cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 11 (2016)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS (PEGAWAI NEGERI SIPIL) DI KANTOR REGIONAL II BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA SURABAYA YULIA ERHA IRBIANA
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Abstrak Penilaian prestasi kerja adalah suatu proses penilaian hasil kerja pegawai berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya untuk pengembangan kinerja pegawai dan digunakan sebagai administrasi kepegawaian. Penilaian Prestasi Kerja PNS merupakan suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap Sasaran Kerja Pegawai dan Perilaku Kerja PNS. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) merupakan rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS dan dilakukan berdasarkan kurun waktu tertentu. Sasaran kerja pegawai meliputi unsur kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya. Sedangkan, Perilaku kerja merupakan setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan oleh seorang PNS yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perilaku kerja meliputi unsur orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, dan kerja sama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penilaian prestasi kerja PNS dalam menilai hasil kerja PNS khususnya pada Kanreg II Badan Kepegawaian Negara Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 45 pegawai dari jumlah populasi sebanyak 181 pegawai, yang difokuskan pada PNS. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Proportinal Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kuantitatif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas penilaian prestasi kerja menurut Cascio (dalam Sutanto, 2012), yaitu Penilai, Keterkaitan, Kepekaan, Keterandalan, Kepraktisan, dan Dapat Diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penilaian prestasi kerja PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya secara keseluruhan sudah berjalan efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis deskriptif-kuantitatif ditemukan bahwa nilai dari setiap indikator dari efektivitas penilaian prestasi kerja yaitu penilai (81,67 %), keterkaitan (90 %), kepekaan (81,11 %), keterandalan (85,27 %), kepraktisan (77,5 %), dan dapat diterima (76,67 %). Kata Kunci: Efektivitas, penilaian prestasi kerja, Pegawai Negeri Sipil (PNS
Penerapan Layanan 70-70 Di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I (Studi pada Pelayanan Penghapusan Hak Tanggungan/Roya) I GUSTI AYU GANGGA SAWITRI
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Abstrak Di era globalisasi ini masyarakat tumbuh semakin kritis terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I dinilai belum mampu memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang berkualitas. Guna memperbaiki kualitas pelayanan publik yang di berikan, Badan Pertanahan Nasional melakukan inovasi yang diberi nama layanan 70-70. Layanan 70-70 adalah percepatan layanan terhadap tujuh jenis pelayanan pertanahan. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan penerapan layanan 70-70 di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I studi pada pelayanan penghapusan hak tanggungan /roya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah standart pelayanan publik berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 dengan indikator prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk pelayanan, sarana dan prasarana dan kompetensi petugas pemberi layanan. Teknik pengambilan sumber data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada indikator prosedur pelayanan, prosedur roya sangat mudah dipahami dan alur pelayanannya singkat. Berbagai upaya sosialisasi terkait layanan 7070 telah dilakukan, namun masih ada masyarakat yang tidak mengetahui tentang layanan 70-70. Pengajuan permohonan roya menggunakan layanan 70-70 dapat diselesaikan dalam waktu 70 menit. Biaya yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan roya yakni Rp. 50.000. Produk pelayanan yang diterima masyarakat dalam proses permohonan roya yakni berupa coretan pada sertipikat yang menandakan hutangnya kepada bank telah dilunasi. Sarana dan prasarana yang disediakan di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I sudah cukup lengkap meskipun belum ada loket khusus layanan 70-70. Sehingga ketika ada pemohon yang mengajukan roya menggunakan layanan 70-70, berkas dimasukkan melalui loket pelayanan biasa dan pada map royanya akan diberikan stempel layanan 70-70. Pegawai di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I merupakan pegawai yang telah berkompeten di bidangnya. Faktor pendukung dari penerapan layanan 70-70 di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I yakni kesiapan dari para pegawai, buku tanah, infrastuktur dan komputerisasi/server. Sedangkan faktor penghambatnya yakni seringkali server mengalami gangguan, berkas pemohon bermasalah, layanan 7070 di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I hanya dapat diterapkan di tujuh kelurahan dan sikap emosional dari para pengguna layanan pertanahan.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Layanan 70-70, Pelayanan Roya
