cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 9 (2016)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS LAYANAN ANJUNGAN TRANSAKSI MESIN (ATM) SAMSAT JAWA TIMUR DI DINAS PENDAPATAN PROVINSI JAWA TIMUR MIFTA HUSNA ZSAZSANING AYU
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak ATM Samsat Jatim merupakan inovasi terbaru yang diselenggarakan pada tahun 2013 hingga sekarang, ATM Samsat ini adalah mesin pelayanan yang memanfaatkan media Smart Card yang digunakan Wajib Pajak Jawa Timur untuk melakukan transaksi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan yang bekerja sama dengan perbankan secara online dan terintegrasi. Kartu (Smart Card) NPWPD-KB (Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah-Kendaraan Bermotor) adalah kartu yang diberikan oleh Kantor Bersama Samsat kepada Wajib Pajak guna mempercepat proses dan pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan serta pengesahan STNK 1 tahunan secara aman, online, dan terintegrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuatitatif. Lokasi penelitian di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur dengan fokus penelitian terhadap efektivitas ATM Samsat di Kantor Bersama Samsat Manyar Surabaya Timur. Penelitian ini menggunakan KEMENPAN No. 63 Tahun 2003 Tentang Standar Pelayanan Publik. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuisioner,observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui bahwa efektivitas ATM Samsat jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur memiliki nilai presentase variabel efektivitas adalah sebesar 72,2 %. Hal tersebut termasuk di dalam kelas interval 65 % - 82% dengan katagori efektif. Kata kunci : ATM Samsat Jatim, Efektivitas, Wajib Pajak
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADes) DI DESA KEDUNGPRING KECAMATAN BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK ALFATTAH AKBAR JIWANGGA
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan pedesaan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pembangunan pedesaan adalah bagian dari usaha peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pedesaan dan masyarakat secara keseluruhan yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan pada potensi dan kemampuan desa itu sendiri. Pembangunan perekonomian pedesaan bersumber pada satu pandangan bahwa perubahan-perubahan masyarakat dapat dicapai secara optimal apabila titempuh melalui partisipasi aktif yang luas dari seluruh elemen masyarakat. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang Kabupaten gresik dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Sumber pendapatan desa yang tercantum dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Pasal 72 yang meliputi hasil usaha desa, hasil asset, swadaya dan partisipasi, gotong royong dan lain-lain. Pendapatan Asli Desa (PADes) bertujuan untuk melatih kemandirian setiap desa dalam mengelola potensi-potensi yang dimiliki sehingga perekonomiannya menjadi lebih baik. Dalam upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) partisipasi masyarakat diharapkan bisa memberikan sumbangsih secara maksimal pada saat merumuskan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pengawasan dan evaluasi dengan tujuan pendapatan Desa menjadi lebih baik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang merujuk pada dokumentasi, arsip-arsip, literatur dan buku, laporan historis yang tersusun dalam arsip serta data dokumenter yang berkaitan dengan variable penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan memalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan berdasarkan teori bentuk-bentuk partisipasi yang dikemukakan oleh Cohen dan Uphoff. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan partisipasi masyarakat Desa Kedungpring mulai dari tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, kemanfaatan sampai tahap evaluasi adalah baik. Bapak Debi Iwahyudi selaku Kaur Umum Desa Kedungpring mengemukakan bahwa partisipasi masyarakat Desa Kedungpring sangat baik terutama dalam hal pemanfaatan fasilitas penunjang Pendapatan Asli Desa (PADes). Pemanfaatan fasilitas penunjang PADes tersebut terbukti dengan kurang lebih 75% pemilik stand di pasar umum dan 60% penyewa stand pasar hewan adalah warga masyarakat Desa Kedungpring. Dengan partisipasi aktif oleh masyarakat maka akan lebih efektif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) karena masyarakat secara tidak langsung akan menjaga dan merawat sumber-sumber pendapatan desa yang mereka tempati untuk bekerja. Kata Kunci : Pendapatan Asli Desa (PADes), partisipasi masyarakat, pemerintahan Desa
Implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan diĀ  Kota Surabaya MOHAMAD LUTFI AGUNG KURNIAWAN
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

AbstrakPemerintah Kota Surabaya mengeluarkan peraturan daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Peraturan tersebut berisi tentang penyelenggaraan pengelolaan sampah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. namun dalam pelaksanaan peraturan tersebut terdapat beberapa masalah diantaranya; masih terdapat penumpukan sampah dibebrapa lokasi terutama daerah pinggiran Kota Surabaya, Kesadaran Masyarakat Dalam membuang sampah dan volume sapah yang tiap hari kian meningkat. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Fokus penelitian ini adalah mengenai implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya dengan menggunakan 6 variable keberhasilan Van Matter Van Horn, yakni ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan para pelaksana, komunikasi antar organisasi dan aktivis pelaksana, lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Data primer diperoleh dari informan langsung yakni implementor dan kelompok sasaran, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, catatan, dokumentasi dan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. indikator ketercapaian Implementasi peraturan daerah kota Surabaya No. 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan sampah dan kebersihan kota Surabaya dapat dibuat kesimpulan. Ukuran dan tujuan dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 sudah jelas. Sumber Daya Manusia yang dimiliki dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya dirasa sudah cukup dengan jumlah sebanyak 470 pegawai. Namun jika dilihat dari beban kerja Sumber Daya Manusia masih kurang Sumber Daya Keuangan didukung oleh sumber keuangan yang jelas yang berasal dari APBD, Namun apakah sumber daya keuangan sudah mempertimbangkan cakupan luas tentang permasalahan sampah. Karakteristik Agen Pelaksana adalah kerjasama masyarakat dengan pemerintah menunjukkan kerjasama yang baik mulai dari tingkat dasar. Sikap atau kecenderungan para pelaksana ditunjukkan konsistensi dari pegawai dinas Kebersihan dan pertamanan kota Surabaya melalui inovasi pengolahan sampah. Komunikasi antar organisasi yang dilakukan masih sebatas komunikasi antara Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dan masyarakat. Lingkungan sosial, ekonomi, dan politik terlaksana dengan baik dengan adanya bank sampah dan dukungan dari DPRD Kota Surabaya. Perlu adanya sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014, jumlah sumber daya manusia perlu penataan pegawai sebaiknya disesuaikan dengan beban kerja, Peningkatan komitmen untuk penciptaan inovasi baru perlu ditingkatkan. Komunikasi antar organisasi lebih diperluas kepada organisasi perangkat daerah yang berkepentingan.Kata kunci : Implementasi, Pengelolaan Sampah
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA GARAM RAKYAT (PUGAR) DALAM MENINGKATKAN EKONOMI PETAMBAK GARAM DI KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP AMELIA PUTRI UTAMI
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

AbstrakUpaya peningkatan produksi dan kualitas garam rakyat di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep didukung oleh program pemberdayaan masyarakat yaitu Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Program PUGAR dilaksanakan di Kecamatan Kalianget sejak tahun 2011, diharapkan dengan adanya program PUGAR dapat meningkatkan produksi garam dan kualitas garam yang baik sehingga dapat mencapai harga pasar yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan demikian usaha garam menjadi usaha yang layak dan dapat meningkatkan kesejahteraan petambak garam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Efektivitas Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dalam Meningkatkan Ekonomi Petambak Garam di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat efektivitas program PUGAR peneliti menggunakan indikator keberhasilan Program PUGAR 2014 yaitu: Gender, Penguatan Kapasitas, Bantuan Program, Output dan Outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indikator Gender sudah berjalan efektif dengan memperoleh skor 69,42%, Indikator Penguatan Kapasitas memperoleh skor 75,08%, Indikator Bantuan Program memperoleh skor 87,02, Indikator Output memperoleh skor 70,11 dan Indikator Outcome memperoleh skor 76,57%. Dapat disimpulkan bahwa program PUGAR setelah dihitung dari kelima indikator memperoleh skor 76,76% dan masuk dalam kategori Efektif meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kelemahan-kelemahan yang perlu dibenahi.Kata Kunci : Efektivitas, Pemberdayaan, Garam
