Jurnal Implementa Husada (JIH)
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"vol 4, no 2 (2023)"
:
10 Documents
clear
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kelor terhadap Cutibacterium Acnes
Fadhilah Saswita Siregar;
Hervina Hervina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13637
Abstrak : Acne vulgaris adalah suatu penyakit pada kulit yang kronis dan multifaktorial dengan adanya tanda peradangan seperti komedo, papula, dan pustul. Acne vulgaris disebabkan oleh Cutibacterium acnes (C. acnes) sebelumnya dikenal dengan nama Propionibacterium acnes. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa yang dapat ditemukan pada daun kelor yakni flavonoid, alkaloida, triterpenoid/steroida, fenolat, dan juga tanin, dapat sebagai antibakteri. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental design. Ektraksi dilakukan dengan cara meserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Teknik yang digunakan untuk mengukur aktivitas antibakteri adalah metode difusi cakram dengan mengukur zona jernih dengan konsentrasi 30%, 50% dan 70% dan mengetahui konsentrasi yang paling efektif terhadap pertumbuhan bakteri C. acnes. Hasil penelitian : Hasil menunjukkan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada konsentrasi 30%, 50%, dan 70%, kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (aquadest) diperoleh nilai (p=0,000) dimana (p0,05) yang menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat dari masing-masing kelompok. Konsentrasi 70% dari ekstrak daun kelor paling efektif dalam mengahambat pertumbuhan bakteri C. acnes dibandingkan konsentrasi 30% dan 50%. Kesimpulan : Terdapat efek daya hambat dari ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan bakteri C. acnes secara in vitro.
Hubungan Frekuensi dan Durasi Olahraga Bela Diri Taekwondo dengan Gangguan Haid
Reza Gustiawan Azri;
Rahmanita Sinaga
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.14773
Latar Belakang : Olahraga merupakan serangkaian gerak yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatkan kemampuan fungsional, salah satu bentuk olahraga adalah bela diri. Penelitian menunjukan bahwa olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan siklus haid. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hubungan frekuensi latihan dengan gangguan siklus haid menunjukkan p value 0.000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi latihan dengan gangguan siklus haid. Sedangkan pada hubungan durasi Latihan dengan gangguan siklus haid menunjukan p value 0.071 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi Latihan dengan gangguan siklus haid. Distribusi siklus haid menunjukkan dari 48 responden terdapat 36 responden dengan siklus normal, polimenorea sebanyak 4 responden, oligomenorea sebanyak 7 responden, dan amenorea sebanyak 7 responden. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan pada frekuensi latihan dengan gangguan siklus haid dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dengan gangguan siklus haid.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan tentang Tumor Payudara Jinak dan Perilaku Sadari pada Mahasiswi Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Nila Parida
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13789
Abstrak: Tumor payudara jinak adalah tumor payudara yang bersifat jinak, berkarakteristik tidak nyeri, berbatas tegas, konsistensi padat kenyal, dapat digerakkan. Menurut laporan dari New South Wales Breast Cancer Institute, lebih dari 9% populasi mengalamai tumor payudara jinak, yaitu perempuan usia 21-25 tahun dan kurang dari 5% terjadi pada usia diatas 50 tahun. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019 terdapat kasus tumor payudara jinak sebanyak 16.956 orang pada tahun 2018. Pencegahan dan deteksi terhadap kanker payudara ataupun tumor payudara jinak dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara berkala tiap bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan tentang tumor payudara jinak dan perilaku SADARI PADA mahasiswi FEB dan FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian diskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, menggunakan instrumen kuesioner. Hasil: pada variabel tingkat pengetahuan didapatkan p-value 0,192 dan pada valiabel parilaku didapatkan p-value 0,193 yang keduanya lebih besari dari 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat berbandingan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang tumor payudara jinak dan perilaku SADARI antara mahasiswi FEB dan FKIP. Kata Kunci: Tumor payudara jinak, SADARI, Pengetahuan, Perilaku
Pengaruh Tingkat Pengetahuan dan Ketepatan Penggunaan Kortikosteroid Pada Pasien Poliklinik Rumah Sakit Malahayati Terhadap Probabilitas Terjadinya Cushing's Syndrome
M. Rafiq Kurniawan;
Andri Yunaftri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13657
