cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
DOMINASI NEGARA TERHADAP WARGA BANTEN DALAM NOVEL KELOMANG KARYA QIZINK LA AZIVA (KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI) ISNAINI PUTRI, FIFI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Novel Kelomang karya Qizink La Aziva ini menceritakan tentang warga Banten yang mengalami ketidakadilan oleh negara. Novel ini menceritakan seorang pengusaha bernama Sakib yang menguasai sektor pemerintahan di Banten. Praktik-praktik hegemoni yang dilakukan oleh Sakib misalnya dengan melakukan kerja sama dengan media koran untuk melakukan pencitraan pada keluarganya yang mencalonkan menjadi anggota legeslatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk hegemoni Gramsci terhadap warga Banten, mendeskripsikan perlakuan hegemoni Negara terhadap warga Banten, dan mendeskripsikan tingkatan hegemoni terhadap warga Banten dalam novel Kelomang karya Qizink La Aziva. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa unit-unit teks dan dekripsi kalimat-kalimat yang sesuai dengan objek penelitian. Pendekatan penelitian digunakan pendekatan mimetik karena sumber data dalam novel Kelomang merupakan tiruan dari penggambaran dan kehidupan nyata. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Kelomang karya Qizink La Aziva. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Pada penelitian ini dikemukakan tentang warga Banten yang mendapatkan perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah dan penguasa. Simpulan yang didapat adalah sebagai berikut: 1) Adanya bentuk-bentuk hegemoni yang terjadi kepada warga Banten yaitu, kebudayaan, ideologi, dan kaum intelektual. Kebudayaan yang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan memengaruhi warga Banten dalam kegiatan tertentu misalnya, dalam pernikahan harus ada pesta meriah yang membuat warga biasa harus berutang. Sedangkan kaum intelektual satu diantaranya adalah Lukman sebagai wartawan yang melakukan perlawanan pada Sakib. 2) Adanya perlakuan hegemoni yang dilakukan oleh negara, misalnya Sakib yang menyuap Bupati demi mendapatkan izin pertambangan. Selain itu dia juga membungkam koran Mata Pena agar tidak mengeluarkan berita negatif tentang dirinya dan kerabatnya. 3) Adanya tingkatan hegemoni yang terbentuk atas hegemoni yang terjadi terhadap warga Banten, yaitu hegemoni total dan hegemoni minimum. Kata kunci : Hegemoni, Negara, Warga Banten Abstract Novel Kelomang by Qizink La Aziva examines the Banten people who experiences injustice by the state. This novel tells of a businessman named Sakib who controls the government sector in Banten. The practices of hegemony carried out by Sakib for example by cooperating with the newspaper media to do an image on his family who nominated to be members of the legislature. This study aims is to describe the forms of Gramscis hegemony towards the people of Banten, describe the treatment of State hegemony towards the people of Banten, and describe the level of hegemony towards the people of Banten in the Kelomang novel by Qizink La Aziva. This research is a qualitative descriptive study. The data in this study are in the form of text units and the decryption of sentences in accordance with the object of research. The research approach used a mimetic approach because the data sources in the Kelomang novel were imitations of depiction and real life. The data source used in this study is the Kelomang novel by Qizink La Aziva. The data collection technique used is the note taking technique. This research explains about Banten residents who get discriminatory treatment carried out by the government and the authorities. The conclusions obtained are as follows: 1) The existence of hegemony?s form is that occur to Banten residents, namely, culture, ideology, and intellectuals. Culture that has become a tradition and the habit of influencing Banten residents in certain activities, for example, in marriage there must be a festive party that makes ordinary citizens owe. While one of the intellectuals was Lukman as a journalist who resisted Sakib. 2) The existence of hegemonic treatment carried out by the state, for example Sakib who bribed the Regent to obtain a mining permit. In addition, he also silenced the Mata Pena newspaper so as not to issue negative news about himself and his relatives. 3) There is a degree of hegemony that formed over the hegemony that occurs against the people of Banten, namely total hegemony and minimum hegemony. Keywords: Hegemony, State, Banten Residents
