cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
TINDAKAN SOSIAL DALAM NOVEL YASMIN KARYA DIYANA MILLAH ISLAMI (TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER) GHOFUR, ABDUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beragamnya keinginan individu akan menyebabkan sebuah hubungan terjadinya interaksi antar manusia untuk menciptakan pola perilaku yang beraneka ragam, masing-masing masyarakat memiliki cara sosial yang berbeda-beda akan tetapi memiliki tujuan hidup bersama dengan bentuk budaya yang mampu menyatukan identitas masyarakat. Tindakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok sebagai bentuk interaksi kebiasaan sehari-hari dalam lingkungan. Rasional menunjukkan bahwa tindakan masyarakat mengarah pada tujuan absolut, memotivasi dan bersifat khas yang berkaitan dengan unsur lokal yang terjadi pada masyarakat dengan memegang teguh kepercayaan suatu kelompok dan menjadi nilai tersendiri bagi individu yang menjalani sistem sosial masyarakat. Irasional menunjukkan sistem budaya, perilaku sosial akan semata-mata dikaitkan pada kepentingan ekonomi untuk menjaga arus pengembangan perilaku harus berdasar nilai. Masyarakat dikatakan irasional apabila di dalam suatu interaksi masyarakat sosial yang baik dan para warganya bertindak secara baik sesuai dengan norma yang berlaku. Pemahaman dalam pendekatan sosiologis sebagaimana cenderung di tekankan adalah salah satu tipe sosiologi sebagai interpretatif atau pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data karya sastra novel yang berjudul Yasmin Karya Diyana Millah Slami. Data penelitian ini adalah unit teks yang merupakan bukti tindakan sosial dalam novel Yasmin Karya Diyana Millah Islami. Teknik pengumpulan data ini menggunakan tiga teknik atau tahapan membaca, mencatat, dan mengelompokkan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis hermeneutika dengan cara menafsirkan atau menginterpretasikan data menjadi makna untuk memperoleh kejelasan, ketepatan dan isi dari objek penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama tindakan instrumental nilai suatu tindakan dimaksudkan secara sadar untuk mencapai tujuan tertentu dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya tujuan, aspek yang mendukung data tindakan instrumental nilai yakni mempelajari kesenian mamacah. Kedua tindakan rasional nilai suatu tindakan yang mutlak dan sudah ada, aspek yang mendukung data tindakan rasional nilai yakni aktifitas dan belajar di pesantren, tanggung jawab dan saling menghormati. Ketiga tindakan tradisional aktifitas individu atau kelompok melakukan tradisi yang sudah diajarkan oleh orang terdahulunya, aspek yang mendukung data tindakan tradisional yakni kebiasaan atau tradisi masyarakat. Keempat tindakan afektif mengutamakan pertimbangan dasar perasaan (afeksi) yang mengontrol diri baik perasaan marah, sedih, senang, kasih sayang, aspek yang mendukung tindakan afketif yakni perilaku patuh, perilaku kasih sayang, perilaku takut, perilaku marah. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Rasional, Irasional.
