cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 25 Documents clear
JEJAK KOLONIAL DALAM KUMPULAN CERPEN "TEH DAN PENGKHIANAT" KARYA IKSAKA BANU AULIA AL KAUTSAR, SAZMA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) Hibriditas yang terdapat pada kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu, (2) Mimikri yang terdapat pada kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu, dan (3) Ambivalen yang terdapat pada kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu. bagian dari rumusan masalah di atas yakni mengetahui konsep pascakolonial melalui jejak ? jejak kolonial yang terkandung dalam kumpulan cerpen dalam buku ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu dengan pemikiran Homi K. Bhaba yakni Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalen. Diharapkan dari penelitian ini bermanfaat untuk pengetahuan baru dalam bidang sastra terutama pascakolonial dalam segi teori, metode, dan pendekatan sosiologi sastra. Terutama dalam pascakolonial menurut Homi K. Bhaba yang membahas Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalen. Hasil penelitian ini berupa jejak ? jejak kolonial berupa pascakolonial yang dapat ditemukan dalam kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu. Jejak ? jejak tersebut meliputi hibriditas, mimikri, dan ambivalen. Hibriditas yang dapat ditemukan dalam kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu, yaitu: (1) Tirani kolonial dan budaya Pribumi, (2) Menjustifikasi pernyataan ?darah campuran itu terkutuk? bagi kolonial, (3) Kolonialisme tidak selalu jahat kepada Pribumi, dan (4) Pribumi tidak selalu baik dan ramah. Mimikri yang dapat ditemukan dalam kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu, yaitu: (1) Cara berpakaian dan busana yang dikenakan, (2) Cara kebahasaan dengan menguasai bahasa asing. Ambivalen yang dapat ditemukan dalam kumpulan cerpen ?Teh dan Pengkhianat? karya Iksaka Banu, yaitu: (1) Membela Pribumi dari kebengisan kolonial, (2) Menerobos larangan kolonialisme. Kata Kunci: pascakolonial, homi k bhaba, jejak kolonial
RELIGIOSITAS DALAM NOVEL CINTA DALAM 99 NAMA-MU KARYA ASMA NADIA IZA, ISWATUN
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religiositas adalah aspek yang sudah dimiliki setiap individu dalam hati yang mendorong untuk bersikap sesuai dengan perintah Tuhan. Religiositas juga tak melulu soal keTuhanan namun juga getaran hati nurani dan sikap personal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) religiositas sebagai wujud hubungan manusia dengan dirinya sendiri pada novel Cinta dalam 99 Nama-,Mu karya Asma Nadia, (2) religiositas sebagai wujud hubungan manusia dengan manusia yang lain pada novel Cinta dalam 99 Nama-,Mu karya Asma Nadia (3) religiositas sebagai wujud hubungan manusia dengan Tuhan pada novel Cinta dalam 99 Nama-,Mu karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan aspek religiositas Mangunwijaya dengan pendekatan Moral. Sumber data berupa novel Cinta dalam 99 Nama-Mu Karya Asma Nadia Sedangkan, data dalam penelitian ini berupa dialog pada novel Cinta dalam 99 Nama-Mu Karya Asma Nadia yang menunjukkan aspek religiositas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analisis. Cara yang dipilih untuk menentukan keabsahan data yaitu teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah Dalam aspek hubungam manusia dengan dirinya sendiri ditemukan 8 data pada dialiog tokoh Arum. Dalam aspek hubungan manusia dengan manusia lain terdapat 22 data. Ditunjukkan dengan sikap tolong menolong dalam kebaikan dan Dalam aspek hubungan manusia dengan Tuhanya ditemukan 37 data, Dan dalam aspek ini ditunjukkan oleh tokoh, Alif, Arum, Sarpin dan Pak Dahlan yang sering menyertaka 99 nama indah milik Allah (Asmaul husma) dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kata Kunci: Sastra, Novel, Religiositas.
