cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
languagehorizon@unesa.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/language-horizon/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Language Horizon: Journal of Language Studies
ISSN : -     EISSN : 23562633     DOI : -
Core Subject : Education,
Language Horizon is a peer-reviewed academic journal dedicated to publishing high-quality original research articles that explore a wide range of topics related to language and communication, with a particular emphasis on: Linguistics Phonetics and Phonology Morphology and Syntax Semantics and Pragmatics Sociolinguistics Psycholinguistics Corpus Linguistics Language Acquisition Language Typology Historical Linguistics Discourse Analysis Text Analysis Critical Discourse Analysis Conversation Analysis Narrative Analysis Multimodal Discourse Analysis Discourse and Social Interaction Discourse and Power Discourse and Ideology Translation Studies Translation theory and methodology Translation across different languages and contexts Literary translation Audiovisual translation Machine translation Corpus-Based Translation
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017):" : 13 Documents clear
A COGNITIVE APPROACH TO TRANSLATE METAPHOR IN JACK LONDON’S THE CALL OF THE WILD LISTIANA, RATNA
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 1 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendekatan kognitif bisa menjadi alternatif untuk memahami terjemahan metafora. Dalam semantik kognitif, pengertian metafora berarti ekspresi dari konsep abstrak dalam bentuk empiris. Penelitian ini berfokus dalam menganalisis pendekatan kognitif untuk menerjemahkan metafora dalam sebuah novel, The Call of the Wild karya Jack London. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan untuk menganalisis data digunakan teori dari Lakoff dan Johnson (1980a) tentang pendekatan kognitif untuk menerjemahkan metafora, dan Newmark (1988b) tentang strategi untuk menerjemahkan metafora. Hasil dari penilitian menujukkan bahwa kognitif semantik dalam strategi untuk menerjemahkan metafora tidak membuat perubahan dalam makna, karena penulis tetap memberi makna metafora yang sesuai dalam versi terjemahan dari novel. Strategi-strategi untuk menerjemahkan metafora terdiri dari (1) membentuk ulang citra yang sama dalam bahasa target, the heart of civilization menjadi jantung peradaban, (2) mengganti citra di bahasa sumber dengan citra standar bahasa target, every tide-water dog menjadi semua anjing salju, (3) menerjemahkan metafora dengan kiasan, the moon-flooded snow menjadi gundukan salju seputih rembulan, (4) mengubah metafora ke dalam maknanya, the foot of Lake Le Barge  menjadi ujung Danau Le Barge, (5) menghapus metafora all’ll go well and the goose hang high menjadi semuanya akan berjalan baik. Kata Kunci: penerjemahan, metafora, strategi penerjemahan, kognitif semantik.   Abstract The cognitive approach can be an alternative to understand the translation of metaphor. In the cognitive semantics, the notion of metaphor stands for the expression of abstract concepts in the form of empirical ones. This study focuses on analyzing the cognitive approach to translate metaphor in a novel, The Call of the Wild by Jack London. This study uses descriptive qualitative method and to analyze the data, it uses theory by Lakoff and Johnson (1980a) cognitive approach to translate metaphors, and Newmark (1988b) the strategies to translate metaphors. The result of this study showed that the cognitive semantics in the strategies to translate metaphor does not make any different in meaning, because the author still gives the appropriate of meaning of metaphor in the translated version of this novel. The strategies to translate metaphor consist of (1) reproducing the same image in the target language, , the heart of civilization into jantung peradaban, (2) replacing the image in the SL with standard TL image, every tide-water dog into semua anjing salju, (3) translating metaphor by simile, the moon-flooded snow into gundukan salju seputih rembulan, (4) converting a metaphor to its sense, and (5) deleting the metaphor, all’ll go well and the goose hang high into semuanya akan berjalan baik. Keywords: translation, metaphor, translation strategy, cognitive semantics.  
