cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM" : 9 Documents clear
DIKSI, CITRAAN, DAN MAJAS DALAM KUMPULAN LIRIK LAGU BANDA NEIRA (ANALISIS STILISTIKA) ERMA YANUASANTI, TRISIA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan diksi, citraan, dan majas dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira.. Banda Neira merupakan grup duo folk yang memberikan aroma baru bagi perindustrian musik tanah air, dengan lirik-lirik lagunya yang indah sirat makna dan menggunakan kesusastraan yang kuat. Lirik lagunya kaya akan tema tentang fenomena alam maupun permasalahan yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan diksi (2) Menjelaskan citraan (3) Memperoleh dekskripsi majas dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat dan teknik analisis data menggunakan teknik deskripsi analisis yang meliputi dekskripsi, klasifikasi, dan analisis. Hasil penelitian ini yaitu dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira banyak menggunakan diksi denotatif, citraan penglihatan, dan majas personifikasi.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL KAMBING & HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN (KAJIAN KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER) WAHYU SETYO L, ESA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik sosial yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Konflik sosial tersebut meliputi konflik realistis, konflik nonrealistis, konflik in-group, konflik out-group, dan fungsi konflik sosial dalam novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pada penelitihan ini data diperoleh dengan cara menganalisis Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. dengan menggunakan teknik baca dan catat.  Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu berupa buku-buku acuan. Sesuai dengan tujuan penelitian, hasil penelitian ini menunjukkan adanya konflik sosial pada novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Konflik reaslistis disebabkan oleh perbedaan di antara kedua kelompok yang dianggap saling mengecewakan. Konflik nonrealistis yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan berupa pengkabinghitaman kelompok guna meredakan ketegangan. Konflik in-group terjadi pada diri sendiri, karena masing-masing pihak tidak ingin memberontak dan masih memikirkan kesatuan di antara mereka. Sedangkan konflik out-group yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan disebabkan oleh kekecewaan atas dasar tututan-tuntutan yang tidak dipatuhi oleh sekelompok orang. Fungsi konflik bagi Kelompok Muhammadiyah konflik sosial dapat berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan integrasi internal, solidaritas kelompok, serta kohesi internal. Sedangkan bagi kelompok Nahdatul Ulama konflik sosial dapat berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan integrasi internal dan solidaritas kelompok. Konflik sosial juga berupaya untuk menjalin persatuan di antara kedua kelompok. Kemudian juga berfungsi sebagai sarana untuk menekan perterntangan di dalam kelompok.   Kata Kunci: Sosial, Konflik, dan Novel.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “12 MENIT” KARYA OKA AURORA (KAJIAN PSIKOLOGI ALFRED ADLER) SURYA MAHENDRA, YAFI
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena psikologis merupakan satu diantara hal paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut dapat berupa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan seperti psikopat, penyimpangan seksual, dan kepribadian-kepribadian terasing yang dikenal pula dengan istilah abnormal. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana kepribadian tokoh utama dari segi berjuang meraih keberhasilan? (2) Bagaimana kepribadian tokoh utama dari segi persepsi subjektif? (3) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi konsisten diri? (4) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi minat sosial? (5) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi gaya hidup? (6) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi daya kreatif?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi berjuang meraih keberhasilan. (2) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi persepsi subjektif. (3)Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi konsisten. (4) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi minat sosial. (5) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi gaya hidup. (6) Mnedeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi daya kreatif. Pada penelitian ini digunakan teori psikologi kepribadian Alfred Adler. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah Novel 12 Menit karya Oka Aurora. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel. Data dapat berwujud dialog antar tokoh atau paragraf  yang menceritakan suatu adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi kepribadian terdapat dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora. Psikologi kepribadian tersebut tampak pada tokoh utama yaitu dari segi berjuang meraih kerberhasilan Rene memiliki sifat rajin, konsisten, kerja keras, hemat,   menyukai  tantangan, membuat ia memperoleh kehidupan yang lebih baik. Persepsi subjektif tokoh utama menyadari  bahwa sebuah cita-cita dan keinginan manusia untuk menjadi utuh tidak mungkin direalisasiakan seluruhnya. Konsisten diri tokoh utama menyadari bahwa seluruh manusia harus melakukan usaha yang  konsisten untuk mencapi satu tujuan. Kepribadian yang menyatu dalam diri manusia dapat mengarahkannya menuju keberasilan. Minat sosial Berdasarkan fokus minat sosial tokoh utama digambarkan memiliki anggapan bahwa keinginan manusia dapat tercapai apabila ia mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan sosialnya. Gaya hidup tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang disiplin dan tegas. Daya kreatif tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang berdaya kreatif tinggi. Kata Kunci : tokoh utama, psikologi, kepribadian Alfred Adler
LEGENDA DI KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG: KAJIAN ARKETIPE CARL GUSTAV JUNG Dwi Nugroho, Akhadianto
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang arketipe yang berkaitan dengan ketidaksadaran kolektif pada cerita empat legenda yang ada di Jombang. Empat Legenda tersebut adalah Legenda Sendang Made, Legenda Goa Made, Legenda Gunung Pucangan, dan Legenda Sumber Gurit. Penggunaan kajian arketipe sangat cocok untuk membedah isi dari cerita keempat Legenda di Kabupaten Jombang. Untuk menompang kajian arketipe terdapat tiga pembahasan, yaitu : (1) Bagaimana situasi arketipe dalam empat legenda di Jombang? (2) Bagaimana situasi arketipe dalam empat legenda di Jombang? (3) Bagaimana imaji arketipe dalam empat legenda di Jombang? Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif yang secara keseluruhan memanfaatkan cara penafsiran dengan menyajikan dalam bentuk deskripsi. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pada penelitian kualitatif yang berupa sastra lisan sumber datanya berupa masyarakat, karena sastra lisan yang dijadikan objek penelitan berkembang dalam masyarakat dan berlangsung secara turun-temurun Hasil dari penelitian ini adalah bentuk arketipe dari empat legenda yang ada di Kabupaten Jombang dapat diketahui dari figur arkhetipe, situasi arketipe, dan imaji arketipe sebagai pembahasan dalam membedah isi cerita pada keempat Legenda yang ada di Jombang. Kata Kunci: arketipe, legenda, figur arketipe, situasi arketipe, imaji arketipe, ketidaksadaran kolektif
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MAKASSAR DALAM NOVEL NATISHA KARYA KHRISNA PABICHARA Fitriana, Anita
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kearifan lokal masyarakat Makassar dalam novel Natisha karya Khrisna Pabichara” ini dilatar belakangi oleh faktor kebudyaan yang ada di Makassar. Masyarakat yang kental akan kebudayaan tidak  lepas dari tradisi turun temurun, pada novel Natisha tidak hanya sekadar bercerita tentang cinta dan pengorbanan, namun lebih tepatnya kearifan lokal masyarakatnya, dengan kearifan tersebut dapat dilihat sisi lain masyarakat Makassar seperti cara bertahan hidup, pengetahuan, kepemimpinan, solidaritas dan keterampilannya. Keenam dimensi yang terdapat dalam novel Natisha  memiliki beberapa sub fokus. Sub fokus tersebut antara lain, perubahan, siklus iklim kemarau dan penghujan, jenis flora dan fauna, hubungan antara manusia dengan Tuhannya, hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan antara manusia dengan alam, meramu, bercocok tanam, membuat industri rumah tangga, sumber daya yang terbarui, pemerintah kesukuan, ritual keagamaan, upacara adat. Kata Kunci: kearifan lokal, budaya, ttadisi