KONDISI HIERARKI BERTINGKAT PADA TIGA TOKOH DALAM NOVEL BULAN DI LANGIT ATHENA KARYA ZHAENAL FANANI (KAJIAN TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW) ARDIANSYAH LUKMAN, RAFLI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini berupa pengungkapan adanya gangguan psikologis terhadap teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow terhadap tokoh Queen, Tiwi, dan Ebi dalam novel Bulan di Langit Athena Karya Zhaenal Fanani. Mulai dari Fisiologis kebutuhan dasar manusia sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri yakni kepuasan akan dirinya sendiri untuk mencapai puncak potensinya. Terdapat lima pembahasan dalam penelitian ini, Yaitu kebutuhan fisiologis ke tiga tokoh dalam novel Bulan di Langit Athena karya Zhaenal Fanani, kebutuhan rasa aman ke tiga tokoh dalam novel Bulan di Langit Athena karya Zhaenal Fanani, kebutuhan rasa cinta dan dimiliki ke tiga tokoh dalam novel Bulan di Langit Athena karya Zhaenal Fanani, kebutuhan penghargaan ke tiga tokoh dalam novel Bulan di Langit Athena karya Zhaenal Fanani, kebutuhan aktualisasi diri ke tiga tokoh dalam novel Bulan di Langit Athena karya Zhaenal Fanani. Setiap pembahasan akan diuraikan sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori hierarki bertingkat Abraham Maslow yang telah di tetapkan.Kata Kunci: Hierarki Bertingkat, Penyesalan, Pencapaian.AbstractThe results of this study are in the form of disclosure of a psychological disturbance on Abraham Maslows theory of multilevel needs of figures Queen, Tiwi, and Ebi in the novel Bulan di Langit Athena by Zhaenal Fanani. Starting from Physiological basic human needs up to the needs of self-actualization, namely satisfaction with his own desires to reach the peak of his potential. There are five discussions in this study, namely the physiological needs of the three characters in the Athena Moon novel by Zhaenal Fanani, the need for security for the three characters in the Athena Bulan novel Langit Zhaenal Fanani, the need for love and belonging to the three characters in the Bulan novel in Langit Athena by Zhaenal Fanani, the need for the award of three figures in the Athena Moon in Langit novels by Zhaenal Fanani, the need for self-actualization in three figures in the Athena Moon in Langit novel by Zhaenal Fanani. Each discussion will be described in accordance with the theory used, namely Abraham Maslows multilevel hierarchy theory that has been determined. Key Words: Multilevel Hierarchy, Regret, Achievement, Novel
KUMPULAN CERITA KANUKU LEON KARYA DICKY SENDA (KAJIAN ECOCRITICISM GREG GARRARD) RIZAL FATIKHIN, EKO
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kumpulan cerpen karya Dicky Senda yang berjudul Kanuku Leon banyak meminjam cerita sejarah dari latar keluarga yang berada di Mollo, Timor Tengah Selatan sebuah lereng gunung Mutis dkenal sebagai daerah yang ekologis dan berhektar penghijauan. Mollo sendiri adalah bekas kerajaan yang cukup penting di Timor (terutama di masa jaya perdagangan cendana) dan pernah punya raja orang Tiongkok. Jika mengetahui seorang aktivis bernama Aleta Baun, seorang pejuang lingkungan yang baru saja mendapat Yap Thiam Hien Award. Mengupas cerita pada kumpulan cerita Kanuku Leon sangat tragis dengan histori ekploitasi yang menghancurkan relasi manusia dengan semesta alam menjadi hacur dan kikis. Seorang cerpenis Dicky Senda mengungkapkan sebuah kisah tempat tinggalnya yang teancam norma ekologi, sehingga yang seharusnya dilestarikan dan dijaga dengan baik harus mendapat sedikit cobaan. Jaman modern akan mempola kehidupan manusia lebih tidak manusiawi, memandang alam semesta hanya sebatas zat mati dan hanya bisa dinikmati hasilnya saja. Kumpulan cerita pendek ?Kanuku Leon? Karya Dicky Senda sangat mengaspirasi