cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
KEPRIBADIAN BEHAVIORISME TOKOH ANYA DALAM NOVEL CRITICAL ELEVEN KARYA IKA NATASSA : KAJIAN PSIKOLOGI SKINNER , PARTININGSIH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini akan membahas tentang Critical Eleven, atau sering disebut dengan sebelas menit paling kritis, selain itu dalam waktu sebelas menit paling kritis ini sering disebut dengan waktu yang paling krusial dalam dunia penerbangan. Seperti dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa, ia menuliskan tokoh yang bernama Anya, tokoh Anya ini sewaktu dalam penerbangan bertemu dengan laki-laki yang membuat ia melupakan kejadian sebelas menit paling kritis dalam pesawat, bermula dari pertemuan yang tidak disengaja dalam pesawat itu hubungan mereka berdua berlanjut, tidak hanya sekadar terpisah di bandara, tetapi pertemuan mereka berujung pernikahan, sejak pertemuan pertama mereka hingga pernikahan, terlihat banyak perubahan-perubahan yang dialami oleh tokoh Anya, perubahan itu bermula dari kebiasaan-kebiasaan yang Anya lakukan, ia mencoba mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh Ale, laki-laki yang ia temui di pesawat waktu itu, seperti kebiasaan makan ketoprak ditenda kecil pinngir jalan, tetapi perilaku Anya mulai berubah kembali saat keluarga kecil mereka mengalami musibah, yaitu kehilangan anak pertamanya, saat itu Ale yang menuduh Anya tidak menjaga kandungannya dengan baik dan menyebabkan anak yang ada dikandungannya meninggal, dari stimulus yang dikeluarkan Ale dari mulutnya itulah yang menyebabkan Anya tidak berperilaku seperti dulu lagi, ia tidak pernah menghiraukan Ale dan menganggap Ale ada. Perubahan tingkah laku yang dialami Anya itu disebut dengan psikologi behaviorisme Skinner, psikologi ini mengutamakan sebuah stimulus sebagai perangsang utama tingkah laku manusia bisa berubah, dengan adanya perangsang tersebut maka akan diikuti dengan adanya respon, respon dalam psikologi behaviorisme merupakan reaksi yang timbul dari adanya pengaruh rangsangan. Pemberian rangsangan atau stimulus dalam adanya sebuah respon akan menimbulkan sebuah akibat, meski akibat tidak selalu ada ketika stimulus diberikan tetapi akibat ini juga memiliki pengaruh sangat penting dalam perubahan tingkah laku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya sebuah stimulus yang diberikan oleh tokoh Ale maupun dari lingkungan baru yang Anya temui, dari stimulus tersebut tokoh Anya akan merespon adanya rangsangan yang telah diberikan, respon-respon tersebut yang menentukan tokoh Anya memiliki tingkah laku yang berbeda dari sebelumnya. Dari adanya respon negatif maupun positif dari rangsangan yang diberikan dari lingkungan baru itu maka akan timbul sebuah akibat yang dialami oleh tokoh Anya dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang memiliki objek penelitian yaitu kepribadian behaviorisme, bersumber data novel dan data yang diperoleh berupa kutipan kalimat maupun paragraf yang termasuk psikologi behaviorisme. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik pustaka sendiri menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data, sedangkan untuk teknik analisis datanya menggunakan jenis penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif ini didapatkan dengan menggunakan cara penganalisisan dengan menyajikannya dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh dari data-data yang ada dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa, dalam novel tersebut terdapat tokoh yang bernama Anya. Tokoh Anya mengalami sebuah pola belajar behaviorisme, ia belajar dari lingkungan baru yang ia temui, terjadi sebuah stimulus yang diberikan sehingga tooh Anya ini merespon dari adanya sebuah stimulus yang diberikan tokoh Ale, dari adanya stimulus tersebut tingkah laku Anya terlihat berubah dari sebelumnya. Dariawal pertemuan mereka hingga pernikahan mereka, respon yang didapatkan Anya bergantung stimulus yang diberikan tokoh Ale. Awalnya tokoh Anya ini sangat mempercayai tokoh Ale sampai Anya benar-benar tidak menghiraukan tokoh Ale, tetapi rangsangan tersebut selalu diberikan oleh tokoh Ale sehingga pada akhirnya tokoh Anya ini memiliki kepribadian tingkah laku yang kembali peduli kepadanya seperti awal pertemuan mereka di pesawat saat itu, pertemuan yang menjadikan Anya melupakan waktu sebelas menit paling kritis dalam penerbangan.Kata Kunci : Critical Eleven, Psikologi Behaviorisme, Stimulus, Respon, Kepribadian.