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA IKAN LELE KOLAM TERPAL DI DESA KEDUKBEMBEM KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN ILYAS IMRON HIDAYAT
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Program pengembangan kawasan budidaya ikan lele kolam terpal yang ada di Desa Kedukbembem merupakan bagian daripada program Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan program GEMERLAP yang diresmikan pada tahun 2011 dan berlandaskan hukum pada Peraturan Bupati Nomor 13 tahun 2011. program tersebut secara garis besar bertujuan untuk mendukung usaha masyarakat di pedesaan seperti salah satunya usaha budidaya ikan lele oleh Pokdakan yang ada Desa Kedukbembem. Sejak diimplementasikannya program tersebut ditahun 2012 ditemukan beberapa permasalahan seperti tidak ada kelanjutan monitoring penyuluhan dari pelaksana kurangnya koordinasi antara sasaran program dengan pelaksana, sehingga dari hal tersebut diperlukan sebuah studi implementasi dengan dasar teori Merilee S. Grindle tentang faktor penentu keberhasilan implementasi kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait Implementasi Program Pengembangan kawasan budidaya ikan lele kolam terpal yang ada di Desa Kedukbembem. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan berdasarkan pada faktor penentu keberhasilan implementasi yang dikemukakan oleh Merilee S. grindle. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa dari implementasi program Gemerlap dalam program pengembangan budidaya lele di Desa Kedukbembem sudah menjelaskan kepentingan, manfaat program sudah bisa dirasakan kelompok sasaran, target perubahan masih belum optimal, letak pengambilan keputusan sudah sesuai dengan pertimbangan, Implementor kebijakan sudah jelas dan tepat, Sumber daya yang dialokasikan dari sudah dapat dirasakan dampak positifnya oleh kelompok sasaran program. Sedangkan dari variabel lingkungan kebijakan, dari semua pihak yang terlibat mempunyai peranan yang sama penting, kepentingan dari anggota Pokdakan berbeda antara satu dengan yang lain tentu bisa berdampak pada keberhasilan program, strategi dari pelaksana sudah bagus, karakteristik lembaga dari Dinas Perikanan melaksanakan tugas seperti dengan amanat dari program, respon dari pelaksana dalam menanggapi keluhan sudah bagus tinggal tingkat kepatuhan dari Pokdakan dan koordinasi antar pihak terkait yang perlu diperbaiki. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Program GEMERLAP
Pelayanan Prima di KTP SMART OFFICE Royal Plaza Surabaya (Studi Pada Pelayanan Prima KTP SMART OFFICE Surabaya) SENDY AKBAR
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Dampak globalisasi sekarang ini membuat masyarakat menginginkan sesuatu hal yang lebih cepat, mudah dan fleksibel di bidang pelayanan. KTP Smart Office di Royal Plaza Surabaya merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan. Selama ini telah banyak memberikan berbagai manfaat dan kemudahan bagi masyarakat, namun layanan ini tidak terlepas dari adanya kelemahan atau kendala yang dapat ditemukan dalam proses pelaksanaan pelayanannya. pelayanan KTP Smart Office di Royal Plaza Surabaya juga memiliki kelemahan dalam proses pelaksanaan pelayanan. Berbagai masalah dalam proses pengurusan KTP juga sering terjadi, sehingga upaya perbaikan dalam menyelesaikan masalah pelayanan juga sering dilakukan Berdasarkan latarbelakang yang telah diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelayanan prima KTP Smart Office di Royal Plaza Surabaya Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan focus penelitian pada pelaksanaan pelayana prima yang terdiri dari konsep komunikasi, hubungan interpersonal, sikap dan penampilan. Subyek penelitian ini adalah Kepala Kantor Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispenduk capil) kota Surabaya , Kepala bagian pelayanan bidang pendaftaran penduduk, Staff bagian pelayanan dan warga kota Surabaya yang sedang mengurus KTP Smart office di Royal plaza Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Analisa data menggunakan model Miles dan Hubberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelayana prima pada KTP Smart Office di Royal Plaza Surabaya telah terlaksana dengan baik (prima). Hal ini dapat terlihat dari adanya penerapan konsep pelayanan prima. Konsep tersebut yaitu konsep komunikasi terlihat dari komunikasi lisan dan tulisan yang mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat. Konsep hubungan interpersonal terlihat adanya hubungan mitra dan kerja sama dan sosialisasi dengan instansi lain dan masyarakat. Konsep sikap terlihat adanya sikap melayani masyarakat dengan ramah, sopan dan sabar. Konsep penampilan dapat dilihat dari penampilan yang rapi dan serasi para petugas pelayanan baik dalam berhias, berbusana maupun ekspresi wajah. Adapun saran penelitian adalah Komunikasi dengan mayarakat dalam pelayanan prima hendaknya lebih ditingkatkan melalui jarak jauh , Hubungan interpersonal dengan instansi maupun lain hendaknya lebih ditingkatkan lagi dengan membentuk forum komunikasi dimedia massa, dan diakanya layanan KTP Keliling dengan mobil khusus kepengurusan KTP Kata kunci : pelayanan prima dan KTP Smart Office
