cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): May" : 29 Documents clear
AFFIXATION SYSTEM IN BAYUNG GEDE DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Nyoman Surya Manggala; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di Dialek Bali Bayung Gede dan jenisnya dari Derivasi dan Infleksi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua sampel informan dari Dialek Bayung Gede dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam jenis prefiks dan enam jenis sufiks di Dialek Bayung Gede. Prefiks tersebut yakni prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {ja-}, dan {la-}. Sufiks tersebut yakni sufiks {-ang}, {-in}, {-e}, {-an}, {-ne}, dan {-a}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong derivasi adalah prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa}, {ja-}, dan {la-} dan sufiks {-ang}, {in}, dan {-an}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong infleksi adalah prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-} dan sufiks {-ang}, {in}, {-e}, {-an}, {-ne}, dan {-a}.Kata Kunci : prefiks dan sufiks derivasi, prefiks dan sufiks infleksi, dan Dialek Bayung Gede This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Bayung Gede Dialect of Balinese and its types of derivational and inflectional. This study is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Bayung Gede Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique.The results of the study show that there were six prefixes and six suffixes existing in Bayung Gede Dialect. The prefixes were {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {ja-}, and {la-}. The suffixes were {-ang}, {-in}, {-e}, {-an}, {-ne}, and {-a}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa}, {ja-}, and {la-} and suffix {-ang}, {in}, and {-an}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefixes {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-} and suffix {-ang}, {in}, {-e}, {-an}, {-ne}, and {-a}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Bayung Gede Dialect of Balinese
THE EFFECT OF KIM'S BOARD GAME TOWARDS ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF THE 5TH GRADE STUDENTS IN SANGSIT, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Putu Puspawati; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8231

Abstract

Kim’s board game adalah sebuah media pembelajaran yang mengandung esensi game berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengobservasi dan mengingat gambar – gambar pada media tersebut. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi efek penggunaan Kim’s board game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Sangsit, Kabupaten Buleleng, pada tahun pelajaran 2015/2016 . Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design yang menggunakan cluster random sampling technique dalam menentukan sampelnya. Berdasarkan hasil cluster random sampling, sampel yang diperoleh antara lain kelas 5 di SD N 8 Sangsit sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan menggunakan Kim’s board game dan SD N 4 Sangsit sebagai kelompok kontrol yang diajarkan tanpa menggunakan Kim’s board game. Hasil post-test kedua kelompok dianalisis tidak hanya menggunakan descriptive statistics analysis tetapi juga inferential statistics analysis. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa siswa yang diberikan perlakuan menggunakan Kim’s board game memperlihatkan prestasi belajar Bahasa Inggris yang lebih baik dibandingkan dengan yang diajarkan tanpa menggunakan Kim’s board game. Hal tersebut terbukti dari nilai rata – rata siswa pada kelompok eksperimen (80.05) lebih tinggi dari nilai rata – rata siswa di kelompok kontrol (72.76). Selain itu, hasil dari inferential statistical analysis menunjukkan tobs lebih tinggi dibandingkan dengan tcv dengan level α=0.05, di mana tobs= 4.603, sedangkan tcv= 1.999624. Jadi, hipotesis nol ditolak dan perbedaan dari kedua kelompok adalah signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Kim’s board game memberikan efek yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris kelas 5 SD di Sangsit. Kim’s Board game bisa diaplikasikan oleh guru untuk mengajar pelajar anak – anak sebagai salah satu media yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.Kata Kunci : Prestasi belajar Bahasa Inggris, Kim’s board game, Young learner Kim’s board game is one of teaching media in the form of game that is deals with learners’ observation and recollection ability which includes pictures on its board. This experimental study attempted to investigate the effect of Kim’s board game towards students’ English learning achievement of the fifth grade students in Sangsit, Buleleng Regency in Academic Year 2015/2016. The design of this study was Post-Test Only Control Group Design utilizing cluster random sampling technique to determine the samples. Based on the result of cluster random sampling, the fifth grade students in SD N 8 Sangsit was determined as the experimental group and treated by using Kim’s board game while the fifth grade students of SD N 4 Sangsit was determined as the control group and treated without using Kim’s board game. The result of post-test was analyzed by using both descriptive and inferential statistics analysis. From the data analysis, it was found that students who were treated by using Kim’s board game performed better in terms of English learning achievement than those who were treated without using Kim’s Board game. The mean score of the experimental group (80.05) is higher than the mean score of the control group (72.76). Moreover, the result of the inferential statistical analysis shows that tobs is higher than tcv at significant level of α=0.05, in which tobs is 4.603 while tcv is 1.999624. Thus, the null hypothesis of this study is rejected and the difference of the two groups is significant. In conclusion, Kim’s board game gives significant effect on the fifth grade students’ English learning achievement in Sangsit. The Kim’s board game can be applied by the teacher in teaching young learners as one of effective media to enhance students’ understanding. keyword : English learning achievement, Kim’s board game, Young learner