pembaca, dengan membaca mungkin kita dapat mengetahui bahwa alam semesta akan melindungi jika manusia melindunginya. Kutipan cerpen tersebut akan menjelaskan betapa alam semesta mempunya sebuah jiwa dan raga tetapi manusia kurang menyadari akan hal itu, ?Oel nam nes on na, nasi nam nes on nak nafu, naijan nam nes on sisi, fatu nam nes on nuif? yang artinya air adalah darah, hutan adalah rambut, tanah adalah daging, dan batu adalah tulang (Dicky, 2018: 39). Manusia sebagai makhluk ekologis yang tidak dapat lepas dari alam semesta, dalam kumpulan cerita Kanuku Leon karya Dicky Senda digunakan teori ecocriticism Garrard yang mengkaji hubungan manusia dengan kondisi lingkungan alam. Cerita ?Kanuku Leon? karya Dicky Senda merupakan tampungan suara kritik dari semesta alam untuk membuat sadar manusia dalam memanfaatkan hokum alam tanpa mengeksploitasi secara tragis. . Kata kunci: lingkungan alam, Ecocriticism, Kumpulan cerita Kanuku Leon. Abstract The change of meaning is the transition of the meaning of the unit of language from one arrangement to another or the transition of the meaning of language in the history of a language or context to another. Changes in meaning can be caused by various factors that resulted in a meaning of the word changed from its original meaning so that will appear new meaning of the word. This study aims to describe (1) the type of change in meaning, (2) factors causing change of meaning, (3) context change situation meaning. The data in this research are words, phrases and sentences that contain phenomenon of meaning change in the comments of Indonesian Football Team U-19 Football matches in AFF Cup 2017. Data collection method used is documentation method, while the technique used is descriptive analysis technique. this study. Data collection instruments are check list tables and human instruments. The results of this study show (1) the change of meaning that occurs in the comments of Indonesian national football matches in trophies AFF U19 is a change of meaning widespread, changes in total meaning, changes in meaning of coarsening, and changes in the meaning of the association. the most significant change of meaning is the change in the meaning of the association because speakers are more likely to produce words or phrases containing the same traits as words or phrases in the context of football; (2) factors causing change of meaning which in the type of change of meaning is the factor of difference of usage area, term development, and association factor. the most significant factor of change is the factor of difference of usage field; (3) situational context that causes the appearance of words that contain changes in meaning is the context of incident. Keywords: Ecocriticism,Collection of Kanuku Leon?s Story.
TRAUMA SEKSUAL TOKOH AJO KAWIR DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN KAJIAN PSIKOANALISIS SEKSUAL SIGMUND FREUD GALANG SANTOSO, SARWENDO
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat dua pembahasan dalam penelitian ini, yaitu trauma seksual yang dialami tokoh Ajo Kawir dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan, dan dampak trauma seksual tokoh Ajo Kawir terhadap tokoh lain dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Setiap pembahasan akan diuraikan sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori psikoanalisis seksual Sigmund Freud dan batasan istilah yang telah ditetapkan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikoanalisis Sigmund Freud. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Sumber data berupa novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan, dan data penelitian berupa dialog antar tokoh dan narasi yang terdapat pada novel tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini berupa pengungkapan adanya konsep trauma seksual beserta dampaknya dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Trauma seksual yang dialami tokoh Ajo Kawir disebabkan oleh tiga tokoh yaitu Rona Merah, Iteung, dan Jelita. Sedangkan Dampak dari trauma seksual yang dialami Ajo Kawir juga dirasakan oleh orang lain seperti Iteung, Si Tokek, dan Si Macan.
