cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
ASAL-USUL NAMA-NAMA DESA DI KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI BUDAYA ANTIKA SARI, LILIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setiap desa mempunyai sejarah tersendiri mengenai bagaimana asal-usul pemberian nama desanya, termasuk nama desa yang ada di Kecamatan Ngimbang, pemberian nama-nama desa berasal dari sejarah yang pernah terjadi di daerah tersebut. Pada penelitian ini mengambil objek kajian dengan judul ?Asal-usul Nama-nama Desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.? Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu a. Bagaimana stuktur cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, b. Bagaimana fungsi cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, c. Bagaimana nilai budaya cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data utama yaitu seorang informan yang mengetahui benar tentang cerita asal-usul nama-nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Data penelitian ini mendeskripsikan stuktur, fungsi dan nilai budaya pada cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan. Objek penelitian meliputi cerita asal-usul nama-nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik pencatatan, teknik perekaman dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yang pertama, berdasarkan stuktur naratif ala Maranda, stuktur cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan memiliki alur maju karena ceritanya berurutan. Semua cerita yang dipilih telah memenuhi stuktur tersebut. Kedua, dilihat dari segi fungsi, sama seperti yang ada pada analisis stuktur. Sastra lisan yang dipilih telah memenuhi semua fungsi Bascom, yaitu sebagai hiburan, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, sebagai media pendidikan, dan sebagai alat pemaksa dan pengawas norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya. Ketiga, nilai budaya yang ada pada sastra lisan di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan semuanya memenuhi nilai budaya Lantini yaitu nilai didaktik, nilai kepahlawanan, nilai etik, dan nilai religius. Kata kunci : struktur, fungsi dan nilai budaya ABSTRACT Each village has its own history of how the name of the village originates, including the name of the village in Ngimbang Subdistrict, the giving of village names from the history that has occurred in the area. In this study took the object of study with the title "The Origins of Village Names in Ngimbang District, Lamongan Regency." The formulation of the problem in this study is a. How is the structure of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency, b. What is the function of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency, c. What is the cultural value of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency. This study uses a qualitative descriptive method, the source of data in this study is the main data source in this study is an informant who knows correctly about the story of the origin of the names of villages in Ngimbang District, Lamongan Regency. This research data is describing the structure, functions and cultural values ??in the story of the origin of the name of the village in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency. The object of this study covers the story of the origin of the names of villages in Ngimbang District, Lamongan Regency. Data collection techniques in this study used observation techniques, interview techniques, recording techniques, recording techniques and documentation techniques. The results of this study can be concluded the one, that based on the narrative structure Ala Maranda, the structure of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency has a progressive flow because of its sequential story. All selected stories have fulfilled the structure. The selection is in terms of functions, the same as in the structure analysis. The chosen oral literature has fulfilled all the functions of Bascom, namely as entertainment, as a means of ratifying cultural institutions and institutions, as an educational medium, and as a means of enforcing and supervising the norms of society will always be obeyed by its collective members. Cultural values ??that exist in oral literature in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency all meet the cultural values ??of Lantini, namely didactic values, heroic values, ethical values, and religious values. Keywords : structure, functions and cultural values.
RELIGIOSITAS DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) HALIMAH, NUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan aspek religiositas Mangunwijaya dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Hal ini melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) aspek Iman dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy, (2) aspek Islam dalam Novel Bidadari Bermata Bening,(3) aspek Akhlak dalam Novel Bidadari Bermata Bening, dan (4) aspek Muamalah dalam Novel Bidadari Bermata Bening. Jenis penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sedangkan data berupa kalimat, paragraf, ataupun dialog yang menunjukkan aspek religiositas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka atau dokumen, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aspek Iman merupakan kepercayaan seseorang diucapkan dengan lisan, ditasdidkan dalam hati, dan diamalkan dalam perbuatan, (2) Aspek Islam mengandung makna yang luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Islam dalam arti konsep merupakan agama yang bersifat ketuhanan, yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW, (3) Aspek Akhlak dipengaruhi dengan berbagai sikap karakter dalam tokoh novel, (4) Aspek Muamalah dipengaruhi dengan urusan duniawi baik yang terkait dengan kepentingan diri sendiri maupun tekait dengan kepentingan masyarakat.
