cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL TENTANG KAMU KARYA TERE LIYE: KAJIAN PSIKOLOGI KURT LEWIN AYU MAYANGSARI, IDA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneitian ?Konflik Batin Tokoh dalam Novel Tentang Kamu karya Tere Liye Kajian: Psikologi Kurt Lewin? dilatar-belakangi oleh ketertarikan terhadap novel tersebut yang sarat dengan konflik batin di dalamnya. Tokoh cerita mengalami permasalahan yang marak terjadi saat ini seperti kekerasan terhadap anak, pengkhianatan, cemburu buta, percintaan dan kehilangan seseorang yang dicintai sehingga menimbulkan konflik batin pada diri tokoh tersebut. Tokoh utama dalam nove Tentang Kamu yang paling sering mengalami konflik batin. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini ada dua rumusan, yaitu konflik batin yang dialami oleh tokoh utama ?Sri Ningsih? dan tindakan tokoh utama dalam mengatasi konflik dalm novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Di dalam subdisiplin kajian psikologi sastra, teori yang cocok untuk penelitian ini adalah teori konflik Kurt Lwein. Pendekatan Psikologis digunakan dalam penelitian ini sebab pendekatan tersebut sesuai dengan fakta, situasi, dan kondisi yang dialami tokoh utama dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis karena sesuai dengan teori yang digunakan, yaitu teori konflik Kurt Lewin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik batin yang paling sering dialami oleh tokoh utama dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye adalah konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict). Konflik batin tersebut paling dominan muncul dalam novel. Kata kunci: Konflik batin, pskilogi sastra, teori konflik Kurt Lewin, metode deskriptif analisis.
KEEFEKTIFAN METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 CERME TAHUN PELAJARAN 2018-2019 NUR FIRDAYANTI, ANITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan bahasa sangat penting bagi masyarakat. Ketika berkomunikasi masyarakat memilih bahasa yang mudah dipahami oleh lawan bicara dan tidak mementingkan bahasa yang digunakan bahasa baku atau tidak. Hal tersebut membuktikan bahwa keterampilan bahasa sangat penting bagi masyarakat. Begitu juga dengan pembelajaran haruslah menekankan keterampilan berbahasa. Salah satu dari keterampilan berbahasa adalah keterampilan menulis. Dalam menulis membutuhkan kemampuan untuk menerima informasi yang disampaikan kepada pembaca agar dapat tersampaikan dengan baik. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, perlu adanya metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran tersebut adalah metode tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan metode tutor sebaya terhadap pembelajaran menulis teks eksposisi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Cerme tahun pelajaran 2018-2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian control group pretest postest. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan metode tutor sebaya dalam pembelajaran menulis teks eksposisi kelas VIII sangat baik dan berjalan dengan lancar dibuktikan dengan aktivitas pendidik kelas kontrol memeroleh 89,06% dan aktivitas peserta didik memeroleh 84,37%, sedangkan aktivitas pendidik kelas eksperimen memeroleh 93,75% dan aktivitas peserta didik memeroleh 93,75%. Hasil belajar peserta didik menggunakan metode tutor sebaya mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tanpa menggunakan metode tutor sebaya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata kelas eksperimen 62,38 menjadi 79,4 dengan selisih 17,02 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol 61,81 menjadi 66,57 dengan selisih 4,76. Hasil hitung t menunjukan bahwa thitung lebih besar dari ttabel yakni (4,45 ? 2,66), maka hipotesis kerja diterima. Untuk hasil respon peserta didik dapat diketahui bahwa peserta didik merespon positif penggunaan metode tutor sebaya saat pembelajaran menulis teks eksposisi dibuktikan dengan persentasi peserta didik yang menjawab ?Ya? sebanyak 85,42% dan yang menjawab ?Tidak? sebanyak 14,58%. Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Metode Tutor Sebaya, Kemampuan Menulis Teks Eksposisi.