MUATAN EDUKASI (PENDIDIKAN) DALAM NOVEL KISAH SANG PENANDAI KARYA TERE LIYE: KAJIAN TEORI PAULO FRIERE GUS MIARNI, RANTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan pendidikan dalam novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye dengan menggunakan kajian pendidikan Paulo Friere, yaitu pemberantasan buta huruf, pendidikan ?gaya bank?, pendidikan hadap masalah, dan hubungan ketiga konsep (konsientisasi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kepustakaan dan simak catat. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode hermeneutika terhadap data dengan melakukan beberapa langkah, yaitu (1) mencermati, (2) membaca heuristik dan hermenuitik, (3) menafsirkan, dan (4) menyajikan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan muatan pendidikan yang termuat dalam novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye melalui konsep pendidikan Paulo Friere yaitu (1) pemberantasan buta huruf, dengan kesadaran kritis, Jim mampu keluar dari derita buta huruf; (2) pendidikan ?gaya bank?, diajarkan oleh Sang Penandai, Pendeta Tua, dan Jim. Subjek yang dapat diatur dalam pendidikan ?gaya bank? adalah Jim, Laksamana Ramirez, Nayla, Rhenald, Tigris, dan Pate; (3) pendidikan hadap masalah, dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh para tokoh, dialami oleh Jim, Laksamana Ramirez, Pate, Si Mata Elang, dan Perompak Yang Zhuyi; dan (4) konsientisasi, hubungan tiga konsep muatan pendidikan Paulo Friere direpresentasikan oleh tokoh Jim. Tokoh Jim mengalami fase kesadaran magis, kesadaran naif, dan kesadaran kritis. Kata kunci: buta huruf, ?gaya bank?, hadap masalah, konsientisasi, Kisah Sang Penandai.
TANGGUNG JAWAB ANAK DALAM NOVEL KARYA ANAK GENG PENYELAMAT ALAM KARYA AIDA RIZKIATUL ZAHRA DAN THE EVERGREEN KARYA NISRINA HANIFAH IRMA INDRIYATUL HIDAYATI, LILIS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggung jawab anak kepada diri sendiri, keluarga, sosial, Bangsa dan Negara dan Tuhan dalam novel karya anak Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan teknik baca catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tanggung jawab anak kepada diri sendiri dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menuntut Ilmu, membersihkan diri, menjaga kesehatan diri, menjaga kehormatan diri, berfikiran positif, dan berinisiatif.; 2) Tanggung jawab anak kepada orang tua dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menaati perintah orang tua, memohon izin kepada orang tua, dan menjaga anggota keluarga.; 3) Tanggung jawab anak kepada sosial dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditampilkan dalam bentuk tolong-menolong, menjaga kebersihkan lingkungan, bekerja sama, dan saling berbagi.; 4) Tanggung jawab anak kepada Bangsa dan Negara dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menjaga Hutan dan menjaga Hewan.; 5) Tanggung jawab anak kepada Tuhan dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk melaksanakan ibadah salat, memohon petunjuk dan menaati anjuran agama. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Anak, Novel Karya Anak
FIKSI FORMULA DALAM KOMIK DETEKTIF: MISTERI GERBANG MASA DEPAN KARYA REZKY RAMDANI DAN MISTERI HANTU FESTIVAL KARYA RASYIQA ANNISA THOHIRA PUTRI LARASATI, LUVY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting dalam Komik Detektif: Misteri Gerbang Masa Depan Karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival Karya Rasyiqa Annisa Thohira yang sesuai dengan teori fiksi formula John G Cawelti. Data penelitian berupa informasi mengenai unit-unit teks komik yang berkaitan dengan rumusan masalah yang mencakup empat fiksi formula John G Cawelti, yakni situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting yang terdapat dalam komik detektif Misteri Gerbang Masa Depan karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival karya Rasyiqa Annisa Thohira. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analitis yang meliputi pendeskripsian, pengklasifikasian, dan penyimpulan yang tertuju pada data-data yang terkumpul dari kumpulan komik detektif. Hasil penelitian adalah (1) situasi dalam komik Misteri Gerbang Masa Depan, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, dan situasi menyedihkan, Sedangkan untuk komik Misteri Hantu Festival, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, situasi menyedihkan, dan situasi menyenangkan. (2) pola tindakan dalam Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival yang sesuai dengan fiksi formula yakni, pengenalan detektif yang digambarkan melalui tokoh Fikri dan Arnaf, yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, petunjuk dan kejahatan yang mengarah kepada pelaku kejahatan, penyelidikan dalam menemukan pelaku kehajatan penculikan Syifa dan hilangnya barang festival, pengumuman solusi, atas kronologi suatu peristiwa, dan akhir cerita yang membuat pelaku jera akan kejahatan yang dilakukan, (3) tokoh dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni tokoh detektif yakni Fikri dan Arnaf, korban yang menjadi target kehatan ditunjukkan dengan tokoh Syifa, Ibu Siti, dan Riko, tokoh penjahat yakni Ibu Ica, Pak Mulyadi, dan Yodha, dan tokoh pihak yang terancam yakni Fikri. (4) setting dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni berada di rumah Fikri, rumah Ibu Ica, rumah Syifa, TK Pertiwi, rumah Arnaf, dan Gudang. Kata kunci: fiksi formula, komik detektif, situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting.
KATA SERAPAN BAHASA INDONESIA DALAM KUMPULAN CERPEN CYBER ADVENTURE DAN MAGIC COOKIES TERBITAN MIZAN TAHUN 2017 SAFITRI, SHANTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kata serapan bahasa asing dilatar belakangi oleh banyaknya kata serapan yang masuk kedalam bahasa Indonesia dan masukkan dalam daftar KBBI. Melalui berbagai proses morfologis, sintaksis, fonologis dan lain sebagainya. Hal ini tentu digunakan untuk mempebanyak perbendaharaan kata bahasa Indonesia di berbagai sektor, bidang dan pada karya yang diciptakan pada buku cerita pendek berjudul Cyber Adventure dan Magic Cookies merupakan Buku karya anak hingga remaja yang diterbitkan oleh Mizan tahun 2017 daftarnya sudah ada puluhan lebih jumlah kata yang keasliannya dari bahasa Inggris Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang muda maka dari itu banyak menyerap dari bahasa asing. Dengan berbagai cara penyerapan menambahkan sufiks, prefiks dan ada yang dihilangkan imbuhannya lalu dimasukkan kata dasarnya. Cara penyerapan tersebut dengan adanya pengubahan bentuk dan penambahan bentuk kata antara lain kedalam bahasa Indonesia ada yang secara utuh dan penyelarasan (1). -isme, (2). ?itas, (3). ?sasi, (4). ?si. Namun ada juga yang diserap secara utuh (1). Virus (2). Reporter, (3). Auditor, (4). (internet, (5). Bel, (6). Dan lain sebagainya. kata-kata yang diserap memperhatikan ejaan yang sesuai. Gejala bahasa yang terdapat dalam buku cerita pendek Cyber Adventure dan Magic Cookies adalah mengalami pengubahan atau pengurangan fonem. Terdapat pada buku tersebut gejala bahasa Metatesis, Apokop, Sinkop, Monoftongisasi. Hal itu nenyesuaikan kata mana saja yang di sesuaikan tataran fonemnya. Karena memang dalam data tersebut kategori nomina dan adjektiva.Jumlah yang mengalami gejala bahasa ada 54 buku Cyber Adventure dan 75 Magic Cookies. Cara penyerapan dan Gejala Penyerapan hal tersebut dikarenakan ada faktor yang mempengaruhi terjadinya penyerapan bahasa