RESISTENSI PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERITA TANDAK KARYA ROYYAN JULIAN (TEORI RESISTENSI-JAMES C. SCOTT) ZUNI SUSILOWATI, ENIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resistensi yang dilakukan oleh seorang perempuan kepada orang lain yang ditunjukkan melalui bentuk resistensi terbuka dan resistensi tertutup dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hermeneutika dan deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif adalah pendekatan yang menmpatkan karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, otonom, dan punya dunia sendiri. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk resistensi dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian yaitu resistensi terbuka dan resistensi tertutup. 1) Resistensi terbuka dilakukan oleh beberapa tokoh perempuan dalam setiap judul cerita dalam kumpulan cerita Tandak ditunjukkan dalam bentuk pemberontakan, sanggahan, kemarahan yang ditampakkan dengan menggunakan nada tinggi dan ditunjukkan melalui ekspresi wajah, bahkan resistensi terbuka juga ditunjukkan dengan cara bunuh diri yang bertujuan untuk balas dendam dan agar tidak ada yang memilikinya. Hal tersebut dilakukan oleh tokoh perempuan yang merasa dirinya mendapat perlakuan yang kurang baik dari orang lain, atau mereka tidak mendapat keadilan sehingga mereka perlu melakukan resistensi untuk membela diri dan mendapatkan hak atau keadilan. 2) Resistensi Tertutup dilakukan oleh beberapa tokoh perempuan dalam setiap judul cerita dalam kumpulan cerita Tandak ditunjukkan dalam bentuk umpatan dalam hati yang tidak ditunjukkan atau diketahui orang lain, penolakan yang ditunjukkan melalui tingkah laku yang kurang baik, tangisan yang tidak ditunjukkan kepada orang lain, bahkan resistensi tertutup juga dilakukan dengan cara perencanaan balas dendam dengan cara yang licik. Kata Kunci : Resistensi, Bentuk Resistensi, Kumpulan Cerita Tandak
JOKES (SET UP DAN PUNCHLINE) DALAM WACANA HUMOR KOMIKA POPON KEROK ACARA STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI) 8 DI KOMPAS TV NURO UQTURA, AYU
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai jokes (set up dan punchline) dalam wacana humor komika Popon Kerok acara stand up comedy Indonesi (SUCI) 8 di kompas tv untuk mendeskripsikan bentuk permianan kebahasaan, fungsi jokes dalam wacana humor, dan konteks jokes dalam wacana humor acara stand up comedy Indonesi (SUCI) 8 di kompas tv. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif. Subjek penelitian ini berupa jokes (set up dan punchline) komika Popon Kerok dalam acara stand up comedy Indonesi 8. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini adalah padan dengan teknik deskriptif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap. Proses analisis data dilakukan beberapa tahan yaitu tahap transkripsi, klasifikasi, pengodean, penganalisisan data, dan penyimpulan data. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan, ditemukan 9 bentuk permainan bahasa dalam jokes (set up dan punchline) Popon Kerok dalam acara stand up comedy Indoensia 8 yaitu: repetisi 17 jokes, inversi 1 jokes, homonimi kata biasa 2 jokes, metafora artifisial 2 data, substitusi frasa 3 data, substitusi nomina 1, Sexual Allusion 1 data, misunderstanding 2 jokes, dan satir 6 jokes. Kemudian ditemukan 4 fungsi jokes dalam wacana humor yaitu: fungsi hiburan ada 25 data jokes, protes sosial 4 jokes, memperbaiki akhlak dan moral 5 jokes, dan pendidikan 1 jokes. Konteks sosial ditemukan 4 konteks: konteks ekonomi 7 jokes, konteks politik 3, konteks kemasyarakatan 5 jokes, dan konteks hukum 5 jokes
TINDAK TUTUR HOST AIMAN TERHADAP NARASUMBER DALAM WAWANCARA LANGSUNG DI PROGRAM AIMAN KOMPAS TV MEYLINDA, HESTIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang terjadi antara host dan bintang tamu dalam program acara televisi yang menyajikan informasi berupa berita-berita yang sedang viral atau marak diperbincangkan mengandung berbagai bentuk tindak tutur. Hal tersebut juga terdapat dalam kegiatan wawancara langsung yang dilakukan oleh host bernama Aiman Witjaksono di program AIMAN Kompas TV. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tiga bentuk tindak tutur yakni tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan yang dituturkan oleh Host Aiman di program AIMAN Kompas TV. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yakni teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Sumber data pada penelitian ini adalah tayangan atau rekaman video dalam program AIMAN Kompas TV. Data dalam penelitian ini berupa tuturan host bernama Aiman dalam program AIMAN Kompas TV yang mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Pada tahap analisis data peneliti menggunkan teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga alur yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan data atau penyimpulan hasil analisis data. Ditemukan tiga bentuk tindak tutur sebagai hasil penelitian ini yakni tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi yang dituturkan host Aiman terhadap narasumber hanya bermaksud untuk memberikan informasi mengenai berita-berita yang sedang hangat diperbincangkan. Berita-berita tersebut disampaikan Aiman berdasarkan fakta dengan tujuan untuk menambah informasi agar narasumber dapat memberikan penjelasan yang diinginkan oleh Aiman. Tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam tuturan host Aiman terhadap narasumber yakni tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Dalam tindak tutur ilokusi asertif yang disampaikan oleh host Aiman yakni informasi-informasi fakta yang didapatkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Aiman. Selain itu, tuturan yang disampaikan juga bermaksud untuk meminta lawan tutur melakukan suatu tindakan seperti menjelaskan, menjawab, dan sebagainya. Dalam tindak tutur ilokusi direktif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk meminta, memesan, dan menyarankan. Dalam tindak tutur ilokusi komisif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk memanjatkan doa dan menjanjikan. Dalam tindak tutur ilokusi ekspresif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk mengekspresikan rasa kegembiraan, ketakutan, keprihatinan, dan ucapan rasa terima kasih. Tindak tutur perlokusi yang dituturkan host Aiman terhadap narasumber memiliki efek atau daya pengaruh kepada lawan tutur untuk melakukan suatu tindakan. Ditemukan lima verba yang termasuk dalam tindak tutur perlokusi yakni verba meyakinkan, membuat jengkel, mengintimidasi, menganjurkan, dan menuduh. Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi.
BAHASA HUMOR DALAM TUTURAN KETUT YOGA YUDISTIRA PENGISI SUARA CHANNEL YOUTUBE KOK BISA ISMI AISYAH, ZAHRANI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Humor dapat dijumpai dimana-mana. Tidak hanya dapat dibaca dari buku kumpulan lelucon saja, sekarang humor sudah tersebar luas di berbagai media massa, mulai media massa elektronik seperti televisi, radio, dan lain sebagainya. Humor juga dapat ditemukan dalam media massa online. Media massa online yang ditemukan saat ini sudah beragam , salah satunya adalah Yiutbe. Dalam proses pembuatan konten yang ada dalam Youtube, tak luput dari peran pembuat konten. Ketut Yoga Yudistira, seorang pria kelahiran Bali yang menjadi pusat dari konten Youtube yang dinaungi channel Kok Bisa? Dalam mengisi suara video Youtubenya Ketut Yoga juga menyelipkan humor yang tidak terduga. Diksi yang digunakan juga tak terlihat lucu, namun saat dibawakan oleh Ketut Yoga mampu menimbulkan gelak tawa. Beragamnya bahasa humor yang digunakan dalam tuturan Ketut Yoga dalam video channel Youtube KOK BISA? tersebut merupakan hal menarik untuk diteliti dan dideskripsikan. Penelitian bahasa humor dalam tuturan Ketut Yoga Yudistira menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi yang didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti yang rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan rumit. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Teknik analisis isi adalah teknik yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan sesuai dengan rumusan masalah yang diambil. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bentuk humor yang dikemukakan oleh Menurut Yunus dalam (Mulyani, 2005: 5 dan Palupi, 2014: 8) dan teori fungsi yang dikemukakan oleh Sujoko (dalam Rahmanadji, 2007: 217) memandang humor dapat berfungsi untuk: (1) melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan atau pesan; (2) menyadarkan orang bahwa dirinya tidak selalu benar; (3) mengajar orang melihat persoalan dari berbagai sudut; (4) menghibur; (5) melancarkan pikiran; (6) membuat orang mentoleransi sesuatu; (7) membuat orang memahami soal pelik. Dari penelitian ini ditemukan Bentuk humor yang ditemukan meliputi bentuk 1) humor sebaris, 2) humor dua baris, 3) humor kalimat topik, 4) humor salah ucap, 5) humor permainan kata, 6) humor interupsi dan 7) humor pematah. Bentuk humor yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah humor dialog, humor surat dan humor salah intonasi. Bentuk humor yang dominan dalam penelitian ini adalah bantuk humor sebaris. Fungsi humor yang ditemukan meliputi fungsi 1) melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan/pesan, 2) menyadarkan orang bahwa d irinya tidak selalu benar, 3) mengajar orang melihat persoalan dari berbagai sudut, 4) menghibur, 5) melancarkan pikiran dan 6) membuat orang memahami soal pelik. Fungsi humor yang dominan ditemukan adalah fungsi menghibur sebanyak 43 data, karena humor pada hakikatnya berfungsi untuk menghibur orang. Fungsi humor yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah fungsi membuat orang mentoleransi sesuatu. Kata Kunci: bahasa humor, tuturan Ketut Yoga Yudistira, channel youtube Kok Bisa .