Derivational and Inflectional Processes of Tajen Dialect ., Putu Sri Ayu Padmi; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di dialect Tajen dan jenisnya dari proses derivasional dan infleksional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Tiga sampel informan dari penutur dialek Tajen dipilih berdasarkan criteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan 3 teknik, yaitu: observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima jenis prefik (awalan) dan lima jenis suffik (akhiran) pada dialek Tajen. Adapun jenis prefik (awalan) meliputi: {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, dan {si-}. Jenis suffik akhiran meliputi: {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, dan {-n}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses derivasional adalah prefik: {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; dan suffik {-an}, {-ang}, {-in}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses infleksional adalah prefik: {a-}, {me}, {N-}; dan suffik {-e}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ne}.Kata Kunci : prefik dan suffix, proses derivasional dan infleksional, dialek Tajen This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Tajen dialect and its derivational and inflectional processes. This study is a descriptive qualitative research. There are three informants chosen based on a set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observing, recording, and interviewing (listening and noting) .The results of the study show that there are five prefixes and five suffixes existing in Tajen dialect. The prefixes are {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, and {si-}. The suffixes are {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, and {-n}. The prefixes and suffixes that undergo derivational process are: prefix {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; and suffix {-an}, {-ang}, {-in}. The prefixes and suffixes that undergo inflection process are: prefix {a-}, {me-}, {N-}; and suffix {-e}, {-an}, {-in}, {-n}.keyword : prefixes and suffixes, derivational and inflectional processes, Tajen dialect
AN ANALYSIS ON GRAMMATICAL ERRORS IN SPEAKING COMMITTED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF UNIT PERJALANAN WISATA (UPW) DEPARTMENT OF SMK NEGERI 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nym. Ayu Padmitri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi jenis – jenis error dan sumber eror yang di dilakukan oleh siswa kelas XI Jurusan Unit Perjalanan Wisata di SMK Negeri 1 Singaraja tahun akademik 2015/2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian descriptif qualitatif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling yang mana subjectnya terdiri dari 39 siswa dan 1 guru pengajar tour guiding. Data dikumpulkan melalui rekaman, membagikan kuesioner dan wawancara. Data dianalisis dengan cara mengidentifikasi error, mengklasifikasi error, menghitung error, menganalisis kuesioner dan hasil wawancara, melaporkan hasil analysis dan menarik kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat empat (4) jenis eror, yakni omission, addition, misformation, misordering. Jumlah keseluruhan error adalah 861 error yang terdiri dari 41.8% omission errors, 30.5% misformation errors, 22.3% addition errors and 5.4% misordering errors. Berdasarkan hasil diskusi findings, wawancara dan kuesioner, sumber error terdiri dari intralingual dan interlingual error.Kata Kunci : errors, grammar, interlingual error and intralingual error This study aimed at analyzing the types and sources of errors committed by the eleventh grade students of Unit Perjalanan Wisata (UPW) Department of SMKN 1 Singaraja in academic year 2015/2016. This study is a descriptive qualitative research. This study used purposive sampling in which the subjects consisted of 39 students and 1 tour guiding teacher. The data were collected through recording, distributing questionnaire and interview. The data were analyzed by identifying the errors, classifying the errors, calculating the errors, analyzing the questionnaire and the result of the interview, reporting the result of the analysis and drawing the conclusion. The results of the study show that there are four types of errors committed by the students, namely omission, addition, misformation and misordering. The total numbers of errors are 816 which consist of 41.8% omission errors, 30.5% misformation errors, 22.3% addition errors and 5.4% misordering errors. Based on the discussion of the findings, interviews and questionnaires, the sources of errors are intralingual and interlingual error.keyword : errors, grammar, interlingual error and intralingual error