Imggris kedalam bahasa Indonesia. Hal tersebut tidak serta merta langsung diserap namun ada proses dan pemakai bahasa dapat berterima, penyerapan menggunakan standardisasi yang tepat sehingga ejaan yang memang pada dasarnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak berbeda jauh tataran dan cara kepnulisannya maka orang Indonesia lebih banyak menyerap bahasa asing terutama bahasa Inggris. Terkadang penyerapan bahasa asing digunakan untuk memperhalus ungkapan (eufisme), orang Indonesia sering mendengar bahasa asing dari berbagai referensi, nilai sosial juga berpengaruh dalam hal ini. Kata Kunci : Bahasa, Kata Serapan, Cara Penyerapan, Gejala Bahasa, Faktor Penyerapan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN E-CLASS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK WATDOESEN (WATCHING, DOING, SENDING) DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERAMAH PADA SISWA KELAS XI SMAN 12 SURABAYA SOLIKHA MARWAH ALFIKA, LAILATUS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan, respons, dan hasil belajar dalam pembelajaran teks cermah dengang model pembelajaran e-class menggunakan teknik watdosen (watching, doing, sending). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas XI SMAN 12 Surabaya sehingga didapati sampel pada penelitian ini merupakan dua kelas dari 10 kelas dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik angket, dan teknik tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 23 berupa penghitungan jumlah, rata-rata, dan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil. Hasil belajar siswa kelas kontrol diperoleh rata-rata pretes 60,21 dan postest 69,39. Sedangkan hasil belajar siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata pretes 68,44 dan postest 74,85. Perbandingan keduanya diperoleh t-score = 0,090. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H1 ditolak karena 0,090 > 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran e-class dengan menggunakan teknik watdosen (watching, doing, sending) efektif dalam pembelajaran teks ceramah.
KEBERANIAN DALAM NOVEL ANAK MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI EKA PRATIVI HARMANTO, HANNA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberanian merupakan salah satu karakter yang dimiliki oleh anak-anak. keberanian pada anak mampu menjadikan anak-anak untuk dapat tampil percaya diri dan tahan uji untuk mencapai tujuannya. Salah satu karya sastra untuk membangun keberanian anak yakni novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Dalam penelitian ini keberanian dalam novel anak ­Mata di Tanah Melus terdapat tiga bentuk konsep keberanian yaitu ketegasan, inisiatif, dan kegagahan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberanian anak dalam Novel Mata di Tanah Melus karya Okky madasari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskrpitif analisis yang terdapat pada novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Hasil penelitian ini yakni (1) ketegasan anak dalam novel Mata di Tanah Melus yang sesuai dengan ketegasan adalah tegas dalam mengambil keputusan dengan klasifikasi bersikap tegas tegas dengan hal baru, berpikiran tegas, dan tegas mengenai hal baru. Bentuk ketegasan selanjutnya yakni tegas dalam berkata. (2) inisiatif anak dalam novel Mata di Tanah Melus sesuai dengan inisiatif adalah inisitaif bertindak kreatif, berkenalan dengan orang baru, bertanya, dan memberi pertolongan. (3) kegagahan anak dalam novel Mata di Tanah Melus sesuai dengan kegagahan yakni diklafisikasikan dalam menghadapi rintangan dan menghadapi hal baru. Hasil keberanian yang ditampilkan pada novel Mata di Tanah Melus menjadikan tokoh tahan uji dan percaya diri dalam mencapai tujuannya.
