cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 24 Documents clear
KEEFEKTIFAN KEBERADAAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA BIPA UNESA TAHUN AJARAN 2019/2020 NOER ARDIYANTI, WARSITA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, keterampilan berbahasa merupakan bagian terpenting bagi individu dalam mencapai tujuan. Hal itu disebabkan manusia tidak dapat lepas dari kebutuhan berkomunikasi. Sebab itulah, bahasa Indonesia mulai diminati oleh beberapa warga asing. Dalam berbahasa, perlu menguasai komponen keterampilan menulis yang di antaranya terdapat konjungsi, pola kalimat, dan lain-lain. Penelitian ini memiliki tujuan mengukur keefektifan keberadaan tutor sebaya dalam keterampilan menulis kegiatan sehari-hari mahasiswa BIPA Unesa tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini yaitu mahasiswa BIPA Unesa dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta angket. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa aktivitas mahasiswa dan pengajar ketika proses pembelajaran menulis kegiatan sehari-hari bersama tutor sebaya sangat efektif serta membantu mahasiswa dalam memahami materi tersebut dengan baik. Selain itu, dapat diketahui perbedaan setelah didampingi tutor sebaya yang dapat dilihat pada hasil belajar mahasiswa ketika menulis kegiatan sehari-hari. Hasil yang diperoleh yaitu = 0,05 dan db=14, yang berarti diterima dan ditolak. Kemudian, pada hasil respons mahasiswa dapat diketahui bahwa mereka sangat menyukai pembelajaran dengan tutor sebaya ketika pembelajaran keterampilan menulis materi kegiatan sehari-hari dari rerata angket sebesar 87,5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tutor sebaya efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis. Kata Kunci: Tutor sebaya, keterampilan menulis, kegiatan sehari-hari
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG BERTAJUK CERITA KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SMA AQUATIKA, FIBRINA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan berbahasa. Melalui membaca seseorang dapat memperoleh berbagai informasi penting. Membaca juga digunakan sebagai sarana hiburan, dan masih banyak manfaat lainnya. Membaca sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu kemampuan membaca siswa sangat dibutuhkan dalam berbagai jenis kegiatan pendidikan. Meningkatkan kemampuan membaca harus didasari oleh minat membaca yang tinggi. Menumbuhkan minat membaca dapat dimulai dengan menghadirkan bahan bacaan yang menarik dan berkualitas. Salah satu bentuk bahan bacaan yang dikaji dalam skripsi ini adalah buku berjenjang. Perjenjangan buku Non-Teks ini memiki beberapa tujuan, diantaranya, meningkatkan minat dan kemampuan membaca dengan mempertimbangkan aspek pedagogik dan psikologis. Kedua menumbuh kembangkan budaya literasi melalui buku yang bermutu serta tepat guna untuk memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Ketiga, menjadi acuan penyusunan daftar buku yang direkomendasikan untuk dibaca oleh pembaca sasaran. Buku berjenjang ini sangat sesuai untuk dibaca siswa karena dirancang sesuai dengan jenjang pembaca berdasarkan pedoman perjenjangan buku oleh Kemendikbud. Skripsi ini mengkaji tentang buku jenjang E, F, dan G yang dirancang agar sesuai untuk dibaca siswa SMA. Jenjang E membaca lanjut, jenjang F membaca mahir, jenjang G membaca kritis. Ketiga buku tersebut merupakan karya yang bersifat asli dari peneliti, tanpa adanya tiruan ataupun pengembangan dari karya lainnya. Adapun judul buku jenjang E adalah ?Es Kepal Minko?, jenjang F ?Cerita Tentang Kala?, jenjang G ?Jadilah Mata Air yang Jernih?. Ketiga buku tersebut dirancang bertajuk cerita kewirausahaan untuk memperkenalkan kewirausahaan melalui cerita yang menarik. Hal ini dilakukan agar siswa SMA lebih terdorong untuk mandiri dan berkreasi. Dari ketiga buku tersebut melahirkan empat rumusan masalah diantaranya, ?Bagaimana proses pengembangan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??, ?Bagaimana keterbacaan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan berdasarkan grafik fry??, ?Bagaimana kualitas buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??, dan ?Bagaimana peningkatan kemampuan baca siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru melalui buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??. Adapun tujuan penelitian, diantaranya, untuk mengetahui proses pengembangan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan, untuk mengetahui keterbacaan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan, untuk mengetahui kualitas buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaa, serta untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru melalui buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan. Proses pengembangan disajikan melalui enam tahapan yang disediakan dalam metode penelitian R & D. Keterbacaan ketiga buku jenjang E, F, G dihitung menggunakan rumus grafik fry untuk mengetahui kesesuaian buku pada jenjang SMA. Kualitas ketiga buku jenjang diketahui melalui validasi isi, bahasa, dan grafika oleh para ahli. Peningkatan kemampuan membaca siswa dapat diketahui melalui perolehan skor tes awal dan tes akhir.
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG BERTEMA INSPIRATIF UNTUK SISWA SMP SUSANTI KHOIRUN NISA, DWI
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan literasi di SMP Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) proses pengembangan buku berjenjang bertema inspiratif, 2) keterbacaan buku berjenjang bertema inspiratif, 3) kualitas produk buku berjenjang bertema inspiratif, dan 4) kualitas penggunaan buku berjenjang bertema inspiratif yang sesuai untuk siswa SMP. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan Borg dan Gall. Hasil penelitian ini meliputi: (1) proses pengembangan buku berjenjang menggunakan model Borg dan Gall, (2) keterbacaan buku berjenjang dengan formula keterbacaan Grafik Fry menunjukkan bahwa jenjang E sesuai digunakan untuk kelas 6, 7, dan 8. Jenjang F sesuai digunakan untuk kelas 7, 8, 9, dan 10. Jenjang G sesuai digunakan untuk kelas 8, 9, dan 10. (3) kualitas produk buku berjenjang dilihat dari penilaian dua validator ahli berdasarkan tiga aspek. Aspek isi pada buku jenjang E memiliki persentase 93%, jenjang F 97%, dan jenjang G 97%, sehingga ketiganya memiliki kualitas ?sangat layak?. Pada aspek bahasa buku jenjang E memiliki persentase 92,5%, jenjang F 91%, dan jenjang G 97,5%, sehingga ketiganya memiliki kualitas ?sangat layak?. Pada aspek grafika buku jenjang E, jenjang F, dan jenjang G memiliki persentase 87,5% sehingga tergolong memiliki kualitas ?sangat layak?. (4) kualitas penggunaan buku berjenjang berpengaruh positif. Hasil tes setelah membaca ketiga buku berjenjang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sebelum membaca buku berjenjang bertema inspiratif. Pada jenjang E skor siswa sebesar 27, jenjang F sebesar 28,1, sedangkan untuk jenjang G sebesar 26,6. Selain itu, uji coba buku berjenjang juga menghasilkan temuan mengenai karakter siswa. Karakter siswa pada kelas 7 cenderung optimis, sedangkan karakter siswa kelas 8 cenderung pesimis. Kata Kunci: pengembangan, buku berjenjang, inspiratif. Abstract This research was conducted based on literacy problems at lab school UNESA ketintang Surabaya for junior high school students. This study is aimed to describe: 1) the process of developing inspirational tiered books books, 2) the readability of inspirational Tiered books books, 3) the quality of the inspirational Tiered books book product, and 4) the quality of the use of inspirational Tiered books books which are suitable for middle school students. This research used development model proposed by Borg and Gall. The results of this study include: (1) the process of developing a tiered book using the Borg and Gall models, (2) the readability of tiered books using the Fry Graph readability formula shows that the E level for classes 6, 7 and 8 is suitable. The F level is suitable for use in classes 7, 8, 9 and 10. Level G is suitable for classes 8, 9 and 10. (3) The quality of the tiered book product results from the evaluation of two experts based on three aspects. The content aspect in the E-level book has a percentage of 93%, the F-level is 97% and the G-level is 97%, so that all three have a "very decent" quality. In terms of language, the level E book has a percentage of 92.5%, an F level of 91% and a G level of 97.5%, so all three are of "very decent" quality. In the graphic aspect of E, F and G books, it has a percentage of 87.5%, so it is classified as "very decent". (4) The quality of the use of tiered books has a positive effect. The test results after reading the three-tier book showed a significant increase compared to before reading the inspirational tiered book. The student score was 27 on the E level, 28.1 on the F level and 26.6 on the G level. In addition, the graded book study also provided insights into the character of the student. The character of the 7th-grade tends to be optimistic, while the character of the 8th-grade tends to be pessimistic. Keywords: development, tiered books, inspiring.
