cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS FABEL BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BAGI SISWA SMP/MTS KELAS VII AMALA ZEIN, IZHHAR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul ?Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel Berbasis Pendidikan Multikultural Bagi Siswa SMP/MTs Kelas VII? dilatarbelakangi oleh implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran teks fabel belum membuat siswa memahami materi. Oleh karena itu peneliti mengembangkan bahan ajar teks fabel berbasis pendidikan multikultural untuk siswa SMP/MTs kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) pengembangan bahan ajar teks fabel berbasis pendidikan multikultural bagi siswa SMP/MTs kelas VII, (2) Kualitas pengembangan bahan ajar teks fabel berbasis pendidikan multikultural bagi siswa SMP/MTs kelas VII yang meliputi kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan yang dimodifikasi menjadi 4P (Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran). Penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar yang berjudul ?Petualangan Bersama Dunia Fabel?. Hasil penelitian ini 1) pengembangan bahan ajar teks fabel berbasis pendidikan multikultural bagi siswa SMP/MTs kelas VII, 2) kualitas bahan ajar meliputi kevalidan, keefektifan, dan keraktisan. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Pendidikan Multikultural The research entitled ?The Development Of Teaching Material Text Of Fables Based The Multicultural Education For Junior High School/MTs Class VII? is motivated by the implementation of the curriculum in fable text lessons has not made students understand the material. Therefore, the research developed the teaching material of fable text based on multicultural education for the students of SMP/MTs class VII. The purpose of this research is to describe: (1) development of teaching material of text fabel based on multicultural education for students of SMP / MTs of class VII, (2) Quality of development of teaching material of text fabel based on multicultural education for students of SMP / MTs class VII covering validity and effectiveness , and practicality. This research uses 4D Thiagarajan development model that is modified to 4P (Defining, Designing, Development, and Spreading). This research produces a teaching material product entitled "Joint Adventure with Fable World". The results of this research are 1) development of teaching material of text fabel based on multicultural education for VII grade SMP / MTs students, 2) the quality of teaching materials includes validity, effectiveness, and practicality. Keywords: Development, Teaching Materials, Multicultural Education
PERKEMBANGAN KOSAKATA SERAPAN BAHASA ASING DALAM KBBI MEYSITTA, LITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian perkembangan kosakata serapan bahasa asing dalam KBBI dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penutur bahasa Indonesia yang semakin terbiasa menggunakan kosakata bahasa asing dalam komunikasi di berbagai bidang. Untuk tetap mempertahankan bahasa Indonesia dilakukan penyerapan bahasa asing agar kebutuhan konsep baru di berbagai bidang tersebut dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kosakata serapan bahasa asing dalam KBBI yang meliputi perkembangan jumlah, bentuk, dan makna. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan metode simak dengan teknik catat. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu yang berpedoman pada teori proses morfologis dan teori perubahan makna. Perkembangan kosakata serapan bahasa asing dalam KBBI III ke V tampak pada (1) perkembangan jumlah, ditunjukkan dengan adanya penambahan 1.140 kata serapan bahasa asing yang banyak diserap dari bahasa Latin, Arab, Inggris, dan Prancis. Kosakata tersebut diserap untuk memenuhi kebutuhan kosakata dalam bidang hukum, iptek, agama, fashion, musik, olahraga, dan kuliner di Indonesia; (2) perkembangan bentuk yang ditunjukkan dengan adanya perubahan bentuk pada 39 kata serapan bahasa asing yang dilakukan dengan proses afiksasi berjumlah 8 kata, komposisi berjumlah 22 kata, perubahan bunyi berjumlah 3 kata, penambahan bentuk berjumlah 4 kata dan pengurangan bentuk berjumlah 2 kata. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi konsep baru dalam bidang agama Islam, pembetulan penyerapan kosakata serapan dari bahasa Jepang, dan penyesuaian ejaan bahasa Indonesia pada kosakata serapan bahasa Jepang; dan (3) perkembangan makna yang ditunjukkan dengan adanya perubahan makna pada 30 kata serapan bahasa asing yang dilakukan dengan perluasan berjumlah 20 kata, penyempitan berjumlah 9 kata, dan perubahan makna secara total 1 kata. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi konsep baru dalam bahasa Indonesia dan menyesuaikan perkembangan konsep dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan perkembangan ilmu di berbagai bidang.Kata Kunci: Perkembangan, Jumlah, Bentuk, Makna, dan Kosakata Serapan Bahasa Asing