KARAKTER ANAK MELALUI TINDAK TUTUR DALAM NOVEL KARYA ANAK: HARI-HARI DI RAINNESTHOOD KARYA SRI IZZATI DAN ELLINA SCHOOL KARYA ANETTA TIZIANKA WIBOWO SEPTIYANI JAYANTI, DEA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Karakter anak merupakan hal utama yang perlu diperhatikan oleh orang tua untuk mengembangkan karakter anak ke arah yang baik, karena karakter anak sangatlah penting dalam membentuk pribadi yang utuh dan dewasa. Karakter dapat dijadikan penyeimbang bagi perkembangan emosional dan spritual anak kedepannya dalam sikap yang ditampilkan pada kehidupan sehari-hari. Dalam memperoleh perwujudan karakter, makan terjadilah tindak tutur. Tindak tutur merupakan salah satu kajian teori dalam bidang ilmu pragmatik. Tindak tutur merupakan ucapan ujaran-ujaran terhadap lawan tutur atau mitra tutur. Tindak tutur bukan saja ujaran-ujaran yang diucapkan, akan tetapi berfungsi untuk melakukan sesuatu terhadap lawan tutur. Tindak tutur terbagi menjadi tiga jenis, yaitu tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak lokusi merupakan tindakan melalui tuturan berupa ungkapan linguistik. Kemudian adanya tindak ilokusi, tindak ilokusi berfungsi untuk melakukan tindakan melalui tuturan dengan tujuan tertentu terhadap mitra tutur. Tindak perlokusi adalah tuturan yang bergantung pada tindakan yang dilakukan oleh penutur yang menimbulkan akibat kepada lawan tutur melalui tuturannya. Penelitian ini menganalisis tindak tutur dalam novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School, berupa bentuk tindak tutur yang dapat menjadikan perwujudan karakter anak. Berbagai macam karakter yang akan diperoleh dari novel anak tersebut malalui tindak tutur. Sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan perwujudan karakter anak dalam novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena memperoleh data berupa teks tertulis. Sumber data pada penelitian ini adalah novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak baca dan teknik catat. Metode analasis data yang digunakan adalah metode padan ortografis dengan teknik analisis hubung banding pemerbedaan (HBB). Sesuai dengan rumusan masalah, hasil analisis data dalam penelitian ini yaitu karakter anak dalam bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, jenis tindak ilokusi. Bentuk tindak tutur lokusi berfungsi menyampaikan makna tuturan linguistik penutur tanpa adanya keinginan respon dari mitra tutur. Kemudian ilokusi berfungsi sebagai tindak tutur yang selanjutnya mendapatkan respon dari mitra tutur berupa tindakan secara lisan maupun tindakan langsung. Selanjutnya, respon dari mitra tutur yang disampaikan penutur dalam bentuk ilokusi adalah tindak tutur perlokusi. Dalam tindak tutur tersebut terjadilah perwujudan karakter anak yang didukung dari tindak tutur antara penutur dan mitra tutur.
PERBEDAAN TIPE KEPRIBADIAN TOKOH YASMIN DAN MAYA DALAM NOVEL MAYA KARYA AYU UTAMI (KAJIAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN: CARL GUSTAV JUNG) AINI, RIDAUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan tipe kepribadian pada tokoh Yasmin dan Maya dalam novel Maya karya Ayu Utami. Tokoh Yasmin merupakan bentuk ekstraversi dari novel Maya. Kemunculan Yasmin yang sering bersamaan dengan sikap Yasmin yang lebih banyak berhadapan dengan dunia di luar dirinya. Tokoh Yasmin memiliki peran memperlihatkan hal-hal yang berada di luar dirinya dan yang ada di luar dari lingkungan padepokan Suhubudi. Sedangkan Tokoh Maya merupakan bentuk dari sikap introversi pada novel Maya. Tokoh Maya berperan dalam memusatkan pada kondisi di dalam dirinya dan lingkungannya saja. Pusatnya diri tokoh Maya dan lingkungan pada novel Maya adalah di padepokan Suhubudi. Tokoh Maya yang lebih tertutup pada dunia luar, bertugas memperlihatkan hal-hal di dalam lingkungan yang tidak akan mampu dilakukan oleh tokoh Yasmin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dan riset kepustakaan, yaitu dengan membaca teks atau literatur yang menjadi sumber penelitian dan yang berkaitan dengan data penelitian. Teknik catat dilakukan dengan memberikan tanda berupa tulisan atau garis pada teks novel Maya karya Ayu Utami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, (1) tipe kepribadian ekstraversi pada tokoh Yasmin adalah tipe ekstraversi?pikiran, tipe ekstraversi?perasaan, tipe ekstraversi?pengindraan, dan tipe ekstraversi?intuisi, (2) tipe kepribadian ekstraversi pada tokoh Maya adalah tipe ekstraversi?pikiran, ekstraversi?perasaan, dan tipe ekstraversi?pengindraan, (3) tipe kepribadian introversi pada tokoh Yasmin adalah tipe introversi?pikiran, tipe kepribadian introversi?perasaan, dan tipe introversi?pengindraan, (4) Tipe kepribadian introversi pada tokoh Maya adalah tipe introversi?pikiran, tipe kepribadian introversi?perasaan, tipe introversi?pengindraan, dan tipe introversi intuisi, (5) tokoh Yasmin dan Maya memiliki tujuh tipe kepribadian yang menunjukkan bahwa antara tipe ekstraversi dan introversi mereka tidak seimbang. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan bahwa tokoh Yasmin dan Maya belum dapat mencapai individuasi atau realisasi diri.
