cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2018)" : 15 Documents clear
AKUNTABILITAS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (Studi Kasus Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik) RACHMAD FANANI ROIS
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Akuntabilitas merupakan salah satu prinsip pada Good Govenance yang memiliki pengertian suatu bentuk upaya pertanggung jawaban kepada publik atas segala aktifitas yang telah dilakukan oleh suatu instansi pemerintah. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah dapat bekerja secara efektif dan transparan didukung dengan komitmen yang telah terbentuk dalam pelaksanaanya. Pemerintah Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik adalah suatu instansi pemerintah yang mendukung terciptanya good governance khususnya akuntabilitas. Akuntabilitas tersebut diterapkan pemerintah Desa Pangkahkulon dalam pengelolaan dana desa yang ditujukan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Desa Pangkahkulon beserta perangkat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, masyarakat Desa Pangkahkulon. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Pangkahkulon telah menciptakan good governance sehingga akuntabilitas di pemerintahan Desa Pangkahkulon sudah berjalan dengan baik walaupun belum mempunyai sistem pengelolaan dana desa segala kegiatan dapat dipertanggung jawabkan sesuai peraturan yang sudah ditetapkan, tetapi masih ada kelemahan yang harus diatasi. Desa Pangkahkulon memfokuskan pelaksanaan dana desa dengan pembangunan infrastruktur desa, diamping itu kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak terlalu tampak dilaksanakan Pemerintah Desa Pangkahkulon sehingga sedikit manfaat yang dirasakan masyarakat.. Adanya pelatihan dan pembentukan suatu sistem yang diadakan untuk meningkatkan pengelolaan dana desa sangat dibutuhkan untuk lebih memaksimalkan kualitas pelaksanaan dana desa. Kata Kunci: Akuntabilitas, Good Governance, Dana Desa
PARTNERSHIP PEMERINTAH DAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN DI KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA RUMAH PINTAR MATAHARI) RAMADHAN N RIZAL
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Jumlah anak jalanan terus meningkat, Saat ini tercatat di Kementerian Sosial mencapai sekitar 4,1 jutapadatahun 2016. Pemerintah berpartnership dengan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan anak jalanan yang berada di Kecamatan Krembangan Kota Surabaya. Faktor keberhasilan partnership menurut America’s National Council on Public private Partnerhip yaitu Networking, Coordination, Cooperation, Willingness, Trust, Capability, A Conductive Environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Partnership pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan anak jalanan pada Rumah Pintar Matahari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini terdiri dari Dinas Sosial Kota Surabaya, Pengurus Rumah Pintar Matahari, warga sekitar Rumah Pintar Matahari, serta orang tua anak jalanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partnership pemerintah dan organisasi masyarakat dikatakan baik. Dari tujuh indikator faktor keberhasilan Partnership hanya terdapat dua kendala pada indikator Cooperation dan Coordination. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu pada aspek Cooperation lebih baik lagi dalam melakukan kerjasama. Sedangkan pada aspek coordination lebih baik untuk Rumah Pintar Matahari membuat tempat singgahnya sendiri dan tidak mengontrak lagi. Kata kunci: Partnership, pemberdayaan, anak jalanan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN SITUS SEJARAH KOTA SURABAYA MELALUI WISATA EDUKASI BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG LAWAS MASPATI SURABAYA Lutfia Nur Imanah
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang terdapat banyak bangunan dan situs bersejarah yang dilindungi dan harus dilestarikan. Partisipasi dari masyarakat dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk melestarikan situs sejarah karena sejauh ini kepedulian masyarakat terhadap situs peninggalan bersejarah dirasa masih rendah karena masih adanya bangunan bersejarah yang diruntuhkan atau dimusnahkan. Sebagai upaya untuk melindungi situs sejarah yang ada di Kota Surabaya khususnya yang ada di Kampung Maspati, pemerintah Kota Surabaya meresmikan Kampung Lawas Maspati menjadi kampung wisata edukasi berbasis masyarakat. Masyarakat dapat memberikan partisipasinya mulai dari sumbangan ide hingga sumbangan berupa harta benda. Sehingga dalam melestarikan situs sejarah yang ada di Kampung Lawas Maspati dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam melestarikan situs sejarah Kota Surabaya melalui wisata edukasi berbasis masyarakat di Kampung Lawas Maspati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Pengurus Kampung Lawas Maspati, warga Kampung Lawas Maspati, serta pengunjung Kampung Lawas Maspati. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam melestarikan situs sejarah Kota Surabaya melalui wisata edukasi berbasis masyarakat di Kampung Lawas Maspati Surabaya dapat dikatakan baik. Dari lima indikator jenis-jenis partisipasi menunjukkan bahwa terdapat satu kendala pada indikator partisipasi keterampilan dan kemahiran, yaitu kemahiran masyarakat Kampung Lawas Maspati dalam berbahasa asing masih kurang sehingga sering mengalami kesulitan pada saat kedatangan tamu asing. Akan tetapi masyarakat Kampung Lawas Maspati telah memberikan keterampilannya dalam bidang yang lain. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu perlu adanya pelatihan atau pembelajaran mengenai bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sehingga masyarakat Kampung Lawas Maspati tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi wisatawan asing yang datang berkunjung. Kata kunci: Partisipasi, wisata, kampung
