cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
RUANG merupakan jurnal penelitian ilmiah yang memberikan kontribusi pengetahuan terkait perencanaan wilayah dan kota. Jurnal ini dipublikasikan oleh Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang" : 6 Documents clear
PERUBAHAN POLA RUANG HUNIAN AKIBAT DARI KEGIATAN KOMERSIAL DI KAWASAN PECINAN KOTA SEMARANG Febri Ratno Erlambang; Rina Kurniati
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.162 KB)

Abstract

Abstrak: Kawasan Pecinan merupakan area permukiman bagi masyarakat etnik China yang berada di Kota Semarang. Kegiatan yang dominan di Kawasan Pecinan adalah kegiatan komersial. Masyarakat etnik China sangat identik dengan penggunaan bangunan rumah-toko sebagai kegiatan komersial sekaligus tempat tinggal. Hunian yang berada di lantai dua dan bergabung dengan aktivitas komersial di lantai satu menjadi ciri khas bangunan yang terdapat di Kawasan Pecinan. Perkembangan saat ini memperlihatkan kegiatan komersial sudah berkembang seiring dalam memenuhi kebutuhan masyarakat kota. Perubahan ruang-ruang yang dulunya tidak digunakan sebagai kegiatan komersial sekarang telah berubah menjadi kegiatan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pada ruang hunian yang diakibatkan dari kegiatan komersial yang terjadi di Kawasan  Pecinan sekarang ini. Kegiatan yang dilakukan oleh penghuni yang menempati ruang sebagai tempat tinggal dan tempat usaha menjadikan permasalahan yang menarik sebagai obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif serta overlay peta. Hasil yang diperoleh dari penelitian tentang perubahan pola ruang hunian akibat dari kegiatan komersial yaitu perubahan NJOP yang makin meningkat dari tahun ke tahun sehingga mempengaruhi nilai PBB juga tinggi yang menyebabkan dulunya ruang-ruang hunian berubah fungsi menjadi bangunan komersial, perkembangan ruang-ruang kegiatan komersial merubah bentuk dalam bangunan di 5 gang yang menjadi wilayah studi yaitu Gang Beteng, Gang Warung, Gang Pinggir, Gang Wotgandul Timur dan Gang Baru.Kata Kunci : Pola Ruang, Ruang Privat, Kegiatan Komersial, Kawasan PecinanAbstract: Chinatown is the settlement local area for the Chinese ethnic in Semarang. The dominant activity in Chinatown is a commercial activity. The Chinese people are synonymous by using the house-market buildings as a place commercial activity and also a home stay. The dwelling located in the second floor which joined the commercial activity in the first floor is typical building located in Chinatown. The current development showed commercial activity has been grown into completing of urban society. Traditionally, the changing of many spaces which did not use anymore as commercial activity has been turned into a commercial activity. This study is purposing to determine the changing of residential space  pattern resulted by commercial activities in Chinatown Area, Semarang lately. The activities undertaken by the residents who occupied the space as a residence and business place and it became interested problem as a research object. This research was conducted by using qualitative and descriptive qualitative analysis aspect as well as a map overlay. Lastly, the research results in the changing of residential space pattern resulted by commercial activities NJOP values are increasing each year, so that affect the value of PBB also lead to high occupancy spaces once converted into commercial buildings, the development of commercial activity spaces change shape of the building in the alley into five study areas are Gang Beteng, Gang Warung, Gang Pinggir, Gang Wotgandul Timur and Gang Baru.Keywords: Pattern Space, Privat Space, Commercial Activity, Chinatown Area
PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG KORIDOR DURIAN RAYA – MULAWARMAN RAYA Akhyar Yohanda; Wakhidah Kurniawati
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.262 KB)