The Effect of Blended Learning Strategy Towards The 8th Grade Students' Writing Competency at SMP N 1 Singaraja in Academic Year of 2015/2016 ., I Gede Yoga Permana; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII A8 terpilih sebagai kelas ekperimen dimana strategi blended learning digunakan dan kelas VIII A7 terpilih sebagai kelas kontrol dimana strategi konvensional digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas control. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84.75 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 76.75. Slain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob= -6.379 sedangkan nilai Tcv adalah 1.6736 (α = 0,5). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kompetensi menulis yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Maka dari itu, hipotesis null (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : Blended Learning, Strategi Konvensional, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in writing competency between students who were taught by using blended learning and those who were taught by using conventional strategy. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 1 Singaraja and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII A8 was assigned as the experimental group which was taught by using “blended learning” and class VIII A7 as the control group which was taught by using “conventional strategy”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 84.75 while the mean score of the control group was 76.75. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was -6.379, while the value of the tcv was 1.6736 (α = 0.5). It means that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using blended learning strategy and those who were taught by using conventional strategy. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted.keyword : Blended Learning.Conventional Strategy.Writing Competency
Developing Differentiated electronic Supplementary Reading Exercises for the Slow Learners of Seventh Year Students at SMP N 2 Singaraja ., Ni Nyoman Ayu Utari Dewi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8235

Abstract

Mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran telah menjadi tuntutan Kurikulum 2013. Namun, tidak semua guru memiliki media untuk mendukung integrasi ICT dalam pembelajaran. Padahal, integrasi ICT dapat membantu para guru untuk mengakomodasi keragaman siswa dengan menggunakan differentiated instruction. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis latihan bacaan tambahan yang dibutuhkan oleh siswa kelas tujuh di SMP N 2 Singaraja; (2) mengidentifikasi desain latihan bacaan tambahan elektronik untuk siswa kelas tujuh yang berkemampuan dibawah rata-rata di SMP N 2 Singaraja; (3) mengukur kualitas latihan bacaan tambahan elektronik untuk siswa kelas tujuh yang berkemampuan dibawah rata-rata di SMP N 2 Singaraja. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Sugiono (2011). Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, uji ahli dan studi lapangan. Hasil data dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan analisis deskriptif dan Intrerrater Agreement Model dari Gregory (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latihan membaca tambahan yang dibutuhkan oleh siswa kelas tujuh yang berkemampuan dibawah rata-rata di SMP N 2 Singaraja adalah latihan bacaan tambahan yang terintegrasi dengan ICT; (2) desain latihan bacaan tambahan elektronik untuk siswa kelas tujuh yang berkemampuan dibawah rata-rata di SMP N 2 Singaraja berdasarkan kebutuhan; (3) latihan bacaan tambahan elektronik untuk peserta didik yang lambat dikategorikan sebagai latihan berkualitas tinggi siswa kelas tujuh yang berkemampuan dibawah rata-rata di SMP N 2 Singaraja berdasarkan validitas isi, validitas empiris, kualitas tes media dan bidang. Kata Kunci : Kata kunci: R & D, Differentiated Instruction, Siswa dibawah rata-rata, Latihan tambahan, Latihan Membaca Elektronik. Integrating ICT in learning has become the demands of Curriculum 2013. Yet, not all of the teacher have media to support the integration of ICT in learning. Whereas, the integration of ICT may help the teachers to accomodate students’ diversity by using differentiated instruction. Thus, this study aimed at: (1) identifying kinds of supplementary reading exercises are needed by the Seventh Year Students at SMP N 2 Singaraja; (2) identifying the design of the electronic supplementary reading exercises for the slow learners of seventh year students at SMP N 2 Singaraja; (3) measuring the quality of the electronic supplementary reading exercises for the slow learners of seventh year students at SMP N 2 Singaraja. This study was conducted based on the research and development design proposed by Sugiono (2011). The data of the study were collected through questionnaire, interview, observation, expert judge and field study. The results of the data were further analyzed by using descriptive analysis and interrater agreement model from by Gregory (2000). The result of the study showed that (1) the supplementary reading exercise needed by the seventh year students at SMP N 2 Singaraja was supplementary reading exercise which was integrated with ICT; (2) the design of the electronic supplementary reading exercise for the slow learners was developed based on the needs; (3) the electronic supplementary reading exercise for the slow learners was categorized as high quality exercises based on content validity, empirical validity, quality of the media and field test. keyword : Key words: R&D, Differentiated Instruction, Slow Learners, Supplementary Exercise, Electronic Reading Exercise
