cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015):" : 20 Documents clear
AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI EKSTRAK HERBA MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE SECARA IN VITRO NURUL MUNFAATI, PUTRI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disentri adalah salah satu jenis penyakit diare akut yang disebabkan oleh bakteri Shigella dysentriae. Kasus resistensi S. dysenteriae terhadap beberapa antibiotik sudah banyak ditemukan. Oleh karena itu perlu dikembangkan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan nabati yang diharapkan lebih efektif, efisien, dan aman. Herba meniran  (Phyllanthus niruri) adalah salah satu alternatif bahan nabati yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak P. niruri.  dalam menghambat pertumbuhan S. dysenteriae secara in vitro. Metode yang digunakan adalah uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan uji MBC (Minimum Bactericidal Concentration). Pengujian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan yaitu konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol negatif (akuades), dan kontrol positif (kloramfenikol). Data uji MBC dianalisis menggunakan Anava satu arah, kemudian dilanjutkan dengan uji Korelasi Pearson, dan uji Regresi Linier Sederhana. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol P. niruri. dapat menghambat pertumbuhan S. dysentriae secara signifikan (p = 0,00 < 0,05) dan terdapat hubungan antara peningkatan konsentrasi ekstrak P. niruri L. dengan penurunan jumlah koloni S. dysenteriae (R = -0,601). Nilai MIC ekstrak etanol P. niruri L. terhadap S. dysenteriae adalah konsentrasi 20% dan nilai MBC adalah konsentrasi 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak P. niruri L. memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. dysenteriae secara in vitro.   Kata Kunci: aktivitas antibakteri; Shigella dysenteriae; ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri)
FERMENTASI LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN EM4 SEBAGAI ALTERNATIF NUTRISI HIDROPONIK DAN APLIKASINYA PADA SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA VAR. TOSAKAN) SUTRISNO, ARIS
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrisi AB mix merupakan nutrisi yang umum digunakan dalam pertanian sistem hidroponik. Akan tetapi karena harga jualnya yang mahal mengakibatkan biaya produksi meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas hasil fermentasi limbah cair tahu menggunakan EM4 dan mencari konsentrasi yang optimal dari hasil fermentasi limbah cair tersebut terhadap pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea var. Tosakan). Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Penelitian tahap pertama merupakan penelitian deskriptif, yaitu fermentasi limbah cair tahu dengan EM4 dan tahap kedua merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga konsentrasi fermentasi limbah cair tahu,  20%, 30%, dan 40% dengan tiga parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah tanaman. Analisis data pada tahap pertama dilakukan secara deskriptif dan analisis tahap kedua menggunakan uji Anava Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan kandungan unsur hara hasil fermentasi limbah cair tahu menggunakan EM4 ditinjau dari kriteria unsur N, K, dan C-Organik tercatat tinggi, yaitu 1,16%; 1,13%; dan 5,803, sedangkan unsur hara P tercatat rendah, yaitu 0,04%. Hasil pertumbuhan tanaman sawi hijau menunjukkan jumlah daun antara perlakuan kontrol dengan konsentrasi 40% tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, sedangkan pada parameter tinggi tanaman dan biomassa basah tanaman, perlakuan kontrol memberikan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan yang lain. Secara umum, nutrisi hasil fermentasi limbah cair menggunakan EM4 mampu memengaruhi pertumbuhan sawi hijau tetapi belum seoptimal nutrisi AB mix.   Kata kunci:  Fermentasi; limbah cair tahu; Effective Microorganisme (EM4); hidroponik; sawi hijau (Brassica juncea var. Tosakan)
VERMIKOMPOSTING  MENGGUNAKAN CACING TANAH PHERETIMA SP. UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN UNSUR HARA PADA MEDIA TANAM LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS KHOIRUL ANSYORI KM, M