Abstract

Abstrak: Kota Semarang selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin bertambah pula aktivitas yang ada didalamnya sehingga mendorong adanya kebutuhan ruang yang juga semakin bertambah hingga ke kawasan pinggiran kota. Salah satu bentuk ruang yang berfungsi sebagai tempat aktivitas atau interaksi sosial masyarakat adalah Koridor Jalan Durian – Mulawarman Raya yang berada di Kecamatan Banyumanik. Adanya pengaruh beberapa pusat pertumbuhan menjadi faktor pendorong aktivitas di sekitar Koridor Durian – Mulawarman Raya semakin berkembang yang kemudian menyebabkan adanya perubahan pemanfaatan ruang. Melihat fenomena ini, maka memunculkan suatu pertanyaan penelitian yang dapat diangkat pada penelitian ini adalah : “Bagaimana  perubahan pemanfaatan ruang di koridor Durian – Mulawarman raya yang dekat dengan pusat pertumbuhan?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan pemanfataan ruang di koridor Durian – Mulawarman raya dalam kurun waktu 15 tahun terakhir karena pada kurun waktu tersebut terjadi proses perubahan pemanfaatan ruang yang terjadi yang disebabkan  oleh pusat-pusat pertumbuhan disekitar koridor ini. Penelitian yang akan dilakukan ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan  deskriptif Kuantitatif. Hasil analisis perubahan pemanfaatan ruang koridor Durian – Mulawarman raya dapat disimpulkan bahwa , perubahan pemanfaatan ruang yang terjadi sangat tergantung dari perkembangan pusat pertumbuhan di sekitarnya. Pemanfaatan ruang di koridor ini semakin banyak dimanfaatkan untuk aktifitas komersial seperti perdagangan dan jasa. Perubahan pemanfaatan ruang di koridor ini banyak terjadi akibat perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun dan juga fungsi bangunan yang pada awalnya merupakan hunian menjadi campuran.  Kata Kunci : Perubahan Pemanfaatan Ruang, Koridor Durian – Mulawarman Raya, Pusat Pertumbuhan Abstract: Semarang city getting expansion every year. With the increasing number of the population shows that the activities is also growing so that the space requirement is also increasing up to a suburban area. One of space that serves as a place of activity or social interaction is the Durian Road Corridor - Mulawarman residing in District Banyumanik. The influence of several factors driving growth centers into activity around Corridor Durian – Mulawarman which causes a change in the space use. Seeing this phenomenon related to changes in space use which is associated with the study of existing theories, it appears a research question in this study is : " How to change the space use in Durian - Mulawarman corridor close to the growth center? " . The purpose of this study is to analyze the space use’s changing in the corridor Durian - Mulawarman within the last 15 years due to this period a process of change that occurs utilization of space caused by the growth around this corridor. The study will be conducted using a quantitative approach while the methods used in this research is a method of spatial and quantitative descriptive . The results of this analysis are about the space use’s changing occurs depends on the development of growth centers. The space use of the corridor is increasing widely used for commercial activities such as trade and services. The space use’s changing in this corridor occurs due to the land use’s changing from open land into built land and also the function of the building which was originally a residential into the mix.Keywords: Space use’s changing, Durian Road Corridor - Mulawarman, Growth Center
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG Togu Exaudi Mangihut; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.956 KB)

