cover
Contact Name
Herly Evanuarini
Contact Email
jitek@ub.ac.id
Phone
+6282132616737
Journal Mail Official
jitek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 19780303     EISSN : 23381620     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jitek
The journal will consider primary research and review articles from any source if they make an original contribution to the experimental or theoretical understanding and application of theories and methodologies of some aspects of animal products and technology-related field. It offers reader the opportunity to tap into the future of animal product technology. The journal reports advanced research results in food science, microbiology, biotechnology of animal products, functional food derived from animal products, and current findings in processing technology for animal products. Animal products include meat, dairy, poultry, insects and their by-products. It is essential reading for anyone needing to keep abreast of current findings in animal products and technology.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2018)" : 16 Documents clear
Pengaruh Penambahan Sari Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Pembuatan Yogurt Drink Ditinjau dari Sifat Mutu Fisik Digna Anissa; Lilik Eka Radiati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.074 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.6

Abstract

Pada sari jamur tiram putih mengandung protein, karbohidrat dan beberapa glukosa, dalam jamur tiram putih juga mengandung ß-glukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jamur tiram putih ditinjau dari viskositas, daya ikat air dan kadar air pada yoghurt drink. Hasil penelitian memberikan informasi tentang penambahan sari jamur tiram putih dalam yoghurt drink. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, terdiri dari P0, P1, P2 dan P3, dan 4 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 3% sari jamur tiram putih memberikan perbedaan sangat nyata (P <0,01) pada viskositas dan kadar air dan memberikan perbedaan yang signifikan           (P <0,05) pada daya ikat air. Berdasarkan analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sari jamur tiram putih dengan konsentrasi hingga 3% dapat meningatkan viskositas dan daya ikat air serta menurunkan kadar air.
Gelatin Production from Skin of Chicken Leg using A Variety of Naoh Concentration Rety Setyawaty; May Triliandari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.108 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.7

Abstract

Gelatin is a type of protein that is extracted from collagen of skin, bone, or ligament (animal connective tissue) tissue. Cow bone, cowhide and pig skin are the materials commonly used to obtain gelatin. The purpose of this research was to determine the difference of NaOH concentration as soaking agent on gelatin making from skin of chicken leg (Gallus gallus domesticus) for 72 hours of soaking. Fresh skin of chicken leg weighing 250 g were immersed in NaOH solution with concentrations of 1%, 1.5%, and 3% for 72 hours, then extracted using n-hexane solution: alcohols in a ratio of 1: 3 and dried to obtain gelatin. The resulting gelatin is then analyzed for physicochemical characteristics such as sensory, yield, pH test, and water content test. The results of this study, mentioned that the concentration of 1% NaOH solution produces gelatin under average of yield of 6 g, neutral pH and water content of 11%. The concentration of 1.5% NaOH solution produces gelatin under average of yield 8 g, pH 7 and water content of 13%. The concentration of 3%NaOH solution produces gelatin under average of yield 4.144 g, pH 7 and water content of 7.11%. Based on the result, it can be concluded that a good solution of NaOH to get high yield under a concentration of 1.5% solution. The gelatin obtained under 1.5% solution in accordance with the standard gelatin. The characteristics of standard gelatin are colorless to yellow, odorless, tasteless, pH 7 (neutral), and moisture content below 16%.
Efek Antioksidatif Kasein Yogurt Susu Kambing Terhadap Pencegahan Reprotoksik pada Hewan Model Rattus Norvegicus yang Dipapar 2, 3, 7, 8 Tetrachlorinedibenzo-P-Dioksin (TCDD) Masdiana Ch. Padaga; Ajeng Erika P. H; Malinda Irawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.536 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.1

