cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2019)" : 7 Documents clear
Analisis Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap STIKI Ditinjau Asal Mahasiswa Berbasis SIG I Kadek Adiana Putra
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.16747

Abstract

Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dan memetakan jumlah dan pola distribusi mahasiswa angkatan 2015/2016 sampai 2017/2018. Teknlogi SIG digunakan dalam tabulasi, analisis, overlay dan menyajikan data dalam bentuk peta, statistic dan grafik, sehingga dapat dengan mudah mengetahui pola distribusi dan jumlah mahasiswa pada masing-masing angkatan. Pola distribusi mahasiswa baru menunjukan bahwa asal mahasiswa teraglomerasi pada beberapa wilayah yaitu Bali, Jawa, NTT, dan NTB.Provinsi Bali sebagai tempat berkembanya lembaga berada pada peringkat yang paling tinggi dari masing-masingt provinsidengan rata-rata jumah mahasiswa mencapai 60%. Tingginya kepercayaan masyarakat dipengaruhi Besarnya derajat konsistensi dan peningkatan jumlah mahasiswa tidak lepas dari pengaruh alumnus yang memberikan kontribusi yang cukup tinggi sebagai media informasi dan promosi secara tidak langsung.
MENGGALI NILAI-NILAI PELESTARIAN LINGKUNGAN GEOGRAFIS PADA BEBERAPA DESAIN SENI PEWAYANGAN BALI I Gede Putu Eka Suryana; I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17257

Abstract

Lingkungan merupakan tempat yang menyediakan berbagai sumberdaya sekaligus permasalahan dalam menghadapi pembangunan yang berkelanjutan. Perspektif global mengajarkan kita berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Pelajaran yang dapat kita petik dari hal tersebut adalah nilai-nilai kearifan lokal yang beberapa berasal dari warisan budaya yang diperoleh secara turun temurun dapat dijadikan bahan, pedoman yang mungkin saja relevan untuk diterapkan saat ini. Adapun metodologi yang dirancang terdiri dari pengumpulan data terkait data produk seni dalam pewayangan Bali. Pewayangan Bali dipilih karena sangat karena seagai penyampaian pesan yang kaya makna. Setelah data terkumpul maka dilanjutkan identifikasi dan analisis. Analisis yang dilakukan melibatkan analisis hermeneutik.  Hasil analisis yang diperoleh adalah dalam salah satu parwa cerita pewayangan yakni Adi Parwa yang mengisahkan adanya pencarian tirta amerta, memperoleh konsep saat ini yang kita kenal sebagai Padmasana. Padmasana ini yang dikenal sebagai bangunan religious oleh umat hindu menggunakan metode analisis hermeneutic coba diabstraksi kembali secara fungsionalitas untuk menginspirasi tindakan kitaKata Kunci : Nilai, Pelestarian Lingkungan, Seni, Wayang  
KAJIAN INFLOW, OUTFLOW DAN WATER BALANCE DANAU BERATAN DI DATARAN TINGGI BEDUGUL BALI Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17261

Abstract

Pengetahuan tentang imbangan air merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan antara lain: pengaliran masuk (inflow), pengaliran keluar (outflow), dan timbunan air. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui variasi inflow (curah hujan, limpasan), 2)  mengetahui variasi aliran outflow (evaporasi, pemakaian air), 3) mengetahui water balance yang terjadi di Danau Beratan. Objek penelitian ini adalah kuantitas air Danau Beratan, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode interview/wawancara, dan metode studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini seluruhnya menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, variasi pengaliran masuk (inflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat pada bulan September sebesar 3,18 x 106 m3 dan rata-rata bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari sebesar 269,63 x 106 m3. Besar pengaliran masuk (inflow) tahunan rata-rata sebesar 107,50 x 106 m3. Adanya variasi pengaliran masuk (inflow) tersebut disebabkan oleh faktor vegetasi penutup lahan (land cover vegetation); topografi serta kemiringan lereng. Variasi pengaliran keluar (outflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat November sebesar 27,3 x 106 m3 dan rata-rata bulan tertinggi terdapat pada bulan Maret sebesar 27,4 x 106 m3. Pengaliran ke luar (outflow) tahunan rata-rata sebesar 328,32 x 106 m3. Imbangan air periode tahun 2013-2017 memiliki nilai pengaliran masuk (inflow) bulanan lebih besar daripada pengaliran ke luar (outflow), yaitu sebesar 961,64 x 106 m3 atau dengan imbangan rata-rata tiap bulannya sebesar 80,14 x 106 m3. Berdasarkan analisa debit perubahan timbunan air selama 5 tahun dari tahun 2013-2017, menunjukan rata-rata imbangan air bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari dan Desember sebesar 312,22 x 106 m3 (positif), sedangkan terendah terdapat pada bulan Agustus sebesar -24,14 x 106 m3 (negatif). 
Analisis Pola Persebaran Lokasi Perdagangan dan Jasa di Kota Tebing Tinggi Indra Rachmat Setiawan; LuthfiMuta’ali LuthfiMuta’ali; Sudrajat Sudrajat
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi jenis pemanfaatan ruang yang berada di jalan arteri sekunder Kota Tebing Tinggi, Menganalisis pola persebaran lokasi perdagangan dan jasa di jalan arteri sekunder Kota Tebing Tinggi. Jenis penelitian ini deskriptif dengan kuantitatif.Teknik analisis deskriptif dan analisis tetangga terdekat dengan bantuan software ArcGIS 10.2. Hasil penelitian menunjukan kondisi jalan arteri sekunder yang tergolong baik dengan material pengerasan aspal dan beton, jalur pederstrian hanya terdapat disebagian dari jalan arteri sekunder dan pemanfaatan ruang didominasi permukiman dan perdagangan dan jasa. Pola persebaran lokasi perdagangan dan jasa tergolong mengelompok dan terdapat 2 pusat pengelompokan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBENTUK PERMAINAN ULAR TANGGA BERBANTUAN LEAFLET DI SMA DWIJENDRA DENPASAR P.Md.Desy Dwisukamsurya; I Wayan Lasmawan; I Putu Sriartha
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17465