Abstract

Abstrak: Setiap kota memiliki kawasan bersejarah, salah satunya kawasan kota lama di Semarang. Kawasan kota lama sebenarnya merupakan pusat kota Semarang jaman kolonial, dimana tampak berbagai bangunan pemerintahan dan sejumlah bangunan pendukung lain sebagai unsur kawasan pusat kota dengan gaya arsitektur Belanda. Seiring dengan perkembangan Kota Semarang, telah terjadi penurunan akibat pergeseran fungsi pada Kota Semarang. Kawasan kota lama Semarang sebagian besar dikelola oleh pemerintah, sementara keterlibatan masyarakat sangatlah terbatas. Partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian warisan budaya merupakan salah satu prioritas yang harus tercapai dalam setiap kegiatan pemanfaatan benda cagar budaya yang berwawasan pelestarian, oleh karena itu  perlu kiranya diteliti bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan Kota Lama Semarang selama ini. Berdasarkan hasil penelitian, salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan Kota Lama Semarang yaitu dengan memberikan sumbangan tenaga berupa kerja bakti. Selain itu, mereka juga mengadakan pertemuan warga yang dilakukan satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh sebagian warga untuk tingkat RW dan seluruh warga untuk tingkat RT. Dalam hal ini tingkat RT cenderung berbentuk partisipasi langsung sedangkan tingkat RW berbentuk partisipasi tak langsung. Tingkat partisipasi masyarakat yang terjadi di kawasan kota lama menurut Arnstein dapat digolongkan pada tingkat informing dan consultation. Usulan bagi upaya peningkatan partisipasi masyarakat di kawasan kota lama adalah perlunya peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan tentang manfaat pentingnya pengelolaan kota lama itu sendiri. Selain itu, pemerintah juga diharapkan memberikan arahan dan dukungan dengan pengawasan pengelolaan Kota Lama Semarang.Kata Kunci :  Partisipasi masyarakat, kegiatan pengelolaan, kota lama Semarang Abstract: Every town has a historic district , one of which the old town area in Semarang. Old town area is actually an original Semarang city center , which looks various government buildings and a number of other ancillary buildings as elements of the downtown area with the Dutch architectural style. Along with the development of the city, there has been a decline. Due to a shift in the function of the Old City of Semarang. The old town area of Semarang which in the past was the center of the city and the main structure of the region,  now no more as a city to die of concern. The old town area of Semarang is largely managed by the Government, while community involvement is extremely limited. Public participation in the preservation of cultural heritage is one of the priorities which must be achieved in each of the activities of cultural heritage objects that utilization of insightful preservation, therefore needs to be examined how public participation in the management of the old city of Semarang. According to the observation result, one of the forms of community participation is by giving voluntary labor service. They were also organize community meetings held once every month, which attended by a part of the community on village level and all of the community on neighbouring level. Within this neighbouring level the participations tend to be the direct one, meanwhile, in the village level are tends to be an indirect participation. The communities are willing to carry out the activities without any force. According to Arnstein category, the participation level in the Old City of Semarang can be grouped on informing or giving information level and consultation. The suggestions for the improvement of community participation within management of the old city effort in the old city of Semarang is the necessity of improving human resources and public awareness, by providing elucidation and building activities concerning the importance of benefit from management of the old city. In addition, the local government is also expected to give more aspiration in giving directions and to support the community, by mending the planning management and supervising the management of the old city.Keyword : public participation, the management of the old city, the Old City of Semarang
PENILAIAN MASYARAKAT TERHADAP KONDISI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KAWASAN ALUN-ALUN SIMPANG TUJUH KABUPATEN KUDUS Mariana J Cintiyadewi; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.846 KB)

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan dan perkembangan alun-alun Simpang Tujuh Kota Kudus dengan lokasinya yang strategis, aksesibilitasnya yang tinggi dan fungsinya sebagai CBD, menjadikan daya tarik yang kuat sehingga meningkatkan jumlah pelaku aktivitas di kawasan pusat kota Kudus. Hal ini berdampak pada tumbuhnya sektor informal (PKL) yang terdapat pada sudut alun-alun Kota Kudus. Keberadaan aktivitas PKL dapat mendukung fungsi ruang terbuka publik sebagai ruang yang mewadahi aktivitas sosial masyarakat di sisi lain menimbulkan berbagai permasalahan karena menempati lokasi yang tidak sesuai peruntukannyasehinggamengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Dari latar belakang dan indentifikasi perumusan masalah di atas maka dapat ditarik suatu pertanyaan studi “bagaimana opini masyarakat terhadap keberadaan PKL di Kawasan Simpang Tujuh?” Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini masyarakat terhadap keberadaan PKL di Kawasan Simpang Tujuh, Kabupaten Kudus.Analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah evaluasi keberadaan PKL berdasarkan tata ruang, identifikasi opini masyarakat terhadap keberadaan PKL, dan analisis alasan hasil opini masyarakat terhadap keberadaan PKL. Berdasarkan temuan studi dan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa, keberadaan aktivitas PKL di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus menjadi pendukung bagi aktivitas pengunjung di Alun-Alun. Namun disisi lain, keberadaan aktivitas PKL yang tidak tertata di sekitar Alun-Alun menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemacetan lalu lintas, menimbulkan kekumuhan, dan mengurangi kenyamanan pejalan kaki. Oleh sebab itu perlu adanya penataan aktivitas PKL agar lebih tertib dan menunjang fungsi kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh sebagai ruang terbuka publik di pusat Kota Kudus.  Kata kunci: pedagang kaki lima (PKL), alun-alun, ruang terbuka publik Abstraction: The existence of alun-alun Simpang Tujuh Kudus city is represent one of the one public space in Kudus district. Growth And plaza evolution  with its location is strategic, high accessibility and  its function as CBD, making high appeal so that improve the amount of activity performance in Kudus downtown area. This Matter affect growing of informal sector ( PKL) that  found  in Kudus Town plaza angle corner.The existence of Activity PKL can support the public space  function as room  that accommodate social activity  of society but on the other side, PKL activity also generate various problems because occupying inappropriate location.It will lessen the freshment and consumer security walk.From background and identification formula of its problem can be pulled by a study question " how  the public assessment against PKL existence  in alun-alun Simpang Tujuh?" On that account this research aim to to know thepublic assesstmen to PKL existence  Simpang Tujuh Kudus.The analysis that used to reach the the target is evaluation of existence PKL based  on urban spatial , identify the public assessment  to existence PKL, and analyse the reason of result public assessment  to existence PKL. Based on study finding and result of analysis, can conclude thah  existence of activity alun-alun  become the supporter to visitor activity but on the other side, existence of activity PKL which is not arranged around  alun-alun generate various problems like traffic jam, generating dirty, and lessen the pedestrian freshment. Therefore need an activity regulation to regulate the settlement of PKL activity so that more orderly and support the function of alun-alun area as a public space in holy downtown. Keyword : informal sector( PKL), alun-alun, public space
DAMPAK PROSES PEMBANGUNAN WADUK JATIBARANG TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI KECAMATAN MIJEN DAN KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Erfandy Yoga Prarasta; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.945 KB)