PENGGUNAAN KOSAKATA DALAM MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF ANAK TUNANETRA JENJANG SMP DI PANTI ASUHAN TUNANETRA TERPADU ASIYIYAH PONOROGO IMANIAR RAMADANI, MIRADA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tunanetra adalah suatu kondisi seseorang yang mempunyai indra penglihatan tidak berfungsi secara sebagian atau keseluruhan. Tunanetra mengandalkan indra lain yang masih berfungsi untuk mendapat informasi. Paragraf deskriptif ditulis berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh oleh panca indra, ditulis secara detail dengan mengamati bentuk fisik objek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan kosakata, penggunaan bentuk kata, penggunaan kelas kata yang dalam paragraf deskriptif yang ditulis oleh anak tunanetra jenjang SMP. Subjek penelitian yaitu sepuluh anak tunantera buta total sejak lahir sedang menempuh pendidikan jenjang SMP dan bermukim Panti Asuhan Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan kosakata anak tunanetra dalam menulis paragraf desktiprif berbeda-beda disebabkan oleh keterbatasan konsep dan pengalaman, interaksi dengan lingkungan dan mobilitas serta perbedaan usia dan jenis kelamin. Keterbatasan konsep dan pengalaman mengakibatkan penggunaan jumlah kosakata anak tunanetra sedikit dan tidak mendetail dalam mendeskripsikan objek. Keterbatasan interaksi dengan lingkungan dan mobilitas mengakibatkan paragraf deskriptif karya anak tunanetra sebagaian besar tentang lingkungan sekitar tempat tinggal, benda-benda yang berada dilingkungan sekitar anak tunanetra dan hewan yang sering dijumpai. Anak tunanetra usia tertua dan anak tunanetra dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak menggunakan kosakata. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki tidak berpengaruh pada penggunaan bentuk kata. Kata dasar menjadi bentuk kata dengan jumlah penggunaan terbanyak sedangkan bentuk akronim adalah bentuk kata yang jarang digunakan. Pada penelitian kelas kata yang paling banyak digunakan yaitu nomina. Kata yang termasuk nomina dapat diraba oleh anak tunanetra sehingga, konsep kata tersebut tertanam dalam pikirannya walau sebatas verbal bukan realis. Kelas kata kedua yang paling banyak yaitu verba, kemudian preposisi menduduki posisi ketiga terbanyak. Kata kunci: penggunaan kosakata, paragraph desktiprif, anak tunanetra Abstract The blind is a condition of a person who has a sense of vision not functioning in part or whole. The blind relies on other senses that still serve to be informed, but the information obtained does not give a sense of knowledge about the object. Descriptive paragraphs are based on observations obtained from the five senses and are written in detail by observing the physical shape of the object. This study aims to determine the number of vocabulary, the use of word forms, and the use of word classes in descriptive paragraphs written by children with visual impairment at the middle school level. The subjects of the study were ten children with a total of blind children from birth who were in middle school and lived in the blind orphanage Aisyiyah Ponorogo. The data is recorded by reading and noting. Data analysis with determinant techniques. The results showed that the use of blind childrens vocabulary when writing descriptive paragraphs varied due to limitations in concepts and experience, interactions with the environment and mobility, and age and gender differences. The limited concept and experience that has led to the number of words used in blind children being used are small and are not described in detail when describing objects. Restrictions on the interaction with the environment and mobility lead to descriptive sections of the work of blind children largely about the environment in their environment, objects in the environment around blind children and animals that are often encountered. The oldest blind children and blind children of male gender use more vocabulary. The obsessive restrictions do not affect the use of tenses. Basic words become the form of words with the most uses, while the acronym form is a form of words that are rarely used. In class research, the most common word is noun. Words that contain nouns can be touched by blind children, so the concept of the word is embedded in their mind, although it is limited to verbal rather than realistic. The second most common word class is verb, then the preposition takes the third highest position. Keyword: use of vocabulary, deckriptive paragraphs, blind children
PERKEMBANGAN KOSAKATA PADA BUKU BERJENJANG TERBITAN YLAI MUHIMMATUR ROHIM, ASA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERKEMBANGAN KOSAKATA PADA BUKU BERJENJANG TERBITAN YLAI. ?Asa Muhimmatur Rohim Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: asar16020074030@gmail.com Dr. Agusniar Dian Savitri, S.S., M.Pd Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya email: agusniar.dian@gmail.com Abstrak Perkembangan kosakata merupakan keadaan bertambah, berkurang, serta berubahnya bentuk kosakata dalam suatu bahasa. Proses perkembangan kosakata diperlukan untuk menambah khazanah kata dalam bahasa Indonesia. Melihat perkembangan kosataka bahasa Indonesia, satu di antara yang menarik diteliti adalah perkembangan kosakata pada buku berjenjang terbitan YLAI (Yayasan Literasi Anak Indonesia) sebagai buku yang digunakan dalam kegiatan membaca terbimbing. Berdasarkan lingkup permasalahan dan data awal, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tentang 1) perkembangan verba dasar; 2) perkembangan verba turunan; 3) perkembangan nomina dasar; 4) perkembangan nomina turunan. Dari berbagai data awal, yang menarik dan dapat diteliti adalah perkembangan verba dasar, perkembangan verba turunan, perkembangan nomina dasar, dan perkembangan nomina turunan. Perkembangan kosakata verba dan nomina dipilih karena berdasarkan data awal kosakata tersebut cenderung ditemui pada buku berjenjang terbitan YLAI. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan karena data yang digunakan berupa dokumen yang ada di buku berjenjang terbitan YLAI. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan metode padan intralingual. Metode padan intralingual digunakan untuk melihat perkembangan kosakata nomina dan verba dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian perkembangan kosakata pada buku berjenjang YLAI terdiri atas empat hal berikut. Hasil pertama menunjukkan 17 verba dasar pada tingkat A, 18 verba dasar pada tingkat B, 30 verba dasar pada tingkat C, 32 verba dasar pada tingkat D, 81 verba dasar pada tingkat E, 90 verba dasar pada tingkat F dengan jumlah total keseluruhan 266 verba dasar. Terdapat kosakata yang sama yang kemudian diulang kembali pada jenjang berikutnya, kategori ragam kosakata verba yang ditemukan fungsinya mengalami peningkatan mulai berfungsi sebagai verba yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari sampai verba yang cenderung digunakan diluar konteks kegiatan sehari-hari. Hasil kedua menunjukkan 24 verba turunan pada tingkat A, 25 verba turunan pada tingkat B, 71 verba turunan pada tingkat C, 188 verba turunan pada tingkat D, 393 verba turunan pada tingkat D, 393 verba turunan pada tingkat E, 502 verba turunan pada tingkat F. Perkembangan verba turunan ditandai dengan proses morfologis berupa afiksasi dan reduplikasi. Prefiks yang digunakan dalam buku berjenjang YLAI adalah ber-, se-,ter, me-, sedangkan sufiks yang cenderung ditemukan berupa ?kan, -an lalu konfiks yang cenderung ditemukan berupa meng-i, ter-i, di-kan, me-kan. Reduplikasi yang cenderung ditemukan pada verba turunan adalah reduplikasi berafiks. Kemudian, kategori asal pembentuk verba turunan ditemukan berasal dari kelas kata nomina, adjektiva, numeralia, dan partikel. Hasil ketiga menunjukkan 80 nomina dasar hukum pada tingkat A, 90 nomina dasar pada tingkat B, 139 nomina daar pada tingkat C, 179 nomina dasar pada tingkat D, 366 nomina dasar pada tingkat E, 447 nomina dasar pada tingkat F dengan total jumlah keseluruhan 1.306 nomina dasar. Terdapat banyak kosakata yang sama dan mengalami pengulangan pada setiap tingkat. Kategori nomina bentuk dasar mengalami peningkatan yang positif karena ragam kosakata yang digunakan dimulai dari memperkenalkan benda yang ada di lingkungan sekitar sampai pada menunjukkan ragam kosakata yang digunakan pada karya fiksi dan pemikiran kritis. Hasil keempat menunjukkan 19 nomina turunan pada tingkat A, 14 nomina turunan pada tingkat B, 47 nomina turunan pada tingkat C, 84 nomina turunan pada tingkat D, 183 nomina turunan pada tingkat E, 242 nomina turunan pada tingkat F. Ditemukan tiga proses morfologis yang membentuk nomina turunan yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Afiksasi yang ditemukan cenderung berupa prefiks se-, sufiks ?an, konfiks ke-an dan ditemukan satu infiks berupa ?el-. Reduplikasi yang cenderung ditemukan berupa reduplikasi utuh sedangan komposisi yang cenderung ditemukan berupa komposisi nominal. Kemudian, asal kategori yang membentuk nomina turunan adalah kelas kata verba dan adjektiva, dan adverbia tetapi verba cenderung mendominasi nomina bentuk turunan. Kata kunci: verba dasar, verba turunan, nomina dasar, nomina turunan, buku berjenjang YLAI.