Pelayanan Prima Di Polisi Resort Kota Besar (POLRESTABES) SAMSAT COLOMBO Kota Surabaya (StudiTentang Program Pelayanan SIM Online) RAMADHAN CAHYANDIKA PERDANA
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Abstrak Undang – Undang Dasar 1945 telah mengamanatkan bahwa Negara wajib melayani setiap warga Negara dan penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka pelayanan umum dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. Penyelenggara pelayanan publik yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah dalam berbagai sector pelayanan terutama yang menyangkut pemenuhan hak - hak sipil dan kebutuhan dasar masyarakat, kinerjanya masih belum seperti yang diharapkan. Hambatan- hambatan yang dialami petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan SIM Online menurut petugas POKJA registra selaku Unit Pembaruan SIM online Polrestabes Kota Surabaya sertapetugas POKJA identifikasi selaku staff Surat Ijin Mengemudi (SIM) online Polrestabes Surabaya, Kota Surabaya Hambatan dalam pelaksanaan dilapangan dirasakan petugas dan masyarakat yang hendak melakukan pembaruan SIM di SATPAS Colombo, Kota Surabaya dapat dilihat dari fasilitas yang kurang di ruangan praktek teori dan di ruangan identifikasi dalam pelayanan SIM online. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Satuan Penyelenggara Administrasi (SATPAS) Colombo, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan Indikator empat prinsip- prinsip pelayanan prima: 1) factor sikap (attitude), 2) factor perhatian (attention), 3) factor tindakan (action), dan 4) factor antisipasi (anticipation). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima pada program SIM online pelayanan administrasi perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi (SATPAS) Colombo, Kota Surabaya yang sudah penulis paparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas Satuan Penyelenggara Administrasi (SATPAS) Colombo Kota Surabaya dapat dikatakan sudah baik dilihat dari empat prinsip- prinsip pelayanan prima yang terdiri dari: factor sikap (attitude), factor perhatian (attention), factor tindakan (action), dan factor antisipasi (anticipation). Kata kunci: Pelayanan, Pelayanan Prima, SIM Online
MANAJEMEN STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BOJONEGORO DALM MENGEMBANGKAN POTENSI OBJEK WISATA EDUKASI LITTLE TEKSAS WONOCOLO Susmita Prastiwi
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Abstrak Wisata LittleTeksasa Wonocolo merupakan salah satu objek wisata baru yang terdapat di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro. Wisata ini adalah tempat penambangan minyak mentah berupa sumur-sumur tua yang kurang lebih jumlahnya 720 sumur tua dan terdapat dikawasan perbukitan, sehingga dapat menyuguhkan pemandangan yang indah dari atas ketinggian. Kurang terealisasinya pengembangan objek wisata ini dikarenakan masih kurangnya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar lokasi wisata, sehingga hal tersebut menjadi penghambat bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro dalam mengembangkan potensi wisata edukasi Teksas Wonocolo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategis menurut J. David Hunger and Thomas Wheelen dengan fokus penelitian diantaranya pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pengendalian. Diantaranya dengan melihat peluang, hambatan, kekuatan serta faktor kelemahan dari wisata Teksas Wonocolo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obsrvasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang terdiri atas Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi yang telah dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro dalam mengembangkan potensi wisata belum berjalan dengan baik sesuai dengan konsep manajemen strategi menurut J. David Hunger and Thomas Wheelen. Hal tersebut disebabkan oleh masih kurangnya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar lokasi wisata untuk mengembangkan potensi wisata Teksas Wonocolo, untuk itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro perlu melakukan bimbingan kepada masyarakat sekitar lokasi wisata mengenai kegiatan wisata agar mampu mengembangkan potensi wisata dengan lebih baik lagi. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Pariwisata, Teksas Wonocolo
Evaluasi Program Pembiayaan Usaha Syariah (PUSYAR) Di Kota Mojokerto Anisa Pusparani
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Evaluasi Program Pembiayaan Usaha Syariah (PUSYAR) Di Kota Mojokerto Anisa Pusparani 13040674085 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) anisa.pusparani13@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos., M.Si 0029077404 (Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Program PUSYAR merupakan program pembiayaan kepada pelaku UKM dan IKM di Kota Mojokerto dengan basis syariah yang berlandaskan Perda Nomor 03 pasal 20 ayat 3 Tahun 2010 tentang pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang kemudian diaplikasikan dengan MoU kerjasama PUSYAR. Tujuan dari program PUSYAR adalah untuk memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi UKM dan IKM di Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan Evaluasi Program Pembiayaan Syariah (PUSYAR) Di Kota Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3 cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama context evaluation, program PUSYAR telah mencapai tujuan dan kelompok sasaran sesuai dengan yang telah ditetapkan. Namun ada kebutuhan yang belum terpenuhi yaitu keterbatasan dana dari Baznas Kota Mojokerto sebagai biaya margin, asuransi, dan administrasi. Kedua, input evaluation, semua indikator telah terpenuhi serta mampu mendukung keberhasilan PUSYAR termasuk alternatif dan strategi yang diterapkan. Namun mekanisme pengajuan pinjaman membutuhkan waktu yang lama. Salah satunya disebabkan tidak adanya standar waktu yang ditetapkan. Ketiga adalah process evaluation, dapat diketahui bahwa dari keempat pihak pelaksana dalam program PUSYAR, pihak MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) kurang maksimal menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Keempat adalah product evaluation, program PUSYAR ini telah mampu membawa manfaat dan dampak positif bagi kelompok sasaran yaitu memberikan pinjaman pembiayaan tanpa bunga dan biaya tambahan serta mengembangkan usaha yang dimilki UKM dan IKM selaku peserta PUSYAR baik menambah produksi maupun menambah usaha baru. Jadi dapat disimpulkan bahwa evaluasi program PUSYAR di Kota Mojokerto menemukan beberapa permasalahan dan kendala. Maka saran dari peneliti adalah mempersingkat waktu dalam mekanisme pengajuan pinjaman melalui adanya standart minimal dan maksimal waktu pelayanan, meningkatkan peran MES dalam membina dan mengawasi peserta PUSYAR sehingga dapat membawa manfaat dan dampak secara optimal, melaksanakan program PUSYAR secara berkelanjutan dan memunculkan inovasi pengembangan program PUSYAR. Kata Kunci : Evaluasi, Program PUSYAR, Kesejahteraan UKM
INOVASI LAYANAN ADMINISTRASI 30 DETIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR DESA PANGKAHKULON KECAMATAN UJUNPANGKAH KABUPATEN GRESIK Citra Ayu Foni Andiyana
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

INOVASI LAYANAN ADMINISTRASI 30 DETIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR DESA PANGKAHKULON KECAMATAN UJUNPANGKAH KABUPATEN GRESIK Citra Ayu Foni Andiyana 13040674005 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) citrafoni@gmail.com Dra. Meirinawati, M.AP 0021056804 (Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) meirinawati91@yahoo.co.id Abstrak Sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik di tingkat desa, Kantor Pemerintahan Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik dalam upaya mewujudkan pelayanan yang berkualitas, berupaya memberikan respon terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat dengan membuat Inovasi Layanan Administrasi 30 Detik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan inovasi serta kendala apa saja yang terdapat pada Inovasi Layanan Administrasi 30 Detik untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Kantor Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Berdasarkan teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 17), yang terdiri dari relative advantage, compatibility, complexity, triability, observability, serta mendeskripsikan kendala-kendala yang dapat menghambat dalam pelaksanaan Inovasi Layanan Administrasi 30 Detik di Kantor Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Inovasi Layanan Administrasi 30 Detik dari atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 17) yaitu 1) Relative Advantage, inovasi ini memiliki keunggulan dibanding dengan sebelum adanya inovasi, seperti waktu pelayanan yang cepat dan singkat. 2) Compatibility, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan yang cepat. 3) Complexity, mekanisme dan prosedur proses penyelesaian surat-surat melalui inovasi ini tidak terdapat kerumitan dan dapat dengan mudah dimengerti oleh masyarakat. 4) Triability, pada inovasi ini yang awalnya dari tahap uji coba lalu mendapat respon positif dari masyarakat sehingga inovasi yang awalnya menggunakan word dan excel ini dikembangkan lagi menjadi lebih cepat melalui localhost dengan sistem database. 5) Observability, dalam inovasi ini dapat dikatakan mudah diamati dan sudah berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Namun terdapat beberapa kendala yaitu Sumber Daya Manusia terkait kurangnya pemahaman tentang aplikasi inovasi. Kendala berikutnya yaitu sumber dana, dimana inovasi ini tidak mendapat dukungan dana dari desa tetapi dari swadaya masyarakat, pinjaman dan sumbangan sukarela. Serta terdapat kendala lain terkait sarana prasarana. Kata Kunci: Inovasi, Layanan Administrasi 30 Detik
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN CAGAR BUDAYA SEBAGAI RUANG PUBLIK (Studi Kasus Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya) DWI AGUNG PRABOWO
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN CAGAR BUDAYA SEBAGAI RUANG PUBLIK (Studi Kasus Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya) Dwi Agung Prabowo 13040674061 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) agungprabowo04@outlook.com Muhammad Farid Ma’ruf. S.Sos., M.AP. 0030057606 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) muhammadfarid@unesa.ac.id Abstrak Partisipasi masyarakat dapat mencakup keseluruhan aspek pengembangan mulai dari perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Dalam pengembangan Balai Pemuda saat ini terdapat permasalahan yaitu adanya pembangunan yang dinilai adanya keterkaitan intervensi komersial. Partisipasi masyarakat menjadi prasyarat penting dalam proses pengembangan cagar budaya sebagai ruang publik.. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Cagar Budaya Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya Sebagai Ruang Publik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif denan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Fokus penelitian ini dilihat dari tahapan partisipasi masyarakat yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam kemanfaatan dan partisipasi dalam evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Cagar Budaya Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya Sebagai Ruang Publik sudah cukup baik dilihat dari keterlibatan masyarakat seniman dan komunitas dalam mengikuti diskusi dan sumbangsih ide pemikiran dalam pembentukan program kegiatan. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan seperti keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti proram kegiatan yang ada hingga penyewaan Gedung Balai Pemuda. Partisipasi dalam kemanfaatan, masyarakat mendapatkan edukasi terkait pendidikan, kebudayaan dan kesenian. Kemudian pada partisipasi dalam evaluasi, pihak yang berwenang adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pemuda. Keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi ini sebatas memberikan saran dan kritik. Jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan cagar budaya Gedung Balai Pemuda cukup baik, maka saran peneliti adalah 1) pemerintah dan pengelola mengikutsertakan masyarakat sebagai pengunjung dalam pengembangan cagar budaya Gedung Balai Pemuda sehingga meminimalisir kendala pada saat pembangunan sedang berlangsung, 2) Diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan lebih banyak lapisan masyarakat untuk kepentingan pengembangan Gedung Balai Pemuda Surabaya kearah yang lebih baik lagi, 3) diperlukan tahapan evaluasi yang tidak hanya dilakukan pada selesainya program kegiatan saja tetapi dibutuhkan evaluasi pada saat program kegiatan sedang berlangsung. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Ruang Publik, Cagar Budaya
STRATEGI PELAYANAN TERCEPAT DALAM PENYELESAIAN SERTIPIKASI BARANG MILIK NEGARA BERUPA TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PONOROGO Frischa Yoanita Ramadhani
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

STRATEGI PELAYANAN TERCEPAT DALAM PENYELESAIAN SERTIPIKASI BARANG MILIK NEGARA BERUPA TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PONOROGO Frischa Yoanita Ramadhani S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya email:frischa_yoanita@yahoo.co.id Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP. 0023128303 (Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) email: Vita.unesa@yahoo.com Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik yang belum mampu memenuhi tuntutan masyarakat di era ini, mengisyaratkan bahwa penting bagi seluruh institusi penyelenggara pelayanan publik termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo untuk melaksanakan serangkaian strategi guna merubah image buruk dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pelayanan tercepat dalam penyelesaian sertipikasi barang milik negara berupa tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang diikuti dengan fokus penelitian menggunakan 7 strategi m`enuju pelayanan sukses yang diungkapkan oleh Devry meliputi : Self Esteem, Exceed Expectation, Pembenahan dan penemuan kembali berbagai hal, Vision, Improving, Care Empati, Empowerment Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo melaksanakan serangkaian strategi menuju pelayanan sukses dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari telah dilaksanakannya strategi Self Esteem melalui dukungan kepala kantor yang ditunjukkan dengan kesediaannya untuk membangun kedekatan tidak hanya dengan pegawai namun juga dengan masyarakat, penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya, pelaksanaan tugas yang menjangkau masa depan dan berpedoman pada keberhasilan hari esok. Strategi Exceed Expectation melalui pelaksanaan tugas pelayanan sesuai SOP pusat, pelaksanaan berbagai inovasi layanan sebagai wujud pemberian pemahaman terhadap keinginan masyarakat yang selalu berubah, hingga telah mampu memberikan pelayanan yang telah sesuai dengan harapan masyarakat setidaknya saat ini. Pembenahan dan penemuan kembali berbagai hal yang ditunjukkan dengan senantiasa menganggap keluhan masyarakat sebagai masukkan, menyediakan berbagai sarana sebagai upaya untuk mengumpulkan serangkaian informasi dari masyarakat untuk perbaiakan kedepannya, Vision melalui pemahaman terhadap visi yang diemban sebagai perencanaan idealnya yang diikuti dengan pemanfaatan teknologi dalam pencapaiannya, Improving melalui telah dilaksanakannya serangkaian perubahan baik dari segi fisik atau sarana pelayanan, kemampuan sumber daya manusia maupun iklim kerja, Care Empati yang ditunjukkan melalui kesigapan baik pegawai maupun petugas keamanan dalam memberikan bantuan pada pemohon, dan telah adanya tolak ukur dalam pelaksanaan tugasnya. Serta strategi empowerment yang ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan pegawai dengan turut memberikan dukungan terhadap masukan-masukan dari pegawai, dan pemberian punishment reward. Meskipun pada nyatanya dalam pelaksanaan strategi tersebut masih ditemukan beberapa kendala yang membuat pelaksanaannya menjadi tidak berjalan maksimal untuk memuaskan masyarakat. Kendala tersebut berkaitan dengan kurangnya sosialisai ke desa-desa yang masih minim informasi terkait pelayanan pertanahan dan tidak seimbangnya antara jumlah pegawai dengan volume pekerjaan. Kata Kunci : Strategi, Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan
Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Surya Sejahtera Di Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo ROSYIDATUL ILMIYAH
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Surya Sejahtera Di Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Rosyidatul Ilmiyah 13040674066 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) email: ilmiyahr95@gmail.com Indah Prabawati 0029077404 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) e-mail: prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Pembangunan desa sangat berkaitan erat dengan masalah sosial, ekonomi, keamanan dalam negeri, pertahanan politik dan ketertiban. Salah satu bentuk pembangunan di bidang ekonomi yaitu adanya pembentukan dan pembangunan BUMDesa. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2015, mendorong desa-desa di Sidoarjo untuk membentuk BUMDesa. BUMDesa yang dinilai berhasil yaitu BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo yang telah berdiri sejak tahun 2014.