HEGEMONI TERHADAP TOKOH RAIB DALAM NOVEL BUMI KARYA TERE LIYE (KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI) ALIF UTAMA, RENDRA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Novel karya Tere Liye ini mengandung banyak unsur hegemoni yang patut untuk diteliti. Mengambil dari cerita kehidupan sehari-hari  yang sarat akan hubungan antar individu. Tujuan dari penelitian ini yakni menjabarkan unsur-unsur hegemoni terhadap tokoh Raib  yang terdapat dalam novel tersebut seperti bentuk hegemoni, tingkatan hegemoni, dan dampak hegemoni yang terjadi. Sehingga nantinya melalui penulisan skripsi ini akan diketahui berbagai bentuk, tingkatan, dan penyebab hegemoni yang dirasakan oleh tokoh Raib. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek kajian yang berupa novel  akan diambil beberapa data yang berkaitan dengan rumusan masalah yang ada. Selanjutkan akan dibuat korpus data sesuai kategori penelitian. Data yang telah didapat selanjutnya dikaji berdasarkan teori yang telah dicantumkan. Selanjutnya hasil akan dijabarkan dalam pembahasan. Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa hegemoni yang terdapat dalam novel bumi terbagi menjadi 3 bagian, yakni bentuk hegemoni, tingkatan hegemoni, dan dampakhegemoni. Bentuk hegemoni yang dilakukan berupa nasihat, ajaran baik, penanaman kebiasaan baik, pelarangan, kedisiplinan, ajaran saling menolong, dan perintah.. Tingkatan yang terjadi dibagi menjadi tiga, yakni tingkatan hegemoni integral atau total, hegemoni merosot, dan hegemoni minimum. , lalu dampak dari hegemoni dari masing-masing tokoh kepada Raib dalam novel Bumi karya Tere Liye juga berbeda-beda. Mulai dari aspek kultural, ekonomi, politik, dan ideologi.   Kata Kunci: Hegemoni, Gramsci, Tingkatan, Bentuk
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA GRICE DALAM PERTUTUTRAN INTERAKSIONAL GIGOLO DI SURABAYA GUMELAR, ENJANG
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu proses pertuturan terdapat aturan yang harus dipatuhi. Aturan tersebut dalam pragmatik dikenal dengan prinsip kerja sama. Pada penelitian ini prinsip kerja sama yang diacu adalah prinsip kerja sama Grice. Namun fokus penelitian ini bukan perealisasian prinsip tersebut melainkan pelanggarannya. Pelanggaran prinsip kerja sama dalam  berkomunikasi dapat ditemukan pada setiap percakapan tanpa terkecuali pada pertuturan gigolo interaksional di Surabaya yang menjadi sumber data penelitian. Penelitian ini berfokus pada pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam pertuturan interaksional gigolo di Surabaya yang dianalisis melalui wujud dan dampak pelanggaran prinsip kerja sama Grice. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis wujud dan dampak pelanggaran prinsip kerja sama Grice. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah pertuturan gigolo di Surabaya.Teknik yang digunakan penulis dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi partisipatif yang dilakukan dengan cara berobservasi dan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian.   Berdasarkan penganalisisan data ditemukan wujud pelanggaran (1) pelanggaran maksim kualitas; (2) pelanggaran maksim kuantitas; (3)pelanggaran maksim cara;(4) pelanggaran maksim relevansi; dan (5) pelanggaran maksim ganda kuantitas dan cara. Selain itu ditemukan pula faktor yang memengaruhi terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama (1) faktor empati; (2) faktor narsisme; (3) faktor emosional; (4) faktor paradigma finansial.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelanggaran maksim cara merupakan pelanggaran yang paling dominan dilakukan dan faktor penyebab yang dominan adalah faktor empati.  Penelitian ini menggunakan 3 sampel sebagai subjek penelitian. Ketiga sampel tersebut memiliki kepribadian yang bervariasi namun pelanggaran dan faktor penyebab terjadinya pelanggaran cenderung dominan maksim cara dan faktor empati. Kata Kunci: Pelanggaran, maksim, gigolo
TINDAK TUTUR DALAM RITUAL PANAS PELA DESA AHIOLO, KECAMATAN KAIRATU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT: KAJIAN PRAGMATIK FARDANI LATEKAY, INGGRID
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur merupakan aktivitas berbahasa baik berupa tuturan maupun non-tuturan yang bersifat kontekstual. Pada penelitian ini dianalisis “Tindak Tutur dalam Ritual Panas Pela Desa Ahiolo, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Sebab mengaji tindak tutur, digunakan subdisiplin linguistik yaitu pragmatik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis ilokusi dan perlokusi. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis jenis ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah hasil perekaman ritual Panas Pela di Desa Ahiolo Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pengumpulan data menggunakan teknik Simak Bebas Libat Ckap (SBLC) dengan cara menyimak rekaman video ritual Panas Pela di Desa Ahiolo, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada tanggal 12--14 November 2014. Rekaman video tersebut digunakan sebagai sumber data sebab merupakan sumber terbaru dan relevan. Hal tersebut karena ritual Panas Pela merupakan ritual periodik yang dilaksanakan tiga tahun sekali. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan lima jenis ilokusi dengan jumlah 140 data. Kelima jenis ilokusi tersebut adalah asertif (30 data), direktif (49 data), komisif (41 data), ekspresif (16 data), dan deklaratif  (4 data). Selanjutnya ditemukan tiga jenis perlokusi dengan jumlah 140 data. Ketiga jenis perlokusi tersebut adalah mendorong penyimak mempelajari sesuatu (22 data), membuat penyimak melakukan sesuatu (41 data), membuat penyimak memikirkan sesuatu (77 data). Ilokusi dan perlokusi merupakan komponen yang membangun konstruksi pertuturan dalam ritual Panas Pela Desa Ahiolo Kecamatan Kairatu  Kabupaten Seram Bagian Barat. Mengingat manfaat ritual tersebut sangat dipercaya sebagai pengikat keturunan kedua kelompok pelibat ritual, maka eksistensi ritual ini perlu dilestarikan.  Upaya tersebut telah tampak pada pelaksanaan ritual yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dari segala usia.
TEORI KELAS KARL MARX DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Habib Syafaat, M.
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Entrok karya Okky Madasari memuat tema-tema sosial dalam masyarakat Indonesia terutama pada era orde baru yang di dalamnya terdapat konflik sosial dan alienasi. Konflik sosial dan alienasi merupakan konsep dalam teori kelas Karl Marx. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih novel tersebut untuk dianalisis menggunakan konsep teori kelas Karl Marx seperti yang telah disebutkan. Terdapat dua pembahasan dalam penelitian ini, yaitu konflik sosial dalam novel Entrok karya Okky Madasari, dan alienasi dalam novel Entrok karya Okky Madasari. Setiap pembahasan akan diuraikan sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori kelas Karl Marx dan batasan istilah yang telah ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kelas Karl Marx. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Sumber data berupa novel Entrok karya Okky Madasari, dan data penelitian berupa dialog antar tokoh dan narasi yang terdapat pada novel tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini berupa pengungkapan adanya konsep teori kelas Karl Marx dalam novel Entrok karya Okky Madasari, yaitu konflik sosial dan alienasi. Konflik sosial di dalam novel Entrok dialami oleh kelas atas dan kelas bawah. Kelas atas adalah orang-orang yang memiliki bagian kekuasaan dari Negara seperti para tentara, sedangkan kelas bawah adalah orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan seperti penduduk desa Singget. Konflik sosial memicu terjadinya perjuangan kelas karena setiap kelas memiliki kepentingan kolektif yang berbeda dan dengan begitu melahirkan serangkaian tindakan kolektif yang ditujukan kepada lawan kelas. Perjuangan kelas tersebut tidak akan berakhir sebelum ada kelas yang kalah. Di dalam novel Entrok, digambarkan bahwa kelas bawah selalu kalah saat berkonflik dengan kelas atas karena tidak memiliki bagian kekuasaan dari negara. Alienasi di dalam novel Entrok sebagian besar dialami oleh kelas bawah seperti pada tokoh Simbok, para kuli Pasar Ngranget, para pekerja ladang tebu yang digambarkan telah terasing dari aktivitas produktif dan produk, penduduk Desa Singget yang digambarkan telah terasing dari sesama, serta tokoh Marni, dan tokoh Koh Cayadi yang digambarkan telah mengalami fetisisme atau terasing dari potensi kemanusiaan. Kata kunci: sosiologi sastra, teori kelas, konflik sosial, alienasi, novel

Page 1 of 1 | Total Record : 9