Abstract

Abstrak: Pembangunan sebuah proyek pasti memberikan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitarnya. Dampak tersebut dapat berupa hal yang positif bahkan juga negatif. Di Kota Semarang terdapat proyek pembangunan Waduk Jatibarang. Waduk ini dibangun dengan tujuan untuk mengendalikan banjir dan mengembangkan sumberdaya air di Kota Semarang. Pembangunan Waduk ini menimbulkan beberapa masalah seperti  perubahan fungsi lahan pertanian, yang mengakibatkan peralihan profesi warga yang semula petani menjadi profesi lainnya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan  dari proses pembangunan Waduk Jatibarang terhadap kondisi lingkungan hingga, sehingga dapat teridentifikasi  seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari pembangunan ini dan dapat dijadikan sebagai informasi yang bermanfaat bagi semua pihak atau kalangan. Dari tujuan tersebut maka timbul pertanyaan bagaimanakah dampak dari proses pembangunan konstruksi Waduk Jatibarang dilihat dari aspek fisik dan sosial sekitar.Pembangunan Waduk Jatibarang selain diharapkan dapat mengatasi permasalahan terkait limpasan volume air hujan dan mempunyai manfaat bagi warga sekitar. Penggunaan lahan untuk pembangunan Waduk Jatibarang tidak mengakibatkan pemindahan rumah-rumah warga hanya lahan kosong seperti sawah, ladang, dan tegalan. Pada empat kelurahantersebut(Kedungpane, Jatibarang, Jatirejo, dan Kandri ) terjadi penurunan luas lahan sawah, ladang, dan tegalan yang digunakan pembangunan Waduk Jatibarang. Dampak fisik yang dirasakan warga dari pembangunan waduk yaitu kerusakan jalan akibat dari aktifitas mobilitas kendaraan pembawa material namun telah diselesaikan oleh pihak penyelenggara pembangunan. Manfaat yang dapat dirasakan oleh warga sekitar dari pembangunan waduk yaitu tersedianya lapangan pekerjaan bagi warga yang tingkat pendidikannya menengah kebawah sebagai pekerja bangunan.Selain itu uang ganti rugi dapat digunakan membuat usaha atau kegiatan yang mendatangkan keuntungan demi pemenuhan kebutuhan, yang terpenting untuk biaya pendidikan. Kata kunci : dampak, lingkungan, fisik, sosial, pembangunan                Abstract: The development of a project must give impact to the environment and the surrounding community. These impacts can be both positive and even negative. In the Semarang City there are development project Waduk Jatibarang.This reservoir was development for the purpose of flood control and water resources in Semarang City.The development of this reservoirraise some problems as change of function of agricultural land, resulting transition profession citizen originally farmers into other professions.The purpose of this reaserch is to identify the impact of the development process Waduk Jatibarang to environmental conditions, so it can be identified how much the impact of this development and can be used as useful information for all parties or circles. The purpose of the question then arises how the impact of the development process Waduk Jatibarang viewed from the physical and social aspects around.In the four villages (Kedungpane, Jatibarang, Jatirejo, and Kandri) wide decline in wetland, fields, and moor are used Waduk Jatibarangdevelopment.Residents perceived physical impact of the development of reservoir that damage as a result of road vehicle activity carrier mobility of the material, however has been resolved by the organizers of development.The adventage that can be felt by residents around the reservoir development is the availability of jobs for residents of middle level education as a construction workers.Additionally compensation can be used to make an effort or activity that generates revenue for the fulfillment of needs, which is important for education expenses.Keywords:impact, environmental, physical, social, development
POTENSI STRUKTUR RUANG PUSAT KOTA PESISIR TUBAN DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA Aldia Kemala Fatikha; Sugiono Soetomo