Pendahuluan : Kortikosteroid merupakan salah satu contoh golongan obat yang sering digunakan oleh masyarakat luas. Obat golongan tersebut cukup digemari karena memiliki efek menghambat gejala dari suatu penyakit, sehingga seringkali disebut sebagai obat dewa. Biasanya obat golongan kortikosteroid juga sering diresepkan oleh dokter di rumah sakit sebagai terapi beberapa jenis penyakit. Namun, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan dosis yang tidak tepat akan menyebabkan terjadinya sekumpulan manifestasi klinis yang disebut sindroma Cushing. Tujuan : Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat kortikosteroid pada suatu kelompok masyarakat di rumah sakit terhadap risiko terjadinya sindroma Cushing dengan menghasilkan suatu model probabilitas logistik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 96 pasien di Poliklinik Rumah Sakit Malahayati yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Pada variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.015, dimana hasil tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi dan pada variabel ketepatan penggunaan kortikosteroid memiliki nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.001, dimana hasil tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian memiliki kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat kortikosteroid berpengaruh signifikan terhadap probabilitas terjadinya sindroma Cushing.
Hubungan Lama Menopause Dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) Pada Perempuan Usia 40-60 Tahun
Tara Afira Aurunisa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13797
Introduction: menopause merupakan transisi dari fase reproduktif ke fase non reproduktif dalam kehidupan seorang wanita. Wanita menopause sering melaporkan kenaikan berat badan lebih cepat daripada sebelum menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menopause dengan indeks massa tubuh (IMT) pada perempuan usia 40-60 tahun. Method: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, menggunakan tehnik purposive sampling berjumlah 81 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan usia rerata responden 55,86±2,64, usia menopause rerata 50.35 ± SD 2.259, lama menopause terbanyak 4-6 tahun dengan rerata lama menopause 5,44±SD 3,162, indeks massa tubuh (IMT) paling banyak obesity I dengan rerata IMT 25,1744±SD 2,81267. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menopause dengan indeks massa tubuh (IMT) ( p=0.181 ). Conclusion: Tidak dijumpai adanya hubungan lama menopause dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada perempuan usia 40-60 tahun di Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.Kata Kunci: Indeks massa tubuh (IMT), lama menopause, perempuan usia 40-60 tahun.
Perbandingan Perbaikan Klinis pada Pemberian Sarung Bantal Berbahan Silk dan Berbahan Katun pada Pasien dengan Akne Vulgaris yang Tidak Diberi Pengobatan
Annisa Lestari;
Arridha Hutami Putri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13778
Latar Belakang: Akne vulgaris adalah penyakit inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang berhubungan dengan kelenjar sebum.Lesi awal adalah komedo kemudian menjadi papula, pustula dan kista tipe parah. Dengan predileksi di wajah, leher, bahu, dada, punggung dan lengan atas. Derajat keparahan akne vulgaris diklasifikasikan menjadi akne vulgaris ringan, akne vulgaris sedang dan akne vulgaris berat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wake Forest University HealthKit Science yaitu tentang khasiat sarung bantal silk dalam pengobatan akne vulgaris. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya akne vulgaris seperti faktor hormonal, kosmetik, faktor infeksi dan trauma serta obat-obatan yang menyebabkan terjadinya hipersekresi hormon androgen dan hipersekresi sebum kemudian menyebabkan inflamasi dan kehadiran serta aktivitas C. acnes. Kebanyakan orang termasuk penderita akne vulgaris tidur 6-8 jam setiap malam kontak langsung dengan kain tempat tidur dan sarung bantal yang tidak memberikan manfaat untuk proses penyembuhan yang berhubungan dengan akne vulgaris. Tujuan: Mengetahui perbandingan perbaikan klinis pada pemberian sarung bantal berbahan silk dan berbahan katun pada pasien dengan akne vulgaris yang tidak diberi pengobatan. Metode: Penelitian ini menggunakan design jenis penelitian true eksperimental dengan metode rancangan pretest dan postest control group design sampel pada penelitian ini berjumlah 86 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik pada sampel. Selanjutnya data dianalisa dengan menggunakan uji McNemar dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil pada penelitian ini didapatkan dari sampel yang mengalami perbaikan klinis setelah pemakaian sarung bantal silk sebanyak 31 sampel (72,1%) dengan derajat ringan. Dari hasil uji McNemar didapatkan Nilai Sig (2-tailed) = 0,001 taraf signifikansi = 0,05. Kesimpulan: Terdapat perbandingan perbaikan klinis pada pemberian sarung bantal berbahan silk dan berbahan katun pada pasien dengan akne vulgaris yang tidak diberi pengobatan.