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) BIDANG PENDIDIKAN DI DESA KEDUNGROJO KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN Ganang Dibya Angkasa
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu program pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban merupakan salah satu desa yang mempunyai jumlah KSM yang cukup banyak dan adanya anak yang tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikannya serta adanya KSM yang masuk dalam kriteria peserta penerima bantuan namun tidak terdaftar sebagai peserta penerima dana bantuan PKH. Peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Bidang Pendidikan di Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Subyek penelitian ini terdiri dari Pendamping PKH Desa Kedungrojo, Guru, masyarakat penerima PKH di Desa Kedungrojo. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini dilihat dari enam variabel keberhasilan implementasi yaitu, standar, tujuan dan sasaran kebijakan sudah sesuai dengan standar, tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kedua untuk sumber daya manusia tidak terdapat hambatan, semua sudah ditetapkan dan difungsikan sesuai tugasnya masing-masing, untuk sumber daya finansial perlu adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum terdaftar menjadi peserta PKH, dan sumber daya waktu meliputi pencairan dana terdapat kendala yaitu sering mengalami keterlambatan dalam pencairan dana bantuan. Ketiga, karakteristik agen pelaksana sudah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Keempat, disposisi implementor adanya dukungan positif dari pelaksana program. Kelima, koordinasi yang dilakukan oleh para pelaksana program kurang berjalan baik serta komunikasi yang berjalan dari UPPKH maupun dari Pendamping kurang intensif dalam penyampaian pelaksanaan program. Keenam, lingkungan sosial dalam penelitian ini adalah respons positif yang diberikan oleh warga Desa Kedungrojo, lingkungan politik yaitu adanya dukungan dari Kepala Desa, Camat dan Bupati dan lingkungan ekonomi yang kurang kondusif dan sangat memberi pengaruh terhadap jalannya program. Saran pelaksana pusat UPPKH perlu memberlakukan pembaruan data yang jelas dan akurat dalam pemilhan calon peserta PKH, sehingga KSM terpilih menjadi peserta sesuai dengan sasaran yang dituju, perlu adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum terdaftar menjadi peserta PKH, Pendamping dan pelaksana pusat UPPKH harus lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada peserta PKH yang kurang bijak dalam menggunakan dana bantuan, Koordinasi dan Komunikasi antara pusat UPPKH maupun Pendamping harus berjalan dengan baik agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan, serta peserta PKH khususnya masyarakat Desa Kedungrojo yang terdaftar harus lebih bijak dalam menggunakan dana bantuan yang diberikan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan dan Kesehatan yang sesuai dari tujuan program. Kata Kunci: Implemntasi, Program Keluarga Harapan, Pendidikan
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK PARIWISATA CAFE SAWAH (Studi Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang) winda ikke tantina
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Pariwisata saat ini tidak hanya menjadi sarana untuk berlibur, namun juga menjadi kebutuhan banyak orang, tidak heran jika perkembangan pariwisata menjadi sangat pesat bahkan sudah menjadi peluang untuk berbisnis yang menjanjikan. Banyak objek wisata baru yang ditemukan sehingga pengembangan wisata memang sangat diperlukan agar wisata tersebut dapat dikelola secara maksimal dan menjadi daya tarik wisatawan. Sektor pariwisata memerlukan suatu strategi pola pengembangan yang terencana dan tersususun agar potensi yang dimiliki dapat dikelola secara maksimal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan objek pariwisata Cafe Sawah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, kepala desa Pujon Kidul, Manager pengelola objek wisata Cafe Sawah, pedagang di sekitar area objek wisata, dan pengunjung yang dipilih menggunakan metode incidental sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan objek pariwisata Cafe Sawah yang dilakukan memiliki empat indikator, yaitu yang pertama mengembangkan industri pariwisata dengan mengembangkan usaha warung di area wisata dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pujon Kidul. Strategi kedua adalah mengembangkan destinasi pariwisata dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi kenyamanan pengunjung seperti kantin, toilet, mushola, area parkir, dan wahana permainan. Strategi ketiga adalah pemasaran dan promosi pariwisata dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram. Strategi keempat adalah pengembangan sumber daya pariwisata, yang dalam hal ini adalah pengembangan sumber daya manusia menjadi tenaga terampil dalam bidang pariwisata. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Pariwisata