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kota Tuban merupakan salah satu kota tua di Pesisir Utara Jawa yang masih terjaga filosofi tatanan ruang tradisionalnya dimana Pusat Kota Pesisir Tuban masih memiliki peninggalan identitasnya di masa lampau walaupun memiliki fungsi yang berbeda. Keutuhan dari tatanan ruang tradisional Pusat Kota Pesisir Tuban memiliki keunikan tersendiri dalam kepariwisataan Indonesia. Pariwisata kota-kota tradisional tentu menawarkan potensi yang sesuai dengan karakter dari kota itu sendiri. Potensi inilah merupakan potensi yang dimiliki Pusat Kota Pesisir Tuban yang langsung dinikmati kualitas visual, kualitas fungsional serta kualitas lingkungan. Adanya keunikan keutuhan pola Kota Tuban dalam meningkatkan daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata yang didukung kualitas spasial keruangan pariwisata serta aktivitas pembentuk ruang sehingga dapat menambah kualitas penawaran wisata dan meningkatkan permintaan wisata dalam pengembangan pariwisata. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat memunculkan sebuat pertanyaan penelitian yaitu “Bagaimana karakteristik potensi struktur ruang Pusat Kota Pesisir Tuban dalam pengembangan pariwisata?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pada kawasan Pusat Kota Pesisir Tuban dalam pengembangan pariwisata berdasarkan struktur kota dan sejarah kota. Metode yang digunakan adalah metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif (Mixed-Method) Pengumpulan data kualitatif melalui wawancara yang dilakukan secara purposive kepada individu yang ditentukan, sedangkan pengumpulan data kuantitatif menggunakan accidental sampling dengan cara menyebar kuesioner kepada responden wisatawan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif spasial mengenai pariwisata Kawasan Pusat Kota Tuban dan analisis BCG untuk mengetahui keseimbangan antara penawaran dan permintaan pariwisata dalam kesiapannya menjadi kawasan wisata. Hasil akhir penelitian ini adalah karakteristik potensi Pusat Kota Pesisir Tuban dalam pengembangan pariwisata berdasarkan struktur ruang kawasan. Kata Kunci : Potensi, Struktur Ruang, Pusat Kota Pesisir Tuban, Pengembangan Pariwisata. Abstract: Tuban is one of the traditional city on the North Coast of Java is still maintained their traditional space setup philosophy which core still has relics of past identity despite having different functions . The integrity of the traditional space of Tuban Coastal Center is unique in the Indonesian tourism . Traditional tourism cities certainly offer the potential to suit the character of the city itself. This potential of the Coastal Center are directly owned Tuban visual quality , functional quality and the quality of the natural environment. The existence of a unique pattern integrity Tuban to improving attraction and tourism development is also supported tourism spatial quality and space-forming activity so as to increase the quality of supply and demand tourism in tourism development . Based these conditions, can bring sebuat research question is "How are potential space structure characteristic of Coastal Center Tuban in tourism development?" . The purpose of this study was to analyze the potential of the central business district, Tuban Coastal tourism development based on the structure of the city and the city 's history . The method used is a mixture of qualitative methods and quantitative (Mixed - Method) Qualitative data collection through interviews conducted purposively to individuals who are determined, whereas quantitative data collection using accidental sampling by means of questionnaires to the respondents spread rating . The analysis in this study used a descriptive analysis of the spatial area of tourism Tuban Town Center and BCG analysis to determine the balance between supply and demand of tourism in readiness to be a tourist area . The end result of this research is the potential characteristics of the Coastal Center Tuban in tourism development based on spatial structure . Keywords: Potensial, Space Structure, City Centre of Tuban Coastal, Tourist Development

Page 1 of 1 | Total Record : 6