Strategi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Dalam Upaya Pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo AKHMAD BAGUS HIDAYAT
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya hambatan-hambatan dalam upaya pengelolaan dan pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Dalam praktek pengelolaan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi terlihat tidak mengacu pada tahap pengembangan BUMDesa melalui strategi pengelolaan BUMDesa yang termuat dalam pasal 25 Permendesa, PDTT No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan hambatan pengembangan BUMDesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah strategi pengelolaan BUMDesa yang termuat dalam pasal 25 Permendesa, PDTT No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan adanya hambatan dalam pengelolaan dan pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera di Desa Kedungturi yakni (1) Sosialisasi dan pembelajaran tentang BUMDesa yang belum dijalankan maksimal, (2) Pembentukan BUMDesa dengan maksud untuk menaungi usaha desa yang sudah berdiri dan berkembang di Desa Kedungturi sehingga pengelola BUMDesa tidak mendapatkan pembelajaran manajerial yang cukup, (3) Pendirian dan pengembangan usaha BUMDesa yang tidak menjalankan bisnis pelayanan/sosial maupun penyewaan, (4) Inisiatif membangun BUMDesa Surya Sejahtera dilakukan dengan pendekatan intervensi, (5) Pengembangan usaha BUMDesa Surya Sejahtera yang tidak didahului analisis kelayakan usaha, (6) Diversifikasi usaha yang dilakukan BUMDesa Surya Sejahtera tidak berorientasi pada bisnis keuangan maupun usaha bersama (holding). Kata Kunci : Strategi, Pengelolaan, Pengembangan, BUMDesa
Evaluasi Pengembangan Kawasan Agropolitan Pada Komoditas Kopi di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang ZANU BACHTIYAR
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Kesenjangan antara kawasan perkotaan dan perdesaan serta kemiskinan di perdesaan telah mendorong upaya-upaya percepatan pembangunan di kawasan perdesaan. Pengembangan kawasan agropolitan dapat dijadikan alternatif solusi dalam pengembangan kawasan perdesaan tanpa melupakan kawasan perkotaan. Salah satu tempat Pengembangan kawasan agropolitan pada komoditas kopi berada di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Kegiatan ini dilakukan dengam memberikan pelatihan pertanian kopi dan bantuan alat produksi kopi kepada petani kopi. Sehingga dapat membantu meningkatkan hasil produksi dan pendapatan bagi petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana evaluasi pengembangan kawasan agropolitan pada komoditas kopi di Desa Carangwulung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif dengan metode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jombang dan Desa Carangwulung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni meliputi, pengumpulan data, pengeolahan data, penyajian data, pemaparan atau penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Pengembangan Kawasan Agropolitan pada komoditas kopi di Desa Carangwulung telah memberikan peningkatan pada produktifitas hasil tanam kopi dan meingkatkan pendapatan petani kopi serta menjadikan petani kopi lebih berkualitas dalam menjalankan kegiatan pertanian kopi mereka. PKA juga telah dapat menumbuhkan lapangan kerja baru bagi masayarakat Desa Carangwulung. Namun dalam kegiatan PKA masih terdapat permasalahan yang menjadi hambatan dalam pengembangan agropolitan di Desa carangwulung yaitu mengenai inveastasi yang belum tumbuh dan berkembang, infrastruktur pendukung perkembangan kopi masih belum memadai, belum adanya pengolaan kopi bubuk yang dilakukan petani karena kurangnya mesin pengolah bubuk yang dimiliki petani kopi serta masih sulitnya pemasaran kopi yang menjadi kendala utama bagi petani kopi, dan tidak adanya kelembagaan pertanian yang menaungi kegiatan petani kopi di Desa Caragwulung. Kata kunci: evaluasi, pengembangan, kawasan agropolitan.
