cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
PENGARUH METODE THINK PAIR SHARE (TPS)BERBANTUAN MEDIA ROULETTE KEBERUNTUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PESERTA DIDIK KELAS X DESAIN PEMODELAN INFORMASI DAN BANGUNAN SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO ARDIANUS LETTE, FIKRA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH METODE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA ROULETTE KEBERUNTUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PESERTA DIDIK KELAS X DESAIN PEMODELAN INFORMASI DAN BANGUNAN SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO Nama : FikraArdianusLette NIM : 15020074138 Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra.TrinilTuristiani, M. Pd.. Tahun : 2019 Pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMK dalam kurikulum 2013 revisi terbaru merupakan pembelajaran yang tidak terlepas dari menulis. Seperti halnya dalam kompetensi dasar Teks Negosiasi. Penerapan kegiatan Negosiasi ini tidak hanya berbentuk lisan tetapi juga berbentuk tulisan yaitu berupa teks negosiasi yang memudahkan seseorang dalam berinteraksi. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal tersebut, perlu adanya metode serta media yang tepat. Metode serta media tersebut adalah metode ThinkPairShare (TPS) berbantuan media Roulettekeberuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ThinkPairShare (TPS) berbantuan media roulette keberuntungan terhadap kemampuan menulis teks negosiasi peserta didik kelas X desain pemodelan informasi dan bangunan SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian True Experimental Design dengan model pretes-posttets group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X DPIB 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X DPIB 3 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan terhadap kemampuan menulis teks negosiasi berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan aktivitas pendidik kelas kontrol memerolehnilai 66% dan aktivitas peserta didik memerolehnilai 63%, sedangkan aktivitas pendidik kelas eksperimen memeroleh nilai 81% dan aktivitas peserta didik memerolehnilai 90%. Hasil belajar peserta didik menggunakan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai kelas eksperimen dari 37% ke 81% dengan selisih 44% lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dengan kenaikan rata-rata nilai 64% ke 80% dengan selisih 16%. Selain itu, hasil hitung t menunjukan bahwa thitunglebih besar dari ttabelyaitu (5,8 ? 2,26), dengan demikian hipotesis kerja diterima. Selajutnya hasil respon peserta didik yang baik terhadap penggunaan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan saat pembelajaran menulis teks negosiasi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan presentasi peserta didik yang menjawab ?Ya? sebanyak 97,17% dan yang menjawab ?Tidak? sebanyak 2,82%. Kata Kunci :Pengaruh Metode TPS, Media Roulette, Kemampuan Menulis Teks Negosiasi. ABSTRACT THE EFFECT OF THINK PAIR SHARE (TPS) METHOD ASSISTED FOR LUCK ROULETTE MEDIA ON WRITING ABILITY OF TEXT NEGOTIATION PARTICIPANTS IN CLASS X DESIGN MODELING OF INFORMATION AND BUILDING OF STATE 1ST VOCATIONAL SCHOOL IN MOJOKERTO CITY Name : Fikra Ardianus Lette NIM : 15020074138 Study Program : Indonesian Language and Literature Education Department : Indonesian Language and Literature Faculty of Language and Art Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Dra.Trinil Turistiani, M. Pd .. Year : 2019 Learning Indonesian language in class X Vocational School in the latest revised 2013 curriculum is learning that can not be separated from writing. As is the case with the Negotiating Text basic competencies. The implementation of Negotiation activities is not only in the form of oral but also in the form of writing, in the form of negotiating texts that make it easier for someone to interact. To improve the ability of students in this case, there needs to be appropriate methods and media. The method and media are the media-assisted Think Pair Share (TPS) method of luck Roulette. This study aims to determine the effect of the Think Pair Share (TPS) method assisted by roulettek Luck media on the ability to write negotiating texts in class X information and building modeling designs of SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. The type of research used in this study is experimental research with research design True Experimental Design with the pretest-posttets group model disgn. The sample of this study was class X DPIB 2 as the control class and class X DPIB 3 as the experimental class. Data collection techniques used in this study were observation, tests and questionnaires. The results of the study show that the use of the Think Pair Share (TPS) method assisted by Roulettes media luck on the ability to write negotiating texts goes well. This can be evidenced by the activity of the control class educator obtaining a value of 66% and the activity of students obtaining a value of 63%, while the activity of the experimental class educator obtained a value of 81% and the activity of students obtained a value of 90%. Learning outcomes of students using the Think Pair Share (TPS) method assisted by media luck Roulette experienced a significant increase compared to conventional methods. This can be evidenced by the increase in the average value of the experimental class from 37% to 81% with a difference of 44% higher than the control class using the conventional method with an increase in the average value of 64% to 80% with a difference of 16%. In addition, the result of t count shows that tcount is greater than t table, that is (5.8 26 2.26), thus the working hypothesis is accepted. Furthermore, the results of good student responses to the use of Think Pair Share (TPS) methods assisted by media Roulette luck when learning to write negotiating texts. This can be proven by the presentation of students who answered "Yes" as much as 97.17% and those who answered no as much as 2.82%. Keywords : Effect of TPS Method, Media Roulette, Ability to Write Negotiating Text.