PENYERAPAN KOSAKATA BAHASA DAERAH DALAM KBBI V NAHDIYAH RAMADHANI, NAILA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian penyerapan kosakata bahasa daerah dalam KBBI V didasari atas empat hal, yakni (1) Bahasa Indonesia membutuhkan kata baru; (2) terjadi kontak bahasa antara bahasa daerah dengan bahasa Indonesia; (3) kekerapan penggunaan bahasa daerah; dan (4) penyederhanaan frasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyerapan kosakata bahasa daerah dalam KBBI V meliputi penyerapan berdasar budaya, nonbudaya, dan afiksasi bahasa Indonesia dalam kosakata serapan bahasa daerah. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif. Data yang terkumpul akan dideskripsikan sesuai rumusan masalah. Hasil penelitian ini, ditemukan (1) kosakata serapan budaya berjumlah 2287 kata, jumlah dari 800 kata berwujud ide, 239 kata berwujud kegiatan, dan 1248 kata berwujud fisik; (2) kosakata serapan nonbudaya berjumlah 2456 kata, jumlah dari 1194 kata berwujud ide, 569 kata berwujud kegiatan, dan 693 kata berwujud fisik; dan (3) kosakata bahasa daerah berafiks bahasa Indonesia berjumlah 1604 kata, jumlah dari 979 kata berprefiks, satu kata berinfiks, 192 kata bersufiks, 281 kata imbuhan gabungan, dan 152 kata berkonfiks. Selain itu, juga ditemukan (1) kata yang berkategori ganda; (2) kata tidak berkategori; dan (3) penyerapan kata beserta afiks bahasa daerah. Kata Kunci: Budaya, Afiksasi, Kosakata Serapan Bahasa Daerah.
TINGKAT KETERBACAAN BAHAN BACAAN LITERASI UNTUK PESERTA DIDIK SMA MELALUI UJI TES ASOSIASI KATA SYAHDALIA, NOVITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bacaan literasi adalah sekumpulan buku berisi cerita rakyat dari seluruh Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menerbitkan bacaan dalam berbagai jenjang dalam rangka Pembudayaan Budi Pekerti Kurikulum 2013, khususnya jenjang SMA. Keterbacaan bahan bacaan yang tepat harus sesuai dengan kemampuan siswa. Uji Tes Asosiasi kata adalah formula keterbacaan yang digunakan mengukur buku ini. Melalui formula tersebut dapat diketahui keterbacaan berdasarkan pemahaman awal peserta didik melalui kosakata sulit. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana keterbacaan bahan bacaan literasi untuk peserta didik SMA terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan tes asosiasi kata. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterbacaan bahan bacaan literasi untuk peserta didik SMA terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan tes asosiasi kata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah keterbacaan bahan bacaan literasi berdasarkan Tes Asosisasi Kata menunjukkan bahwa 2 bacaan merupakan bacaan sesuai diberikan kepada siswa SMA dan 7 bacaan merupakan bacaan sedang atau membutuhkan guru untuk memahami kosakata. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Kepada pendidik, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi penyesuaian bacaan sebelum diberikan ke peserta didik.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR TEKS PERSUASI BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK KELAS VIII SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013 WARDANI PANGESTI PUTRI, KIKI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian berjudul ?Pengembangan Materi Ajar Teks Persuasi Berbasis Lingkungan untuk Kelas VIII SMP Berdasarkan Kurikulum 2013? ini dilatarbelakangi oleh hasil analisis siswa di SMP Negeri 1 Gondang, Nganjuk. Berdasarkan hal tersebut, ditemukan data bahwa kurikulum 2013 telah diterapkan di kelas VIII. Siswa membutuhkan buku tambahan untuk mempelajari materi-materi yang ada dalam buku teks, terutama teks persuasi. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk mengembangkan materi ajar teks persuasi berbasis lingkungan untuk kelas VIII SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) pengembangan materi ajar teks persuasi berbasis lingkungan untuk kelas VIII berdasarkan kurikulum 2013, (2) kualitas materi ajar teks persuasi berbasis lingkungan untuk kelas VIII SMP berdasrkan kurikulum 2013 yang dinilai dari tiga aspek yang meliputi kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D Thiagarajan yang diadaptasi menjadi 4P (Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran). Penelitian ini menghasilkan sebuah produk materi ajar yang berjudul ?Melestarikan Lingkungan dengan Teks Persuasi?. Hasil penelitian ini meliputi 1) pengembangan materi ajar teks persuasi berbasis lingkungan sesuai dengan model pengembangan 4D Thiagarajan. Setiap kegiatan dalam model pengembangan tersebut telah dilaksanakan dengan baik, 2) kualitas materi ajar teks persuasi dinilai dari tiga aspek, yakni kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Kata Kunci: Pengembangan, Materi Ajar, Lingkungan Abstract The research entitled "Development of Environment-Based Persuasion Textual Material for Class VIII SMP Based on Curriculum 2013" is motivated by the results of student analysis at SMP Negeri 1 Gondang, Nganjuk. Based on this, it was found that the 2013 curriculum has been