THE EFFECT OF ADAPTED MONOPOLY BOARD GAME TO THE 5TH GRADE STUDENTS' ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT IN PRIMARY SCHOOL IN BANJAR, ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Gusti Ngurah Arya Bayu Permadi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada efek yang signifikan pada penggunaan monopoly board game sebagai media pembelajaran terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas lima SD di Banjar, Kabupaten Buleleng. Sample penelitian ini adalah 26 siswa kelas lima di SDN 1 Banjar dan 26 siswa kelas lima di SDN 9 Banjar yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan prestasi belajar yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 5,819, sedangkan nilai tcv adalah 2,008 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan monopoly board game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima SD. Kata Kunci : prestasi, game, monopoly, pebelajar anak-anak This research was purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of adapted monopoly board game as a learning media towards the fifth grade students’ English learning achievement. This experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the fifth grade students of primary school in Banjar, Buleleng Regency. The samples of this study were 26 students of fifth graders in SDN 1 Banjar and 26 students of fifth graders in SDN 9 Banjar, administered using cluster random sampling technique. The result showed that the group of students in experimental group could perform better achievement rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 5.819, meanwhile the tcv was 2.008 (tobs > tcv). It means that the use of monopoly board game gives significant effect to the fifth grade primary school students’ English learning achievement.keyword : board game, English learning achievement, monopoly, young learners
The Effect of Blended Learning Strategy Towards The 8th Grade Students' Writing Competency at SMP N 1 Singaraja in Academic Year of 2015/2016 ., I Gede Yoga Permana; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII A8 terpilih sebagai kelas ekperimen dimana strategi blended learning digunakan dan kelas VIII A7 terpilih sebagai kelas kontrol dimana strategi konvensional digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas control. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84.75 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 76.75. Slain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob= -6.379 sedangkan nilai Tcv adalah 1.6736 (α = 0,5). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kompetensi menulis yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Maka dari itu, hipotesis null (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : Blended Learning, Strategi Konvensional, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in writing competency between students who were taught by using blended learning and those who were taught by using conventional strategy. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 1 Singaraja and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII A8 was assigned as the experimental group which was taught by using “blended learning” and class VIII A7 as the control group which was taught by using “conventional strategy”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 84.75 while the mean score of the control group was 76.75. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was -6.379, while the value of the tcv was 1.6736 (α = 0.5). It means that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using blended learning strategy and those who were taught by using conventional strategy. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted.keyword : Blended Learning.Conventional Strategy.Writing Competency
The Type of Communication Strategies Used by the Teacher to the Deaf or Hard of Hearing Students During the Teaching and Learning Process in SLBN-B Singaraja ., Ni Kadek Gita Dewa Huti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guru untuk Tuna Rungu atau siswa yang sulit mendengar dalam proses belajar dan mengajar di SLBN-B Singaraja dan alasan guru dalam menggunakan strategi-strategi komunikasi tersebut selama proses belajar mengajar dalam pengajaran murid Tuna Rungu atau murid yang sulit mendengar di SLBN-B Singaraja. Subyek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di SLBN-B Singaraja yang mengajar dan berkomunikasi dengan siswa Tuna Rungu / sulit mendengar. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, mencatatan, dan rekaman. Temuan menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan enam jenis strategi komunikasi untuk berkomunikasi dengan siswa Tuna Rungu atau siswa yang sulit mendengar, yaitu: membaca bibir, bahasa isyarat, cued speech, komunikasi total, media visual, dan juga strategi bahasa konseptual. Ada alasan utama mengapa guru bahasa Inggris menggunakan atau menerapkan strategi-strategi komunikasi tersebut adalah untuk membantu para guru bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan siswa Tuna Rungu atau siswa yang sulit mendengar dan juga untuk membantu siswa tuna rungu atau siswa yang sulit mendengar untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kata Kunci : strategi komunikasi, siswa tuna rungu atau sulit mendengar, guru bahasa Inggris This study aimed at finding out the types of communication strategies used by the English teachers to the Deaf or Hard of Hearing students on the teaching and learning process in SLBN-B Singaraja and the teachers’ reasons in using those communication strategies during the teaching and learning process. The subjects of the study were the English teachers in SLBN-B Singaraja who taught and communicated with the Deaf or Hard of Hearing students. The present study employed a qualitative design. The methods of data collection were observation, interview, taking note, and recording. The findings showed that the English teachers used six types of communication strategy to communicate with the Deaf or Hard of Hearing students, namely: lips or speech reading, sign language, cued speech, total communication, visual media, and also conceptual language strategies. The main reason why the English teachers used or applied those communication strategies is to help the English teachers to communicate with the deaf or hard of hearing students and also to help the deaf or hard of hearing students to communicate with each other. keyword : communication strategies, deaf or hard of hearing student, English teacher

Page 3 of 3 | Total Record : 29