PERBANDINGAN EKRANISASI NOVEL "MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA MIRA W." KE DALAM FILM "ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT" KARYA SOPHAN SOPHIAN DENGAN FILM "ARINI" KARYA ISMAIL BASBETH DWI IMKUSTI, DIANA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbandingan proses ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dari satu novel ke dalam versi film yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan objektif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan dan simak catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif dan metode hermeutika. Sementara itu, teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori struktur naratif Seymour Chatman guna menganalisis kernels dan satellite yang membangun cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Sophan Sophian (1987) memiliki 77 kernels, sementara film Arini (2018) karya Ismail Basbeth memiliki 64 kernels. Meski diadaptasi dari satu novel yang sama, dua film tersebut mengalami proses ekranisasi yang berbeda. Film Arini (2018) mengalami lebih banyak penciutan disebabkan durasi yang terbatas dan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat ditayangkan untuk masa sekarang, sementara film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987) mengalami perubahan variasi pada peristiwa kebersamaan Nick dan Arini disebabkan adanya perbedaan latar cerita.Kata kunci : Ekranisasi, Novel, Film, Seymour Chatman
MORFOSEMANTIK RAGAM KASAR BAHASA INDONESIA DALAM KBBI DARING EDISI V ROCHMAH, FATAKHUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kosakata bahasa Indonesia terdiri atas berbagai ragam bahasa, salah satunya yaitu ragam kasar. Ragam kasar merupakan variasi berbahasa yang digunakan pada situasi tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal. Ragam kasar bahasa Indonesia terdiri atas bentuk dasar dan bentuk turunan. Kosakata ragam kasar bahasa Indonesia, tidak terlepas dari proses morfologi sehingga mengakibatkan adanya perubahan makna. Proses pembentukan kata sehingga mengakibatkan perubahan makna pada ragam kasar bahasa Indonesia inilah yang disebut dengan morfosemantik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan morfosemantik pada bentuk dasar ragam kasar bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan morfosemantik pada bentuk turunan ragam kasar bahasa Indonesia (3) mendeskripsikan afiks-afiks yang dapat melekat pada kata dasar ragam kasar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data KBBI edisi ke-V yang diakses dalam jaringan. Data penelitian ini berupa kosakata ragam kasar dalam KBBI daring edisi ke-V. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan simak, dengan teknik sadap dan catat. Metode analisis data menggunakan padan intralingual, dengan teknik analisis data hukum banding menyamakan dan membedakan. Instrumen analisis data yang digunakan adalah tabulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) morfosemantik pada ragam kasar bentuk dasar mengalami perubahan makna secara nonlinguistik, yaitu disebabkan faktor perkembangan sosial dan budaya, perbedaan bidang pemakaian, perbedaan tanggapan, dan asosiasi sehingga muncul polisemi; (2) morfosemantik bentuk turunan ragam kasar bahasa Indonesia dihasilkan berdasarkan tiga proses morfologi yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Afiksasi terjadi dengan penambahan prefiks, sufiks, konfiks. Reduplikasi terjadi dengan pengulangan dasar berafiks. Komposisi dalam ragam kasar yaitu komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, komposisi nominal bermakna idiomatik penuh, dan komposisi nominal bermakna idiomatik sebagian; (3) Afiks-afiks yang dapat melekat pada bentuk dasar ragam kasar bahasa Indonesia adalah ber-, ter-, ke-, meng-, pe-, se-, per-, di-, -i, -nya-, -an, -kan, me-i, me-kan, ke-an, memper-kan, ber-an, pe-an. Sedangkan afiks yang dominan adalah ber- dan ter-. Berdasarkan uji coba melekatkan afiks pada bentuk dasar, diperoleh beberapa kemungkinan yaitu beberapa kata yang mengalami afiksasi sudah muncul dalam masyarakat namun belum terdaftar di KBBI; beberapabentuk turunana sudah terdaftar di KBBI; beberapa bentuk turunan belum ada dalam masyarakat namun bisa jadi akan terdaftar di KBBI. Kata Kunci: morfosemantik, ragam kasar, bentuk dasar, bentuk turunan
PENCAPAIAN KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI TOKOH PERETAS GUGUS ASKO DALAM NOVEL HEKSALOGI SUPERNOVA KARYA DEE LESTARI (KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIKABRAHAM MASLOW) NUR YULIANA, EKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pencapaian kebutuhan aktualisasi diri dan karakteristik aktualisasi diri Tokoh Peretas Gugus Asko dalam Novel Heksalogi Supernova karya Dee Lestari. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra tekstual . Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tokoh Gio menjadi pendiri kantor ekspedisi, dan menjadi Peretas Kunci yang mengandung Peretas Puncak. Tokoh Bodhi menjadi seniman tato dan menjadi Peretas Kisi yang melihat 3 jalur, Infiltan Sarvara, dan Peretas. Tokoh Elektra menjadi penyembuh dan menjadi Peretas Memori yang mampu mendeskripsi memori yang telah hilang. Tokoh Toni menjadi pemilik warnet, pendiri komunitas mengenai cyber, dan menjadi Peretas Memori yang menggantikan Alfa sebagai pemimpin Gugus Asko. Tokoh Zarah menjadi fotografer wildlife dan menjadi Peretas Portal yang menjaga agar Peretas Puncak dapat turun dalam dirinya sesuai Hari Terobosan. Tokoh Alfa menjadi pegawai di Wall Street, menjadi Peretas Mimpi dan pemimpin Gugus Asko yang mengorbankan dirinya agar misi gugus dapat tercapai. Karakteristik aktualisasi diri Tokoh Peretas juga berbeda-beda. Tokoh Gio memiliki 7 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang cukup dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Bodhi memiliki 12 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang sangat baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Elektra memiliki 10 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Toni memiliki 9 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Zarah memiliki 10 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Alfa memiliki 6 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang cukup dalam mengaktualisasikan diri. Kata kunci : wujud pencapaian kebutuhan aktualisasi diri, karakteristik aktualisasi diri, Tokoh Peretas Gugus Asko, Novel Heksalogi Supernova, psikologi humanistik Abraham Maslow.
TUTURAN NONLITERAL SEBAGAI PEMBENTUK HUMOR DALAM ACARA TELEVISI WAKTU INDONESIA BERCANDA DIO WARDANU, ALVIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Humor merupakan hiburan bagi banyak orang. Beberapa stasiun televisi selalu memiliki acara yang menyuguhkan humor bagi pemirsa layar kaca. Sebut saja Pesbukers di ANTV, Opera Van Java di Trans 7, dan Waktu Indonesia Bercanda di NET.TV. Namun, kebanyakan humor yang berkembang di Indonesia identik dengan unsur rasis, sarkas, dan mengolok orang lain maupun diri sendiri. Fenomena pembentukan humor pada acara televisi WIB menarik untuk dikaji. Waktu Indonesia Bercanda memiliki ciri khas tersendiri dalam pembentukan humor yang dilakukan oleh Cak Lontong. Acara televisi Waktu Indonesia Bercanda lebih menekankan pada tuturan nonliteral untuk menciptakan humor. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti (a) bagaimna tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor yang ada dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda?, (b) bagaimanakah pengubahan tuturan literal menjadi tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda?. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor, dan pengubahan tuturan literal menjadi tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda NET.TV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data naskah video tayangan Waktu Indonesia Bercanda yang diunggah pada akun youtube NET.TV. Data penelitian ini adalah tuturan literal dan tuturan nonliteral yang dituturkan Cak Lontong dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda NET.TV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama merupakan bentuk pertanyaan. Kedua adalah bentuk perintah. Tuturan nonliteral berbentuk perintah. Ketiga adalah bentuk melengkapi kalimat. Tuturan nonliteral berbentuk melengkapi kalimat
