cover
Contact Name
ALIMUDDIN
Contact Email
alimuddin@stisabuzairi.ac.id
Phone
+6282333838172
Journal Mail Official
baituljuhdi@stisabuzairi.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Pakisan, Pakisan Rt 06 Rw 01, Tlogosari, Bondowoso 68272 Jawa Timur Indonesia email: baituljuhdi@stisabuzairi.ac.id
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
BAITUL JUHDI
ISSN : -     EISSN : 31635563     DOI : https://doi.org/10.58293/bj.v1i01
Core Subject :
BAITUL JUHDI: adalah jurnal ilmiah peer-reviewed berskala nasional yang diterbitkan oleh LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso. Jurnal ini merupakan wadah publikasi akses terbuka (open access) yang didedikasikan untuk mendiseminasikan hasil-hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh akademisi, peneliti, praktisi, maupun mahasiswa. Fokus dan ruang lingkup (focus and scope) jurnal ini mencakup berbagai disiplin ilmu terapan yang dirancang untuk memberikan solusi dan dampak langsung bagi masyarakat. Ruang lingkup tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada: 1. Pemberdayaan ekonomi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 2. Penerapan teknologi tepat guna dan inovasi digital. 3. Pendidikan luar sekolah dan peningkatan kapasitas SDM. 4. Penyuluhan Hukum Keluarga Islam. 5. Pengembangan desa binaan dan ketahanan ekonomi . Baitul Juhdi bertujuan untuk mendokumentasikan praktik-praktik terbaik (best practices), menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan penyelesaian masalah sosial di lapangan, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) di akar rumput. Jurnal ini terbit secara berkala 2 (dua)] kali dalam setahun, yakni pada bulan [Mei] dan [November].
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEUTAMAAN ILMU MELALUI PENGAJIAN LAILATUL I’TIROF BERBASIS KITAB KLASIK Dwi Suryantoro
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.161

Abstract

Abstract This community service activity was carried out through religious lectures in the Lailatul I'tirof recitation event at the Adz Dzikraa Islamic Boarding School, Situbondo. The focus of this activity is the internalization of the values of the virtues of knowledge in Islam through the approach of classical books (turats), especially the books Ta'lim al-Muta'allim and Bidayah al-Hidayah. The main purpose of this activity is to build awareness of the importance of knowledge as the foundation of charity, character, and self-transformation. The formulation of the problem in this activity includes how the classical book-based religious lecture method can strengthen the scientific value of students and its impact on the learning culture in Islamic boarding schools. The method used is in the form of educational lectures with a contextual approach, accompanied by strengthening the postulates of the Qur'an, hadiths, and stories of salaf scholars. The results of the activity showed a positive response, marked by an increase in students' motivation to learn, the growth of advanced book study initiatives, and the formation of a collective awareness of the importance of knowledge as a prophetic heritage and a means of character formation. Thus, this activity is one of the models of educational service that plays a role in strengthening the scientific tradition and spirituality of the Islamic boarding school. Keywords: Islamic Boarding School, Yellow Book, Virtue of Science, Santri, Community Service. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui ceramah keagamaan dalam acara pengajian Lailatul I’tirof di Pondok Pesantren Adz Dzikraa, Situbondo. Fokus kegiatan ini adalah internalisasi nilai-nilai keutamaan ilmu dalam Islam melalui pendekatan kitab klasik (turats), khususnya kitab Ta‘lim al-Muta‘allim dan Bidayah al-Hidayah. Tujuan utama kegiatan ini ialah membangun kesadaran santri terhadap pentingnya ilmu sebagai pondasi amal, karakter, dan transformasi diri. Rumusan masalah dalam kegiatan ini mencakup bagaimana metode ceramah keagamaan berbasis kitab klasik dapat memperkuat nilai keilmuan santri serta dampaknya terhadap budaya belajar di pesantren. Metode yang digunakan berupa ceramah edukatif dengan pendekatan kontekstual, disertai penguatan dalil Al-Qur’an, hadis, dan kisah ulama salaf. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif, ditandai dengan meningkatnya motivasi belajar santri, tumbuhnya inisiatif kajian kitab lanjutan, serta terbentuknya kesadaran kolektif akan pentingnya ilmu sebagai warisan kenabian dan sarana pembentukan karakter. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu model pengabdian edukatif yang berperan dalam memperkuat tradisi ilmiah dan spiritualitas pesantren. Kata Kunci: Pesantren, Kitab Kuning, Keutamaan Ilmu, Santri, Pengabdian Masyarakat.    
SOSIALISASI PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH PRAKTEK PERNIKAHAN DINI DI DESA SUMBER ANUM Dzurrotul Muniroh Ahdaniah
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.167