INOVASI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN  PADA SISTEM UJI KIR (STUDI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SIDOARJO) PRATIWI DWI AGESTI
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Tuntutan masyarakat yang semakin cerdas dalam menilai pelayanan publik mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Seperti permasalahan banyaknya praktik percaloan dan pungli yang dilakukan oknum pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo untuk itu dibuat program inovasi dengan berbasis sistem dan komputerisasi. Penelitian yang dilakukan di Dinas Perghubungan Kabupaten Sidoarjo ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori inovasi manfaat teknologi informasi dan komunikasi Richard Heeks (2001:19). Penentuan informan menggunakan metode key informant yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan dalam manfaat pada tingkat pengelolaan tidak ada perbedaan dalam hal biaya karena sudah ketetapan dari pemerintah kemudian kurangnya sosialisasi dari pihak Dishub Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara peneliti dengan peserta uji kir. Kemudian dalam manfaat pada tingkat proses cukup maksimal dalam melaksanakan program inovasi peningkatan kualitas pelayanan pada sistem uji kir. Hal ini dibuktikan dengan perubahan pegawai dan peseta uji kir yang lebih baik sehingga program ini bisa tercapai sesuai misi Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo. Demi tercapainya tujuan utama program inovasi peningkatan kualitas pelayanan pada sistem uji kir yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat, maka berdasarkan hasil penelitian peneliti selama tiga bulan ini peneliti menyarankan bahwa perlu adanya sosialisasi yang lebih lanjut kepada masyarakat luas mengenai adanya program inovasi peningkatan kualitas pelayanan sistem uji kir di Dishub Sidoarjo, menyediakan K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang cukup baik karena di tempat pengujian kir banyak asap kendaraan membuat kesehatan petugas layak mendapat jaminan kesehatan khusus, rutin maintenance atau pemeliharaan serta perawatan mesin dan server yang digunakan untuk mencatat hasil uji kir secara berkala agar tidak terjadi trouble mendadak yang membuat pengujian menjadi ternganggu atau terhambat, dan membuat nama inovasi sebagai branding agar masyarakat lebih tertarik dan mudah diingat. Kata Kunci: Inovasi, Uji Kir.
STRATEGI DALAM MENGEMBANGKAN WISATA TELAGA SEWU DI DESA DUREN SEWU KECAMATAN PANDAAN AKBUPATEN PASURUAN FITRIATUS SHOLICHAH
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah telah berusaha untuk melakukan pengembangan disektor pariwisata dengan mebuat rencana dan strategi berupa pengembangan objek-objek wisata yang ada daya tarik utama bagi wisatawan. Salah satu contoh pengembangan pada sektor pariwisata yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakatnya adalah Wisata Telaga Sewu di Desa Duren Sewu Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Persoalan yang terjadi di Wisata Telaga Sewu yaitu akses jalan yang rusak dan bergeronjal serta tampilan depan wisata yang kurang menarik wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam mengembangkan Wisata Telaga Sewu di Desa Duren Sewu Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori tentang strategi pengembnagan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012 yang meliputi strategi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif, strategi sumber daya manusia, strategi investasi, dan strategi pengelolahan lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, study kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam mengembangkan wisata Telaga Sewu di Desa Duren Sewu Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dilakukan dengan 4 indikator yaitu pertama strategi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengembangkan pedagang di tempat wisata Telaga Sewu, penyediaan fasilitas sarana dan prasarana bagi pengunjung yang sudah lengkap. Kedua strategi sumber daya manusia dengan memberdayakan masyarakat Desa Duren Sewu sendiri, adanya pelatih serta kualifiksi dan persyaratan khusus yang diberikan. Ketiga strategi investasi tersedianya telekomunikasi listrik yang disediakan oleh pihak sponsor, memberikan pelayanan dan iklim yang kondusif bagi pihak sponsors dan provider. Keempat strategi pengelolahan lingkungan yang ramah dan hemat energy dengan penggunaan air kolam yang asli dari telaga tanpa bahan kaporit, melindungi pohon-pohon sebagai sumber resapan, serta selalu menjaga kebersihan disekitar lingkungan wisata dengan menempatkan cukup banyak personil tim kebersihan serta tersedianya bak-bak sampah. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Pariwisata
EVALUASI PELAKSANAAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN PEMUDA TINGKAT DASAR DI DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SURABAYA RAHMADI MUSWIANTO
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah mengeluarkan UU No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yang kemudian dipertegas dengan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 0059 Tahun 2013 tentang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda yang menjadi pedoman bagi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya untuk melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Pemuda sebagai wujud dari implementasi pengembangan kepemimpinan pemuda. Latihan dasar kepmimpinan pemuda mempunyai tujuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 0059 tahun 2013 pasal 3 yang berbunyi pengembangan kepemimpinan pemuda bertujuan untuk meningkatkan potensi keteladanan, keberpengaruhan, serta pergerakan pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan yang berwawasan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan latihan dasar kepemimpinan pemuda tingkat dasar di dinas pemuda dan olahraga kota Surabaya. Fokus penelitian menggunakan enam kriteria evaluasi menurut William N. Dunn yaitu efektifitas, efisiensi, perataan, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan ini secara umum sudah terlaksana dengan baik namun dengan beberapa evaluasi atau perbaikan diantaranya perlunya aturan teknis mengenai pelaksanaan pelatihan selain itu pendampingan setelah kegiatan serta data mengenai kepemudaan perlu diperbarui, sehingga kedepannya pelaksanaan pelatihan ini bisa lebih baik lagi. Kata kunci : evaluasi, Latihan Dasar Kepemimpinan Pemuda (LDKP)
UPAYA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS DALAM MENANGGULANGI HIV DAN AIDS DI KOTA SURABAYA RENDY OKY SAPUTRA
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Epidemic HIV/AIDS di Kota Surabaya mejadikan kekhawatiran bagi masyarakat dan pemerintah Kota Surabaya. Pada tahun 2015 tercatat penderita HIV/AIDS berjumlah 933 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa upaya KPA dalam menanggulangi HIV dan AIDS di Kota Surabaya, hambatan, dan solusi untuk untuk mengatasi hambatan tersebut. Jenis penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purpose sampling, untuk validitas data dilakukan dengan trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya KPA Kota Surabaya telah berjalan dengan baik mengacu pada Perwali Kota Surabaya No. 29 Tahun 2015 yaitu menggunakan langkah promosi kesehatan, pencegahan penularan HIV, pemeriksaan diagnosis, pengobatan, perawatan, dukungan, dan rehabilitasi. Namun ada beberapa kekurangan yaitu kurang optimalnya promosi kesehatan pada media cetak dan media online, kordinasi multi sektor antar anggota KPA yang kurang terstruktur, tenaga pelaksana penanggulangan yang perlu dioptimalkan, dan juga fasilitas rehabilitasi potensi diri ODHA kurang memadai. Selain kekurangan tersebut, hambatan lain yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat terkait HIV/AIDS semakin menyulitkan kinerja KPA Kota Surabaya. Hal tersebut dapat diatasi melalui bekerjasama pemerintah dengan pihak telekomunikasi online dan offline di Surabaya, pengoptimalan kordinasi anggota KPA Surabaya dari semua sektor, meningkatkan lapangan kerja untuk ODHA, serta mengoptimalkan kinerja KPA dalam pelaksanaan Perwali Kota Surabaya No. 29 tahun 2015. Kata Kunci : Upaya, Penanggulangan, HIV&AIDS, ODHA
EVALUASI PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS BAGI MASYARAKAT MISKIN KOTA SURABAYA DI PUSKESMAS KREMBANGAN SELATA ACHMAD HIDAYAT
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Untuk menanggulangi masalah kesehatan di kota Surabaya, pemerintah menjalankan peraturan walikota nomor 37 tahun 2013 tentang petunjuk teknis pemberian pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin kota Surabaya. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kota dengan BPJS kesehatan. Permasalahan yang terjadi meliputi ketidaktepatan yang dipicu proses verifikasi yang dilakukan kurang sungguh-sungguh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi peraturan walikota Surabaya no 37 tahun 2013 tentang petunjuk teknis pemberian layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin kota Surabaya di puskesmas krembangan selatan. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan enam kriteria evaluasi William N. Dunn, menunjukkan bahwa kriteria efektivitas menunjukkan bahwa kebijakan ini sudah mencapai tujuannya. Kriteria efisiensi menunjukkan usaha yang dilakukan sudah maksimal dan baik. Kriteria kecukupan menunjukkan bahwa kebijakan ini sudah mampu mengatasi masalah yang ada. Kriteria perataan menunjukkan semua pihak sudah bisa merasakan manfaat dari kebijakan ini. Kriteria responsifitas pelaksana telah melaksanakan kewajibannya dan mendapat respon yang baik. Dan kriteria ketepatan menunjukkan bahwa alternatif yang dipakai sudah efektif. Namun, kelemahan dari kebijakan ini adalah data kelompok sasaran yang tidak sesuai sehingga ada beberapa kelompok sasaran yang tidak tepat sasaran, sehingga diperlukan perbaruan data kependudukan. Kata kunci : Evaluasi, kebijaka layanan kesehatan gratis

Page 1 of 2 | Total Record : 15