cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): JKP" : 10 Documents clear
Konsep Stres Akademik Siswa Mufadhal Barseli; Ifdil Ifdil; Nikmarijal Nikmarijal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.703 KB) | DOI: 10.29210/119800

Abstract

Siswa yang mengalami stres akademik memiliki persepsi yang maladaptif terhadap tuntutan akademik. Stres akademik adalah persepsi subjektif terhadap suatu kondisi akademik atau respon yang dialami siswa berupa reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif yang muncul akibat adanya tuntutan sekolah atau akademik. Hal ini menunjukkan perlu adanya upaya guru Bimbingan dan Konseling atau konselor untuk melakukan pengembangan pada praktik pelayanan Binbingan dan konseling untuk meningkatkan kualitas atau potensi siswa dalam mengantisipasi muculnya stres akademik siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya stres akademik. Naskah ini akan mengenalkan konsep dasar stres akademik siswa meliputi; konsep stres, konsep stres akademik, faktor yang mempengaruhi stres akademik, gejala-gejala stres akademik, respon stres akademik. Semoga ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan.
Peningkatan Kehadiran Siswa kelas XI Pemasaran 2 Menggunakan Konseling Perorangan Teknik Eklektik Aida Mulyani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.055 KB) | DOI: 10.29210/120000

Abstract

Penelitian ini bernama Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam Bimbingan dan Konseling (BK) lebih dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian ini dilakukan karena banyak ditemui siswa yang datang terlambat ke sekolah dan kurangnya frekuensi absensi siswa. Oleh sebab itu guru BK mencoba mengurangi keterlambatan ini dengan melakukan layanan konseling perorangan. Untuk lebih memaksimalkan hasil yang diharapkan menggunakan pendekatan konseling perorangan teknik eklektik. Subjek penelitian ini adalah lima orang siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 2 Padang. Manfaat dari penelitian ini agar siswa yang absen dan terlambat datang ke sekolah dapat berkurang atau bahkan sampai tidak ada lagi siswa yang terlambat datang ke sekolah tiap harinya. Peneliti sebagai konselor dalam memberikan layanan konseling perorangan, dan rekan sejawat sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan layanan dilakukan sebanyak dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni; (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan analisis hasil setelah dilakukan pelaksanaan konseling perorangan dengan teknik eklektik, terjadi pengurangan frekuensi ketidakhadiran siswa kelas XI Pemasaran 2. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK hendaknya mendata dan memantau siswa yang terlambat datang ke sekolah, karena masih ada guru kelas dan guru BK yang bersikap acuh dengan ketidakdisiplinan siswa tersebut.
Pelatihan dan Workshop Pendekatan dan Teknik Konseling Expressive Therapy bagi Guru BK SLTP/ MTs.N Kota Padang Syahniar Syahniar; Lisa Putriani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.384 KB) | DOI: 10.29210/120300

Abstract

Kegiatan pelatihan dan workshop ini dijalankan berdasarkan banyaknya fenomena siswa yang tidak mampu menyampaikan perasaan dan pemikirannya dalam proses konseling.  Hal ini berkemungkinan terjadi karena dampak psikologis dari berbagai kejadian, salah satu contohnya adalah ketakutan terhadap ujian nasional. Dampak psikologis ini, seharusnya bisa diminimalkan dan/atau dihilangkan apabila siswa mau menyampaikan permasalahannya kepada guru BK/Konselor. Untuk itu guru BK/konselor harus memiliki wawasan dan keterampilan tentang berbagai pendekatan dan teknik dalam konseling. Salah satunya adalah teknik konseling expressive therapy. Para ahli terapi ekspressif meyakini bahwa individu berbeda dalam mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya, ada individu yang lebih terbuka mengungkapkan apa yag terasa dalam dirinya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Sebaliknya ada individu lainnya agak tertutup tidak bisa mengkomunikasikan secara langsung apa yang terasa dan menjadi beban pikirannya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Untuk itu konselor perlu memiliki metode yang bervariasi dalam kegiatan pelayanan konseling, sehingga konselor dapat mengembangkan kemampuan klien untuk mengkomunikasikan secara efektif dan otentik apa yang ada dalam dirinya dan apa yang menjadi beban pikirannya, serta yang menjadi obyek kecemasannya. Pelatihan dan workshop ini diberikan kepada guru BK/Konselor tingkat SLTP/MTsN se Kota Padang dalam pertemuan MGBK Kota Padang.
Karakteristik Anak Bungsu Nilma Zola; Asmidir Ilyas; Yusri Yusri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.019 KB) | DOI: 10.29210/120100