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG CERITA RAKYAT JAWA TIMUR UNTUK MENGENALKAN BUDAYA LOKAL SISWA SMP LARASATI SUMALI, ANNISA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman budaya siswa perlu digiatkan melalui berbagai media, salah satunya penggunaan bahan bacaan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut maka dikembangkannya buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur untuk mengenalkan budaya lokal siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Research and Development (R&D) Borg dan Gall yang merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Labschool Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Hasil analisis keterbacaan pada buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kelas 7, 8 dan 9, sehingga tepat digunakan untuk siswa SMP. Sementara itu, hasil validasi isi dan bahasa menunjukkan persentase dari jenjang E 84 % kriteria sangat layak, jenjang F 80 % kriteria layak dan jenjang G 77 % kriteria layak dan hasil validasi desain menunjukkan bahwa buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kriteria sangat layak dengan persentase 84 % untuk jenjang E, 87 % untuk jenjang F dan 87 % untuk jenjang G. Data hasil uji coba dihitung berdasarkan rata-rata skor siswa setiap jenjangnya untuk mengetahui keefektifan produk. Keefektifan produk buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kualifikasi sangat baik, pada Jenjang E untuk kelas 7 dengan persentase 91 %, jenjang F untuk kelas 8 dengan persentase 92 % dan jenjang G untuk kelas 9 dengan persentase 92 %. Melalui buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur, siswa dapat lebih dekat dengan multikultural lokal, terutama daerah Surabaya dan Kediri, sehingga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap kearifan lokal budaya Indonesia yang memiliki ciri khas yang beragam. Kata Kunci: Pengembangan, Buku, Budaya dan Kearifan lokal. Abstract Students cultural understanding needs to be activated through various media, one of which is the use of appropriate reading material. Based on this, the development of a tiered book of folklore in East Java was introduced to introduce the local culture of middle school students. This research uses Borg and Gall Research and Development (R&D) approach which is a development research. This research was conducted at Labschool Middle School Unesa Lidah Wetan, Surabaya. The results of the readability analysis on the level books of East Java folklore are included in grades 7, 8 and 9, so that they are appropriate for junior high school students. Meanwhile, the results of content and language validation show the percentage of E level 84% the criteria are very feasible, the level of F 80% the criteria are feasible and the level of G 77% the criteria are feasible and the results of the design validation show that the level books of East Javanese folklore are included in the very feasible criteria with percentage of 84% for level E, 87% for level F and 87% for level G. The trial data is calculated based on the average score of students at each level to determine the effectiveness of the product. The effectiveness of the East Java folklore tiered book product qualifies very well, at the E Level for grade 7 with a percentage of 91%, the F level for grade 8 with a percentage of 92% and the G level for the grade 9 with a percentage of 92%. Through the tiered books of folklore in East Java, students can get closer to the local multiculturalism, especially the Surabaya and Kediri regions, so as to support students understanding of the local wisdom of Indonesian culture that has unique diverse characteristics. Keywords: Development, Books, Culture and Local Wisdom.
PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI ADISJATI BERBASIS ANDROID UNTUK PEMBELAJAR BIPA YANG TERINTEGRASI ANTARA BUDAYA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA FILDA PUTRI RAHMAWATI, SITI
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program BIPA merupakan program bahasa Indonesia bagi penutur asing yang telah banyak diminati oleh mahasiswa asing. Pembelajaran BIPA tidak terlepas dengan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Dua hal ini saling terintegrasi sehingga menghasilkan suatu pembelajaran BIPA yang efektif. Jika materi yang berkaitan dengan budaya dan keterampilan berbahasa bisa tercapai dengan baik kepada mahasiswa BIPA, maka diperlukannya media, salah satunya ialah media aplikasi ADISJATI. Media ADISJATI merupakan aplikasi yang berbasis android yang dapat dioperasikan di HP atau Tablet tanpa paket data internet. Aplikasi ini dapat mengenalkan salah satu budaya Indonesia yaitu adat istiadat Jawa Timur dan dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasanya. Sehingga penelitian ini mendapatkan hasil bahwa media aplikasi ADISJATI berpengaruh baik terhadap pembelajaran pengenalan wawasan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Hal ini didukung dengan media yang dikembangkan dengan rancangan pengembangan model Sadiman yang terdiri dari 8 langkah dan kualitas media yang berdasarkan kepraktisan, kevalidan dan keefektifan. Kata Kunci: pengembangan, media, ADISJATI
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU TEROWONGAN (TUNNEL BOOK) UNTUK PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS NARASI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PRATIWI, NIFIAH
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran yang ideal sepatutnya memuat proses interaksi guru dan siswa, memotivasi, menyenangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar pada buku teks, lks, modul, dan sejenisnya. Media tunnel book dapat memudahkan siswa untuk mengidentifikasi jalan cerita dalam bentuk gambar yang konkret. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) proses pengembangan media tunnel book untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi pada siswa kelas VII di SMP dan, (2) kualitas media tunnel book yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi siswa kelas VII di SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan media oleh Sadiman dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah dalam pengembangan media tunnel book terdiri atas 1) Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, 2) Merumuskan tujuan, 3) Merumuskan butir-butir materi, 4) Merumuskan alat pengukur keberhasilan, 5) Menulis naskah media, 6) Melakukan tes atau uji coba, 7) Melakukan Revisi, dan 8) Naskah siap diproduksi. Subjek dan data penelitian ini ialah siswa kelas VII-C di UPT SMPN 2 Gresik. Berdasarkan hasil penelitian, kevalidan media tunnel book memperoleh kriteria ?Sangat Layak? dengan persentase 90%. Kepraktisan media tunnel book diperoleh melalui angket respons siswa dengan persentase 88,17% dengan kategori ?Sangat Praktis?. Keefektifan media diperoleh melalui tes hasil belajar siswa, hasil pengamatan guru dan siswa yang dikategorikan ?Sangat Baik?. Hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 86,53, aktivitas guru menunjukkan persentase 90,52% dan aktivitas siswa menunjukkan persentase 90,90%. Berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media, kualitas media tunnel book dapat dikategorikan ?Sangat Berkualitas? dengan persentase 88,84%. Media buku terowongan (tunnel book) memenuhi kriteria untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan, media tunnel book, teks narasi
PENGEMBANGAN MEDIA AKSI RODA BERPUTAR (SI ROTAR) UNTUK PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA LUTFAH AMALIA, ZUYYINA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan lebih senang dan tidak merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) Untuk Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA. Selain itu, bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas proses Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) Untuk Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA. Penelitian dan pengembangan dalam pendidikan berawal dari adanya kebutuhan permasalahan yang membutuhan jalan keluar. Dengan menggunakan produk maka masalah akan teratasi. Pengembangan produk dalam penelitian ini berbentuk media pembelajaran dengan menggunakan tahapan-tahapan menurut Sadiman. Sumber data dalam penelitian adalah peneliti, sumber data dalam kevalidan adalah validator, sumber data dalam kepraktisan dan keefektifan adalah guru dan siswa. Data penelitian diperoleh dari infromasi proses pengembangan media yang dianalisis sesuai dengan tahap perkembangan, informasi kualitas media dari validator, infromasi kepraktisan yang diperoleh dari angket respons siswa, informasi keefektifan yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas siswa dan guru serta nilai tes hasil belajar. Teknik dalam pengumpulan data terdapat empat teknik yakni, angket, validasi, observasi, dan tes. Pada penelitian pengembangan media diperlukan instrumen penelitian yakni, lembar angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Berdasarkan teknik pengumpulan data dilakukan penganalisisan data yakni, angket untuk mengetahui kebutuhan siswa, validasi untuk mengtahui hasil kualitas media, observasi untuk mengtahui respons guru dan siswa saat menggunakan media pembelajaran, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Penelitian Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) menunjukkan bahwa penelitian berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur tahapan pengembangan Sadiman. Sebelum melaksanakan penelitian, perlu bagi peneliti mengatahui kebutuhan siswa dengan menyebarkan angket. Menurut hasil angket kebutuhan siswa dan validasi media menyatakan bahwa pengembangan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) layak untuk digunakan pembelajaran materi teks negosiasi. Media ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat digunakan secara berkala karena hasil yang dapat diperoleh dari kualitas media yang terdiri dari kevalidan media, kepraktisan media, dan keefektifan media mencapai hasil yang baik. Kevalidan media dapat diketahui oleh dua validator yakni, validator ahli media, dan validator materi dan bahasa yang telah menilai bahwa media yang diproduksi oleh peneliti merupakan kategori ?sangat layak? untuk pembelajaran materi teks negosiasi karena aspek kelayakan media dan isi jika dirata-rata mencapai 88%. Kepraktisan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) dapat diketahui dari angket respons siswa yang dibagikan setelah proses pembelajaran menggunakan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar). Dari perhitungan hasil akhir nilai angket respons siswa dapat dikategorikan ?Sangat Kuat? karena hasil akhir perhitungan mencapai 86% yang berarti siswa senang dengan cara belajar sambil bermain dengan menggunakan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar). Keefektifan media dapat diketahui dari Hasil akhir belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Aksi Roda Berputar (Si Rotar), dapat dikategorikan ?Sangat Baik? karena perhitungan mencapai 100% yang berarti seluruh nilai siswa tidak ada yang dibawah KKM. Kata Kunci: Pengembangan, Media Si Rotar, Teks Negosiasi
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAPBOOK (ALBUM KOLASE) UNTUK PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS FABEL PESERTA DIDIK KELAS VII RIHBI RIZQIYANA, WILDA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurangnya pemanfaatan media pembelajaran membuat kemampuan peserta didik dalam pembelajaran teks fabel belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel, (2) mendeskripsikan kualitas media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel yang terdiri atas mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan Sadiman, yakni (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) tes/ uji coba, (7) revisi, dan (8) naskah siap produksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket, validasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan media scrapbook sesuai dengan tahap pengembangan sadiman. Hasil angket kebutuhan, 78% peserta didik membutuhkan pembelajaran mengidentifikasi teks fabel menggunakan media scrapbook, (2) kualitas media scrapbook terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi media scrapbook memiliki persentase 97% dengan kategori ?sangat layak?. Media yang sudah divalidasi diproduksi secara massal dan dapat digunakan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kepraktisan media scrapbook berdasarkan angket respon peserta didik memiliki persentase 93% dengan kategori ?sangat praktis?. Keefektifan media scrapbook dapat diketahui melalui hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 86.22. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dan aktivitas pendidik menunjukkan persentase 94%. Hal ini dapat dikategorikan keefektifan media scrapbook ?sangat baik?. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media scrapbook memenuhi kriteria untuk digunakan dalam proses pembelajaran mengidentifikasi teks fabel. Kata Kunci: pengembangan media, scrapbook, teks fabel. Abstract The lack of learning media usage students? ability in learning fable have not yet reached the Minimum Criteria of Mastery Learning. The purposes of this research are (1) to describe the process of scrapbook media development for fable identification learning, (2) to describe the quality of scrapbook for fable identification learning i.e. validity, practicality, and effectiveness. This research type is development research with quantitative descriptive research methods. This development research is referring to Sadiman?s development research, i.e. (1) identification of needs, (2) formulation of purpose, (3) formulation of material items, (4) formulation of measuring success, (5) process of media scripts writing, (6) try out, (7) revision, and (8) manuscript ready for production. The data collection techniques of this research are questionnaire, validation, observation, and test. The results showed that (1) the process of developing scrapbook media according to 8 steps of Sadiman?s development. According to the questionnaire, 78% students need fable identification learning using scrapbook media, (2) quality of scrapbook i.e. validity, practicality, and effectiveness. The results of scrapbook media validation have a percentage of 97% with ?very feasible? category. The media that has been validated are mass produced and can be used by students in learning and teaching process. The practicality of scrapbook media based on the students? questionnaire has a percentage of 93% with ?very practical? category. Effectiveness of scrapbook media can be known through students? learning outcome with an average score of 86.22. The observation result of student?s activities has a percentage of 94% so is the teacher?s result. This can be categorized that the effectiveness of scrapbook media is ?very good?. Therefore, the conclusion is scrapbook media meet the criteria to be used in the fable identification learning process. Keywords: media development, scrapbook, fable.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU PINTAR BERBASIS REALITAS TERTAMBAH UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA/MA NIKMATUS SOFIYAH, ERFIN
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran maka siswa akan lebih tertarik. Maka dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, media kartu pintar berbasis realitas tertambah dapat digunakan sebagai alat bantu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA/MA dan (2) mendeskripsikan kualitas media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan dengan menggunakan tahapan-tahapan menurut Sadiman. Sumber data dalam proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah yakni peneliti melalui analisis setiap tahapannya sedangkan sumber data pada kualitas media terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Sumber data pada (1) kevalidan media yakni validator yang terdiri atas validator ahli media dan validator ahli materi sedangkan sumber data untuk menilai (2) kepraktisan dan (3) keefektifan yakni guru dan siswa SMA Negeri 12 Surabaya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket, validasi, observasi, dan tes. Pada penelitian pengembangan media diperlukan instrumen penelitian yakni lembar angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Berdasarkan teknik pengumpulan data dilakukan penganalisisan data yaitu angket untuk mengetahui kebutuhan siswa, validasi untuk mengetahui hasil kualitas media, observasi untuk mengetahui respons guru dan siswa saat menggunakan media pembelajaran, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket kebutuhan siswa mempunyai persentase sebesar 78%. Kevalidan media berdasarkan ahli media dan ahli materi mempunyai persentase sebesar 91% yakni memiliki kriteria sangat layak. Kepraktisan media mempunyai persentase sebesar 83% yaitu memiliki kriteria sangat baik. Keefektifan media mempunyai persentase sebesar 100% yakni siswa mendapatkan nilai diatas KKM, dan persentase sebesar 0% yakni siswa mendapatkan nilai dibawah KKM, maka memiliki kriteria sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa mempunyai persentase sebesar 97%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas guru mempunyai persentase sebesar 96% dengaan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan, Media Kartu Pintar Berbasis Realitas Tertambah, Teks Puisi
PENGEMBANGAN MEDIA BOLA GAMBAR PUIYIS (BOMBASTIS) UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI KELAS X ANDRI FATMAWATI, EMALIA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pengembangan media Bombastis dan (2) mendeskripsikan kualitas media Bombastis berupa kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Sadiman, dkk dengan 8 tahapan pengembangan media. Pengembangan media yang dikemukakan Sadiman dkk, sangat sesuai dan cocok untuk penelitian pengembangan media Bombastis. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Proses pengembangan media Bombastis dilakukan dengan mengikuti 8 tahapan yang dikemukakan oleh Sadiman. Sumber data penelitian ini yaitu siswa kelas X IPS 1 SMAN 12 Surabaya, validator media, materi, dan bahasa, serta pengamat, sedangkan teknik pengumpulan data berupa angket, validasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang proses pengembangan media Bombastis dan mendeskripsikan tentang kualitas media Bombastis. Hasil proses pengembangan media Bombastis berupa angket kebutuhan siswa dan validasi media. Hasil dari angket kebutuhan siswa memperoleh dua jawaban yaitu 74% untuk perolehan jawaban ?Ya? dan jawaban ?Tidak? memperoleh persentase 25%, sedangkan hasil penilaian dari validator media, materi, dan bahasa mencapai 93%. Berdasarkan kedua penilaian tersebut, proses pengembangan media layak untuk digunakan pada pembelajaran menulis puisi. Sementara itu, hasil dari kualitas media Bombastis diperoleh dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media. Ketiga penilaian tersebut memiliki capaian hasil yang baik berupa angket respon siswa yang mencapai 86% dari segi kepraktisan, sedangkan segi keefektifan mempunyai tiga kriteria penilaian yaitu hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru, dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Hasil belajar siswa menperoleh persentase sebanyak 87,47%, lembar pengamatan aktivitas guru memperoleh persentase sebanyak 90%, dan lembar pengamatan aktivitas siswa memperoleh persentase sebanyak 84%. Dalam hal ini, media Bombastis merupakan media yang efektif untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya menulis puisi. Media Bombastis juga menjadi media yang layak digunakan secara berkala. Kata Kunci: penelitian pengembangan, media Bombastis, menulis puisi. AbstractThe purpose of this research is (1) to describe about the process of Bombastis development and (2) to describe the quality of Bombastis which is about validity, practicality, and effectivity. This research use development research method proposed by Sadiman and Co with 8 steps media development. This media development presented by Sadiman and Co, is very compatible and suitable for research development of Bombastis media. This research also use descriptive qualitative research method. Development research produce a product, which is media for learning. The process of media development carried out by following 8 step from Sadiman. The source of this research is student of X grade SMAN 12 Surabaya, media validator, material, and language, and also observer, whereas data are collected by questionnaire, validation, observation, and test.The result of this research is describing about process media development of Bombastis and describing about the quality of the media. The result of media development process of Bombastis is student needs questionnaire and media validation. The result of the student needs questionnaire gained two answer that is 74% for the ?Yes? answer and ?No? answer gained a percentage of 25%, whereas the result of assessment and media validators, material, and language reach 93%. Based on both assessment, media development process are proper to use in writing poetry lesson. Meanwhile, result of media quality of Bombastis were obtained from the validity, practicality and effectivity of media. Those three assessment have a good result in the form of student responses questionnaire which reached 86% in aspect of practically, while the effectiveness aspect has three assessment criteria that is student learning of outcomes, observation sheets of teacher activities, and observation sheets of student activities. Student learning outcomes get a percentage of 87,47%, observation sheets of teacher activities get a percentage of 90%, and observation sheets of student activities get a percentage of 84%. In the case, Bombastis media is a media that can help student to increase learning outcomes, especially writing poetry. Bombastis media also becomes a media that is suitable for periodic use.Keywords: development research, Bombastis media, writing poetry.

Page 2 of 3 | Total Record : 24