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi industri pengolahan kertas adalah pemanfaatan limbah padat/lumpur dari industri tersebut. Salah satu alternatif pemanfaatan adalah melalui proses vermikomposting menggunakan cacing tanah Pheretima sp. vermikomposting merupakan proses dekomposisi bahan organik yang melibatkan kerjasama antara cacing tanah dan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas proses vermikomposting, menentukan biomassa cacing tanah yang paling efektif untuk proses vermikomposting dan mendeskripsikan pengaruh kompos hasil vermikomposting terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica sinensis). Penelitian yang terdiri atas dua tahapan ini merupakan jenis penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Tahap pertama merupakan tahap vermikomposting dan tahap kedua yaitu pemanfaatan vermikompos terbaik hasil tahap pertama terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Data kandungan unsur hara N dan peningkatan biomassa cacing tanah dianalisis dengan Anava yang kemudian dilanjutkan dengan uji LSD, untuk pertumbuhan sawi yang meliputi jumlah daun, tinggi tanaman dan biomassa basah tanaman diuji dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses vermikomposting menggunakan cacing tanah Pheretima sp. efektif ditinjau dari kandungan unsur hara Nitrogen (N) akhir pada media dan peningkatan biomassa cacing tanah. Penambahan biomassa awal cacing tanah ± 45 gram merupakan penambahan biomassa cacing tanah yang paling efektif untuk proses vermikomposting dan vermikompos limbah padat industri kertas hasil vermikomposting menggunakan cacing tanah Pheretima sp. memberikan respons yang positif  terhadap pertumbuhan tanaman sawi apabila dibandingkan dengan media kontrol (pupuk urea).        Kata Kunci: Limbah padat industri kertas; Vermikomposting; Pheretima sp.; unsur hara; Nitrogen; media tanam
POTENSI FILTRAT DAUN SANSEVIERIA TRIFASCIATA TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI DWI MARDIANA, ARINI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sansevieria trifasciata mengandung bermacam-macam senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, allisin, saponin, glikosida, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa metabolit sekunder tersebut diduga memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri alternatif. Senyawa antibakteri alternatif dibutuhkan karena saat ini muncul banyak permasalahan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi filtrat daun S. trifasciata terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus JCM 2179 dan E. coli strain 0157. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan metode difusi cakram dengan 3 kali pengulangan dan 6 perlakuan, yaitu konsentrasi 50%, 70%, 90%, 100%, akuades (kontrol negatif) dan kloramfenikol 10 mg/ml (kontrol positif). Parameter yang diamati adalah diameter zona bening. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian Satu Arah (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat daun S. trifasciata mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus JCM 2179 dan E. coli strain 0157. Konsentrasi 70%, 90% dan 100% filtrat daun S. trifasciata merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus JCM 2179, sedangkan konsentrasi 100% merupakan konsentrasi yang paling efektifuntukmenghambat pertumbuhan bakteri E. coli strain 0157.   Kata Kunci: Sansevieria trifasciata; penghambatan pertumbuhan bakteri; zona bening
AKTIVITAS ANTIFUNGI SERRATIA MARCESCENS TERHADAP ALTERNARIA PORRI PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU SECARA IN VITRO NASIROH, ULFATUN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alternaria porri merupakan cendawan yang menyebabkan penyakit bercak ungu pada bawang merah dan dapat menurunkan produksi hingga 40%. Pengendalian menggunakan pestisida berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga diperlukan pengendalian hayati menggunakan bakteri Serratia marcescens yang dapat memproduksi prodigiosin dan enzim kitinolitik sebagai zat anticendawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat bakteri S. marcescens terhadap pertumbuhan cendawan A. porri secara in vitro dan untuk menentukan konsentrasi optimum S. marcescens yang dapat menghambat pertumbuhan A. porri secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan, yaitu konsentrasi bakteri S. marcescens. Konsentrasi yang digunakan yaitu 5,6×102, 5,6×104, 5,6×106, 5,6×108 cfu/ml dan kontrol negatif (potato sucrose cair steril), masing-masing dengan 4 kali ulangan. Pengujian aktivitas antifungi dilakukan dengan metode kultur berpasangan. Data yang diperoleh berupa diameter pertumbuhan A. porri dan persentase hambatan yang dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. marcescens dapat menghambat pertumbuhan A. porri secara in vitro. Perlakuan dengan konsentrasi S. marcescens dari 5,6×102 cfu/ml hingga 5,6×108 cfu/ml menunjukkan daya hambat yang sama terhadap pertumbuhan A. porri secara in vitro, yaitu berkisar 57−71%.   Kata Kunci: aktivitas antifungi; Serratia marcescens; Alternaria porri; bercak ungu