Abstract

Dioksin merupakan senyawa kimia hasil samping dari berbagai proses kimia yang terjadi dibumi terutama dari hasil pembakaran dan mempunyai  toksisitas tinggi.  Salah satu efek toksisitas dari dioksin adalah  terhadap organ reproduksi (reprotoksik). Kasein yoghurt susu kambing mengandung peptida bioaktif yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Pada penelitian ini  potensi antioksidan yoghurt susu kambing diuji terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) sebagai hewan model reprotoksik yang dipapar 2,3,7,8-Tetrachlorinedibenzo-P-Dioksin (TCDD). Efek pencegahan kasein diamati  berdasarkan kadar superoksida dismutase (SOD) dan malondyaldehide (MDA) serum, kadar MDA dan histopatologi testis.  Metoda yang digunakan adalah percobaan laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Tikus putih dibagi menjadi 6 kelompok yaitu KN (kelompok normal), KK (kelompok kontrol yang diberi kasein yogurt susu kambing 600 mg/kg BB), KP (kelompok positif yang dipapar TCDD 100 ng/kg BB), KP1 ( KP + preventif kasein yoghurt susu kambing 300 mg/kg BB), KP2 (KP+  preventif kasein yoghurt susu kambing 600 mg/kg BB),  KP3 (KP + preventif kasein yoghurt susu kambing 900 mg/kg BB. Data SOD dan MDA  diuji menggunakan one way Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ).  Histopatologi testis diuji dengan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) untuk mengamati secara deskriptif spermatozoa dalam tubulus seminiferus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasein yoghurt susu kambing secara signifikan berpengaruh (p<0,05) terhadap kadar SOD dan MDA serum, MDA testis dan kepadatan sel spermatozoa akibat paparan TCDD.  Pemberian kasein dosis 900 mg/kg BB paling efektif mencegah penurunan SOD serum, kenaikan kadar MDA serum dan testis, serta penurunan spermatozoa. Dapat disimpulkan bahwa kasein yogurt susu  kambing dapat dapat dimanfaatkan sebagai nutrasetika untuk mencegah reprotoksik akibat paparan TCDD.
Corrigendum JITEK JITEK
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.756 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.8

Abstract

Corrigendum
Kualitas Kefir dengan Penambahan Tepung Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) Sebagai Pemanis Alami Dwi Rumdaini Intan Permatasari; Purwadi Purwadi; Herly Evanuarini
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.985 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.3

Abstract

Stevia is one of natural sweetener a substitute for sugar low calorie. Stevia start widely used as many consumers want sweetening healthy. Stevia leaf powder was used to develop an kefir as sweetener replacer to sugar. The objective of this research was to determine the best percentage of using stevia leaf flour as substitution ingredient on kefir based on total sugar, acidity, total solids and sineresis kefir. The materials research were fresh milk, kefir grain, and stevia leaf flour. The research method was using experimental design with four treatments and four replications. The treatments were P1 0.5 % stevia leaf flour, P2 0.75% stevia leaf flour P3  1% stevia leaf flour and P4 1.25% stevia leaf flour. The data were analyzed by ANOVA and if there were significant effect then would be continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that substituting sugar using stevia leaf flour gave highly significant different effect (P<0.01) on total sugar, acidity, total solids and sineresis kefir. It can be concluded that the kefir with the used 1.25% stevia leaf flour gave the best result with the total sugar was 6.82 , acidity was 0.55%, total solids was 11.75%, and sineresis was 23.75%.
Perbandingan Sifat Antioksidan Propolis pada Dua Jenis Lebah (Apis mellifera dan Trigona sp.) di Mojokerto dan Batu, Jawa Timur, Indonesia Djalal Rosyidi; Lilik Eka Radiati; Sri Minarti; Mustakim Mustakim; Agus Susilo; Firman Jaya; Abdul Azis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.117 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan, kadar total fenolik dan kadar total flavonoid propolis dari dua jenis lebah dan lokasi yang berbeda. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah propolis yang dihasilkan dari Apis mellifera dan Trigona sp. yang digembalakan di dua lokasi yang berbeda yaitu Batu dan Mojokerto. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Aktivitas antioksidan tertinggi dan terendah ditunjukkan oleh propolis Trigona sp. asal Mojokerto (987.24 µg/g) dan propolis Trigona sp. asal Batu (166.25 µg/g). Kadar total flavonoid tertinggi dan terendah ditunjukkan oleh propolis Apis mellifera asal Mojokerto (1.990 mg/g) dan propolis Trigona sp. asal Mojokerto (1.000 mg/g). Kadar total fenolik tertinggi dan terendah ditunjukkan oleh propolis Apis mellifera asal Mojokerto (21.980 mg/g) dan propolis Trigona sp asal Mojokerto (9.603 mg/g). Propolis Apis mellifera asal Mojokerto memiliki kandungan total flavonoid dan fenoil tertinggi dan propolis Trigona sp. asal Mojokerto memiliki nilai aktivitas antioksidan, total flavonoid dan total fenolik terendah.
Karakteristik Fisik dan Kimia Cincau Tiruan dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Nela Agustin Kusuma Wardani; Putri Tari Indriani; Dinda Ina Sarinastiti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.928 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.4