KUALITAS APLIKASI PELAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA (APEL BAJA 2016) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA (UPT P2BJ) PROVINSI JAWA TIMUR ENDANG FEBRIAWATI
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan pelayanan pengadaan barang/jasa yang efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, akuntabel, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka UPT P2BJ selaku penyelenggara pelayanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun sebuah aplikasi pelayanan pengadaan barang/jasa (APEL BAJA 2016). APEL BAJA 2016 merupakan aplikasi yang memudahkan PPK SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengajukan usulan paket, verifikasi dan pengembalian paket pengadaan yang telah selesai dilelangkan. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa keluhan dari PPK SKPD berkaitan dengan penggunaan aplikasi APEL BAJA 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kualitas aplikasi pelayanan pengadaan barang/jasa (APEL BAJA 2016) di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (UPT P2BJ) Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model e-GovQual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (angket) yang dibagikan kepada 37 responden. Responden dalam penelitian ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari 21 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD ) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengolahan data (editing & coding), pengorganisasian data, dan penemuan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan aplikasi APEL BAJA 2016 berkualitas baik. Berdasarkan pengukuran menggunakan model e-GovQual, dimensi yang memiliki nilai prosentase tertinggi adalah dimensi kepercayaan sebesar 80,72%, yang kedua adalah dimensi dukungan sebesar 77,48%, diikuti dimensi efisiensi sebesar 74,87% dan yang terakhir dimensi kehandalan sebesar 73,24%. Sehingga diperoleh prosentase rata-rata kualitas layanan sebesar 76,58% atau dengan kata lain kualitas layanan dari aplikasi APEL BAJA 2016 berada pada kategori baik, yang artinya aplikasi APEL BAJA 2016 telah memiliki kualitas yang baik sebagai aplikasi penunjang pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun 3 (tiga) saran yang ingin disampaikan peneliti pasca terlaksananya penelitian ini, yaitu : 1). UPT P2BJ diharapkan melengkapi informasi bantuan dalam mengisi form yang tersedia di APEL BAJA 2016. 2). UPT P2BJ diharapkan melakukan analisis lebih lanjut mengenai faktor yang mempengaruhi kecepatan akses APEL BAJA 2016 dan memperluas jangkauan jaringan APEL BAJA 2016. 3). UPT P2BJ diharapkan memberikan fasilitas tambahan berupa kolom komentar di APEL BAJA 2016 sebagai media komunikasi antara PPK SKPD dan pegawai UPT P2BJ. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, APEL BAJA 2016, e-GovQual
Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pembuatan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya ARLITA RAKHMAH
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah berperan penting dalam menyediakan pelayanan publik yang baik bagi semua penduduknya. Hal ini terdapat pada Undang-undang Pasal 1 Nomer 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Namun pada kenyataan yang terjadi penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah masih dihadapkan pada beberapa masalah mengenai pelayanan publik. Untuk menyelesaikan masalah pelayanan publik tersebut maka diperlukan peningkatan kualitas pelayanan pada suatu instansi pemerintah. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya atau yang biasa disebut Dispenduk Capil yang menjadi salah satu dari pelaksana pelayanan publik. Dispenduk Capil Surabaya juga merupakan salah satu dari 14 SKPD yang mendapatkan predikat kepatuhan dalam menjalankan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil oleh Ombudsman pada tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas pelayanan public dalam pembuatak KTP-el di Dispenduk Capil Surabaya. Metode penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpuln data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mengetahui kualitas pelayanan, penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Parasuraman ada beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian konsumen terhadap pelayanan yaitu Tangible atau bukti fisik , Reliability atau kehandalan, Responsiveness atau tanggapan, Assurance atau jaminan dan kepastian, Empathy atau memberikan perhatian. Hasil penelitian ini yaitu kualitas pelayanan publik dalam pembuatan KTP-el di Dispenduk Capil Surabaya sudah cukup baik, namun ada beberapa yang perlu diperbaiki masalah prasarana. Selain itu mengenai ketepatan waktu yang kurang tepat dan mengenai masalah komunikasi. Seharusnya pihak Dispnduk Capil harus memberikan perhatian lebih mengenai hal ini. Sehingga pengguna jasa tidak perlu bolak-balik untuk mengambil KTP-el mereka. Selain itu pihak Dispenduk Capil Surabaya harus lebih teliti lagi agar tidak ada berkas pemohon yang terselip, karena dengan begitu maka KTP-el akan jadi tepat waktu. Kata kunci: KTP-el, Kualitas pelayanan, Dispenduk Capil

Page 1 of 2 | Total Record : 15