KEBEBASA, KESEJAHTERAAN, DAN KESETARAAN HAK TOKOH SUNYI, SUMIRAH, DAN SUNTINI DALAM NOVEL “SUNYI DI DADA SUMIRAH” KARYA ARTIE AHMAD KAJIAN FEMINISME LIBERAL , Warianik
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian feminisme liberal Betty Friedan dengan objek yang diteliti adalah novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad. Penelitian ini akan menghasilkan kebebasan hak tokoh perempuan, kesejahteraan ekonomi tokoh perempuan, dan kesetaraan kesempatan tokoh perempuan. Akan terdapat banyak kegiatan tokoh perempuan dalam memperjuangkan haknya untuk mencapai hidup yang layak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui arti perjuangan seorang perempuan yang tak henti untuk berjuang demi mencapai kata setara. Kebebasan hak perempuan bisa didapatkan dengan berbagai hal. Kesejahteraan ekonomi perempuan dalam novel, tiga perempuan yang tangguh memiliki ekonomi yang sama. Dan kesetaraan kesempatan perempuan didapatkan dengan perjuangan Sunyi untuk menyamakan dengan yang lain. Penelitian ini menghasilkan pertama mengetahui kebebasan hak tokoh perempuan seperti : hak memiliki, kebebasan menyampaikan pendapat, kebebasan untuk berbeda, dan kebebasan untuk berpendapat. Kedua kesejahteraan ekonomi tokoh perempuan seperti : kesejahteraan lapangan kerja, kesejahteraan pendapatan, dan kesejahteraan penghargaan. Dan yang ketiga kesetaraan kesempatan tokoh perempuan seperti : kesetaraan pengembangan otonomi diri, kesetaraan distribusi kemakmuran, dan kesetaraan menciptakan kebahagiaan. Kata kunci : Kebebasan, Kesejahteraan, Kesetaraan, Feminisme Liberal.This study used a liberal feminist Betty Friedan studies with novel research object Sunyi di Dada Sumirah Artie Ahmad works. Where there will be freedom of womens character rights, economic welfare of female leaders, and equality of opportunity for female leaders. There will be many activities of female leaders in fighting for their rights to achieve a decent life.This research was conducted with the aim of knowing the meaning of the struggle of a woman who does not stop to fight for achieving an equal word. Freedom of womens rights can be obtained by various things. Womens economic welfare in the novel, three strong women have the same economy. And equality of opportunity for women is obtained by the Silent struggle to equalize the others.This research resulted in the first finding out the freedom of womens rights such as: the right to possess, freedom of expression, freedom to differ, and freedom of expression. Both economic welfare of female leaders such as: welfare of employment, welfare of income, and welfare of awards. And thirdly the equality of opportunities for female leaders such as: equality in the development of self-autonomy, equality of distribution of prosperity, and equality create happiness. Keywords : Freedom, Welfare, Equality, Liberal Feminist.
NARASI AGRESI DALAM KUMPULAN CERPEN YANG BERTAHAN DAN BINASA PERLAHAN KARYA OKKY MADASARI KAJIAN EMOSIONAL BEHAVIOR LEONARDO BERKOWITZ DIAN FATMAWATI, ANGESTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang psikoloanalisis Leonardo Berkowitz dengan cara memahami kecenderungan emosional behavior dalam kumpulan teks sastra melalui tokoh-tokoh dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan. Kekerasan atau agresi adalah tindakan berbahaya, karena bertujuan menyakiti, melukai dan merugikan diri sendiri atau orang lain. Agresi adalah bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya rangsangan, terutama rangsangan dari lingkungan. Agresi merupakan perilaku menyakiti seseorang baik secara fisik ataupun psikologis. Agresi fisik dapat berupa tindakan menikam, memukul, menembak, menyerang dan lain-lain, sedangkan agresi psikologis dapat berupa