Hubungan Keterampilan Klinis dan Kesiapan Praktik Lulusan Dokter Fakultas Kedokteran UMSU
Anggy Akbar Tambunan
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.14412
Pendahuluan: Kemampuan keterampilan klinik merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang dokter untuk mensintesis, menyimpulkan serta menginterpretasi setiap informasi klinis yang telah didapat dari seorang pasien, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang didapat. Kemampuan keterampilan klinik ini dikembangkan terus menerus dari setiap proses pembelajaran di pendidikan dokter. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik korelatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 105 orang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Uiversitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: berdasakan uji analisis data dengan uji statistik Pearson dijumpai nilai p 0,995 (p0,05) yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kemudian dijumpai nilai r -0,01 yang menyatakan bahwa kekuatan korelasi yang sangat lemah tetapi hubungan negatif yang berarti semakin tinggi keterampilan klinis mana semakin rendah kesiapan praktin lulusan dokter FK UMSU. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan klinis dan kesiapan praktik lulusan dokter FK UMSU.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat di Kelurahan Masjid Medan Kota mengenai Abortus Provokatus Kriminalis
Rizka Amelia
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.13721
Terdapat sekitar 42 juta perempuan di dunia melakukan aborsi tiap tahunnya karena kehamilan yang tidak diinginkan. Tindakan aborsi di Indonesia cukup besar yalitu mencapai 2,5 juta kejadian tiap tahunnya. Biasanya, aborsi dilakukan secara terselubung dan menggunakan cara yang tidak aman. Aborsi yaitu penghentian atau pengguguran pada kehamilan sebelum janin dapat bertahan hidup di luar rahim atau sebelum usia janin 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Aborsi terbagi menjadi 2 jenis yaitu abortus spontan yang biasanya disebut keguguran dan abortus provokatus yang biasa disebut aborsi. Abortus spontan terjadi tanpa tindakan medis, sedangkan abortus provokatus yaitu dilakukan dengan sengaja sebelum janin lahir. Dalam penelitian ini, peneliti akan lebih fokus pada jenis abortus provokatus kriminalis karena abortus jenis ini banyak dijumpai di kehidupan. Abortus provokatus terbagi atas dua yaitu abortus therapeutik yang dilakukan dengan tindakan medis dan abortus provokatus kriminalis yang dilakukan tanpa alasan medis. Di Indonesia, abortus provokatus kriminalis dikategorikan sebagai tindak pidana yang masih banyak dilakukan. Angka kematian ibu meningkat karena tingginya kejadian abortus provokatus kriminalis. Tujuan : untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyaralkat di Kelurahan Masjid Medan Kota mengenai abortus provokatus kriminalis. Metode : Jenis penelitian ini aldalah deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data secara cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di kelurahan mesjid medan kota dengan 100 orang responden. Hasil : Didapatkan hasil tingkat pengetahuan sedang mengenali abortus provokaltus kriminallis sebalnyak 38 orang (38%) dengaln mayoritas berjenis kelamin perempuan (24%), usia 21 - 30 tahun (18%), dan mayoritas tingkat pendidikan yalitu SMA sederajat (24%). Didalpaltkaln hasil tingkat sikap baik mengenai abortus provokatus kriminalis sebanyak 90 orang (90%) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (50%), usia 36- 40 (20%), dan mayoritas tingkat pendidikan yalitu SMA sederajat (59%).