Abstract

Each child in the birth order has advantages and disadvantages, but the most often attracts attention in the family is the youngest child. The phenomenon found in the presence of younger children who lack the motivation of achievement, less independent, likes to seek the attention of others, and difficult to adapt in new environment and lack of willingness in taking responsibility. The type of this research is descriptive quantitative. Research subjects of all youngest children at Junior High School totaling 107 people. The results reveal that, (1) independence is generally in the category of less good; (2) adaptation in school is generally in very good category; (3) achievement motivation is generally in the less good category; and (4) responsibility in learning is generally in the good category.
Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel pada Guru-Guru Sekolah dasar di SD N 17 Limau Manis Padang Mega Iswari; Kasiyati Kasiyati; Zulmiyetri Zulmiyetri; Ardisal Ardisal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.825 KB) | DOI: 10.29210/119700

Abstract

Bimbingan Teknis ini disenggarakan dalam upaya peningkatan atau pemecahan masalah dan peningkatan mutu pendidikan di berbagai bidang. Kegiatan ini diberikan kepada Guru-guru Sekolah Dasar Negeri 17 Limau Manis Padang. Guru-guru Sekolah ini merasa kurang memahami tentang Penelitian Tindakan Kelas. Setelah diberikan pelatihan/workshop tentang Penelitian Tindakan Kelas para guru yang terlibat sudah memilik pemahaman atau pengetahuan tentang pengertian penelitian tindakan kelas, karakteristik, prinsip prinsip, langkah-langkah dan alasan pentingnya penelitian tindakan kelas bagi guru di sekolah dasar. Respon guru pun cenderung positif dan menilai sangat baik,  mereka mendapatkan sesuatu yang baru, hal ini terlihat dari respon positif masing-masing guru dan kepala sekolah dari Sekolah Dasar Negeri 17 Limau Manis Padang. Begitu juga pihak sekolah menyediakan waktu untuk pelaksanaan kegiatan workshop ini dan memfasilitasi tempat serta menerima kegiatan Ipteks ini dengan bersemangat, guru-guru juga mengikuti setiap sesi pelatihan dengan aktif dan antusias dalam melaksanakan kegiatan latihan mulai dari merancang proposal dan menyusun artikel hasil penelitian. Kegiatan ini perlu ditingkatkan untuk sekolah lain.
Perkhidmatan Kaunseling di Institusi Penjagaan Kesihatan: Isu dan Cabaran Kaunselor di Sarawak Merikan Aren; Faizah Abd Ghani; Zainal Abidin Zainuddin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.866 KB) | DOI: 10.29210/121100

Abstract

Perkhidmatan kaunseling di Malaysia tidak hanya bertapak di institusi pendidikan tetapi telah berkembang dengan pesat di pelbagai agensi kerajaan dan swasta mulai 1990an dengan tertubuhnya Unit Psikologi dan Kaunseling oleh Jabatan Perkhidmatan Awam Malaysia. Perkhidmatan kaunseling di institusi penjagaan kesihatan adalah bertujuan untuk membantu klien memahami dan berupaya menghadapi perasaan dan emosi berkaitan dengan masalah kesihatan di samping membantu klien untuk berkembang serta memberi sokongan yang berterusan sepanjang proses rawatan. Kajian kualitatif ini bertujuan untuk mengenal pasti isu dan cabaran yang dihadapi oleh para kaunselor dalam melaksanakan perkhidmatan kaunseling di institusi penjagaan kesihatan. Dapatan kajian mendapati enam tema utama isu dan cabaran yang dihadapi oleh kaunselor iaitu peranan kaunselor (24.6%), limitasi perkhidmatan (22.8%) kelayakan kaunselor (19.3%), aplikasi perkhidmatan kaunseling kesihatan (15.5%), cadangan penambahbaikan (14%) dan keperluan garis panduan (3.8%). Seterusnya, kajian ini juga membincangkan implikasi kajian terhadap peranan, latihan dan aplikasi kaunseling kesihatan di institusi penjagaan kesihatan.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Perkuliahan Diagnostik Kesulitan Belajar Melalui Pengajaran Tutorial Yulidar Ibrahim
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.576 KB) | DOI: 10.29210/120700