KEKERASAN VERBAL DALAM TUTURAN ANAK USIA TUJUH TAHUN (STUDI KASUS ZAKY DAN BIYAN) PUSPITA SARI, SINTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tuturan merupakan ujaran yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur dengan menggunakan bahasa sebagai bentuk informasi yang ingin disampaikan. Beberapa hal yang terkait dengan tuturan, mengalami perbedaan yang signifikan antara penutur satu dengan penutur yang lain, baik dari segi bentuk, cara, dan atau maksud yang disampaikan. Telah diketahui, anak-anak mengalami perkembangan yang cukup mengkhawatirkan, dikatakan mengkhawatirkan karena anak-anak mudah meniru apa yang telah didengar atau yang telah diamati. Baik tindakan maupun tuturan, anak-anak seringkali mengujarkan dan melakukan apa yang sering diamati. Sehingga tuturan yang mengandung makian juga seringkali menjadi persoalan yang mengkhawatirkan karena salah satu faktor yang menyebabkan anak menuturkan kalimat kekerasan verbal adalah akibat tindakan meniru dari lingkungan. Makian atau kekerasan verbal merupakan salah satu bentuk tuturan yang termasuk ke dalam tuturan yang kasar. Kata, frasa, dan klausa yang termasuk ke dalam kekerasan verbal merupakan bentuk tuturan yang tergolong bermakna umpatan ketika dituturkan. Berbagai hal yang melatar belakangi penuturan ujaran kekerasan verbal tersebut, menjadi persoalan yang perlu dipahami, sehingga dapat diminimalisir atau bahkan dicegah. Dampak yang terjadi akibat penerimaan kekerasan verbal oleh penutur seringkali menjadi bahan perbincangan, selain dapat menimbulkan keterganggunya mental mitra tutur, kekerasan verbal yang dituturkan oleh penutur juga dapat memicu tindakan peniruan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, tuturan makian atau kekerasan verbal semakin meluas dan menimbulkan efek yang negatif. Penelitian yang mengkaji kekerasan verbal anak usia tujuh tahun menggunakan metode kualitatif yang proses pengumpulan data dan penganalisisan tidak melalui prosedur statistika melainkan melalui analisis tuturan yang ditulis dalam bentuk kalimat. Penganalisisan yang dilakukan ialah bentuk tuturan yang mengandung makian atau kekerasan verbal yang dituturan oleh penutur kepada mitra tutur. Selain bentuk, makna di dalam tuturan juga dianalisis berdasarkan dua jenis makna yaitu makna leksikal dan juga makna kontekstual. Faktor yang mempengaruhi kekerasan verbal juga dikaji secara rinci, melalui hasil pengamatan secara langsung dan juga melaluii kegiatan wawancara bersama pihak yang dianggap mengetahui secara lebih rinci. Kata Kunci: Kekerasan verbal, Tuturan, , Leksikal, dan Kontekstual
DIKSI DAN GAYA BAHASA PEMBAWA BERITA REDAKSIANA TRANS7 DESTRIA PERMATASARI, HENDRYTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebuah informasi yang dapat diperoleh oleh masyarakat dapat dalam bentuk sebuah berita. Berita yang disajikan dapat melalui surat kabar, radio, televisi, maupun media online. Berita merupakan sebuah informasi tentang suatu kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi dan terbaru yang masih hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Pada penelitian ini peneliti lebih memilih menggunakan media informasi, yakni televisi yang mampu menghadirkan berita-berita terupdate dengan cepat dan yang tidak hanya mengahadirkan suara, tetapi juga menghadirkan video cuplikan pendek atau ilustrasi dari sebuah peristiwa yang sedang dibicarakan saat itu. Serta adanya musik sebagai hiburan yang lirik lagunya disesuaikan dengan berita yang sedang dibawakan guna mendukung informasi isi berita yang terkait tersebut. Sehingga peneliti memilih berita Redaksiana Trans7 sebagai objek penelitian yang digunakan. Berita Redaksianan ini mengandung sindiran yang membangun kepada masyarakat dari peristiwa-peristiwa yang disajikan tersebut. Hal tersebut menarik perhatian peneliti untuk mengkaji lebih lanjut dalam penggunaan diksi dan gaya bahasa yang dituturkan pembawa berita dalam acara Redaksiana Trans7 yang unik dan menarik kerena memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap pembawaan beritanya. Dengan mengetahui tentang diksi dan gaya bahasa maka setiap orang dapat untuk memahami makna yang disampaikan dari setiap berita yang disajikan tersebut dengan mudah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Gorys Keraf tentang diksi dan gaya bahasa menyangkut sebuah makna bahasa. Serta teori Abdul Chaer tentang fungsi bahasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif berupa kata-kata atau kalimat yang terdapat dalam penyampaian berita oleh pembawa berita Redaksiana Trans7. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini berupa bentuk diksi yang dominan ditemukan dalam 10 berita Redaksiana adalah bentuk diksi umum. Untuk gaya bahasa yang sering digunakan adalah gaya bahasa retoris jenis gaya bahasa Erotesis dan gaya bahasa kiasan yang sering digunakan oleh pembawa berita Redaksiana Trans7 adalah gaya bahasa simile. Sedangkan untuk fungsi bahasanya yang dominan ditemukan adalah fungsi segi topik ujaran. Kata Kunci: Berita, Diksi, Gaya Bahasa, dan Fungsi Bahasa