TRANSLATION EQUIVALENCE OF SWEARWORD IN THE WALKING DEAD COMIC Anggraini, Diana
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 1 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mengumpat merupakan salah satu dari fenomena  di masyarakat yang di gunakan dalam percakapan atau dialog dalam berbagai media; salah satunya adalah komik The Walking Dead. Bertahan dalam pasca-apokaliptik zombi membuat karakter – karakter dalam komik mengumpat dengan tidak sengaja. Studi ini menggunakan teori Bell (1991) untuk mengetahui  bagaimana padanan kata makian dalam terjemahan menurut teknik penerjemahan yang diusulkan oleh teori Davoodi (2009). Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif qualitatif. Data penelitian ini diambil dari pengelompokan dan analisis dialog para tokoh dalam komik yang mengandung kata umpatan. Instrumen yang digunakan untuk membantu penelitian ini adalah laptop. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua teknik penerjemahan digunakan dalam menerjemahkan kata umpatna. Teknik – teknik tersebut adalah teknik sensor seperti what a gloomy goddamn day yang diterjemahkan menjadi sepertinya mendung, teknik penggantian dengan contoh Oh fuck! Yang diterjemahkan menjadi Astaga!, teknik tabu ke tabu dengan contoh fuck you yang diterjemahkan menjadi dasar berengsek dan teknik eufemisme dengan contoh Jesus yang diterjemahkan menjadi Ya Tuhan. Hasil penelitian dari menerjemahkan kata umpatan juga ditemukan bahwa terdapat pergeseran bentuk, pergeseran makna, and tema. Kata Kunci: penerjemahan, kata umpatan, padanan kata, komik   Abstract Swearwords as one of phenomenon in society are used in conversation or dialogue of numerous media; one of them is in the comic The Walking Dead. Surviving in zombie apocalypse make the characters unintentionally do swearing. This research used theory of Bell (1991) to analyze how equivalence of swearword translation based on its translation technique proposed by Davoodi (2009). This research used descriptive qualitative method. The data were collected by gathering and analyzing the dialogs from The Walking Dead comic characters which contain swearword. The instrument of this research is the researcher herself who used laptop to help collecting the data. This research finds that all of the techniques are used to translate swearword. They are censorship technique such as what a gloomy goddamn day is translated into sepertinya mendung, substitution technique such as Oh fuck! Translated into Astaga!, taboo for taboo technique such as fuck you translated into dasar berengsek, and euphemism technique such as Jesus translated into  Ya Tuhan. The translation result of translating swearword also has shift of form, shift of meaning, and theme. Keywords: Translation, Swearword, Equivalence, Comic
GENDER FEATURE IN WOMEN AND MEN’S SKIN CARE ADVERTISEMENTS DINA, MARIYAMA
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 1 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Studi ini membahas fitur-fitur gender yang digunakan pada iklan perawatan kulit wanita dan pria. Ditemukan bahwa iklan wanita tidak hanya menggunakan fitur wanita tapi juga menggunakan fitur pria dan sebaliknya. Namun, fenomena itu bisa terjadi karena pria belajar bahasa pertama mereka dari ibu mereka yang menggunakan bahasa wanita. Di sisi lain, wanita juga menggunakan bahasa pria karena mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bersosialisasi dengan orang-orang di luar, di mana hal itu membuat mereka beradaptasi, belajar dan meniru lebih banyak bahasa. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada masalah: fitur-fitur gender apa saja yang ditemukan pada iklan perawatan kulit wanita dan pria? Untuk menyelesaikan penelitian ini, metode kualitatif deskriptif diterapkan. Selain itu, karena objek penelitian ini adalah video, observasi non partisipatif dan dokumentasi diaplikasikan sebagai teknik mengumpulkan data. Penelitian ini menerapkan teori fitur gender dari Lakoff dan Mulac untuk menganalisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa iklan wanita dan pria memiliki beberapa perbedaan dalam penggunaan fitur gender meskipun penggunaanya berkebalikan. Perbedaannya terletak pada penggunaan kata sifat. Meskipun pria menggunakan fitur ini, mereka menggunakan kata sifat yang netral seperti keren dan kuat, sedangkan wanita tetap menggunakan kata sifat wanita seperti halus, lembut dan cantik. Kata Kunci: fitur gender, periklanan, persangkaan, perawatan kulit.   Abstract This study is discussing about the gender features that are used in women and men’s skin care advertisements. It is found that women’s advertisements are not only using women’s features but also using men’s feature and vice versa. Yet, that phenomenon can happen because men learned their first language from their mother whose used women’s language. On the other hand, women also used men’s language because they have same opportunity to socialize with people in the outside where make them adopted, learned and imitated more languages. Thus, this study focuses on a problem: what are the gender features found in women and men’s skin care advertisements? In order to finish this study, descriptive qualitative method is applied. In addition, since the object of this study is video, observation non-participatory and documentation is applied as the techniques to collect the data. This study applied Lakoff and Mulac’s theory of gender feature to analyze the data. The results showed that women and men’s advertisements are having some differences in the use of gender feature although the use is vice versa for women and men. The differences are laid on the use of empty adjective feature. Even though men use this feature, they use the neutral adjective such as cool and strong, while women use women adjective such as smooth, soft, and beautiful. Keywords: gender feature, advertisement, skin care.

Page 2 of 2 | Total Record : 13