Abstract

Each of students appealingly is entitled to gain a chance to achieve a satisfactory academic performance. In other words, s/he has the same opportunity to gain satisfactory learning outcomes. As the matter of fact, every student has various differences both in terms of intellectual abilities, talents, interests, willingness, attention, participation, family background, attitudes, and study habits that sometimes very conspicuous between one to another. Consequently, they receive diversity in satisfactory learning outcomes. This study aims to illustrate the improvement of students' understanding in diagnostic lectures of learning difficulties through tutorial teaching using method of Classroom Action Research (PTK). The subjects of the study were students enrolled in one of the difficulty diagnostic lecture sessions during semester of January - June 2016 amounted to 37 people. This research used observation format as research instrument through tutorial activity, diagnostic PTK diagnostic instrument and answer sheet. Data was analysed applying descriptive statistical techniques, whereas the analysis of diagnostic PTK instruments of learning difficulties based on scores obtained by the students and described in tabulation. The results of this study revealed that there is an improvement in student understanding in diagnostic lecture of learning difficulties through tutorial teaching.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA dengan Model Pembelajaran Make A Match Di SDN 12 Api-Api Pesisir Selatan Donni Saputra
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.225 KB) | DOI: 10.29210/120200

Abstract

The purpose of this study was to describe the improvement of student learning outcomes IPA with Model make a match at SDN 12 Api-Api. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) is conducted in two cycles. The data source is the fourth grade students of SDN 12 Api-Api numbered 17 people. The instrument used in this study is the assessment sheet affective student, teacher activity sheet and test the students' understanding. Based on analysis of the affective ratings of students In the first cycle the change in student behavior responsibilities increased 51.0% to 83.3% in the second cycle and the change in behavior of the cooperation of students in the first cycle of 44.1% increased to 74.5% in the second cycle. The results of cognitive learning that an understanding had also increased. In the first cycle student comprehension 58.8% increase to 82.4 in the second cycle. From the data obtained it can be concluded that there is a learning outcome IPA fourth grade students of SDN 12 Api-Api after using the model make a match.
Pengintegrasian Motif Ibadah Pendidik Sebagai Upaya Optimalisasi Pencapaian Tujuan Pendidikan Dahlan Dahlan; Refnadi Refnadi; Zufriani Zufriani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.702 KB) | DOI: 10.29210/119900

Abstract

 Pendidikan secara praktiknya tidak terlepas dari proses pembelajaran sepanjang ayat. Konsep ini bertujuan untuk mengidentifikasi keadaan muatan motif yang ada pada diri para pelaksana pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, terutama terkait dengan penyelenggaraan proses pembelajaran sebagai suatu ibadah. Secara implisit penyelenggaraan proses pembelajaran merupakan suatu perbuatan ibadah. Perbuatan ibadah ini dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu oleh pelakunya, terutama pendidik dan peserta didik yang secara langsung terlibat di dalamnya. Setiap peserta didik sudah diberikan oleh Allah seperangkat potensi (fitrah) yang harus dikembangkan seoptimal mungkin melalui pendidikan. Potensi yang diberikan itu berjumlah 99 buah, seperti yang termuat dalam Asmaul Husna yang apabila dikembangkan akan mengembangkannya menjadi berbagai potensi. Hal ini sangat bergantung kepada peran pendidik yang akan membimbing pengembangannya.
Mengatasi Masalah Kepercayaan Diri Siswa melalui Konseling Kelompok Mulkiyan Mulkiyan
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.687 KB) | DOI: 10.29210/120800

Abstract

Tahap pengembangan diri tidak terlepas dari peran penting akan kepercayaan diri disamping sebagai sumber motivasi kepercayaan diri juga dapat menjadi faktor dari kesuksesan seseorang. Berdasarkan wawancara terhadap salah satu guru bimbingan konseling (BK) di SMK 1 Depok mengatakan bahwa masih banyak terdapat di antara siswa yang kurang akan rasa kepercayaan diri dalam proses pembelajaran. Hal itu dapat terlihat saat siswa mengikuti pembelajaran yang bersikap grogi, malu, takut untuk menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan konseling kelompok. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dalam mengatasi masalah kepercayaan diri siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Deskriptif  Kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 1 Guru Bimbingan Konseling. Objek penelitian ini adalah tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok dan tehnik yang digunakan dalam mengatasi rasa kepercayaan diri siswa SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok di SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta dalam mengatasi rasa kepercayaan diri, terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pembentukan, transisi/peralihan, pelaksanaan, dan tahap pengakhiran dengan menggunakan 1 teknik, yaitu teknik umum.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue