga adanya pelatihan untuk pegawai loket didalam penampilan beauty class untuk menunjang pekerjaanya. Meskipun pada nyatanya dalam pelaksnaan strategi tersebut tetap masih ditemukan beberapa kendala yang membuat pelaksanaan strategi tersebut menjadi tidak berjalan maksimal untuk memuaskan pemohon atau yang dalam hal ini adalah masyarakat. Adanya perubahan SOP secara mendadak, pembatalan tiket dengan pengembalian bea melalui transfer yang dimana sering terjadi gagal transfer dan menimbulkan komplain. Dan adanya perbaikan di dalam sistem online atau membuka khusus pada saat pembelian hari lebaran. Kata kunci : Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Strategi Pelayanan
Strategi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Dalam Meningkatkan Penerimataan Pajak Reklame Di Kabupaten Jombang ERWIN MUHARIDHO
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Upaya peningkatan Pendapatan asli Daerah dapat dilakukan dengan cara peningkatan terhadap sumber daya yang sudah ada, dalam hal ini adalah pajak daerah. Akan tetapi, kenyataannya adalah penerimaan pajak atas reklame di Kabupaten Jombang saat ini termasuk penerimaan yang berada pada level bawah dibandingkan dengan penerimaan pajak lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari penerimaan pajak dari pajak reklame yang masih berada di bawah pajak lainnya, padahal pemanfaatan reklame oleh para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya agar di konsumsi masyarakat dapat dikatakan semakin meningkat. Kata Kunci: strategi, pajak reklame
STRATEGI PEMBANGUNAN DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) (STUDI PADA BADAN PENGELOLA AIR MINUM (BPAM) DI DESA KETAPANRAME KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO) HELMEI WILLY AMANDA
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Strategi pembangunan adalah langkah-langkah yang akan ditempuh oleh seluruh perangkat organisasi yang berisi program indikasi untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Pembangunan pedesaan dilihat sebagai upaya mempercepat pembangunan pedesaan melalui penyediaan sarana dan prasarana serta upaya mempercepat pembangunan perekonomian daerah yang efektif dan kokoh. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisa strategi pembangunan desa dalam meningkatkan pendapatan asli desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Badan Pengelola Air Minum (BPAM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Desa Ketapanrame, Sekretaris Desa, Ketua BUMDes Tirto Tentrem, dan anggota BPAM. Penelitian ini menggunakan pendekatan strategi terpadu dan menyeluruh meliputi tujuan, sasaran, lingkup, koordinasi, arus komunikasi, tempat prakarsa, dan indicator prestasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan BPAM dalam BUMDes dibutuhkan di Desa Ketapanrame selain untuk memberikan air bersih kepada seluruh warga, juga menambah pendapatan desa. Sistem pengelolaan BPAM tahun 2011 mengalami perbaikan dan peningkatan dari pengelolaan sebelumnya (Hippam). Meskipun strategi pembangunan desa melalui BUMDes pada BPAM bisa dikatakan sudah optimal dalam pencapaiannya mensejahterakan masyarakat di Desa Ketapanrame, tidak menutup kemungkinan akan muncul masalah-masalah terkait pengelolaan BUMDes. Untuk itu pengurus BUMDes Tirto Tentrem diharapkan mampu meningkatkan sistem pengelolaannya, sehingga dpat mempertahankan pencapaian tujuan BUMDes. Mengalokasikan dana BUMDes untuk menanggung biaya pendidikan dan kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana desa. Mengoptimalkan peran Kepala Desa Ketapanrame sebagai penasehat, tidak hanya memantau perkembangan berdasarkan informasi dari pengawas. Kata kunci : Strategi Pembangunan, BUMDes, BPAM, PADes
MODEL PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI  HIMPUNAN PETANI PEMAKAI AIR (HIPPA) TIRTO RINGIN MAKMUR DI DESA NGRINGINREJO KECAMATAN KALITIDU DALAM MEWUJUDKAN LUMBUNG PANGAN NEGERI DI KABUPATEN BOJONEGORO AYU DWI LESTARI
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat menjadi lumbung pangan negeri. Untuk itu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi pertanian. Namun dalam upaya tersebut terdapat kendala ketersediaan air dalam pertanian. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan pembangunan infrastruktur jaringan irigasi dan pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). HIPPA merupakan kelembagaan pengelolaan irigasi yang dibentuk petani pemakai air secara demokratis untuk memfasilitasi dan mengatur pembagian air dengan aturan yang berkembang di daerah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model pemberdayaan petani melalui HIPPA Tirto Ringin Makmur di Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan pendekatan CIPOO (Context-Input-Process-Output-Outcome). Teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling. Sementara itu teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi, observasi, serta wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan petani jika dilihat dengan pendekatan CIPOO beberapa pendekatan belum terpenuhi. Jika dilihat dari Context, yang meliputi kelembagaan, sistem manajemen, kinerja organisasi dan penguasaan materi pemberdayaan sudah berjalan dengan baik namun belum sepenuhnya menguasai materi pemberdayaan. Sedangkan jika dilihat dari pendekatan Input, Process, Output dan Outcome sudah terpenuhi dengan tersusunnya AD/ART dan laporan keuangan namun untuk program kerja belum pernah disusun. Selain itu jika dilihat tahap keberadayaannya, HIPPA Tirto Ringin Makmur berada pada tahap keberdayaan I yaitu sebagai mitra kerja/pendamping dalam evaluasi program pendampingan masyarakat. Hal ini ditandai dengan belum adanya kelengkapan kebutuhan organisasi secara kelembagaan seperti belum menguasai materi pemberdayaan sepenuhnya. Adapun rekomendasi dalam penelitian ini diharapkan HIPPA dikelola petani secara demokratis agar pengelolaan tidak terjadi tumpang tindih dengan pemerintahan desa. Selain itu Pemerintah sebaiknya juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan petani melalui pelatihan yang harus bersifat continue dan merata. Serta melakukan pengawasan untuk melihat proses pelaksanaan pemberdayaan serta kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki HIPPA di Kabupaten Bojonegoro. Kata kunci : Model Pemberdayaan, HIPPA, Lumbung Pangan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGAM DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIF  DI DESA SUCI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK M YASSIR ARZAQ
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh perlindungan atas kesehatannya. Salah satu wujud dari pembangunan kesehatan nasional adalah dengan diterbitkannya progam Desa dan Kelurahan Siaga Aktif melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1529/Menkes/SK/X/2010. Pembangunan kesehatan nasional melalui progam tersebut mutlak membutuhkan adanya partisipasi masyarakat mengingat pembangunan kesehatan yang dilaksanakan adalah bersumberdaya masyarakat. Masyarakat berperan aktif dalam pemecahan masalah kesehatan, penanggulangan bencana, dan kedaduratan kesehatan. Oleh karena itu partisipasi masyarakat tentu sangat penting adanya dalam progam tersebut. Tujuan peleitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana partisipasi masyarakat dalam Progam Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik yang akan dilihat dari sisi bentuk- bentuk partisipasi masyarakat menurut Abu Huraerah (2011:116) yang terdiri dari partisipasi buah pikiran, tenaga, harta benda, kemahiran/keterampilan, dan partisipasi sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kuantitatif dimana sampel penelitian ini adalah berjumlah 100 responden dari seluruh warga Desa Suci. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan pengisian angket dan wawancara tak terstruktur. Sebelum data digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini, terlebih dahulu akan diuji validitas dan reliabilitas instrumen penelitiannya dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan spearman brown. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Progam Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Desa Suci sudah cukup baik, hal tersebut didasarkan dari data lapangan yang telah diolah dari masing-masing indikator penelitian. Indikator buah pikiran 42,25%, Indikator tenaga 54,91%, Indikator harta benda 56,25%, Indikator kemahiran/keterampilan 44,5%, Indikator sosial 66,25%. Jika dijumlah secara keseluruhan dari setiap indikator berjumlah 51,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Progam Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik adalah Baik. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Progam Desa dan Kelurahan Siaga Aktif

Page 1 of 2 | Total Record : 15