PEMETAAN AFIKSASI BUKU JUARA JURNAL BAHASA INDONESIA MAHASISWA BIPA 2016/2017 ORI RATNASARI, ABRIANI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis afiksasi, pengelompokan kelas kata yang mengalami afiksasi dan kelas bentuk dasar sebelum mengalami afiksasi yang ada dalam buku kumpulan juara jurnal bahasa Indonesia Mahasiswa BIPA 2016-2017. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah (1) pengumpulan karangan, pembacaan karangan, penandaan dengan menggarisbawahi, pengklasifikasian dengan tabel, pembuatan diagram. Data penelitian ini diambil dari Jurnal Bahasa Indonesia Mahasiswa Darmasiswa tahun 2016/2017. Data yang diambil berupa kata yang diidentifikasi sebagai hasil afiksasi atau yang memiliki afiks. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Darmasiswa. Objek Penelitian adalah karangan mahasiswa Darmasiswa yang terkumpul dalam buku juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017.Dari 22 karangan mahasiswa asing (68.175 kata) ditemukan 1097 kata yang mengalami afiksasi. Dari 1097 kata terdapat 503 Prefiks, 74 sufiks dan 520 konfiks. Tidak ditemukan adanya infiks Afiks yang ditemukan meliputi (1)prefiks yaitu me-, ber, ter-, pe-, se- , (2)sufiks yaitu ?an , -kan dan (3) konfiks yaitu pe-an, me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks ditemukan pada kelas kata verba, nomina, adjektiva, adverbia,dan numeralia. Kata Kunci: afiksasi, afiks, kelas kata, mahasiswa darmasiswa (BIPA) Abstract This thesis aims to describe the type of affixation, classifying word classes that experience affixation and word classes of basic word before has affix in the book of champions ofIndonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The approach used is qualitative approach. Data collection procedures in this study are (1) the collection of essays, reading essays, marking by underlining, classification with tables, and making diagrams. The data of this study were taken from the 2016/2017 Indonesian language journal of Darmasiswa students 2016/2017. Data can be taken in the form of words identified as the result of affixation or those that have affixes. The source of this research data is a book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The research subjectis Darmasiswa students. The object of this research is the essays of Darmasiswa students which is collected in the book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. From 22 essays of foreign students (63,175 words) found 1097 words that has affix. From 1097 words there are 503 prefixes, 74 suffixes and 520 confixes. No infix was found. Affixes that found are (1) prefixes such as me-, ber, ter-,pe-, se-. (2)suffixes such as -an , -kan and (3) confixes yaitu pe-an? me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks can be found in word classes such as verbs , noun, adjectives, adverbia,dan numeralia. Keywords: affixation, affixes, word class, darmasiswa students (BIPA).
POSTKOLONIALISME DALAM NOVEL PANGGIL AKU KARTINI SAJA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER NIMASARI, RIKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk pandangan bangsa penjajah Belanda terhadap bangsa terjajah Hindia, serta mendeskripsikan bentuk penindasan yang dilakukan oleh bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah, dan bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Kartini terhadap bangsa penjajah. Ketiga aspek ini dideskripsikan untuk menganalisis Novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan teori postkolonialisme. Penelitian ini menggunakan penelitian historis dalam menganalisis dengan sumber data novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat maupun paragraf yang menampilkan bentuk postkolonialisme. Penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan catat dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan teori postkolonialisme dengan menggunakan konsep pandangan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajajh, bentuk penindasan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah dan bentuk perlawanan Kartini terhadap bangsa penjajah. Bentuk pandangan bangsa penjajah Belanda terhadap kaum terjajah Hindia yang meliputi anggapan merendahkan kaum pribumi jika dilihat dari sudut pandang orientalisme bangsa Barat. Bentuk penindasan ini diklasifikasikan penindasan fisik dan mental. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Kartini terhadap kaum penjajah dengan mengubah pola pikir dan kehidupan rakyatnya yang mencontoh bangsa penjajah dengan bentuk hibriditas, diaspora, mimikri dan ambivalensi. Kata kunci: Postkolonialisme, Bentuk Pandangan, Bentuk Penindasan, Bentuk Perlawanan