Abstract

This research aimed to develop geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet, analyzing the effectiveness to activity and students learning achievement. This research used development (R&D) research design with analysis, design, development, implementation, evaluation (ADDIE). The students learning activity data were collected through observation, besideds, the students learning achievement were collected through multiple choice test. The data collected then analyzed descriptively and quantitatively. The final design of geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet was geography learning media based on the evaluation : 1) material and media expert valid average score 3,18; 2) small grup trials valid average score 3,69 the data were reasonably used. The geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet effectively improved the learning activity equal to 15,36% and effectively improved the students learning achievement with the level of completeness of student learning achievement at 91,43% with fine category.
KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI INDUSTRI MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH AGROINDUSTRI APEL DI KOTA BATU Ringga Pridiatama; Andri Kurniawan; Sudrajat Sudrajat
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17524

Abstract

Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Kegiatan agroindustri memiliki peran penting untuk mendukung sektor pertanian baik dari segi ekonomi maupun sosial. Apel menjadi buah yang khas dari oleh Kota Batu dan telah banyak diolah menjadi berbagai macam produk baik makanan maupun minuman. Produktivitas apel mengalami penurunan yang mayoritas disebabkan faktor non-iklim diantaranya konversi lahan, kendala budidaya, serta harga apel yang menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan tipologi agroindustri apel di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus pada 47 pelaku agroindustri apel skala industri mikro, kecil, dan menengah di Kota Batu. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri apel di Kota Batu didominasi skala mikro dan kecil, tingkat pendidikan rendah, serta lingkup pemasaran terbatas pada lingkup lokal dan nasional. Pada tipologi klaster industri menunjukkan sebanyak 17,02% tergolong maju, 34,04% tergolong berkembang, dan 48,93% tergolong terbelakang.Kata kunci: agroindustri; karakteristik; tipologi
KETERKAITAN EKONOMI PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI DAERAH TERTINGGAL (KASUS KABUPATEN ACEH SINGKIL) Sendi Permana; R. Rijanta; Dyah Rahmawati Hizbaron
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17698

Abstract

Pembangunan wilayah di Kabupaten Aceh Singkil masih dihadapkan pada kesenjangan pembangunan antara perdesaan dan perkotaan. Terdapat indikasi bahwa pembangunan perkotaan tidak memberikan efek penetasan pembangunan pada perdesaan, hal yang terjadi justru pengurasan sumber daya yang ada di perdesaan. Hal ini menunjukkan bahwa keunggulan usaha perkebunan rakyat di perdesaan belum berdampak signifikaan terhadap kemajuan perekonomian perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan ekonomi antara perdesaan dan perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar kelompok tani belum mengakses fasilitas pelayanan permodalan yang terdapat di perkotaan, sedangkan kebutuhan sarana produksi sebagian besar dapat dipenuhi oleh toko penjual sarana produksi yang berada di perdesaan. Adapun aliran bahan baku hasil produksi perkebunan terjalin di wilayah perdesaan dan pendistribusian hasil produksi perkebunan sebagian besar dilakukan oleh agen desa ke satuan pengumpul lalu ke pabrik. Rantai penjualan tandan buah sawit yang panjang turut menyebabkan minimnya pendapatan yang diterima petani. Adapun pendapatan yang diterima petani jauh dibawah standar UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku. Selain itu, kegiatan industri yang dikembangkan melalui pabrik pengolahan minyak kelapa swasta hanya sebatas area produksi CPO (Crude Palm Oil). Seluruh hasil produksi CPO diekspor melalui pelabuhan Belawan yang berlokasi di Kota Medan, sehingga perolehan nilai tambah (add value) masuk ke wilayah Kota Medan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7