PENGEMBANGAN METODE ROLEPLAYING BERMEDIA GELAS KARAKTER YANG DIAPLIKASIKAN PADA PEMBELAJARAN SASTRA LAMA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SURABAYA CAHYARANI, INTAN
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk metode pembelajaran role playing terbaru sebagai penyempurna metode role playing sebelumnya. Dalam penelitian juga akan dideskripsikan kualitas produk yang dikembangkan dengan menggunakan beberapa aspek penilaian, di antaranya kefektivan, kevalidan, dan kepraktisan. Peneliti menemukan bahwa meski termasuk ke dalam metode pembelajaran inovatif, metode role playing masih ditemui beberapa kelemahan, salah satunya adalah terdapat penambahan beban kewajiban terhadap beberapa siswa terpilih dalam kelas. Hal tersebut juga akan memunculkan perspektif "pilih kasih" dari siswa atas perlakuan guru yang membedakan kegiatan yang dilakukan siswa. Berangkat dari masalah tersebut peneliti merumuskan produk pengembangan metode role playing berupa penyempurnaan sintaks/langkah pembelajaran. Selain itu pengembangan juga dilakukan pada penambahan media pembelajaran, yaitu media Gelas Karakter. Yang akan menjadi subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Guru dan Siswa kelas VII D SMP Negeri 21 Surabaya. Penentuan subjek uji coba didasarkan pada materi yang diajarkan, yaitu teks Pantun. Dari hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa produk metode role playing yang dikembangkan tergolong layak untuk digunakan sebagai metode pembelajaran di sekolah, khususnya dalam materi teks Pantun. Kelayakan produk didasarkan pada hasil analisis data yang dilakukan, di antaranya kefektivan, kepraktisan, dan kevalidan produk. Keefektivan produk terhadap ketuntasan pembelajaran mengalami peningkatan lebih dari 30% dan berkategori Sangat Layak dari analisis angket siswa. Kevalidan produk baik dari angket validator, angket guru, maupun angket siswa memiliki nilai pada kategori Baik - Sangat Baik. Sedangkan kepraktisan produk bernilai B dengan klasifikasi Layak dan Dapat Digunakan dengan revisi serta memiliki angka presentase aktivitas guru sebesar 88%. Kata Kunci: role playing, pengembangan, gelas karakter, pantun ABSTRACT The purpose of this study is to produce the latest role playing learning method products as a complement to previous role playing methods. The research will also describe the quality of products developed using several aspects of assessment, including effectiveness, validity, and practicality. Researchers found that although included in the innovative learning methods, the role playing method was still found to have several weaknesses, one of which was that there was an additional burden on the obligations of selected students in class. It will also bring up the perspective of "favoritism" of students on the teachers treatment that distinguishes the activities carried out by students. Departing from these problems the researchers formulated the product development of the role playing method in the form of perfecting the syntax / steps of learning. In addition, development is also carried out on the addition of learning media, namely Character Glass media. The teachers and students of class VII D of SMP Negeri 21 Surabaya will be the subject of trials in this research and development. The determination of the test subject is based on the material being taught, namely the Pantun text.From the results of research and development that have been carried out, it was found that the product of the role playing method developed was considered appropriate to be used as a learning method in schools, especially in the Pantun text material. Product viability is based on the results of data analysis conducted, including effectiveness, practicality, and validity of the product. The effectiveness of the product towards mastery learning has increased by more than 30% and is categorized as Very Eligible from the analysis of student questionnaires. The validity of the products both from the validator questionnaire, teacher questionnaire, and student questionnaire have values in the Good - Very Good category. While the practicality of a B-valued product with a classification that is Eligible and Can Be Used with revision and has a percentage of teacher activity is 88%. Keywords: role playing, development. character glasses, pantun

Page 3 of 3 | Total Record : 25