IMPLIKATUR DALAM AKUN MEME POLITIK INDONESIA Fahmi Rosyidul Haq, Ahmad
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengaji tentang implikatur dalam meme pada akun @memepolitikindonesia di instagram. Rumusan masalah pada penelitian adalah jenis implikatur meme dan fungsi meme. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut adalah teori implikatur dari Stephen C. Levinson dan teori fungsi bahasa dari Jakobson. Sumber data dalam penelitian ini terdapat sebanyak 44 meme dari akun @memepolitikindonesia. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak dengan teknik simak bebas libat cakap, catat, dan teknik dokumentasi. Metode dan teknik yang digunakan dalam tahap analisis data adalah metode padan dan teknik Hubung Banding Menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Tuturan dalam meme ditemukan dalam dua jenis, yaitu tuturan meme yang berjenis implikatur umum dan tuturan meme yang berjenis implikatur khusus. Tuturan yang berjenis implikatur khusus lebih banyak ditemukan daripada tuturan yang berjenis implikatur umum. Hal ini sesuai dengan hakikat meme itu sendiri yang untuk menyatakan maksud dari suatu tuturan lebih bersifat tersirat dengan disertai gambar. Fungsi meme ditemukan empat fungsi, yaitu fungsi emotif, fungsi konatif, fungsi representatif, dan fungsi puitik. Secara teoretis fungsi meme seharusnya memiliki enam fungsi, yaitu empat fungsi di atas ditambah fungsi patik dan fungsi metalingual. Fungsi meme yang tidak ditemukan adalah fungsi fatik dan fungsi metalingual. Hal ini dikarenakan fungsi fatik dan fungsi metalingual tidak dapat digunakan dalam meme. Kata kunci: meme, implikatur, fungsi bahasa AbstractThis study reviews the implicatures in memes on the @memepolitikindonesia account on Instagram. The formulation of the problem in the study is the type of meme implicature and meme function. The theory used to analyze the problem is the implicature theory of Stephen C. Levinson and the language function theory of Jakobson.The data sources in this study are 44 memes from the account @emepolitikindonesia. The methods and techniques of data collection used are refer to the proficient, note-taking and documentation techniques. The methods and techniques used in the data analysis stage are the matching method and the Appeal Connecting technique to equalize the main thing (HBSP). The results of this study are described as follows. Speeches in memes are found in two types, namely utterances of memes of the type of general implicature and utterances of memes of a special type of implicature. Speeches of a special type of implicature are more commonly found than speeches which are types of general implicatures. This is in accordance with the nature of the meme itself to express the intent of a speech more implied with a picture. The meme function is found in four functions, namely emotive function, conative function, representative function, and poetic function. Theoretically the meme function should have six functions, namely the four functions above plus the patik function and the metalingual function. The function of memes that are not found is fatigue and metalingual function. This is because the fatigue function and the metalingual function cannot be used in memes. Keywords : meme, implicature, language function
