cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies
ISSN : 25990551     EISSN : 25990586     DOI : 10.18196/aijis
Core Subject : Education,
Jurnal Afkaruna is an Indonesian bilingual journal published by the Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah University of Yogyakarta. The journal publishes empirically grounded and multidisciplinary work on Islam and its related issues, spanning the history, Quranic studies, Exegesis, tradition, education, dakwah, politics, sufism, philosophy, Islamic manuscripts, Islamic economics and finance, social movements, ritual and philanthropy. Afkaruna aims to promote excellent scholarship or articles on Islam that present original findings, new ideas or concepts that result from contemporary research projects in Islamic studies, area studies (especially Southeast Asia and the Middle East), social sciences, and the humanities.
Arjuna Subject : -
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2018): June 2018" : 1 Documents clear
Hamka dan Tafsir Harmonisasi Keislaman dan Keindonesiaan Mukhlis Rahmanto
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2018.0084.133-145

Abstract

Di tengah memanasnya suasana politik sebagai efek kelanjutan pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2015 yang melahirkan gerakan 212, terdapat satu isu sensitif yang hingga kini masih ramai diperbin- cangkan oleh publik Indonesia yang mayoritas muslim. Isu tersebut sebenar- nya punya genealogi yang kuat dimulai sejak pendirian republik ini. Isu itu tidak lain adalah mengenai hubungan antara agama, dalam hal ini khususnya Islam, dengan negara ini, Indonesia. Hal itu dimulai dan ditandai ketika debat mengenai dasar negara oleh para pemimpin awal bangsa pada tahun 1957 dalam Dewan Konstituante dengan topik khusus tentang Islam dan Pancasila dan dasar negara lainnya. Masing-masing pihak, baik golongan nasionalis (yang diwakili oleh partai-partai nasionalis seperti Partai Nasional, komunis, sosialis dan Kristen dan Katolik) maupun Islam (yang diwakili para pemimpin Masyumi, NU dan Sarekat Islam) mengajukan argumennya dan berakhir tanpa adanya kompromi antara kedua belah pihak

Page 1 of 1 | Total Record : 1