implemented in class VIII. Students need additional books to study the material contained in textbooks, especially persuasion texts. Therefore, the researchers took the initiative to develop environment-based persuasion teaching materials for grade VIII SMP. The purpose of this research is to describe: (1) development of environment-based persuasion teaching materials for class VIII based on curriculum 2013, (2) quality of environmentally-based persuasion teaching material for class VIII SMP based on curriculum 2013 assessed from three aspects covering validity, effectiveness, and practicality. The development model used is the Thiagarajan 4D development model adapted to 4P (Defining, Designing, Development, and Spreading). This study produced a teaching material product entitled "Preserving the Environment with Persuasion Text". The results of this study include 1) development of environment-based persuasion teaching materials in accordance with 4i Thiagarajan development model. Each activity in the development model has been well implemented, 2) the quality of teaching material of persuasion text is assessed from three aspects, namely validity, effectiveness, and practicality. Keywords: Development, Teaching Materials, Environment
WACANA KEKUASAAN DALAM NOVEL ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL: PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT PUTRI RAHMA ANGGRAENI, VERICA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan kekuatan fiktif dan imajinatif untuk merefleksikan gambaran sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara langsung. Salah satu bentuk refleksi atas gambaran sosial tersebut memuat mengenai masalah-masalah yang terjadi di dalam masyarakat. Salah satunya adalah mengenai kekuasaan dan relasi kekuasaan. Kekuasaan bukan sekadar mengenai penindasan, kekerasan ataupun tindakan represif, sebaliknya kekuasaan bersifat terselubung melalui wacana-wacana dan menimbulkan kontrol terhadap individu. Hal tersebut telah dijabarkan oleh Michel Foucault dalam perspektif wacana kekuasaan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji mengenai relasi kekuasaan yang terdapat dalam novel Animal Farm karya George Orwell menggunakan perspektif wacana Michel Foucault sebagai pisau bedah. Pemenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan mimesis. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas novel Animal Farm karya George Orwell tahun 2016 dan berita yang memuat mengenai masalah relasi kekuasaan sebagai bukti atas refleksi gambaran sosial yang terjadi dalam masyarakat. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kata, kalimat dan paragraph yang menunjukkan relasi kuasa dalam novel dan berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pustaka. Metode analisi data yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian yang ditemuka dalam novel Animal Farm karya George Orwell yaitu, 1) Media penyebaran kuasa yang ditemukan dalam novel Animal Farm karya George Orwell berupa budaya, negara, dan lembaga. Media penyebaran kuasa melalui budaya berupa lagu, penetapan hari peringatan, dan penggolongan tubuh. Media penyebaran kuasa melalui negara berupa penetapan suatu peraturan, dan militer. Sedangkan media penyebaran kuasa melalui lembaga berupa rumah sakit dan pengadilan, 2) bentuk relasi kuasa dalam novel Animal Farm karya George Orwell ada dua, yaitu bentuk relasi kuasa atas pemikiran dan bentuk relasi kuasa atas tubuh. Bentuk relasi kuasa atas pikiran dalam novel Animal Farm karya George Orwell berupa stigmatisasi, kontrol, dan manipulasi. Bentuk relasi kuasa atas tubuh sosial dan seksual atau individu. 3) terdapat perlawanan terhadap representasi kuasa. Perlawanan tersebut berupa pengafirmasian dan resistensi. Pengafirmasian ditunjukan melalui tindakan setelah adanya wacana yang digulirkan yaitu dengan menerima wacana tersebut serta melakukan tindakan sesuai dengan wacana tersebut, sedangkan resistensi ditunjukkan dengan tindakan penolakan mengenai wacana tersebut, penolakan berupa tindakan penolakan secara langsung serta tindakan penolakan melalui tubuh yang tidak menjalankan sesuai wacana tersebut. 4) terdapat representasi wacana kekuasaan yang dibangun masyarakat dalam perspektif Michel Foucault pada novel Animal Farm karya George Orwell. Bentuk relasi kekuasaan yang terdapat pada novel berupa relasi kuasa atas pikiran dan tubuh ditemukan juga di kehidupan masyarakat. Dengan demikian dapat disipulkan bahwa novel Animal Farm karya George Orwell merupakan cerminan atas kehidupan masyarakat. Kata Kunci : Karya sastra, refleksi, wacana, relasi kuasa, novel Animal Farm, Michel Foucault
PENGEMBANGAN BUKU KEGIATAN PESERTA DIDIK BAHASA INDONESIA BERMODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK KELAS XI SEMESTER GASAL HURIL JANNAH, IHDA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan Buku Kegiatan Peserta Didik Bahasa Indonesia untuk peserta didik kelas semester gasal dengan model pembelajaran berbasis masalah ini menggunakan pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi 4 tahap, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Pengembangan BKPD ini menggunakan model pembelajaran PBM. Pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang mengajarkan peserta didik lebih mengenal dengan permasalah yang ada dalam sehari-hari. Peserta didik diminta untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata. Pembelajaran berbasis masalah juga melatih peserta didik menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi. Peserta didik juga mampu melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaannya. Hasil penelitian ini menunjukkan tentang proses pengembangan, kualitas BKPD yang di kembangkan dapat di tinjau dari aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Proses pengembangan buku kegiatan peserta didik bahasa Indonesia bermodel pembelajaran berbasis masalah ini telah sesuai dengan model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi 4 tahapan. Untuk kualitas BKPD yang di kembangan berdasarkan kelayakan validitas dinyatakan ?sangat valid? sesuai dengan penilaiaan validator. Berdasarkan persentase kelayakan isi dari validator 1 dan validator 3, isi materi buku kegiatan peserta didik di nilai sangat baik dengan persentase 83,3% dari validator 1, sedangkan dari validator 3 oleh validator praktisi (pendidik) persentase kelayakan isi adalah 96,4%, sehingga buku kegiatan peserta didik ini layak di gunakan. Berdasar persentase kelayakan bahasa dari validator 1 yaitu 87,5%, sedangkan berdasarkan hasil penilaian oleh validator praktisi (pendidik) yaitu 93,7%. Dari persentase kelayakan bahasa menunjukkan bahwa buku kegiatan peserta didik sangat layak digunakan.Persentase kelayakan penyajia buku kegiatan peserta didik oleh validator 1 yaitu 85%, sedangkan berdasarkan hasil penilaian oleh validator praktisi (pendidik) yaitu 90%. Berdasarkan persentase kelayakan penyajian menunjuukan bahwa buku kegiatan peserta didik sangat layak digunakan. Berdasarkan validator 2 persentase kelayakan kegrafikaan yang di peroleh yakni 83,7%, sehingga buku kegiatan peserta didik sangat layak digunakan. Kelayakan keefektifan berdasarkan uji coba terbatas dan uji coba luas dapat di katakana sangat efektif. Pada uji coba terbatas menunjukkan hasil belajar peserta didik dengan nilai 84, sedangkan pada hasil uji coba luas menunjukkan hasil belajar peserta didik dengan nilai 86. Aktifitas peseta didik mengalami peningkatan pada uji coba terbatas dan uji coba lus yaitu dari 80% menjadi 88%. Aktivitas pendidik sangat baik yaitu 90% yang menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan secara maksimal. Sedangkan kelayakan kepraktisan dinyatakan sangat praktis dapat di lihat dari hasil respon peserta didik. Respon tersebut di peroleh setelah penerapan BKPD pada kegiatan uji coba. Pada uji coba terbatas di ketahui respon peserta didik 75%, sedangkan pada uji coba luas di ketahui bahwa respon peserta didik 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat respon peserta didik tergolong positif. Kata kunci : Pengembangan, BKPD, Model Pembelajaran Berbasis Masalah Abstract The development of the book acitivities of learns of Indonesian language for learners of odd semester class with this problem-based learning model using 4D Thiagarajan wich includes four stages, namely definition, design, development, and dissemination. The development of this lerner?s activity book uses a problem-based learning model (PBM). Problem- based learning is a learning that teachers learners more familiar with the problems that exist in everyday. Learners are asked to have problem solving skill in real situations. Problem-based learning also trains students to use knowledge resources from libraries, the internet, interviews, and observations. Learners are also able to scientific communication in the discussion or presentation of the results of his work. The result of this study indicate about the development process, the quality of the book activities of learners who developed can be reviewed from aspects of prevalence, effectiveness, and practicality. The process of developing the activity book of Indonsian learners having problem-based learning model has been accordance with 4D Thiagarajan development model covering 4 stages. For the quality of the student activity books developed based on the validity eligibility state? very valid?in accordance with the validator assessment. Based on the percentage of validity of the content of validator 1 and validator 3. The contents of the book material of the learners activities is considered very good with the percentage of 83,3% of validator 1, while the validator 3 by the validator practitioner (educator) the percentage of eligibility of the content is 96,4%, so the book activities of these learners worthy of use. Based on the percentage of language validity of the validator 1 is 87,5%, while based on the assessment by validator practitioners (educaters) that is 93,7%. The percentage of language eligibility indicates that the book of learners activitiesis well worth using. Percentage of feasibility of presentation of activity book of learners by validator 1 that is 85%, while based on the assessment by validator practitioners (educators) is 90%. Based on the percentage of presentation feasibility indicates that the activity book of learners is very feasible to use. Based on the validator 2 percentage feasibility of the graduation is obtained that is 83,7%, so that the book activities of learners is very feasible to use. The feasibility of effectiveness based on limited trials and extensive trials can be said to be very effective. In a limited trial showed student?s learning out comes with a value of 84. While the result of extensive trials show the result of learners with a value of 86. Activity learners have increased on a limited trial and extensive testing of 80% to 88%. Very good educator activity that is 90% indicating that learning goes maximal. While practical feasibility is expressed very practical can be seen from the response of learners. Response is obtained after the implementation of the book activities of learners (BKPD) on trial activities. In the limited trial is known the response of learners 75%, whereas in extensive trials known that the response learners 88%. These result indicate that the response rate of learners is positive. Keywords: Development, Book Activities Of Learners, Problem-Based Learning Model
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL BALADA GATHAK GATHUK KARYA SUJIWO TEJO KAJIAN TEORI SOSIAL KRITIS JURGEN HUBERMAS AFSA NASIH AL-AMIN, MUHAMMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research is very much based on the incident that happened in social environment some of last time. Sujiwo Tejo formed a criticism in the form of a novel entitled Balada Gathak-Gathuk. The novel describes the various forms of criticism in terms of political criticism, legal criticism, social criticism, health criticism, educational criticism, and economic criticism. This study uses a critical social theory study from Jurgen Hubermas with various aspects. This research uses Jurgen Hubermass theory which explains social criticism is krtiik which is done in the activity bersoial and can be done by anyone. There are three core concepts contained in Jurgen Hubermass critical social theories: stratergistic, communicative and real-life actions. Of these three core aspects can enter into various criticisms from different fields such as, criticism in the field of politics, criticism in the social field, criticism in the field of law, critics in the field of health, krtiik in the field of education, and critics in the field of economics. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang lebih melihat sangkut paut kehidupan dan masalah yang ada di dalam masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah Novel Balada Gathak Gathuk karya Sujiwo Tejo, yang terdiri atas 272 halaman. Dalam penelitian ini dapat ditemukan lebih kurang 40 bukti terbagi dari 11 bukti kritik sosial dalam bidang politik, 12 kritik sosial dalam bidang sosial, 3 bukti kritik sosial dalam bidang hukum, 4 bukti kritik sosial dalam bidang pendidikan, dan 4 bukti kritik sosial dalam bidang kesehatan dan 3 bukti kritik sosial dalam bidang ekonomi. Kata Kunci: Kritik sosial, Jurgen Hubermas, dan berbagai jenis kritik. Abstract An This research is based on the incident that occurred in the social environment some time ago. Sujiwo Tejo formed a criticism in the novel that was titled Balada Gathak-Gathuk. The novel describes the various forms of criticism in terms of political criticism, legal criticism, social criticism, health criticism, educational criticism, and economic criticism. This study uses a critical social theory study with various aspects from Jurgen Hubermas. His research uses Jurgen Hubermass theory that explained social criticism. A criticism can be done in social activities and can be done by anyone. There were 3 core concepts contained in the critical social theory of Jurgen Hubermas, which is strategic action, communicative action and real life. The three core aspects could enter into various criticism from various fields such as, criticism in the field of politics, criticism in the social field, criticism in the field of law, critics in the field of health, criticism in the field of education, and criticism in the field of economics. This research uses descriptive qualitative method by using approach of sociology literature which is adopt relation of life and problem exist in society. The data source of this research is Novel Balada Gathak Gathuk by Sujiwo Tejo, which consists of 272 pages. In this research can be found in more than 40 publications of social criticism, 12 social criticisms in the social field, 3 social evidences in the field of law, 4 social criticisms in the field of health and 3 social evidences of economic criticism. Keywords: Social criticism, Jurgen Hubermas, various types of criticism.
TATA BAHASA DALAM BUKU BAHAN BACAAN LITERASI UNTUK PESERTA DIDIK SMA KHOIRUR ROHMAH, SHOVIA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku bahan bacaan literasi adalah buku yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai buku nonteks pelajaran untuk peserta didik di Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia adalah badan yang kompeten dalam hal kebahasaan. Dalam hal ini akan dilihat apakah buku terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia meskipun berjenis karya sastra tetapi juga baik dalam hal tata bahasa. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam buku bahan bacaan literasi. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang terdapat dalam buku bahan bacaan literasi untuk peserta didik SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik kajian isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimat tunggal memiliki persentase penggunaan sebesar 72%, sedangkan kalimat majemuk memiliki persentase penggunaan sebesar 28%. Jenis kalimat dalam buku bahan bacaan literasi untuk peserta didik SMA belum mencerminkan level bahasa untuk usia pembaca SMA yang seharusnya penggunaan kalimat majemuk yang lebih besar dibanding dengan kalimat tunggal. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai masukan dalam menyusun buku bahan bacaan literasi untuk peserta didik SMA. Kata Kunci: jenis kalimat, buku bahan bacaan literasi. The literacy reading book is a book published by the Indonesian Ministry of Education and Culture Development and Development Agency as a non-teaching book for learners in Indonesia. Agency for Language Development and Development Ministry of Education and Culture Indonesia is a competent body in terms of language. In this case will be seen whether the book published by the Agency for the Development and Development of Language Ministry of Education and Culture of Indonesia despite the type of literary works but also good in terms of grammar. Related to that, this study aims to the type of sentence based on the number of clauses in the literacy reading book. The data in this research is sentence contained in literacy reading book for senior high school students. Data retrieval method used in this research is documentation method with content analysis technique. The results showed that single sentence has a percentage of use of 72%, while the compound sentence has a percentage of 28% usage. The type of sentence in the literacy reading book for senior high school students has not reflected the level of language for high school readers who should use larger compound sentences than single sentences. The result of this study can be used by the Indonesian Ministry of Education and Culture Development and Development Agency as an input in preparing the literacy reading book for high students. Keywords: the type of sentence, literacy reading book.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM VIDGRAM D_KADOOR IKA APRILIANI, SHINTYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak D_Kadoor adalah salah satu selebgram yang berasal dari Malang. D_Kadoor terkenal karena vidgramnya yang memparodikan wanita dan ibu-ibu dengan gaya komedi. Penguasaan bahasa D_Kadoor yang dapat menguasai beberapa bahasa dan menerapkan secara bersamaan membuat penulis meneliti tentang alih kode dan campur kode dalam vidgram D_Kadoor. Terdapat empat rumusan masalah yaitu, (1) bagaimana bentuk alih kode dalam vidgram D_Kadoor?, (2) bagaimana bentuk campur kode dalam vidgram D_Kadoor?, (3) bagaimana fungsi alih kode dalam vidgram D_Kadoor?, dan (4) bagaimana fungsi campur kode dalam vidgram D_Kadoor?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode serta fungsi alih kode dan campur kode dalam vidgram D_Kadoor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini adalah metode simak bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode agih. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah teknik bagi unsur langsung. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1) bentuk alih kode internal dan bentuk alih kode eksternal. (2) bentuk campur kode dalam vidgram D-Kadoor meliputi, penyisipan unsur bentuk kata, frasa, perulangan, ungkapan/idiom, baster, dan klausa. (3) fungsi alih kode dalam vidgram D_Kadoor adalah menunjukkan intelektual, menghormati lawan bicara, menegaskan suatu pendapat, dan membangkitkan rasa humor. (4) fungsi campur kode dalam vidgram D_Kadoor adalah menunjukkan intelektual, menegaskan suatu pendapat, dan membangkitkan rasa humor.

Page 4 of 18 | Total Record : 173