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) ini memiliki persentase 30-35 %  dari berat buahnya dan seringkali hanya dibuang. Kulit buah naga merah merah mengandung zat warna alami antosianin yang cukup tinggi, vitamin C,  vitamin E, vitamin A, alkaloid, terpenoid, fenolik, karoten, serat dan pektin. Berdasarkan kandungan dari kulit buah naga merah ini dimanfaatkan sebagai pangan fungsional yakni cincau tiruan. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik fisik dan kimia cincau tiruan kulit buah naga merah. Beberapa senyawa yang ditambahkan dalam pembuatan cincau tiruan mempengaruhi karakteristik cincau tiruan sehingga perlu dilakukan analisa fisik dan kimia pada cincau tiruan kulit buah naga merah. Pembuatan cincau tiruan dibuat dari sari kulit buah naga merah dengan penambahan karagenan, CMC – Na, gula dengan perbandingan 1,5:1:0,5. Cincau tiruan dianalisa karakteristik fisik ( pH, total padatan terlarut, warna dan sineresis) dan karakteristik kimia (lemak, protein, air, abu, karbohidrat dan serat kasar). Karakteritik fisik pada cincau tiruan dari kulit buah naga merah didapatkan nilai pH 7,54 ± 0,02, total padatan terlarut 9,32%, warna (L 35,23%±0,64, a+ 8±1,25, b+ 2,33±0,32 dan sineresis 24 jam 6%±0,00, 48 jam 6,30%±0,00, 72 jam 10,28±0,00. Karakteristik kimia pada cincau tiruan dari kulit buah naga merah didapatkan nilai kadar lemak 0,26%±0,00 , protein 4,35%±0,00, air 94,44%±0,00, abu 0,48%±0,00,  karbohidrat 0,48% ±0,00  dan  serat kasar 1,63% ±0,00. 
Yogurt Tinggi Antioksidan dan Rendah Gula dari Sari Buah Apel Rome Beauty dan Madu Nita Maria Rosiana; Titik Khoiriyah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.2

Abstract

Diabetes mellitus adalah karena gangguan metabolisme, terutama kadar gula darah yang tinggi. Salah satu cara untuk menangani pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 dengan modifikasi pola makan dan kontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak apel rome beauty dan madu pada yogurt sebagai makanan untuk pasien dengan diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Salah satu faktornya adalah variasi ekstrak apel rome beauty dengan 3 tingkatan yaitu A1 = 10%; A2 = 15%; dan A3 = 20%. Faktor B adalah variasi madu dengan 2 level yaitu B1 = 2,5%; dan B2 = 5%. Ada 6 total sampel dengan 4 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan extrak apel dan madu maka semakin tinggi aktivitas antioksidan dan total gula. Perlakuan terbaik adalah A3B2 (20% ekstrak apel dan 5% madu dengan aktivitas antioksidan 32,83%, 4,69% gula total dan panelis agak menyukai ygurt ini
Pengaruh Penambahan Sari Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Pembuatan Yogurt Drink Ditinjau dari Sifat Mutu Fisik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.6

Abstract

Pada sari jamur tiram putih mengandung protein, karbohidrat dan beberapa glukosa, dalam jamur tiram putih juga mengandung ß-glukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jamur tiram putih ditinjau dari viskositas, daya ikat air dan kadar air pada yoghurt drink. Hasil penelitian memberikan informasi tentang penambahan sari jamur tiram putih dalam yoghurt drink. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, terdiri dari P0, P1, P2 dan P3, dan 4 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 3% sari jamur tiram putih memberikan perbedaan sangat nyata (P <0,01) pada viskositas dan kadar air dan memberikan perbedaan yang signifikan           (P <0,05) pada daya ikat air. Berdasarkan analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sari jamur tiram putih dengan konsentrasi hingga 3% dapat meningatkan viskositas dan daya ikat air serta menurunkan kadar air.
Yogurt Tinggi Antioksidan dan Rendah Gula dari Sari Buah Apel Rome Beauty dan Madu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.2

Abstract

Diabetes mellitus adalah karena gangguan metabolisme, terutama kadar gula darah yang tinggi. Salah satu cara untuk menangani pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 dengan modifikasi pola makan dan kontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak apel rome beauty dan madu pada yogurt sebagai makanan untuk pasien dengan diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Salah satu faktornya adalah variasi ekstrak apel rome beauty dengan 3 tingkatan yaitu A1 = 10%; A2 = 15%; dan A3 = 20%. Faktor B adalah variasi madu dengan 2 level yaitu B1 = 2,5%; dan B2 = 5%. Ada 6 total sampel dengan 4 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan extrak apel dan madu maka semakin tinggi aktivitas antioksidan dan total gula. Perlakuan terbaik adalah A3B2 (20% ekstrak apel dan 5% madu dengan aktivitas antioksidan 32,83%, 4,69% gula total dan panelis agak menyukai ygurt ini

Page 1 of 2 | Total Record : 16