cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2016): volum 3" : 2 Documents clear
PEMETAAN DAN KAJIAN KEJADIAN KEMATIAN IBU DI KOTA SURABAYA TAHUN 2014 PRIHANDINI, ARIEK
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): volum 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Surabaya menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur sebagai kota dengan kejadian kematian ibu terbanyak dibandingkan kabupaten-kabupaten lain. Jumlah kematian ibu sebanyak 39 kematian pada tahun 2014. Kota Surabaya menduduki peringkat ke-22 berdasarkan perhitungan prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran kematian ibu, pengaruh yang mempengaruhi kematian ibu dan pengaruh yang paling berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu di Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan rancangan penelitian ­case-control, yaitu satu ibu meninggal dicarikan satu ibu yang menjadi kontrolnya dengan matching kunjungan kesehatan sama-sama lebih dari sama dengan 4 kali kunjungan. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 78 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengukuran untuk mengetahui titik koordinat kejadian ibu meninggal, wawancara tertulis untuk mengetahui sebab-sebab yang menyebabkan ibu meninggal, dan dokumentasi data-data yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis tetangga terdekat (NNA), analisis chi-square, dan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran kematian ibu di Kota Surabaya memiliki pola mengelompok dengan nilai z-score -11,91. Pengelompokan banyak terjadi di wilayah Surabaya Utara meliputi kecamatan Kenjeran, Simokerto, dan Mulyorejo. Temuan di lapangan menunjukkan pengelompokan di Surabaya Utara disebabkan karena banyaknya dukun bayi, yaitu sebanyak 37 orang dukun bayi. 3 variabel yang mempengaruhi kematian ibu di Kota Surabaya yaitu riwayat komplikasi, paritas dan jarak kelahiran dengan nilai p kurang dari 0,05. Adapun variabel yang paling berpengaruh adalah riwayat komplikasi. Kata Kunci: Kematian ibu, pola persebaran, riwayat komplikasi, paritas, jarak kelahiran         Abstract Surabaya City has the highest maternal mortality incidences in East Java. There are 39 maternal mortaity incidences at 2014. Based on the prevalence measuring, Surabaya City is ranked at 22th. This research are aimed to know the distribution pattern of maternal mortality, factors that influence maternal mortality, and the most infulencing factor of maternal mortality in Surabaya City. This kind of research is survey observation using case control plan with matching based on their medical visit more than 4 times. The number of respondents are 78 mothers. The techniques of data accumulation in this research are measuring to measure coordinat pont of maternal mortality, written interviewing to know causes of maternal mortality, and documentating to get relevant data. All of the accumulated data will be analysed with near neighbour analysis (NNA), chi-square analysis, and binary logistic. The result of this research show that the distribution pattern of maternal mortality is clustered with z-score value equal to -11,91. The grouping of maternal mortality occur at North Surabaya enshrouding Kenjeran, Simokerto and Mulyorejo. It occurs due to the large number of TBAs in Surabaya reaches 37 people. 3 of 7 variables, historical complication, parity and birth interval, are influencing maternal mortality in Surabaya with p value less than 0,05. The most influencing variable is historical complication.   Keywords:  maternal mortality, distribution pattern, historical complication, parity, birth interval
PERSEBARAN KECELAKAAN BUS DI KABUPATEN MADIUN (STUDI KASUS DI KABUPATEN MADIUN) TAHUN 2012-2014 NUROZI ARIF, MUKHLAS
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): volum 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Kabupaten Madiun menjadi tempat persimpangan tiga jalur utama atau titik temu dari tiga Kabupaten yaitu : Kabupaten Ngawi, Ponorogo dan Nganjuk. Persimpangan tersebut menghubungkan Kabupaten Madiun dengan kabupaten sekitarnya, yang dilalui oleh 3 golongan bus yaitu : bus dalam kota, bus antar kota dalam propinsi (Restu, Jaya, Mandala dan Cendana) serta bus antar kota antar propinsi (Sumber Kencono, Mira, Eka) dan masih memungkinkan dilewati bus pariwisata, memungkinkan terjadinya lonjakan terhadap tingkat kecelakaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan persebaran kejadian kecelakaan bus dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan bus di Kabupaten Madiun tahun 2012-2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini hanya dilakukan uji kredibilitas (Credibility) dan uji dependabilitas (Dependability) atau reabilitas (Reability) sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kejadian kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun yang paling sering terjadi yaitu di wilayah kolektor Balerejo. Data kepolisian Polres Madiun menyatakan black spot (titik rawan kecelakaan) berada di Desa Garon Kecamatan Balerejo. Persebaran lokasi kejadian kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun tergolong kedalam pola persebaran secara bergerombol (cluster pattern). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan bus antara lain: faktor manusia, faktor fisik jalan, dan faktor cuaca. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun yaitu faktor manusia, ditimbulkan akibat emosi, kelalaian, ugal-ugalan, mengantuk, dan kurang kewaspadaan sopir bus dalam menjalankan kendaraannya. Kata Kunci: Persebaran, Kecelakaan Bus, Jalan Kolektor, Kabupaten Madiun Abstract Madiun regency is the place of three major line intersections or meet point by three regencies i.e : Ngawi Regency, Ponorogo Regency, and Nganjuk Regency. Major line intersections which connecting between Madiun Regency with nearest regency surround it, have crossed by 3 criteria bus that is : regency trajectory, inter regency of regions trajectory (Restu, Jaya, Mandala, and Cendana), inter regency inter region trajectory (Sumber Kencono, Mira, Eka) and still have a probability for crossed by tourism bus, possible to increasing of level accident. The purposive of this study is to explain a distribution of bus accident and describe some factors that cause for bus accidents in Madiun Regency on 2012-2014 periods. This study using qualitative method by study case. The method of data collecting is by interview, observation, documentation, and triangulation. The method of data analyzing has three phase that is, reduction, data presenting, and conclusion or verification. As data validation, this study is only by credibility test, dependability test or reability. The result of this study is showing that place which the most happening of bus accidents in collector road Madiun Regency, exactly on collector area of Balerejo. Madiun Regency Police Administrative Unit data have been explained the blackspot area is on Garon village District Of Balerejo The place of bus accident distribution on collector road in Madiun Regency are including into cluster pattern The factors which have influence of bus accident there are : human factor, road condition faktor, and weather factor. The most influencing factor of bus accident on collector road in Madiun Regency is human factor, that cause by  emotion, negligent, mischievous, feel sleepy, and less of wary by bus driver on driving its vehicle. KeyWords : Distribution, Bus Accident, Collector Road, Madiun Regency.

Page 1 of 1 | Total Record : 2