menghina, memaki, menyebar gosip, dan lain-lain. Agresi dibagi menjadi dua jenis, yaitu agresi emosional dan instrumental. Yang pertama adalah agresi emosional, agresi ini juga bisa dianggap sebagai agresi ?jahat?, ?afektif? atau ?marah?, karena terjadinya berkaitan dengan perasaan seseorang. Agresi emosional ditandai dengan kemarahan, kebencian dan perasaan tidak mengenakan yang dirasakan oleh agresor. Pelaku agresi dapat mempunyai tujuan lain di benak agresor. Seorang tentara yang ingin membunuh musuhnya, tapi keinginan sesungguhnya adalah untuk melindungi diri dan menunjukkan patriotismenya terhadap negara. Tindakan tentara tersebut adalah agresi instrumental. Tindakan yang dilakukan lebih untuk tujuan ekstrinsik daripada kesenangan yang diperolehnya disebut ?perilaku instrumental?. Hasil penelitian ini menunjukkan agresi emosinal dan agresi instrumental dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari, yang merupakan konsep emosional behavior dari Leonardo Berkowicz. Agresi emosional dapat berupa tindakan fisik ataupun verbal, demikian pula dengan agresi instrumental, dapat ditunjukkan dengan tindak fisik ataupun verbal. Agresi emosional lebih dominan dibanding agresi instrumental dalam penelitian ini. Kata kunci : agresi, agresi emosional, dan agresi instrumental
STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI NASKAH SULUK ABDUR ROHIM AL NGAWI (KAJIAN FILOLOGI) SHOFYAN HADI, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah kuno merupakan peninggalan masa lampau yang berbentuk tulisan. Naskah kuno sudah berusia yang sangat tua sehingga perlu pemeliharaan dan pelestarian. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan naskah-naskah tersebut dari kehancuran. Salah satu bentuk dari pelestarian dari naskah kuno adalah melakukan penelitian terhadap naskah kuna tersebut. Naskah yang menjadi objek penelitian, yakni naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Penelitian terhadap naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi dinilai penting agar ajaran yang ada di dalamnya dapat terungkap.Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini menelaah (a) bagaimanakah struktur naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?, (b) bagaimanakah fungsi naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?, dan (c) bagaimanakah nilai naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan struktur, fungsi dan nilai yang ada dalam naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Sedangkan Data penelitian ini adalah kata-kata yang merupakan struktur, fungsi dan nilai naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama, struktur Suluk Abdur Rohim Al Ngawi digubah dalam bentuk tembang macapat, terdiri atas 5 pupuh, yakni pupuh Asmaradana terdiri dari 9 bait, pupuh Dhandhanggula terdiriri dari 28 bait, pupuh Pangkur terdiri dari 9 bait, pupuh Mijil terdiri dari 8 bait dan pupuh Sinom terdiri dari 33 bait. . Dalam Suluk Abdur Rohim Al Ngawi terdapat penyimpangan kaidah dari yang seharusnya yaitu pada Dhandhanggula (penyimpangan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu,) Sinom (penyimpangan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu), Pangkur (penyimpangan guru wilangan dan guru lagu), asmaradana (penyimpangan guru wilangan) , dan mijil (penyimpangan guru wilangan). Kedua, fungsi naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi ialah: (1) sebagai alat pengubah karakter manusia melalui pengamalan ibadah syariat, (2) sebagai media pengajaran norma, dan (3) sebagai media pendidikan akhlak. Ketiga, nilai nilai-nilai yang terdapat dalam teks Suluk Abdur Rohim Al Ngawi di antaranya ialah; (1) nilai manusia sebagai individu, (2) nilai manusia sebagai mkahluk sosial, dan (3) nilai manusia sebagai makhluk Tuhan.
MITOS-MITOS DI KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR: ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, NILAI BUDAYA, DAN PENGARUH INDRAWATI, CINDY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjunganom merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Daerah ini memiliki kekayaan budaya salah satu di antaranya adalah sastra lisan. Usaha melestarikan daerah ini penting karena sastra lisan tersimpan dalam ingatan orang tua atau sesepuh-sesepuh yang jumlahnya makin berkurang. Selain agar budaya yang ada di masyarakat tetap terjaga dengan baik seiring perekembangan zaman, sastra lisan dapat berfungsi sebagai identitas kebangsaan suatu daerah. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) struktur mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjonganom, (2) fungsi mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom, (3) nilai budaya legenda mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom, (4) pengaruh mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif yang menekankan pada proses. Sumber data dalam penelitian ini berupa penutur cerita lisan mitos-mitos di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan informan mengenai cerita mitos-mitos berupa prosa rakyat, mitos, dan hiburan rakyat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman, wawancara, dokumentasi dan pencatatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis data penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mengetahui struktur, nilai budaya, fungsi, dan pengaruh mitos di Kecamatan Tanjunganom. Pertama Struktur dari 4 tataran struktur mitos yaitu tataran geografis meliputi bumi, fisik, iklim dan penduduk serta hasli yang diperoleh dari bumi mulai era kerajaan Mataram dan massa penjajahan Belanda dan terbentuknya Tanjunganom oleh tokoh-tokoh sakti yang berperan pada masa itu. Fungsi salah satu fungsi mitos yang muncul yaitu sebagai alat pendidikan; jangan mudah terprofokasi oleh hal-hal yang tidak menguntungkan, jika dipercaya jangan ingkar, saling tolong-menolong dengan sesama. Adapun nilai-nilai budaya salah satu di antaranya nilai kepahlawanan ditonjolkan pada tokoh Ki Ageng Kerto dan Keniten yang banyak mengajarkan ilmunya kepada muridnya, tokoh Seconegoro yang memiliki jiwa kesatria membantu menangkap pencuri. Adapun pengaruh yang ada pada Mitos-Mitos di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk salah satu di antaranya, pengaruh yang timbul pada masyarakat kepercayaan berdo?a di makam orang sakti akan mendatangkan berkah, percaya kepada suatau tradisi yan dianggap mampu menghilangkan ilmu hitam, keyakinan terhadap benda peninggalan. Kata Kunci: Sastra lisan, struktur, fungsi, nilai budaya, dan pengaruh
MITOS TERBENTUKNYA DESA REJOAGUNG KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG (KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN PENGARUH) JANNAH, MIFTAHUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang merupakan daerah yang masih mempertahankan sastra lisan secara turun temurun yaitu mitos terbentuknya desa Rejoagung. Hal ini menjadi kebiasaan atau adat dalam melestarikan kebudayaan di desa Rejoagung, salah satunya yaitu mitos yang sampai sekarang dipercaya oleh penduduk Rejoagung yaitu mitos makam mbah Sanggrok, makam bata putih, peninggalan Trunojoyo, waduk Ngepeh, dusun Payak Mundil, dan dusun Ngrembang. Desa ini dipilih karena sampai saat ini belum pernah diteliti dan sebagai dokumentasi karena suatu saat mitos bisa hilang. Mitos dalam desa ini unik, karena ada delapan dusun yang masing-masing memiliki mitos terbentuknya dusun dengan satu tokoh yang sama yaitu Trunojoyo. Orang yang percaya adanya mitos, mitos itu bisa punah sehingga perlu dilestarikan agar mitos tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan tentang (1) struktur cerita mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, (2) fungsi mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, dan (3) pengaruh mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga pendekatannya menghasilkan kata-kata tertentu dari penceritaan lisan yang ditranskrip. Penelitian ini diusahakan agar memberikan suatu uraian yang deskriptif mengenai kolektivitas dengan syarat bahwa data harus terjamin kebenarannya, dan dalam penelitian ini menggunakan teori Levi Strauss untuk menganalisis struktur mitos terbentuknya desa Rejoagung. Teori fungsi Willam R. Bascom untuk menganalisis fungsi mitos terbentuknya desa Rejoagung, dan pengaruh dari hasil mengutip buku Haris Supratno untuk menganalisis pengaruh mitos terbentuknya desa Rejoagung. Hasil penelitian ini diperoleh dari data-data dan analisis cerita Mitos Terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, dari segi teori struktur Levi Strauss terdapat empat tataran, yakni tataran geografis, tataran ekonomi, dan tataran kosmologis. Dari segi fungsi William R. Bascom terdapat empat fungsi yaitu (1) sebagai sebuah bentuk hiburan, (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (3) sebagai alat pendidikan anak-anak, (4) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya, dan dari segi pengaruh yang pertama, watak yang timbul pada masyarakat; kedua, mengenai kepercayaan hal-hal ghaib; dan ketiga, pengaruh perbuatan. Kata Kunci : mitos, struktur, fungsi, pengaruh ABSTRACT Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency is an area that still maintains oral literature from generation to generation, namely the myth of the formation of the village of Rejoagung. This is a custom preserving culture in the village of Rejoagung, one of which is the myth that until now has been trusted by the residents of Rejoagung, namely the myth of the mbah Sanggrok?s tomb, the white brick tomb, the remains of Trunojoyo, the Ngepeh reservoir, Payak Mundil hamlet, and Ngrembang hamlet. This village was chosen because until now it had never been studied and documented because one day a myth could disappear. The myth in this village is unique, because there are eight hamlets, each of village has a myth of the formation of a hamlet with the same character, Trunojoyo. People who believe in a myth, the myth can become extinct so it needs to be preserved so that the myth does not disappear. This study aims to find and describe about (1) the structure of the mythical story of the formation of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency, (2) the function of the myth formation of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency, and (3) the influence of the myths of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency. This study uses a qualitative descriptive method so that the approach produces certain words from oral narratives transcribed. This research is endeavored to provide a descriptive description of collectivity on the condition that the data must be verified, and in this study uses Levi Strausss theory to analyze the structure of myths formed by the village of Rejoagung. The function theory of Willam R. Bascom to analyze the function of the myth of the formation of the village of Rejoagung, and the effect of the results of quoting the book Haris Supratno to analyze the influence of the myth of the formation of the village of Rejoagung. The results of this study were obtained from the data and analysis of the story of Myth. The formation of the Rejoagung Village in Ngoro District, Jombang Regency, in terms of the Levi Strauss structure theory there are four levels, namely the geographical level, the economic level, and the cosmological level. In terms of the functions of William R. Bascom there are four functions, namely (1) as a form of entertainment, (2) as a means of ratifying institutions and cultural institutions, (3) as childrens educational tools, (4) as a means of coercion and supervisors so that the norms of society will always be obeyed by the collective members, and in terms of the first influence, the character that arises in the community; second, regarding trust in things unseen; and third, the effect of actions.Keywords : myth, structure, function, influence
MITOS PEMANDIAN BEKTIHARJO KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN (KAJIAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS) SHAFRINDHA FARNADAYANTI, YULITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miteme, episode, oposisi, dan nilai yang ada pada mitos pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menggunakan teori Strukturalisme Naratif Levi-Strauss. Sumber data penelitian ini diperoleh dari informan. Data penelitian ini adalah miteme, episode, oposisi, dan nilai dalam mitos pemandian Bektiharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengamatan atau pencatatan, wawancara, dan perekaman. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi dan content analisys.Hasil penelitian terhadap Mitos Pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menggunakan teori Strukturalisme Naratif Levi-Strauss terdiri atas tiga mite, yaitu 1) dilarang berbicara tidak sopan, 2) (pendatang) jika melihat ikan lele yang hanya terlihat kepala dan durinya akan terkena musibah, dan 3) dilarang mengambil benda yang bukan miliknya. Kata Kunci: sastra Lisan, mitos, strukturalisme Levi-Strauss Abstract This study aims to describe the myth, episode, opposition, and values ? in the Myth of Bektiharjo Bathing in Semanding Sub-District, Tuban Regency using the theory of Levi-Strauss Narrative Structuralism. The data source of this research was obtained from informants. While the data of this study are myth, episode, opposition, and values ??in the myth of Bektiharjo bath. This study uses a qualitative approach. The data collection techniques used observation or field notes, interviewing, and recording. The data analysis technique uses descriptive analysis and content analysis. The results of the study of the Myth of Bektiharjo Bathing in Semanding Sub-District, Tuban Regency used Levi-Strauss Narrative Structuralism theory consisting of three mites: 1) prohibited to speak disrespectfully, 2) (immigrant) if they saw catfish that only has head and thorns will get calamity, and 3) prohibited to take others? own stuffs. Keywords: oral literature, myth, Levi-Strauss structuralism

Page 8 of 18 | Total Record : 173