Efektifitas Telemedicine Menggunakan Smarthphone untuk Mengevaluasi Derajat Nyeri Akut Paska Operasi Sectio Caesarea di Masa Pandemi Covid 19
Afifah Rahwani Hrp
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.14507
AbstrakPendahuluan: Telemedicine adalah salah satu strategi pencegahan penyebaran COVID-19 di banyak negara, karena telemedicine merupakan penyediaan pelayanan kesehatan menggunakanteknologi komunikasi elektronik. Pasien dan tenaga medis tidak perlu bertemu langsung dalamsuatu tempat namun tetap dapat berkomunikasi melalui sutau aplikasi. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui efektifitas telemedicine menggunakan smartphone untuk mengevaluasi derajatnyeri akut paska operasi sectio caesarea di masa pandemi COVID 19. Metodologi. Jenispenelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien paska operasi sectio caesarea elektif di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan sebanyak 95 responden sesuai dengan kriteriainklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2021 sampai dengan bulan Mei tahun2022. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penggunaan smarthphone dengan konvensionaluntuk mengevaluasi derajat nyeri akut paska operasi sectio caesarea pada skala nyeri jam ke-4, jam ke-6, jam ke-12, jam ke-24, jam ke-36, dan jam ke-48. Kesimpulan. Penggunaansmarthphone efektif digunakan untuk mengevaluasi derajat nyeri akut paska operasi section sesarea. Telemedicine dengan menggunakan smarthphone dalam perawatan kesehatan terbuktibermanfaat bagi pasien di daerah yang jauh dan dapat dianggap sebagai alternatif perawatanpasien tatap muka. Kata Kunci: Telemedicine, Smarthphone, Derajat Nyeri, Sectio Sesarea
Hubungan Kebiasaan Minum Berpemanis dengan Kejadian Sindrom Premenstruasi pada Dewasa Muda
Cut Aulia Zahra
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i2.14460
Abstrak: Saat ini ada jenis minuman baru yang sudah terkenal dan sering dikonsumsi oleh remaja khususnya pelajar yaitu Sugar-Sweetened Beverages (SSB). Minuman Manis adalah minuman kemasan dengan tambahan pemanis sebagai bahan minuman dengan kandungan gizi yang sedikit. Minuman yang termasuk minuman manis adalah minuman ringan atau minuman ringan, minuman olahraga, minuman rasa buah, minuman energi, minuman teh manis dan kopi (yang mengandung pemanis), susu manis, minuman jus buah pabrikan, dan minuman pengganti elektrolit. Dewasa awal (Dewasa Muda) adalah periode transisi dari remaja ke dewasa. Pemuda adalah istilah sosiolog Kenneth Kenniston (dalam Santrock, 2002), untuk masa transisi antara remaja dan dewasa yang merupakan periode perpanjangan sementara kondisi ekonomi dan pribadi. Mahasiswa adalah individu yang berada pada fase dewasa awal, yaitu pada rentang usia 18 tahun ± 40 tahun. Sindrom pramenstruasi adalah kumpulan gejala akibat perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasi dan ovulasi. Sindrom pramenstruasi adalah kombinasi dari gejala yang terjadi sebelum menstruasi dan menghilang dengan perdarahan menstruasi, dan dialami oleh banyak wanita sebelum timbulnya setiap siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kebiasaan minum manis dan kejadian sindrom pramenstruasi pada orang dewasa muda. Metode penelitian ini adalah non eksperimental analitik dengan desain penelitian cross sectional, metode pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dengan menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakan Chi Square Fisher Exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian sindrom pramenstruasi paling banyak dialami oleh 54 responden (56,9%) dengan frekuensi gejala ringan. Hasil analisis bivariat hubungan antara asupan minuman manis dengan kejadian sindrom pramenstruasi adalah p= 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan asupan minuman manis dan kejadian sindrom pramenstruasi pada orang dewasa muda.