KARAKTERISTIK TOKOH PROTAGONIS DAN ANTAGONIS DALAM NOVEL ANAK SERI “THE STORY EXPLORER” KARYA ANAK USIA 12 TAHUN TERBITAN TIGA ANANDA YUNITA RAHMAWATI, INDAH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik tokoh protagonist dan antagonis dalam novel anak seri ?TheStory Explorer? karya anak usia 12 tahun terbitan Tiga Ananda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif denganmetode deskriptif analisis pada lima novel anak usia 12 tahun berjudul Penyelamatan Negeri Peri karya Fida Zalfa,Petualangan Peri Gelembung karya Fida Zalfa, Rahasia Ramuan Ajaib karya Anugrah Rawiyah Salma, Misteri PrasastiUrip Abadi karya Arina Futihatir Rizqoh, dan Menyelamatkan Negeri Alen karya Nilna Almuna.Hasil penelitian ini yakni (1)karakteristik tokoh protagonist dalam novel karya anak usia 12 tahun, (2) karakteristiktokoh antagonis dalam novel karya anak usia 12 tahun, (3) Kecenderungan tokoh protagonist dan antagonis dalam novelkarya anak usia 12 tahun. Ketiga hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik tokoh yangdianalisis menggunakan dimensi watak , yang meliputi dimensi fisik, dimensi psikis dan dimensi sosial .Kata Kunci : Karakteristik, Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis, Dimensi Watak.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIS, AUDIOTORIS, VISUAL INTELEKTUAL) BERMEDIA VIDEO PADA PEMBELAJARAN DRAMA KELAS VIII A SMPN 1 MENGANTI, GRESIK TAHUN AJARAN 2018/2019 EKAWATI, DITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat dan keterampilan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi drama kelas VIII. Materi drama yang merupakan gambaran kehidupan manusia yang dipentaskan menjadi salah satu wadah bagi siswa dalam mengeksplorasi dunianya sesuai dengan tingkatan umurnya. Cara guru mengajar yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional tidak lagi mampu mewadahi karakteristik dan kagiatan siswa yang semakin aktif dan inovatif. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu menunjang kreativitas siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi drama dalam pementasan drama. Untuk itu diperlukan model pembelajaran baru yang mendukung pembelajran yang menyenangkan, aktif, dan semua ikut berpartisipasi salah satunya ialah model pembelajaran SAVI (Somatic, Audio, Visual, Intellectual). Model pembelajaran SAVI menggabungkan keterampilan gerak, audio, visual dan kognitif peserta didik dalam memahami materi. Sehingga guru berperan sebagai fasilitator dalam penyampaian materi. Penelitian ini berfokus pada pembelajaran drama kelas VIII dengan kompetensi capaiannya adalah mampu mementaskan naskah drama yang telah dibuat. Fokus penelitian ini yaitu pada pembelajaran drama kelas VIII A dengan kompetensi capaiannya adalah mampu mementaskan naskah drama yang telah dibuat, selain itu adanya rasa canggung, malu dan kurang percaya diri menjadi slaha satu hambatan yang masih ditemui pada beberapa siswa. Model pembelajaran SAVI bermedia video berbentuk draft akhir yang telah disesuaikan dengan materi dan karakterisktik siswa. Draft akhir yang telah telah mengalami validasi hingga dihasilkan produk akhir yang diujikan kepada siswa untuk menguji tingkat keefektifannya. Peneltian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan model pembelajaran SAVI bermedia video dan mendeskripsikan kualitas model pembelajaran SAVI bermedia video dalam pembelajaran drama kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan 4D Thiagarajan yang 4 tahap utama yaitu: (1) Define (Pendefinisian), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan) dan (4) Disseminate (Penyebaran). Namun karena keterbatasan waktu dan