UJI ANTAGONISME JAMUR ENDOFIT TANAMAN STROBERI TERHADAP ALTERNARIA ALTERNATA JAMUR PENYEBAB BERCAK DAUN (LEAF SPOT) PADA TANAMAN STROBERI SECARA IN VITRO ILMIYAH, ZUMROTUL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi penyakit tanaman stroberi di Kebun Percobaan Balitjestro menunjukkan bahwa 80% tanaman stroberi menunjukkan gejala bercak daun atau leaf spot yang disebabkan oleh infeksi jamur Alternaria alternata. Alternatif pengendaliannya menggunakan agen hayati, yaitu jamur endofit. Tujuan penelitian ini adalah menguji sifat antagonisme lima jamur endofit tanaman stroberi terhadap jamur A. alternata berdasarkan persentase hambatan, zona hambatan, dan diameter jamur A. alternata secara in vitro, menentukan isolat jamur endofit tanaman stroberi yang paling optimal menghambat pertumbuhan jamur A. alternata secara in vitro serta mengkarakterisasi isolat jamur endofit terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lima jenis jamur endofit hasil seleksi dari 21 isolat jamur endofit yang telah dieksplorasi. Data persentase hambatan, zona hambatan, dan diameter koloni jamur A. alternata dianalisis dengan uji Anava dilanjutkan dengan uji Duncan. Isolat terbaik dikarakterisasi secara makroskopis meliputi warna dan bentuk permukaan koloni jamur dan secara mikroskopis meliputi bentuk konidiofor, konidia, dan diameter konidia. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur dengan kemampuan hambatan terbaik, yaitu Penicillium sp. dengan persentase hambatan sebesar 58,475 ± 3,30%, sedangkan pada parameter zona hambat dan diameter koloni, tidak terdapat isolat dengan kemampuan penghambatan terbaik.   Kata Kunci: jamur endofit; Alternaria alternata; uji antagonisme; stroberi, Penicillium sp.
EFEKTIVITAS KOMBINASI FILTRAT DAUN TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM) DAN FILTRAT DAUN PAITAN (THITONIA DIVERSIFOLIA) SEBAGAI PESTISIDA NABATI HAMA WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ORATORIUS) PADA TANAMAN PADI AFIFAH, FIKA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walang sangit merupakan hama potensial tanaman padi yang menyerang di setiap musim, petani biasanya menanggulangi dengan menggunakan pestisida kimia. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kebiasaan petani dapat menggunakan pestisida nabati. Pestisida nabati ini terbuat dari limbah daun tembakau dan daun paitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian kombinasi filtrat daun tembakau dengan filtrat daun paitan pada berbagai perlakuan terhadap mortalitas walang sangit pada tanaman padi, menentukan konsentrasi yang paling efektif dari kombinasi kedua filtrat yang menyebabkan terjadinya mortalitas walang sangit dan mendeskripsikan pengaruh kombinasi kedua filtrat terhadap produktivitas tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan yaitu perlakuan kontrol (F) dan kombinasi filtrat daun tembakau dengan filtrat daun paitan (mL) dengan perbandingan sebagai berikut perlakuan A (100:0), perlakuan B (75:25), perlakuan C (50:50), perlakuan D (25:75) dan perlakuan E (0:100). Setiap perlakuan diujikan pada walang sangit sebanyak 10 ekor per perlakuan. Data mortalitas walang sangit ditransformasikan ke Arcsin dan berat kering gabah (produktivitas tanaman padi) dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan selanjutnya dilakukan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi filtrat daun tembakau dan filtrat daun paitan berpengaruh terhadap semua kombinasi perlakuan. Konsentrasi kombinasi perlakuan yang paling efektif dalam mengakibatkan mortalitas walang sangit yaitu perlakuan B (rata-rata mortalitas walang sangit 56,25%). Produktivitas tanaman padi terbaik yang didapatkan dari rata-rata berat kering gabah yaitu pada perlakuan B (25,06 gram).   Kata Kunci: walang sangit; pestisida nabati; limbah daun tembakau; daun paitan; konsentrasi kombinasi filtrat; produktivitas tanaman padi