REGISTER PENGGUNA GAME ONLINE MOBILE LEGEND DI WARUNG KOPI DAERAH LIDAH WETAN SURABAYA KHOLIFAH MAY SARI, NURUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Register merupakan daftar bahasa, atau dapat diartikan sebagai rgam bahasa sosial yang digunakan oleh masyarakat tertentu. Dalam penelitian, register pemain game online mobile legend dibatasi pada ciri leksiko-gramatis, yaitu abreviasi, kata makian, kata serapan, kosa kata asing. Sehingga, penelitian ini mendeskripsikan (1) register abreviasi pemain game online mobile legend, (2) register kata makian pemain game online mobile legend, (3) register kata serapan dan kosa kata asing pemain game online mobile legend, dan (4) konteks pemakaian register pemain game online mobile legend. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena merupakan penelitian yang penyediaan datanya berhubungan dengan analisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak, teknik sadap dan rekam, dengan isntrumen human instrumen atau peneliti sendiri. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, teknik domain, dan isntruumen berupa tabel klasifikasi. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini ialah, terdapat abreviasi berbentuk singkatan, akronim, penggalan, dan kontraksi dalam register pemain game online mobile legend sebagai bentuk kebiasaan masyarakat menyukai bahasa yang lebih singkat. Terdapat kata makian berbentuk kata, frasa, dan klausa dalam register pemain game online mobile legend sebagai anggapan bahwa memaki merupakan simbol keakraban. Terdapat kata serapan utuh, sebagian, dan kosa kata asing dalam register pemain game online mobile legend, sebab pemain menirukan suara latar yang ada dalam aplikasi permainan. Terdapat 12 konteks pemakaian dalam register pemain game online mobile legend sesuai dengan leksikal pada saat seperti apa pemain mengucap kata tersebut. Kata Kunci :Register, abreviasi, kata makian, kata serapan, kosa kata asing, dan konteks pemakaian. Abstract Register are list of languages, or can be interpreted as social language codes used by certain societies. In research, the register of mobile legend players is limited to lexicogrammatic features, namely abreviation, invective words, absorption, words, foreign vocabulary. Thus, this study describes (1) abreviations register of mobile legend players, (2) invective words register of mobile legend players, (3) registering absorption words and foreign vocabulary of mobile legend online game players, and (4) usage context register of legendary online game players. This study uses a description qualitative method which provides data related to data analysis. The technique of collecting data is using listening method, tapping and recording techniques, with human instrumen , or the researcher themselves. The data analysis method used is descriptive qualitative, domain tecnique, and instrument in the from of a classification table. The result and discussion of this analysis are, there ar abreviations in the form of abreviations, acronyms, fragments, and contractions in the register of mobile legend players because our habits like shorter languages. There are invective word in the form of word, phrase, and clause in the register of mobile legend players because players assume that crusing is a familliarty. There are complete, partial, and foreign vocabulary absorption words in the mobile legend game palyer register, because player mimicing background sounds in the aplication of the game. There are tweleve contexts usage in the register of mobile legend player according to lexical at what time the player would say the word. Key words : Register, abreviations, invective words, absorption words, foreign vocabulary, and use context register.
CAMPUR KODE TUTURAN GURU-SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN SMAN 1 CERME GRESIK CHUSNUL CHOTIMAH, BINTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbriter digunakan suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Salah satu wujud nyata dari bahasa adalah serangkaian bunyi bermakna yang diucapkan oleh pemakai bahasa pada saat berbicara. Bahasa dalam bentuk ini dapat diamati dan dianalisis oleh pemakaiannya. Dalam setiap komunikasi interaksi, manusia saling menyampaikan informasi, baik berupa gagasan, maksud, pikiran, perasaan, maupun emosi secara langsung. Hubungannya dengan peristiwa tutur adalah berlangsungnya atau terjadinya interaksi dalam suatu ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak, yakni penutur dan mitra tutur dengan satu pokok tuturan dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu. Pemakaian dua bahasa atau lebih dengan variasi dalam bahasa yang dapat mencampurkan beberapa bahasa yang bertujuan untuk fungsi tertentu agar masyarakat memahami tuturan yang telah diucapkan oleh penutur dengan kesantaiannya disebut campur kode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tuturan guru-siswa dalam pembellajaran bahasa Mandarin. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap. Sementara itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik catat.