biaya maka hanya dilakukan sampai tahap pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Menganti, Gresik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner, dan tes. Hasil dalam penelitian terdiri atas dua data, yaitu proses hasil pengembangan dan kualitas model pembelajaran SAVI bermedia video. Proses pengembangan model pembelajaran SAVI bermedia video telah selesai pada 20 Januari 2019, telah selesai divalidasi pada 25 Januari 2019, dan telah dilakukan uji coba pada 4?16 Februari 2019. Kualitas model pembelajaran SAVI bermedia video terdiri atas dua kriteria, yakni kevalidan dan keefektifan. Kevalidan model pembelajaran SAVI bermedia video ditentukan melalui hasil validasi oleh validator ahli dan memperoleh persentase sebesar 91.05% berkategori sangat valid. Kepraktisan model pembelajaran SAVI bermedia video ditentukan dari hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa dengan persentase 82.28% berkategori sangat efektif; hasil tes siswa yaitu tes aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dengan hasil persentase 79.25% berkategori baik/efektif; dan angket respon siswa dengan persentase 99.4% berkategori sangat baik/efektif. Dapat disimpulkan bahwa kualitas model pembelajaran SAVI bermedia video sangat berkualitas dengan persentase sebesar 87.81% Kata Kunci: pengembangan, model pembelajaran, SAVI, drama
DISFEMIA PADA TUTURAN CERAMAH MAMAH & AA INDOSIAR DAN ISLAM ITU INDAH TRANS TV APRILIA ENDARWATI, RURI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disfemia, makna disfemia, dan fungsi disfemia dalam tuturan ceramah Mamah & Aa Beraksi Indosiar dan Islam Itu Indah Trans TV. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah hubung banding menyamakan menyamakan hal pokok (HBSP), yaitu teknik yang bertujuan untuk mencari kesamaan hal pokok dari pembedaan dan penyamaan. Penelitian ini menggunakan teori disfemia yakni pengasaran makna atau usaha mengganti kata yang bermakna netral menjadi kata yang bermakna kasar. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan dalam acara ceramah Mamah & Aa Beraksi Indosiar dan Islam Itu Indah Trans TV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) bentuk disfemia pada tuturan ceramah Mamah & Aa Beraksi Indosiar dan Islam Itu Indah Trans TV yakni kata dalam bentuk dasar dan bentuk turunan yang mencakup kata benda, kata kerja, dan kata sifat kemudian frasa yang mencakup frasa nominal, verbal, dan adjektival. Dalam bentuk disfemia tuturan ceramah juga ditemukan kata atau frasa yang dibentuk dari bahasa daerah seperti bahasa jawa, bahasa sunda, bahasa jakarta, dan ragam bahasa gaul. 2) makna disfemia yang terkandung dalam tuturan ceramah Mamah & Aa Beraksi Indosiar dan Islam Itu Indah Trans TV yakni makna leksikal, makna gramatikal, makna konotatif, dan makna emotif sehingga bentuk disfemia dalam tuturan ditemukan makna disfemia yang terlepas dari konteks dan situasi bahasa sudah bernilai kasar dan makna disfemia yang dipengaruhi konteks kalimat, proses gramatikal, serta situasi berbahasa. 3) fungsi disfemia pada tuturan ceramah Mamah & Aa Beraksi Indosiar dan Islam Itu Indah Trans TV yakni untuk menunjukkan sikap tidak suka, menunjukkan sikap tidak ramah atau jengkel, memberi penekanan suatu tindakan, dan menegaskan makna sehingga fungsi ini akan terbentuk ketika penutur menanggapi pertanyaan atau permasalahan yang sering terjadi dan permasalahan yang diceritakan oleh pemirsa/penonton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disfemia sering muncul dalam penyampaian ceramah sesuai dengan kondisi perasaan penutur dan konteks yang sedang dibicarakan.

Page 9 of 18 | Total Record : 173