PENGARUH KONSENTRASI FILTRAT KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP MORTALITAS ASCARIDIA GALLI SECARA IN VITRO RATNASARI, DEWI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab penyakit parasit pada usus ayam kampung adalah A. galli, yang antara lain dapat diatasi dengan memanfaatkan kulit nanas yang mengandung senyawa metabolit sekunder sebagai bahan anthelminthik atau obat cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh berbagai konsentrasi filtrat kulit nanas terhadap mortalitas dan mengidentifikasi konsentrasi filtrat kulit nanas yang paling efektif terhadap mortalitas A. galli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh berbagai konsentrasi filtrat kulit nanas terhadap mortalitas cacing dan konsentrasi  filtrat kulit nanas 100% adalah konsentrasi yang paling efektif terhadap mortalitas yang terjadi pada jam ke-1 sampai jam ke-3 dengan mortalitas yang makin tinggi yaitu, 20%; 86% dan 100%.   Kata kunci: filtrat kulit nanas; Ascaridia galli; mortalitas; senyawa metabolit sekunder
ANALISIS STRUKTUR DAUN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS) YANG DIPAPAR DENGAN LOGAM BERAT PB (TIMBAL) ARIYANTI, DITA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) merupakan jenis sayuran yang banyak diminati masyarakat. Dalam proses budidayanya, kualitas perairan yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam pemenuhan unsur hara. Kadar Pb di Kali Surabaya di daerah Karang Pilang melebihi ambang batas yaitu sebesar 0,891 ppm, hal ini membuktikan bahwa kali Surabaya tercemar logam berat Pb. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan struktur daun sawi hijau yang ditumbuhkan di lingkungan yang tercemar Pb. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan, yaitu perbedaan konsentrasi larutan logam berat timbal (1 ppm, 3 ppm, dan 5 ppm). Daun sawi hijau pada nodus ke tiga dari pangkal dipotong ujung, tengah, dan pangkal untuk digunakan sebagai preparat dan dihitung ketebalan mesofil serta indeks stomata. Daun sawi hijau pada nodus keempat dari pangkal dihitung kadar klorofilnya. Hasil penelitian menunjukkan perubahan tebal mesofil yang paling tinggi terjadi pada jaringan mesofil yang diberi perlakuan Pb 5 ppm, yaitu sebesar 65,83 µm. Pada sawi yang terpapar Pb 5 ppm, indeks stomata juga mengalami penurunan menjadi 0,2317. Kadar klorofil pada daun yang terpapar Pb 5 ppm juga menurun menjadi 0,083 ml/g. Semakin tinggi konsentrasi logam berat Pb pada Brasicca rapa var. parachinensis, maka semakin menurun tebal mesofil, indeks stomata, dan kadar klorofilnya.   Kata Kunci: jaringan mesofil; struktur anatomi daun; timbal; sawi hijau; klorofil
ISOLASI DAN KARAKTERISASI RHIZOBAKTERI PADA AKAR RHIZOPORA MUCRONATA YANG TERPAPAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) AMINULLAH,
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas manusia yang meningkat dalam memanfaatkan kawasan pesisir menghasilkan limbah bahan pencemar yang dapat mengganggu keberadaan ekosistem mangrove yang ada di muara sungai. Salah satu logam berat yang banyak mencemari air sungai adalah timbal (Pb). Rhizopora mucronata merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang tumbuh pada lingkungan muara dan tepi pantai serta merupakan salah satu media alternatif proses biofiltrasi. Kemampuan mangrove dalam mengabsorbsi logam berat selain karena membentuk fitokhelatin juga karena bersimbiosis dengan rhizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang terdapat pada akar R. mucronata yang terpapar logam berat Pb serta untuk mendeskripsikan karakteristik rhizobakteri yang diperoleh. Sampel berupa akar R. mucronata yang diambil dari kawasan hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Isolasi bakteri dilakukan dengan melakukan skrining isolat rhizobakteri menggunakan media NA yang ditambahkan dengan 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm logam berat Pb. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 3 isolat bakteri yaitu AR1, AR2 dan AR3  mampu tumbuh pada media NA yang telah ditambahkan logam Pb. Isolat AR2 dan AR3 mampu tumbuh pada media NA dengan kadar Pb 10 ppm, sedangkan isolat AR1 mampu tumbuh dengan kadar Pb 15 ppm sehingga ketiga isolat dikategorikan sebagai isolat rhizobakteri yang resisten terhadap Pb karena mampu tumbuh pada kadar Pb ≥ 5 ppm. Ketiga isolat tersebut juga dikarakterisasi berdasarkan karakteristik morfologi koloni, morfologi sel, fisiologi dan biokimia.   Kata kunci: isolasi; karakterisasi; rhizobakteri; logam Pb; Rhizopora mucronata

Page 1 of 2 | Total Record : 20