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan social yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, terlebih di wilayah pedesaan seperti di desa Sumber Anum Kecamatan tamanan. Factor utama yang menjadi penyebab pernikahan dini adalah rendahnya tingkat Pendidikan, kondisi ekonomi yang lemah dan adanya budaya yang menganggap pernikahan sebagai solusi social dan ekonomi. Kegiatan pengabdian masrakat ini bertujuan untuk  meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya peran meraka mengenai dalam mencegah praktek pernikahan dini. metode pelaksaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi definisi, penyebab, dampak dan peran orang tua mencegah pernikahan dini. Pesarta kegiatan adalah para guru dan wali murid kelas IX MTS Miftahaul Ulum desa Sumber Anum. Hasil dari pelaksaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan pola pikir orang tua terhadap pernikahan dini. sebagian besar peserata mulai menyadari bahwa pernikahan dini bukanlah solusi untuk mengatasi masalah ekonomi, melainkan factor yang dapat memperpanjang rantai kemiskinan. Menurunkan tingkat Pendidikan dan membatasi kesempatan ekonomi anak di masa depan. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnyaa Pendidikan dan usia ideal perniakhan di daerah pedesaan
PENGUATAN NILAI TASAWUF DAN KEWIRAUSAHAAN SANTRI MIGRAN DI KUALA LUMPUR: KOLABORASI STIS ABU ZAIRI DAN KOMUNITAS INDONESIA MALAYSIA Muhamad Holid; Ahmad Hendra Rofiullah
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.168

Abstract

Studi ini mengkaji integrasi nilai-nilai sufi dan pendidikan kewirausahaan sebagai model transformatif untuk memberdayakan santri migran di Kuala Lumpur. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif—melalui observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat dan santri, dan analisis dokumentasi—penelitian ini mengeksplorasi kolaborasi antara STIS Abu Zairi dan Komunitas Indonesia-Malaysia dalam membina pemberdayaan spiritual dan ekonomi. Temuan mengungkapkan bahwa pendampingan berbasis Sufi, dzikir, dan pelatihan moral meningkatkan kesadaran dan disiplin spiritual, sementara program kewirausahaan tentang bisnis halal, literasi keuangan, dan pengembangan usaha mikro memperkuat kemandirian ekonomi. Integrasi ini membangun model pendidikan holistik yang menyatukan integritas moral dengan kompetensi praktis. Selain itu, mempromosikan kohesi sosial di kalangan migran Indonesia dan menampilkan pesantren sebagai model pendidikan Islam berbasis karakter. Studi ini menyimpulkan bahwa menggabungkan etika Sufi dengan pembelajaran kewirausahaan menawarkan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk memberdayakan diaspora Muslim di lingkungan multikultural
SOSIALISASI TENTANG MENCARI PASANGAN SUAMI ISTRI YANG IDEAL MENURUT PANDANGAN ISLAM BAGI WARGA DESA GENTONG KECAMATAN TAMAN KROCO Ahmad Muktafi
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.169

Abstract

Kegiatan sosialisasi mengenai pencarian pasangan suami–istri yang ideal menurut pandangan Islam dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman yang benar tentang kriteria calon pasangan hidup. Di tengah perubahan sosial dan tantangan modern, banyak individu memasuki pernikahan tanpa bekal pengetahuan agama yang memadai, sehingga berpotensi mengalami konflik rumah tangga dan perceraian. Islam memberikan panduan lengkap mengenai parameter memilih pasangan, seperti kualitas agama, akhlak, komitmen spiritual, serta kesiapan menjalankan peran keluarga secara proporsional. Sosialisasi ini bertujuan memberikan penyadaran dan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai prinsip-prinsip tersebut, sekaligus membekali calon pasangan dengan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan kehidupan modern. Melalui pendekatan edukatif yang sistematis, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan generasi muda Muslim yang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan terkait pernikahan dan dapat membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai tuntunan syariat Islam.
PEMBERDAYAAN TIM GOBAK SODOR DI KABUPATEN BONDOWOSO MELALUI PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN OPERASIONAL Ahmad Hendra Rofiullah
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.170

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan Tim Gobak Sodor di Kabupaten Bondowoso melalui pelatihan manajemen operasional berbasis partisipatif. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan observasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan manajerial peserta dalam perencanaan, administrasi, dan koordinasi tim. Program ini juga memperkuat solidaritas sosial, partisipasi perempuan, serta kesadaran budaya lokal. Model pelatihan ini efektif dalam membangun kapasitas organisasi komunitas dan berpotensi direplikasi untuk pelestarian permainan tradisional di daerah lain
SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMBATASAN USIA NIKAH BERDASARKAN UU NO. 16 TAHUN 2019 PADA SISWA MTSS MIFTAHUL ULUM PAKISAN Amrotus Soviah
BAITUL JUHDI Vol 1 No 01 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/bj.v1i01.172

Abstract

Based on the development of the times, such as the emergence of social issues, family matters, property, inheritance, and the increasingly complex knowledge regarding maternal and problem child health, the government has established regulations on the minimum age of marriage, namely Law No. 16 of 2019. This community service activity aims to increase knowledge about the age limits for marriage based on Law No. 16 of 2019. The implementation method of the activity was carried out through socialization of the definition of marriage, policies on age restrictions for marriage, and the goals and benefits of the age restriction policy for marriage. The participants of the activity were students and teachers of MtsS Miftahul Ulum Pakisan. The results of the community service activity showed an increase in understanding and changes in students' mindset about marriage and the age restriction for marriage. Some students realized that they have a role in the nation's development. Thus, students have the right to receive all rights granted by the state, including the right to welfare, education, health, obtaining identification, participating, being protected from violence, and obtaining identification. Students can grow and develop to their fullest potential and become excellent and competitive human resources for the progress of the nation. The policy of setting a minimum age for marriage provides benefits such as protection for children, opportunities for children to complete their education, reducing divorce rates, maintaining the reproductive health of girls, minimizing early marriage practices, accommodating values of gender equality, protecting children's psychological and reproductive well-being. This activity has proven successful in raising students' awareness about the policy of setting a minimum age for marriage.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2025 2025