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan BUMDesa Surya Sejahtera di Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu Kepala Desa Kedungturi, Kepala BUMDesa Surya Sejahtera, Kepala UED-SP Sumber Rejeki, Kepala UEP-SR Toko Sembako dan anggota BUMDesa Surya Sejahtera. Data dikumupulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan BUMDesa Surya Sejahtera telah dilaksanakan., yaitu Ukuran dan tujuan dari BUMDesa Surya Sejahtera telah dilaksanakan oleh pengelola BUMDesa Surya Sejahtera. Hal ini dapat dilihat dari terbentuknya dua unit usaha yaitu UED-SP Sumber Rejeki dan UEP-SR Toko Sembako. Hambatan dalam mencapai tujuan juga dialami BUMDesa tetapi seperti adanya mitra kerja yang sudah ada (BRI, BPR, Koperasi atau agen beras) dan tidak adanya penyediaan transportasi untuk UEP-SR Toko Sembako. Sumberdaya finansial yang dimiliki BUMDesa Surya Sejahtera telah mencukupi untuk mendorong proses implementasi kebijakan BUMDesa Surya Sejahtera. Sementara itu sumberdaya manusia dan waktu masih kurang, terutama dalam implementasi UEP-SR Toko Sembako. Para pengelola BUMDesa Surya Sejahtera harus mempunyai karakteristik jujur, aktif, terampil, berdedikasi serta keikhlasan. Karakteristik tersebut telah dimiliki oleh para pengelola BUMDesa Surya Sejahtera. Pengelola BUMDesa Surya Sejahtera mendukung terhadap implementasi BUMDesa Surya Sejahtera. Komunikasi antara pengelola BUMDesa Surya Sejahtera dilakukan setiap hari melalui telepon, rapat pengelola yang dilakukan setiap bulannya dan rapat anggota tahunan dengan masyarakat. Faktor lingkungan sosial, ekonomi dan politik memberikan pengaruh terhadap proses implementasi kebijakan BUMDesa Surya Sejahtera. Pengelola BUMDesa Surya Sejahtera berupaya meminimalisir dan menyesuaikan pengaruh yang berasal dari lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Saran yang dapat diajukan yaitu melakukan kerjasama dengan mitra kerja yang sudah ada, penyediaan transportasi untuk UEP-SR Toko Sembako, penambahan pengelola bagi UEP-SR Toko dan menentukan jam operasional UEP-SR Toko Sembako. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, BUMDesa.
EVALUASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI DESA KEDUNGREJO KECAMATAN BALEREJO KABUPATEN MADIUN Tri Wahyuningrum
Publika Vol 4 No 11 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n11.p%p

Abstract

EVALUASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI DESA KEDUNGREJO KECAMATAN BALEREJO KABUPATEN MADIUN Tri Wahyuningrum 13040674027 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) wahyuningrum.tr@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos., M.Si. 0029077404 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Program bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni berdasarkan Peraturan Bupati No 6 Tahun 2012 adalah program dengan pemberian bantuan pembangunan / perbaikan rumah masyarakat yang diberikan Pemerintah Kabupaten dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Madiun dan sumber dana lainnya yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kedungrejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari staff Bappeda Kabupaten Madiun, staff Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, staff Desa Kedungrejo, Koramil 0803/03 Balerejo dan kelompok sasaran penerima bantuan rehabilitasi RTLH Desa Kedungrejo. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan program rehabilitasi RTLH di Desa Kedungrejo dari 6 indikator model evaluasi menurut William N Dunn yaitu 1) efektifitas, belum dapat dikatakan efektif karena selama empat tahun berjalan hanya terselasaikan 48,7% yang sudah direnovasi sedangkan 51,3% unit rumah belum direnovasi, 2) efisiensi, sudah cukup baik dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Madiun, kerja sama dengan CSR, Pemerintah Pusat dan TNI AD serta sumber daya manusia yang dibentuk tim panitia, 3) kecukupan belum maksimal karena keterbatasan dana, 4) perataan, ditunjukkan dengan pendistribusian dana melalui Bank Jatim serta pendistribusian bantuan berupa material bangunan yang sama untuk kelompok sasaran, 5) responsivitas, tingkat kepuasaan masyarakat cukup terlihat dari aksi gotong royong para tetangga dan keluarga yang membantu proses pembangunan, 6) ketepatan, ketidak tepatan sasaran terjadi adanya penolakan oleh kelompok sasaran atas bantuan rehabilitasi RTLH karena tidak ada biaya tambahan untuk merenovasi rumah. Jadi dapat disimpulkan bahwa program rehabilitasi RTLH di Desa Kedungrejo masih terdapat kendala, maka saran peneliti adalah 1) pihak desa Kedungrejo melakukan survey terkait kondisi rumah calon kelompok sasaran dan memprioritaskan bagian rumah yang akan direnovasi selain ALADIN, sehingga dana bantuan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan, 2) kelompok sasaran membuat surat pernyataan bahwa rumah yang akan direhabilitasi tidak dalam status konflik, 3) diperlukan pengawasan mulai dari proses sosialisasi agar tidak terjadi misskomunikasi antara pihak penyelenggara dengan kelompok sasaran. Kata Kunci: Evaluasi, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, Masyarakat Miskin

Page 1 of 2 | Total Record : 15