REPRESENTASI PENGETAHUAN BAHARI DALAM NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAK KARYA DASAIRY ZULFA CLARA ROSA LINDA PUTRI, HERFINA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK REPRESENTASI PENGETAHUAN BAHARI DALAM NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAKKARYA DASAIRY ZULFA(KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) Nama : Herfina Clara Rosa Linda PutriNIM : 15020074039Prodi/Jurusan : Pendidikan/Bahasa dan Sastra IndonesiaFakultas : Bahasa dan SeniNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Prof. Dr. Setya Yuwana, M.ATahun : 2019 Kata kunci: pengetahuan bahari, rencana, resep, aturan, dan petunjuk Masyarakat pesisir Tarakan Kalimantan Timur dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa mayoritas bekerja sebagai nelayan memiliki latar belakang kebudayaan yang khas. Melalui kebudayaan tersebut, muncul pengetahuan bahari yang digunakan oleh masyarakat sebagai pedoman untuk mengatasi berbagai masalah mengenai kehidupan, melaut dan berlayar. Pengetahuan bahari yang dimaksud yakni perilaku hidup dan tata cara masyarakat terhadap laut dan pemanfaatan potensi laut yang ada di dalam, di atas, dan di sekitar laut.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) rencana-rencana pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (2) resep-resep pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (3) aturan-aturan pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (4) petunjuk-petunjuk pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana masyarakat pesisir Tarakan Kalimantan Timur yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa. Teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka (pembacaan kritis, penandaan dan pengutipan) dan teknik analisis data berupa teknik deskriptif.Hasil penelitian ini yaitu rencana-rencana pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukan melalui satu hal, yaitu (1) pola hidup nelayan. Resep-resep pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukan melalui enam hal, yaitu (1) tatacara menangkap ikan, (2) mengolah hasil laut, (3) kebutuhan hidup masyarakat nelayan, (4) pendidikan masyarakat nelayan, (5) tatacara penentuan arah ketika melaut, (6) pemanfaatan teknologi melaut. Aturan-aturan pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukkan melalui dua hal, yaitu (1) nilai kehidupan masyarakat nelayan dan (2) norma kehidupan masyarakat nelayan. Petunjuk-petunjuk pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukkan melalui dua hal, yaitu (1) sistem religi masyarakat nelayan dan (2) ritual adat masyarakat nelayan. ABSTRACT REPRESENTATION OF MARITIME KNOWLEDGE IN NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAKBY DASAIRY ZULFA(CLIFFORD GEERTZ SYNTHESIS INTERPRETATIVE STUDY) Name : Herfina Clara Rosa Linda PutriNIM : 15020074039Program/Department : Pendidikan/Bahasa dan Sastra IndonesiaFaculty : Bahasa dan SeniInstitution : Universitas Negeri SurabayaAdvisor : Prof. Dr. Setya Yuwana, M.AYear : 2019 Keywords: nautical knowledge, plans, recipes, rules, and instructions In the coastal communities of Tarakan East Kalimantan, in the Novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa the majority work as fishermen with a unique cultural background. Through this culture, nautical knowledge emerged that was used by the community as a guide for overcoming various problems regarding life, fishing and sailing. Meritime knowledge is meant by the life behavior and procedures of the community towards the sea and the utilization of the potensial of the sea that is in, above, and around the sea.The purpose of this research is to describe (1) marine knowledge plans represented in Dasairy Zulfa?s NOVEL Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak, (2) recipes for marine knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa, (3) rules of maritime knowledge represented in the novel of Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa, (4) instructions for marine knowledge represented in the novel of Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa.The approach used in this study is a qualitative approach. The data source in this research is the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa. The data used in this research are words, phrases, sentences, paragraphs, and the discourse of the Trakan East Kalimantan coastal community represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa. Data collection techniques in the form library techniques (critical reading, marking and quotation) and data analysis techniques in the form of descriptive techniques. The results of this study are marine knowledge plans represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa shown through one thing namely (1) the fisherman?s lifestyle. The recipes of nautical knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through six things, namely (1) fishing procedures, (2) processing marine products, (3) the necessities of life for fishing comunities, (4) education of fishing comunities, (5) procedure for setting direction when going to sea, and (6) utilization of fishing technology. The results of maritime knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through two things, namely (1) the live values of fishing communities and (2) the norms of life of fishing communities. The clues to marine knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through two things, namely (1) the religious system of fishing communitities and (2) traditional rituals of fishing communities.
