cover
Contact Name
Binar Winantaka
Contact Email
jurnalwuny@uny.ac.id
Phone
+62274586168
Journal Mail Official
jurnalwuny@uny.ac.id
Editorial Address
Gedung LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Kolombo 1, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah WUNY
ISSN : 01263854     EISSN : 27470547     DOI : https://doi.org/10.21831/jwuny.v1i3
Jurnal Ilmiah WUNY mempublikasikan berbagai hasil penelitian dan atau hasil pemikiran di bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, dan budaya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015" : 10 Documents clear
Mind Mapping dalam Pembelajaran K3 Kelistrikan untuk Meningkatkan Kreativitas dan Aktivitas Siswa Riski Putri Harsanti
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4366

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah, dalam hal ini khususnya bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Teknik Elektro lebih mengedepankan keterampilan kerja di laboratorium maupun di bengkel yang telah ada atau dengan kata lain bagaimana agar siap memasuki dunia kerja. Salah satu akibat dari hal itu adalah dalam pembelajaran siswa menjadi kurang optimal pengembangan aktifitas berfikir. Menurut Putu Sudira (2014 : 6 ) belakangan ini pendidikan kejuruan dan vokasi mulai menekankan pada berfikir orde tinggi. Berfikir orde tinggi menuntut skill berfikir kritis, kreatifitas, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan kolaborasi.
Pemanfaatan Gerabah untuk Mengurangi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Ety Dwiastuti
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4453

Abstract

Kendaraan bermotor menjadi pilihan yang banyak diminati oleh masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, jumlah kendaraan yang masih beroperasi di seluruh Indonesia pada 2013 mencapai 104,211 juta unit, naik 11 persen dari tahun sebelumnya (2012) yang hanya 94,299 juta unit. Dari jumlah itu, populasi terbanyak masih disumbang oleh sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia, naik 11 persen dari tahun sebelumnya 77,755 juta unit. Jumlah terbesar kedua disumbang mobil penumpang dengan 10,54 juta unit, atau juga naik 11 persen dari tahun sebelumnya, 9,524 juta unit. Populasi mobil barang (truk, pikap, dan lainnya) tercatat 5,156 juta unit, naik 9 persen dari 4,723 juta unit (Kurniawan, A. 2014).
Peranan Media Sosial dalam Dunia Pendidikan Istanto Istanto
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4367

Abstract

Pada perkembangan zaman yang sangat pesat, maka proses belajar mengajar di sekolah turut mengalami perubahan. Dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, penetrasi gadget yang begitu deras telah mengubah paradigma pendidikan menjadi berbasis teknologi. Namun, ke manakah sesungguhnya arah perubahan tersebut? Menurut Jean Piaget dalam Suparno, Paul, (2000) bahwa bayi mulai mengembangkan sensor motorik mereka pada usia antara 0-2 tahun. Pada saat itu, bayi mulai belajar mengkoordinasikan segenap organ tubuh, dalam rangka mengasosiasikannya dengan obyek ekst ernal . Perkembangan t eknol ogi yang begi t u deras t el ah menyebabkan bayi pada usia tersebut tidak hanya mengkoordinasikan motorik mereka terhadap obyek seperti mobil mainan atau meja, namun juga terhadap gadget. Saat ini telah lahir generasi yang sudah familiar terhadap TIK dari usia sangat dini, meskipun masih terbatas pada aplikasi pendidikan usia dini, namun sudah fasih dalam menggunakan gadget, terutama tablet.
Merancang Laboraturium Tata Boga Chomzana Kinta
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4454

Abstract

Labor at or i um mer upakan t empat yang pent i ng demi keberlangsungan pembelajaran di sekolah, terutama berkaitan dengan materi yang membutuhkan pendekatan inkuiri. Saat ini keberadaan laboratorium ini menjadi topik utama terutama dikalangan guru SMK. Laboratorium adalah salah satu sarana dan prasarana pembelajaran yang penting di SMK. Laboratorium pada SMK dengan Program Studi Keahlian Tata Boga, merupakan ruang praktik yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran: pembuatan berbagai macam makanan, penyiapan tata hidang, penataan, penyajian pesanan, maupun produksi makanan dalam jumlah besar dan masal. Berkaitan dengan fungsinya, maka ragam laboratorium atau ruang praktik Tata Boga dapat meliputi : ruang praktik dapur latih, ruang praktik dapur produksi, ruang praktik persiapan, ruang praktik mini bar, ruang praktik tata hidang, ruang penyimpanan(gudang) dan ruang instruktur (Permen No.40 tahun 2008 : 144).
Pemanfaatan Games Kartu Jodoh dalam Pembelajaran IPS Iswanto Iswanto
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4368

Abstract

Pendidikan sebagai usaha yang digunakan untuk mentransfer pengetahuan untuk mengadakan berbagai perubahan, sehingga diperlukan sistem pendidikan integral yang membutuhkan totalitas fungsional terarah pada satu tujuan. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dalam segala komponen pendidikan yaitu kurikulum, sarana-prasarana, peserta didik, media, dan metode yang tepat. Sekolah merupakan lembaga sentral yang berperan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik sebelum terjun ke masyarakat. Sudah seharusnya pendidik turut berperan serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidik dapat mengawalinya dari hal yang terkecil, diantaranya dengan membenahi strategi pembelajaran, proses belajar mengajar, penilaian dan lainnya.
Pengenalan Tokoh Wayang dalam Seni Teater pada Pelajaran Seni Budaya Kelas XI Purwandari, Yunita
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4456

Abstract

Sejak diberlakukannya pendidikan seni di sekolah umum secara nasional pada tahun 1976, dalam perjalanannya telah mengalami proses perubahan kurikulum yang direvisi secara mendasar,di antaranya pada tahun 1984 dengan paket pilihan, seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni drama. Kemudian, pada tahun 1993 dengan pengurangan alokasi waktu dari 4 jam diubah menjadi 2 jam untuk paket pendidikan kesenian. Perubahan yang diberlakukan secara nasional ini bertujuan menambah alokasi waktu untuk mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada Kurikulum 2013 (meskipun pada 2015 ini Kurikulum tersebut sedang ditinjau kembali) materi seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater menjadi materi wajib untuk disampaikan kepada siswa .
Pembelajaran Sains-Fisika Berbasis Konteks Izaak H.Wenno
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4364

Abstract

Mengajarkan sains-fisika dikatakan efektif jika siswa ditempatkan/ dipandang sebagai subjek. Sebagai subjek pembelajaran siswa memiliki pribadi dinamis yang sedang berjuang mengembangkan diri untuk menjadi lebih manusiawi, lebih sempurna dalam seluruh aspek kemanusiaannya,di antaranya pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap, dan perasaannya. Jadi, pembelajaran sains-fisika harus ditafsirkan sebagai penciptaan situasi, kemudahan, dan pemberian bimbingan agar mereka membentuk dan mengembangkan dirinya secara maksimal melalui serangkaian proses yang mereka alami dalam proses pembelajaran sains-fisika di sekolah. Belajar fisika bukan sekedar memahami suatu fakta tertentu, melainkan bagaimana mengintepretasikan fakta-fakta tersebut ke dalam konteks kehidupan pribadi siswa.Hal lain yang perlu diperhatikan juga dalam proses pembelajaran sains-fisika di sekolah, yakni guru sains-fisika (GSF) dapat membangkitkan semangat siswa untuk bertanya, menemukan jawaban, dan mengonstruksi setiap permasalahan yang dihadapi melalui gagasangagasan/ide-idenya sendiri.
Mengenal Berbagai Macam Mikroba Patogen Pencemar Pangan Umniyatie, Siti
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4455

Abstract

Pangan sebagai bahan alami yang bersifat mudah rusak (perishable), termasuk rusak oleh karena mikroba dan tidak ada bahan alami yang steril terhadap pencemaran atau kontaminasi mikroba, karena mikroba pada kenyataannya menempati hampir seluruh ruang yang ada dipermukaan bumi. Pangan merupakan kebutuhan dasar utama setiap manusia, sehingga apapun yang dikonsumsi harus memiliki mutu yang baik, meliputi mutu gizi, organoleptik dan kemanannya. Pangan menjadi tidak aman jika terdapat pencemar baik fisik, kimia maupun biologi. Pencemar biologi adalah mencemar yang berupa organisme hidup, diantaranya adalah mikroba patogen yaitu mikroba yang dapat menimbulkan penyakit. Pencemaran mikroba pada pangan seringkali dapat menyebabkan suatu perubahan kimiawi yang tentu saja akan mengurangi nilai gizi pangan dan juga berpotensi menimbulkan penyakit. Perubahan akibat adanya mikroba dalam pangan yang mudah dikenali adalah perubahan organoleptik, dan yang sulit dikenali oleh masyarakat umumnya, adalah jumlah dan jenis mikroba yang mencemari makanan tersebut(patogen atau bukan patogen), serta nilai gizinya.
Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Bulat yang Menyenangkan Menggunakan Media “ Tangga Garis Bilangan” Yuwananingsih, Fiati
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4365

Abstract

Kurikulum 2013 mengamanatkan bahwa kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka dalam sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang semakin lama diharapkan semakin meningkat. Dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menggunakan semua potensinya untuk mencapai di kompetensi yang diharapkan pada pembelajaran. Selain itu hal lain yang dikembangkan pada kegiatan pembelajaran adalah kreativitas, kemandirian, kerja sama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk wataknya.
Pengaruh Situs Jejaring Sosial Facebook terhadap Perkembangan Kognitif Remaja Sunarti Sunarti
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVII Nomor 1, Februari 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7792.966 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i6.4457

Abstract

Situs jejaring sosial facebook merupakan salah satu bentuk teknologi yang menyediakan fasilitas bagi kebutuhan sosialisasi yang sangat diminati remaja. Facebook, selain memiliki berbagai kelebihan, ternyata juga menampilkan sejumlah kelemahan bagi penggunanya. Pemanfaatan media facebook yang berlebihan dan tidak berorientasi pada kebutuhan akan berdampak negatif bagi para penggunanya. Selain menimbulkan berbagai masalah kesehatan, penggunaan facebook yang berlebihan juga dapat mengganggu aktititas intelektual remaja. Remaja kehilangan banyak waktu dan mengalami gangguan konsentrasi belajar karena terlalu banyak berselancar di dunia maya. Akhirnya, prestasi belajar mereka rendah (Wiguna, 2009).

Page 1 of 1 | Total Record : 10