PENGEMBANGAN LKPD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) UNTUK MATERI TEKS IKLAN, SLOGAN, DAN POSTER KELAS VIII RAHMAWATI MAULIDIA, YULINAR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian berjudul ?Pengembangan LKPD Menggunakan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) untuk Materi Teks Iklan, Slogan, dan Poster Kelas VIII ? dilatarbelakangi oleh pengembangan LKPD masih jarang ditemui untuk satu materi saja dan LKPD kurang diterapkan secara optimal. Oleh karena itu, dibuatlah LKPD menggunakan model pembelajaran langsung untuk materi iklan, slogan, dan poster. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) proses pengembangan lembar kerja peserta didik menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction) pada materi teks iklan, slogan, dan poster kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo, (2) kualitas lembar kerja peserta didik menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction) pada materi teks iklan, slogan, dan poster kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo yang meliputi kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminat). Namun, tahap terakhir tidak dilaksanakan karena terbatas oleh waktu dan biaya. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B dan VIII C SMPN 2 Sidoarjo. Teknik wawancara dan angket kebutuhan peserta didik digunakan untuk memperoleh data proses pengembangan LKPD, sedangkan teknik validasi, observasi, tes hasil belajar, dan angket respons digunakan untuk memperoleh data kualitas LKPD. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk LKPD yang berjudul ?Lembar Kerja Peserta Didik Teks Iklan, Slogan, Poster?. Hasil penelitian ini antara lain (1) proses pengembangan lembar kerja peserta didik menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction) pada materi teks iklan, slogan, dan poster kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo sesuai dengan model pengembangan 4D Thiagarajan, (2) kualitas lembar kerja peserta didik menggunakan model pembelajaran langsung dinilai dari tiga aspek, yakni kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. LKPD dinilai ?sangat layak? oleh empat validator baik dari segi isi, penyajian, kegrafikan, dan kebahasaan dengan skor persentase 87,5%pada validasi pertama dan 90,97% pada validasi kedua. Pada uji coba terbatas dan luas LKPD mendapatkan kualifikasi ?sangat baik? berdasarkan hasil observasi dan tes hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada uji coba luas mendapatkan hasil 86,1. LKPD dinilai ?sangat praktis? berdasarkan hasil angket respons peserta didik pada uji coba luas 84,42%. Kata kunci: Pengembangan, LKPD, Model Pembelajaran Langsung, Teks Iklan, Slogan, dan Poster
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SPARKOL VIDEOSCRIBE UNTUK MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP MAWARNI, SINTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kurikulum 2013, bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang mengedepankan pembelajaran berbasis teks. Teks deskripsi merupakan salah satu teks yang dipelajari dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis Sparkol Videoscribe untuk menulis teks deskripsi. Media yang dikembangkan menggunakan program Sparkol Videoscribe yang dapat menghasilkan sebuah video menarik dengan tampilan gambar, tulisan, dan suara yang diinginkan. Media pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat dan semangat belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan model Sadiman dengan mengadaptasi model pengembangan Sugiyono dalam langkah validasi untuk menguji kevalidan produk. Sumber data penelitian ini yaitu, peserta didik kelas VII-A SMP Negeri 2 Bancar, pendidik, validator, dan pengamat. Data pada penelitian ini yaitu, proses pengembangan, dan kualitas media pembelajaran. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu, teknik validasi, teknik observasi, teknik tes, dan teknik angket. Berdasarkan teknik yang digunakan maka instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu, lembar validasi, lembar observasi, soal hasil belajar, dan lembar angket. Data yang sudah dihasilkan kemudian dihitung secara kuantitatif menggunakan rumus pada teknik analisis data. Hasil penelitian ini berupa proses pengembangan dan kualitas media pembelajaran berbasis Sparkol Videoscribe. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan model Sadiman yang meliputi, analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, merumuskan tujuan, merumuskan butir-butir materi, menyusun alat pengukur keberhasilan, menulis naskah media,validasi, uji coba, revisi, dan naskah siap diproduksi. Kualitas media pembelajaran ?sangat efektif? dengan nilai 90,6 yang diperoleh dari hasil kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Kevalidan media pembelajaran berbasis Sparkol Videoscribe dikategorikan ?sangat layak? dengan nilai rata-rata 92%. Keefektifan media pembelajaran masuk dalam kategori ?sangat efektif? dengan nilai rata-rata 86,96. Keefektifan diperoleh berdasarkan hasil observasi aktivitas pendidik menunjukkan persentase 87%, hasil observasi aktivitas peserta didik menunjukkan persentase 90%, dan hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata nilai 83,9. Kepraktisan media pembelajaran menunjukkan persentase 93% yang masuk kategori ?sangat praktis?.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMPN 3 SIDOARJO AYU AMALIA, RIKHA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMPN 3 Sidoarjo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rata-rata siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis teks deskripsi karena kurang mengeksplorasi ide kreatif mereka dan guru hanya menggunakan beberapa model pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental design dengan menggunakan desain pretest posttest control group design. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VII SMPN 3 Sidoarjo. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas VII-D sebagai kelas kontrol dan VII-C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket respons. Teknik analisis data yang digunakan analisis hasil observasi, analisis hasil pretes dan postes, analisis hasil pengaruh model dengan uji-t, dan analisis hasil angket respon. Hasil pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran picture and picture berjalan dengan lancar. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan observasi aktivitas guru sebesar 96% kategori sangat baik dan aktivitas siswa sebesar 94% kategori sangat baik. Penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pretes kelas kontrol sebesar 50,78 dan nilai rata-rata postes sebesar 72,81, sedangkan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen sebesar 52,65 dan nilai rata-rata postes sebesar 81,09. Hasil perhitungan uji t-test dengan db 62 pada taraf signifikansi 5% menunjukkan t-hitung lebih besar dari t-tabel yakni (2,204 > 1,998). Hasil angket respon siswa menunjukkan respon positif. Hal ini menujukkan bahwa model pembelajaran Picture and Picture berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks deskrispi siswa kelas VII SMPN 3 Sidoarjo. Kata Kunci: Model pembelajaran picture and picture, Menulis, dan Teks Deskripsi.
AGRESIVITAS TOKOH UTAMA RAZKA DALAM NOVEL PION MEMORABILIA KARYA ELWIN PADMARAKSA (KAJIAN PERILAKU EMOSI LEONARD BERKOWITZ) RETNO SARI, LELY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi tokoh utama Razka dalam melakukan tindakan agresi dan bagaimana bentuk-bentuk perilaku agresi yang ditunjukkan tokoh utama Razka menurut teori Emotional Behavior Leonard Berkowitz dalam novel Pion Memorabila karya Elwin Padmaraksa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Objek penelitian adalah tokoh Razka sebagai tokoh utama yang dalam novel pion memorabilia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku agresitivitas pada tokoh Razka muncul karena pengaruh beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Perilaku agresi tokoh Razka dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, yaitu kondisi tak menyenangkan yang diciptakan oleh orang tua. Kondisi tak menyenangkan tersebut meliputi pengaruh langsung, diantaranya perlakuan keras dari orang tua, dan disiplin yang tidak konsisten yang diciptakna orang tua. Perlakuan keras yang dilakukan oleh ayah Razka, seperti perilaku menghina atau mencaci maki, mengancam, dan memukul. Disiplin yang tidak konsisten yang diciptakan orang tua, yaitu pertentangan ayah dan emak yang tidak memiliki sikap dan perlakuan yang sama dalam cara mendidik. Ayah dan emak tidak sependapat dalam melarang atau membolehkan tingkah laku tertentu kepada anak. Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma juga tidak ditunjukkan tokoh ayah dalam mendidik Razka. Misalnya saja, ayah mengajarkan Razka agar berperilaku baik, sopan, dan jujur, tetapi ayah sendiri menampilkan perilaku yang sebaliknya, sehingga Razka mengalami konflik untuk menganut standar disiplin yang kurang jelas. Akibatnya seorang anak akan menggunakan dalih ketidakkonsistenan orang tua dalam mendisiplinkannya. Pada banyaknya fenomena perilaku agresi, tidak menutup kemungkinan kalau anak tidak akan melakukan apa yang menjadi perintah atau keinginan orang tua, bahkan akan melakukan suatu imitasi atau berperilaku sama seperti orang tuanya. Seperti halnya yang dikatakan Berkowitz bahwa kekerasan akan melahirkan kekerasan. Agresivitas yang dilakukan oleh Razka disebabkan oleh pengalaman Razka dalam menerima didikan keras dari orang tua. Cara mendidik ayah Razka selalu menunjukkan perilaku agresif seperti menghina dan memukul. Agresivitas Razka disebabkan oleh hasil peniruan dari ayahnya yang selalu menunjukkan tindakan agresif. Bentuk-bentuk perilaku agresi Razka ditunjukkan melalui tindakan agresif fisik langsung dan agresif verbal langsung. Tindakan agresi fisik langsung oleh Razka dilakukan melalui perilaku yang kasar, yaitu memukul dan menjerat korban. Agresi verbal langsung dilakukan Razka melalui kata-kata menghina dan mengintimidasi target yang menjadi sasaran luapan emosinya. Kata Kunci: Agresivitas, Disiplin, Kekerasan Abstract The purpose of this study is to describe the factors that influence the main character Razka in carrying out acts of aggression and how the forms of aggression behavior shown by the main character Razka according to the theory of Emotional Behavior Leonard Berkowitz in the novel Pion Memorabila by Elwin Padmaraksa. This study uses descriptive methods with qualitative research. The object of the research is Razkas character as the main character in the novel memorabilia. The results of the analysis show that the behavior of aggressiveness in Razkas character arises because of the influence of several factors as the cause. Razkas aggressive behavior is influenced by the family environment, namely the unpleasant conditions created by parents. These unpleasant conditions include direct influence, including harsh treatment from parents, and inconsistent discipline that is created by parents. Violent treatment carried out by Razkas father, such as insulting or abusing, threatening, and beating behavior. Inconsistent discipline created by parents, namely the opposition of fathers and mothers who do not have the same attitude and treatment in educational ways. Father and mother disagree in prohibiting or allowing certain behavior to children. Parents consistent attitude in applying norms was also not shown by the father figure in educating Razka. For example, father taught Razka to behave well, politely, and honestly, but the father himself displayed the opposite behavior, so Razka experienced conflict to follow a standard of discipline that was not clear. As a result, a child will use the pretext of the inconsistency of parents in disciplining it. On the many phenomena of aggression behavior, it does not rule out the possibility that the child will not do what is the command or desire of the parents, even if they do an imitation or behave the same as their parents. As Berkowitz said that violence will give birth to violence. The aggressiveness carried out by Razka was caused by Razkas experience in accepting hard training from parents. The way to educate Razkas father always shows aggressive behavior such as insulting and beating. Razkas aggressiveness is caused by the imitation of his father who always shows aggressive actions. Razkas forms of aggression are shown through direct physical aggressive and direct verbal aggression. The act of direct physical aggression by Razka was carried out through rude behavior, namely hitting and ensnaring victims. Verbal aggression was directly carried out by Razka through words of insulting and intimidating targets that were subjected to emotional outbursts. Keyword: Aggressiveness, Discipline, Violence
ELEKTRA KOMPLEKS TOKOH ANNA DALAM NOVEL INTERVAL KARYA NAY SHARAYA DAN DION SAGIRANG HALIMAH, NUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab elektra kompleks dan bentuk bentuk elektra kompleks pada tokoh Anna dalam novel Interval Karya Nay Sharaya dan Dion Shangirang dengan menggunakan teori pskologi Sigmund Freud. Psikologi dan karya sastra menjadi latar belakang dalam penelitian ini dikarenakan memiliki persamaan yakni membahas kehidupan manusia dan gejala kejiwaan yang terjadi pada manusia. Setiap Karya sastra memiliki konflik, dalam penelitian ini konflik terjadi pada tokoh Anna dengan tokoh lain disekitarnya. Pada Novel Interval terdapat gejala kejiwaan pada tokoh Anna yakni elektra kompleks. Elektra kompleks merupakan kondisi kejiwaan yang kurang wajar dalam masyarakat luas, yang mana elektra kompleks merupakan kondisi seseorang yang digambarkan memiliki kondisi kejiwaan yang menyimpang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori Psikoanalisis Sigmund Freud yang di fokuskan pada teori elektra kompleks. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Psikologi sastra yang bertujuan untuk memaparkan penyebab terjadinya elektra kompleks serta wujud dari elektra komplek pada tokoh Anna. Hasil dari penelitian ini yakni (1) penyebab terjadinya elektra kompleks tokoh Anna, (2) wujud dari elektra kompleks tokoh Anna. Kedua hasil penelitian tersebut memunculkan kedominanan kecenderungan perilaku elektra kompleks tokoh Anna pada terhadap tokoh lain. Kata Kunci : Psikoanalisis, Elektra Kompleks, Penyebab, dan Wujud Elektra Kompleks. Abstract This study aims to describe the complex electrical causes and forms of complex electronic forms in Annas characters in the Interval works of Nay Sharaya and Dion Shangirang using the psychology theory of Sigmund Freud. Psychology and literary works are the background in this research because they have similarities, namely discussing human life and psychiatric symptoms that occur in humans. Every literary work has a conflict, in this study conflict happened to Annas character with other characters around her. In Novel Interval there are psychiatric symptoms in Annas figure, namely complex electrons. Elektra complex is a psychiatric condition that is less reasonable in the wider community, which is the complex condition of a person who is described as having a psychiatric condition that is distorted. Therefore, this study uses Sigmund Freuds theory of psychoanalysis which is focused on the complex theory of electricity. The approach used is the literary Psychology approach which aims to describe the causes of complex electrons and the appearance of complex electrons in Annas figure. The results of this study are (1) the cause of the complex complexion of Annas character, (2) the form of the complex character of Annas figure. The two results of the study gave rise to the dominance of the tendency of complex electra behavior of Annas figures towards other characters. Keywords: Psychoanalysis, Electra Complex, Causes, and Forms of Elektra Kompleks.
PENGARUH MEDIA MONOPOLI PUISI (MOPIS) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 CERME-GRESIK TAHUN PELAJARAN 2018-2019 , SANDRAENI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis puisi siswa yang masih belum mencapai kriteriaketuntasan minimum (KKM). Dalam penelitian ini digunakan media monopoli puisi (mopis) sebagai alternatif untukmeningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Tujuan yang igin dicapai dalam penelitian adalah (1)mendeskripsikan penerapan media monopoli puisi (mopis) dalam pembelajaran menulis puisi, (2) mendeskripsikanpengaruh media monopoli puisi (mopis) terhadap kemampuan menulis puisi, dan (3) mendeskripsikan respon siswasetelah pembelajaran menulis puisi menggunakan media monopoli puisi (mopis).Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode deskripsi kuantitatif. Penelitian ini termasuk jenis trueeksperimental design atau penelitian yang sebanar-benarnya. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIIISMP Negeri 1 Cerme-Gresik, sedangkan sampel yang digunakannya kelas VIII-J sebagai kelas kontrol dan VIII-Isebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan angket. Teknik analisisdata menggunakan rumus untuk menghitung aktivitas siswa dan guru, hasil prites dan postes, dan hasil angket responsiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media monopoli puisi (mopis) dalam pembelajaran menulispuisi berlangsung baik dan lancar. Kemampuan menulis puisi kelas VIII SMP Negeri 1 Cerme-Gresik mengalamipeningkatan. Pada kelas kontrol nilai rata-rata pretes 69, 55, sedangkan nilai rata-rata postes meningkat menjadi 75,56.Pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretes 67,72, sedangkan nilai postes adalah 82,39. Peningkatan kelas eksperimenlebih banyak bila dibandingkan pada kelas kontrol. Berdasarkan perhitungan uji t diperoleh t 0 = 2, 68 ? 2,00. Hal inimenunjukkan bahwa penggunaan media monopoli puisi (mopis) berpengaruh postif terhadap pembelajaran menulispuisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cerme-Gresik. Hal tersebut juga terbukti dari hasil angket respon siswa kelaseksperimen menunjukkan respon positif.Kata Kunci : Media monopoli puisi (mopis), menulis, dan teks puisi
PENGARUH MEDIA BOLA EKSPRESI MELALUI PERMAINAN WEREWOLF TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN MEMPERTUNJUKKAN SALAH SATU TOKOH AYU PERMATA SARI, ELISABETH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMempertunjukkan salah satu tokoh merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada kelas XI SMAdalam kurikulum 2013. Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah untuk menguasai materi drama dengan menunjukkankemampuan berbicara dalam menerapkan pengetahuan seni budaya berwawasan kemanusiaan. Agar siswa mampumengolah dan menalar kajian materi drama sesuai dengan bakat dan minatnya yang terstruktur kaidah keilmuan.Pembelajaran sastra mempertunjukkan salah satu tokoh dapat dilakukan dengan menggunakan media dan permainan,media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media bola ekspresi dan permainan yang digunakan adalahpermainan werewolf. Data dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil belajar dan respons. Hasil uji tmenunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yakni diperoleh t hitung 5.44 > 1.99. dari pernyataan tersebut dapatdisimpulkan bahwa penerapan media bola ekspresi melalui permainan werewolf dapat berpengaruh positif.Kata Kunci: Berbicara, Drama, Media Bola Ekspresi, Permainan Werewolf.
DISFEMIA PADA BERITA KRIMINAL TRIBUNNEWS.COM EDISI TAHUN 2018 ANUGRAH KILISUCI FIIARUM, FITRI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi manusia. Bahasa dan penggunaannya tidak lepas dari kata dan kalimat. Kata dan kalimat dalam perkembangan bahasa pasti berhubungan dengan aspek makna. Pada aspek mana terdapat perubahan makna, salah satunya disfemia. Disfemia adalah usaha mengganti kata yang maknanya halus dengan atau bermakna biasa dengan kata yang bermakna kasar. Disfemia mempunyai kemungkinan digunakan dalam berita kriminal pada tribunnews.com. Penelitian mengenai disfemia dalam berita kriminal Tribunnews.com edisi tahun 2018 bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disfemia, makna yang terkandung dalam disfemia, nilai rasa yang terkandung dalam disfemia dan fungsi disfemia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kata dan frasa yang mengandung disfemia pada berita kriminal tribunnews.com edisi tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah human instumen yang dilengkapi pedoman dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah padan ekstralingual. Teknik analisis data berupa teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan hubung banding membedakan (HBB). Isntrumen analisis data berupa tabel pengklasifikasian data. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk difemia berupa kata dan frasa. Bentuk disfemia yang ditemukan sebanyak 90 terdiri atas 16 kata benda, 50 kata kerja, 9 kata sifat, 10 frasa nominal dan 5 frasa verbal. Bentuk disfemia yang dominan berupa kata. Kedua, makna yang ditemukan yaitu makna leksikal, makna gramatikal, makna denotatif dan makna konotatif. Ketiga, nila rasa yang ditemukan berupa nilai rasa menyeramkan, mengerikan, menakutkan, menjijikan dan memalukan. Nilai rasa menyeramkan yang digunakan berkaitan dengan topik pencurian, nilai rasa mengerikan berkaitan dengan topik pembunuhan, nilai rasa menakutkan berkaitan dengan tindakan penangkapan penjahat, nilai rasa menjijikkan berkaitan dengan topik prostitusi, nilai rasa memalukan digunakan untuk merendahkan orang lain sehingga menimbulkan rasa malu pada korban. Ketiga, fungsi disfemia yang ditemukan yaitu menunjukkan sikap jengkel, sikap marah, sikap tidak suka dan memberi tekanan tanpa terasa kekasarannya. Kata Kunci: Disfemia, Bentuk, Makna, Nilai Rasa, Fungsi

Page 11 of 18 | Total Record : 173