UNGKAPAN METAFORA DALAM KUMPULAN PUISI “PUKENG MOE, LAMALERA” KARYA YOSEPH ARAKIÊ ULANAGA BRUNO DASION IZARDI RIZKYAN FAHRIDLI AZIZ, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan metafora kumpulan puisi Pukeng Moe, Lamaera karya Yoseph Arakiê Ulanaga Bruno Dasion dan mengklasifikasikannya kedalam klasifikasi metafora menurut Michael C. Halley untuk mengetahui pengaruh ruang persepsi penyair dalam menulis puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada dasarnya, penelitian ini akan menyajikan data berupa kata atau kalimat yang dianalisis berdasarkan bentuknya yang faktual. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan objektif, karena pengkajian nya difokuskan pada hal-hal yang ada di dalam karya sastra. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata yang terdeteksi sebagai metafora dalam kumpulan puisi. Pada penelitian ini, sumber data primer diperoleh dari kumpulan puisi Pukeng Moe, Lamalera karya Yoseph Arakiê Ulanaga Bruno Dasion yang diterbitkan oleh penerbit Lamalera pada tahun 2011. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 54 simbol metafora dan jumlah simbol yang dikategorikan dalam kategori being terdapat 17 simbol, dalam kategori cosmos terdapat 3 simbol, kategori energy terdapat 4 simbol, kategori substance terdapat 3 simbol, kategori terrestrial terdapat 4 simbol, kategori object terdapat 7 simbol, kategori living terdapat 1 simbol, kategori animate terdapat 9 simbol, kategori human terdapat 6 simbol. Kata Kunci : Puisi, Metafora, Klasifikasi Halley
EKRANISASI NOVEL EL KARYA LULUK H.F. KE DALAM FILM EL KARYA SUTRADARA FINDO PURWONO OELVIATI, VIVI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan proses ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dari novel ke film yang berjudul EL. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan yakni struktur naratif Seymour Chatman dan Ekranisasi. Teori struktur naratif digunakan untuk menganalisis kernels dan satellite dalam cerita. Menurut Chatman peristiwa mayor atau yang disebut sebagai kernel tidak dapat diubah karena dapat merusak alur cerita secara keseluruhan. Sedangkan peristiwa minor atau satellite dapat diubah atau dihilangkan tanpa merusak alur cerita. Teori Ekranisasi digunakan untuk mengetahui proses adaptasi dari novel ke film berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novel EL karya Luluk HF memiliki 68 kernels beserta satellite yang mengikuti berupa 28 latar dan 22 tokoh. Sementara itu film EL karya sutradara Findo Purwono memiliki 59 kernels dan satellite berupa 29 latar dan 22 tokoh. Proses penciutan terjadi pada 11 tokoh, 29 peristiwa, dan 10 latar. Penambahan pada film berupa 5 tokoh, 20 peristiwa, dan 5 latar. Selain penciutan dan penambahan, perubahan dari novel ke film ini juga mengalami perubahan variasi. Sebanyak 5 tokoh mengalami proses perubahan variasi dalam perannya. Perubahan variasi juga terdapat pada 5 peristiwa dan 5 latar. Proses ekranisasi tersebut dapat mengubah estetika cerita, namun keseluruhannya tidak mengubah konflik dalam cerita. Kata kunci: Ekranisasi, Novel, Film Abstract This research describes the process of ecranisation in the form of reduction, addition, and changing variations from a novel to a film called EL. The approach used is an objective approach with qualitative methods. The theory used is the narrative structure of Seymour Chatman and Ecranisation. Narrative structure theory is used to analyze kernels and satellites in stories. According to Chatman the major events or so-called kernels cannot be changed because they can damage the whole storyline. While minor or satellite events can be changed or eliminated without destroying the storyline. Ecranization Theory is used to determine the process of adaptation from novel to film in the form of shrinkage, addition, and variation changes. The results showed that the EL novel by Luluk HF had 68 kernels and satellites that followed in the form of 28 backgrounds and 22 characters. Meanwhile the EL film by director Findo Purwono has 59 kernels and satellites in the form of 29 backgrounds and 22 characters. The process of downsizing occurred in 11 figures, 29 events, and 10 settings. Additions to the film in the form of 5 characters, 20 events, and 5 settings. In addition to reduction and adding, changes from the novel to the film also experience variations. As many as 5 figures experienced a process of changing variations in their roles. Changes to variations also occur in 5 events and 5 settings. The ecranisation process can change the aesthetic of the story, but the whole does not change the conflict in the story. Keywoard: Ecranisation, Novel, Movie
REPETISI DALAM ANTOLOGI PUISI BUKU LATIHAN TIDUR KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA ROHMATIKA, ALVYNA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sampai saat ini karya sastra masih banyak peminatnya dan semakin berkembang. Salah satu karya sastra yang banyak diminati oleh masyarakat adalah puisi. Seperti salah satu pengarang karya sastra terkemuka dalam dunia puisi indonesia yaitu Joko Pinurbo. Joko Pinurbo di kenal sebagai penyair yang memiliki gaya dan warna tersendiri. Diantara beberapa antologi puisi karya Joko Pinurbo salah satunya berjudul Buku Latihan Tidur yang terbit pada Juli 2017. Banyaknya pengulangan kata atau larik, dan bait pada antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo menjadikan penelitian ini untuk mengaji pengulangan kata atau larik, dan bait tersebut atau disebut juga dengan repetisi. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah, yakni (1) bentuk repetisi, (2) makna, dan (3) pengaruh repetisi terhadap keindahan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo? Sesuai rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) bentuk repetisi, (2) makna, dan (3) pengaruh repetisi terhadap keindahan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan objektif yang di ambil dari salah satu teks karya sastra yaitu antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata, larik atau bait. sedangkan sumber data yang di gunakan adalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik penganalisisan data yaitu, setelah pengklasifikasian dan pengkodean pada data. Selanjutnya, data tersebut dianalisis sesuai rumusan masalah.Hasil dari penganalisisan tersebut, penelitian ini menyatakan rincian bentuk repetisi yang di gunakan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo adalah: (1) Bentuk repetisi epizeuksis berjumlah 4 buah, bentuk repetisi tautotes berjumlah 4 buah, bentuk repetisi anafora berjumlah 18 buah, bentuk repetisi epistrofa berjumlah 1 buah, bentuk repetisi simploke berjumlah 1 buah, bentuk repetisi mesodiplosis berjumlah 7 buah, bentuk repetisi epanalepsis berjumlah 1 buah, bentuk repetisi anadiplosis berjumlah 2 buah. Dapat disimpulkan bahwa, penggunaan repetisi yang paling banyak digunakan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo ini adalah bentuk repetisi anafora. (2) Repetisi yang terkandung dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo ini mampu memberi efek terhadap pembaca dalam memperjelas makna atau untuk memudahkan penyair dalam menyampaikan maksud dari puisi. (3) Pengaruh bentuk repetisi terhadap keindahan antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo berpengaruh terhadap keindahan diksi, irama, dan rasa. Pengaruh keindahan mampu memberi suasana dan rasa tersendiri terhadap antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Kata Kunci : Repetisi, puisi, estetika. Abstract Until now there are still many people who are interested in literature and are increasingly developing. One of the literary works that are much in demand by the public is poetry. As one of the leading authors of literary works in the world of Indonesian poetry, namely Joko Pinurbo. Joko Pinurbo is known as a poet who has his own style and color. Among the several anthologies of poetry by Joko Pinurbo one of them is titled Sleep Exercise Book published in July 2017. The number of repetitions of words or arrays, and strophes in the anthology of poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo make this research to study the repetition of words or arrays, and the stanza or also called repetition. This research has three problem formulations, namely (1) the form of repetition, (2) meaning, and (3) the effect of repetition on beauty in the anthology of the poetry of Sleeping Exercise by Joko Pinurbo? In accordance with the formulation of the problem, the purpose of this study is to describe (1) the form of repetition, (2) the meaning, and (3) the effect of repetition on beauty in the poetry anthology of the Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. This research uses descriptive analytic method by using an objective approach taken from one of the texts of a literary work, namely the anthology of poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. The data used in this study are words, arrays or verses. while the source of the data used is the anthology of Poetry Sleep Training Book by Joko Pinurbo. The data collection techniques used in this study, namely using the technique of reading and note taking. While the data analysis technique is, after classifying and coding the data. Furthermore, the data were analyzed in accordance with the formulation of the problem. The results of the analysis, this study stated the details of the repetition forms used in the poetry anthology of the Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo are: (1) The form of repetition epizeuksis amounted to 4, the form of repetition tautotes totaling 4 pieces , anaphora repetition forms 18 units, epistrofa repetition forms 1 piece, simploke repetition forms 1 piece, mesodiplosis repetition forms 7 units, epanalepsis repetition forms 1 piece, anadiplosis repetition forms 2 pieces. It can be concluded that, the use of repetition most widely used in the anthology of Joko Pinurbos Book of Sleep Exercises is a form of anaphora repetition. (2) The repetition contained in the poetry anthology of the Sleep Exercise Book by Joko Pinurbo is able to give effect to the reader in clarifying the meaning or to facilitate the poet in conveying the intent of the poem. (3) The effect of repetition forms on the beauty of the poetry anthology of the Sleep Exercise Book by Joko Pinurbo influences the beauty of diction, rhythm, and taste. The influence of beauty is able to give its own atmosphere and taste to the anthology of the poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. Keywords : Repetition, poetry, aesthetics.
TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM WAWANCARA EKSKLUSIF ACARA "ROSI" KOMPAS TV AYU KUSUMANINGTYAS, PINTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai tindak tutur asertif dalam wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif dan modus tindak tutur asertif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah tayangan wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV yang didapat dari situs youtube. Data dalam penelitian ini adalah segmen tutur yang mengandung tindak tutur asertif yang didapat dari tayangan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik catat, dan transkrip. Teknik analisis yang digunakan adalah mereduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi temuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah human instrumen yang dilengkapi dengan alat pedoman dokumentasi berupa alat pemutar video dan alat pencatat tuturan berupa laptop. Instrumen pengumpul data dari penelitian ini berupa tabel. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat delapan fungsi tindak tutur asertif yang digunakan dalam wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV yakni: (1) fungsi tindak tutur menyatakan, (2) fungsi tindak tutur memberitahu, (3) fungsi tindak tutur menyarankan, (4) fungsi tindak tutur menjelaskan, (5) fungsi tindak tutur menuntut, (6) fungsi tindak tutur menunjukkan, (7) fungsi tindak tutur mengeluh, dan (8) fungsi tindak tutur melaporkan. Dari kedelapan fungsi tersebut, jenis yang paling sering muncul dan digunakan dalam tuturan adalah jenis tindak tutur menyatakan. Sebab konsep dari wawancara tersebut adalah memberikan pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan tentang radikalisme dan juga terorisme dari pihak-pihak yang pernah terlibat di dalamnya yang dijadikan narasumber guna mengetahui informasi atau berita. Sehingga penutur banyak menggunakan fungsi pernyataan agar para mitra tutur memahami apa yang penutur katakan dan mempercayai tuturan tersebut. Kedua, modus tindak tutur asertif yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) modus indikatif, (2) modus optatif, (3) modus imperatif, (4) modus interogatif, (5) modus obligatif, dan (6) modus diseratif. Dalam penelitian ini modus yang sering digunakan adalah modus indikatif. Sebab dengan modus indikatif, penutur dapat mengungkapkan dan menyampaikan maksud tersirat atau tersurat dari tuturannya. Kata kunci : pragmatik, tindak tutur, tindak tutur asertif
NOVEL “PASAR” KARYA KUNTOWIJOYO : KAJIAN STRUKTURALISME-GENETIK LUCIEN GOLDMANN INDRA ALDIANSYAH, GALANG
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas kehidupan yang terjadi dalam masyarakat yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Realitas kehidupan tersebut berupa fakta-fakta kemanusiaan yang terbagi antara lain sikap mawasdiri, sopan santun, hidup yang semadya, kejujuran, relaberkorban, bertanggung jawab, juga mengenai rahasia hidup yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimanakah fakta kemanusiaan dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (2) Bagaimanakah subjek kolektif dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (3) Bagaimanakah pandangan dunia dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (4) Bagaimanakah struktur sosial dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (5) Bagaimanakah dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan (1) Fakta kemanusiaan dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (2) Subjek kolektif dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (3) Pandangan dunia dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (4) Struktur sosial dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (5) Dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. Pada penelitian ini digunakan teori strukturalisme-genetik Lucien Goldmann. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena dalam penelitian ini menggunakan sumber sumber data novel Pasar karya Kuntowijoyo. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel. Hasil penelitian ini antara lain. Fakta-fakta kemanusiaan yang terjadi dalam dalam novel ini meliputi segala aktivitas manusia baik verbal maupun fisik.Subjek kolektif yang terjadi dalam novel ini meliputi : orang-orang yang ada di pasar kompak menghakimi burung dara pak mantri yang dianggapnya sebagai biang masalah yang ada di pasar gemolong.Struktur sosial dalam novel Pasar karya kuntowijoyo mengalami suatu permasalahan yang bermula dari burung-burung dara pak mantri yang ada di dalam pasar dirasa mengganggu kegiatan masyarakat pasar pada saat itu.Pandangan dunia pengarang dalam novel Pasar karya Kuntowijoyo yaitu Seorang kuntowijoyo melalui tokoh Pak mantri mampu menampilkan suatu pelajaran yang berharga untuk pembacanya, yaitu banyak nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Dialektika pemahaman-penjelasan dan keseluruhan-bagian dalam novel Pasar karya Kuntowijoyo antara lain. Seorang tukang ketik (sekretaris) kecamatan sedang menjelaskan kepada pak mantri tetntang bagaimana prosedur mengisi buku tamu sebelum bertemu dengan pak camat. Kata Kunci : Strukturalisme-genetik, fakta kemanusiaan, subyek kolektif, pandangan dunia, struktur sosial, dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian.
NAMA-NAMA KUE ARTIS DI SURABAYA: KAJIAN MORFOSEMANTIK ANGGRAENI, NUNI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dunia bisnis tidak hanya digeluti oleh pengusaha, kini para artis mulai menggeluti usaha bisnis bidang kuliner. Para artis membuka usaha bisnisnya di berbagai kota, salah satunya di kota Surabaya. Surabaya memiliki 6 toko kue artis yang memiliki keunikan dari penamaan menunya. Penamaan pada menu kue tersebut menggunakan kata-kata yang unik dan dikaitkan dengan nama populeritas artis pemilik produk kue. Sebagai contoh, artis Via Valen memberi nama produknya ?Vallen Cake?, artis Inul Daratista memberi nama produknya ?Inul Cakes Pastry?, dan lain sebagainya. Selain itu, para artis juga mengaitkan nama kue dengan ciri khas oleh-oleh seperti nama kue yang dimiliki oleh Zazkia Sungkar yakni ?Surabaya Snowcake. Dalam kasus penamaan kue artis ini, peneliti menganalisis nama-nama kue artis dengan menggunakan kajian morfosemantik yang dilihat dari bentuk struktur, makna, dan fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari analisis morfosemantik nama-nama kue artis berdasarkan bentuk struktur, makna dan fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menyajikan data-data berupa kata dan kalimat yang dianalisis berdasarkan bentuk yang sebenarnya. Sumber data penelitian ini adalah toko kue artis di Surabaya, sedangkan data penelitian ini berupa nama-nama menu kue artis di Surabaya. Hasil dari penganalisisan penelitian ini menyatakan rincian kajian morfosemantik pada nama-nama kue artis di Surabaya adalah: a) Penamaan nama kue dalam prosesnya dapat berupa nama sifat khas kue, nama tempat pendiri kue, nama penemu dan pembuat kue, nama bahan dan nama pemendekkan kue, b) Penamaan yang berupa bentuk dasar nama kue terjadi dua proses mofologi yakni afiksasi, komposisi, dan akronim. Proses morfologi tersebut menghasilkan ciri pada penamaan kue, c)Penamaan yang berupa makna nama kue terjadi pada tiga jenis makna yakni makna leksikal, makna gramatikal, makna denotatif dan makna ideologi, dan d) Fungsi nama kue terjadi pada pemberian nama kue berdasarkan latar belakang. Nama-nama kue yang sesuai latar belakang memiliki harapan pada masing-masing nama kue. Kata Kunci : morfosemantik, bentuk, makna, fungsi, nama-nama kue artis.
REPRESENTASI METAFORIS KALIMAT MUTIARA PADA AKUN INSTAGRAM @YANG.TERDALAM IRFATUL FARIDAH, MAYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Instagram merupakan salah satu media sosial yang sudah tidak asing dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Adanya akun instagram sebagai media sosial yang digemari, menimbulkan adanya akun-akun yang mengunggah kata-kata mutiara, salah satunya akun instagram @yang.terdalam berisikan kalimat mutiara yang cenderung menggunakan metafora pada tiap kalimatnya. Representasi metaforis dapat digunakan untuk meneliti kalimat mutiara pada akun instagram @yang.terdalam. Representasi metaforis tersebut dikaji berdasarkan dua rumusan masalah melalui penelitian, yaitu 1) Bagaimana representasi metaforis pada kalimat mutiara dalam menampilkan realitas pada akun instagram @yang.terdalam, 2) Bagaimana kalimat metaforis yang terdapat pada akun instagram @yang.terdalam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menghasilkan deskripsi tentang realitas yang ditampilkan dan kalimat metaforis yang terdapat dalam akun instagram @yang.terdalam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata mutiara dan kalimat metaforis pada gambar akun instagram @yang.terdalam, sumber data pada penelitian ini pada akun instagram @yang.terdalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu 1) representasi metaforis pada akun instagram @yang.terdalam menampilkan realitas harapan, realitas perpisahan, realitas kesedihan, realitas kerinduan. 2) kalimat metaforis kata mutiara pada akun instagram @yang.terdalam berupa kalimat majemuk. Bentuk metafora biasanya berada pada induk kalimat. konjungsi terletak dibagian awal anak kalimat atau kalimat keduaa, juga berada di awal kalimat dan di tengah kalimat. Kata Kunci : Representasi, Metafora, Kalimat Mutiara, instagram.
SINDONEWS ONLINE DALAM PEMBERITAAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA KASUS PENODAAN AGAMA EDISI APRIL 2017 (KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH) FAJAR ABDUL ROHKMAN, DIKI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci: analisis wacana kritis, dimensi tekstual, dimensi kewacanaan, dimensi sosiokultural, Sindonews Online Penelitian ini mengaji dimensi tekstual, kewacanaan, dan sosiokultural berita mengenai Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama yang diterbitkan oleh Sindonews Online edisi April 2017. Rumusan masalah pada penelitian meliputi dimensi tekstual, kewacanaan, dan sosiokultural pada berita sesuai dengan teori yang digunakan, yakni teori analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini yakni 31 berita yang diterbitkan Sindonews Online pada April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, simak, dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian isi dan teknik catat. Dalam tahap analisis data, teknik yang digunakan adalah teknik deskriptif. Teknik deskriptif adalah pendeskripsian data berdasarkan rumusan masalah. Pada penelitian ini, tahapan analisis data model Norman Fairclough dilakukan dalam tiga tahap yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Hasil analisis dimensi tekstual berita yang meliputi hasil analisis representasi dalam rangkaian anak kalimat yang menunjukkan tindakan pada bentuk proses, dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai aktor pelaku pada bentuk partisipan. Representasi dalam rangkaian antarkalimat menunjukkan hasil representasi saling mendukung. Relasi yang ditunjukkan cenderung menghubungkan pembaca pada Tokoh dan Pengamat Politik. Identitas yang dimunculkan cenderung memosisiskan wartawan sebagai bukan bagian dari Basuki Tjahaja. Lalu, intertekstualitas yang ditampilkan yakni manifest intertectuality dan interdiscursivity. Hasil analisis dimensi kewacanaan berisi hasil interpretasi pembaca. Lima interpretasi pembaca menyatakan adanya penyudutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama, dan dua interpretasi pembaca m,enyatakan adanya keberpihakan pada pihak kontra Basuki Tjahaja Purnama. Lalu, hasil analisis dimensi sosiokultural meliputi analisis situasional, institusional, dan sosial saat berita diterbitkan. Hasil analisis ketiga dimensi yang sudah diperoleh, dijabarkan dalam pembahasan untuk mengetahui konstruksi wacana yang ditampilkan oleh Sindonews Online.