cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Motivasi Belajar Anak di Kelompok B3 Paud-TK Negeri Pembina Palu Rahayu, Rahayu
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.677 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah Rendahnya motivasi belajar pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak di kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan prosedur penelitian kependidikan. Subyek penelitian ini adalah 27 orang anak di Kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan dapat mempengaruhi motivasi belajar anak di kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan yang terjadi pada hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan, dari tiga aspek yang diamati yaitu aktif mengerjakan tugas, ingin mendapat pujian dan hasrat dalam belajar, menunjukkan persentase kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang hanya mencapai 37,03% sedangkan untuk kategori rendah mencapai 62,97%. Setelah dilakukan tindakan terjadi peningkatan hasil penelitian dari ketiga aspek yang diamati yaitu, menunjukkan kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang mencapai 86,42% dan persentase kategori rendah 13,58%.
Peranan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak di Kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu Hidayanti, Yayan
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.517 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya kemandirian anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 14 anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis deskriptif, yaitu 11 anak (78,57%) dengan pola asuh demokratis, ada 3 anak (21,42%) dengan pola asuh otoriter, dan tidak terdapat anak dengan pola asuh permisif. Selanjutnya, untuk kemandirian anak, dalam aspek memiliki rasa percaya diri, bertanggung jawab, dan mengurus diri, diperoleh hasil terdapat 5 anak (35,71%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) atau memiliki kemandirian yang tinggi, ada 8 anak (57,14%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) atau memiliki kemandirian yang sedang, ada 1 anak (7,14%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB) atau memiliki kemandirian yang mulai nampak atau masih rendah, dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB) atau belum Nampak kemandiriannya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada peranan pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu.
Pengembangan Pembelajaran Berbasis Outbound Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu Sakinah, Musdalifah Nurul
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.097 KB)

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya Kemampuan Motorik Kasar Anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pengembangan pembelajaran berbasis outbound terhadap kemampuan motorik kasar anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Pendekatan yang digunakan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian adalah eksperimen sederhana. Adapun subyek penelitian adalah 16 anak, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terlihat pada setiap aspek yang diamati mengalami kenaikan, yaitu pada aspek keseimbangan menaiki perosotan, terdapat 3 anak (19%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 9 anak (56%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 3 anak (19%) kategori Mulai Berkembang (MB), dan 1 anak (6%) kategori Belum Berkembang (BB), kemudian dalam kelincahan melewati terowongan kayu pelangi, ada 5 anak (31%) katgori BSB, 8 anak (50%) kategori BSH, 3 anak (19%) kategori MB, dan tidak ada anak kategori BB. Selanjutnya, aspek kekuatan melewati tangga lengkung pelangi, ada 4 anak (25%) kategori BSB, 7 anak (44%) kategori BSH, ada 4 anak (25%) kategori MB, dan ada 1 anak (6%) kategori BB. Disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran berbasis outbound berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak di kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu.
Pengaruh Metode Pemberian Tugas Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 di TK Samporoa Dharma Wanita Persatuan Kota Palu Pratiwi, Ari Okta
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.569 KB)

Abstract

Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus. Melalui metode kualitatif dengan jenisnya deskiptif. Subjeknya seluruh anak di kelompok B2 TK Samporoa Dharma Wanita Persatuan Kota Palu yang berjumlah 14 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisa melalui teknik persentase. Sebelum menggunakan metode pemberian tugas, kemampuan mewarnai gambar kategori BSH 1 anak (7,14%), MB 2 anak (14,29%) dan BB 11 anak (78,57%). Kemampuan menggunting gambar kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 12 anak (85,71%). Kemampuan menempel gambar kategori BSH 1 anak (7,14%), kategori MB 3 anak (21,43%) dan kategori BB 10 anak(71,43%). Setelah penerapan metode pemberian tugas, ada peningkatan kemampuan motorik halus anak, kemampuan mewarnai gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 7 anak (50,00%), kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Kemampuan menggunting gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 6 anak (42,86%), kategori MB 3 anak (21,43%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Kemampuan menempel gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 7 anak (50,00%), kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak. Terbuki setelah diberi metode pemberian tugas terlihat ada peningkatan.
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Perkembangan Moral Anak di Kelompok B3 TK Negeri Pembina Palu Zulfitri, Zulfitri
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.34 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah perkembangan moral anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap perkembangan moral anak di kelompok B3TK Negeri Pembina Palu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan prosedur penelitian kependidikan. Sampel penelitian ini adalah 27 orang anak di Kelompok B3 TK Negeri Pembina Palu. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, Berdasarkan hasil rekapitulasi sebelum diberikan perlakuan dari tiga aspek yang diamati yaitu 1) pembiasaan sikap sopan dan santun, 2) pembiasaan sikap peduli, dan 3), kebersihan diri dan lingkungan, hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase kategori berkembang sangat baik, berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang hanya mencapai 48,15% sedangkan untuk kategori rendah mencapai 51,85%. Setelah dilakukan tindakan terjadi peningkatan hasil penelitian dari ketiga aspek yang diamati yaitu, menunjukkan kategori berkembang sangat baik, berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang mencapai 90,12% dan persentase kategori rendah 9,88%. Demikian dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian penguatan terhahap perkembangan moral anak kelompok B3 Tk Negeri Pembina Palu.
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Anak Berkomunikasi di Kelompok B TK Tunas Rimba Palu Timur Fitriani, Fitriani
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.379 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan anak berkomunikasi belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh metode bermain peran terhadap kemampuan anak berkomunikasi. Setting dan subyek penelitian ini adalah Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur yang berjumlah 16 anak, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 6 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2016. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu serta mengamati kemampuan anak berkomunikasi setiap minggunya. Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan dari minggu pertama hingga minggu keenam. Kemampuan anak berkomunikasi secara lisan, 75% anak berkembang sangat baik (BSB) , 12,5% anak (BSH), 6,25% anak (MB), dan hanya 6,25% anak (BB). Untuk aspek penggunaan kosa kata, 68,75% anak BSB, 18,75% anak BSH, 6,25% anak MB dan 6,25% anak BB. Untuk aspek menjawab pertanyaan, sejumlah 62,5% anak BSB, 18,75% anak BSH, 12,5% anak MB, dan 12,5% anak BB. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak berkomunikasi di Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur.
Meningkatakan Moral Anak Melalui Metode Pemberian Tugas pada Kelompok A TK Negeri Pembina Sindue Jana, MIftahul
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.86 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok A Di negeri Pembina sindue, melibatkan 16 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Tagart yang terdiri atas dua siklus. Dimana Pada Setiap Siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencenaan, pelaksanaan observasi, dan refleksi data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemebrian tugas. Selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan criteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuntitatif, untuk mengetahui peningkatan moral anak melalui metode pemberian tugas pada kelompok A di TK negeri Pembina sindue. Data yang di kumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak yang saling menghargai ketegoti SB 6,25%, B 12,5%, dan K 50%, Kemudian moral anak dalam membantu teman kategori SB 6,25%, B 12,5%, C 25%, K26m25%, dan moral anak yang saling berbagi dengan kategori SB 6,25% B 18,75%, C 18,75%, K 50% setelah di lakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan moral anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam aspek saling menghargai kategori sangat baik dan baik dari 31,25% menjadi 81,25% (50%), moral anak dalam membantu teman kategori sangat baik dan baik dari 56,25% menjadi 81,25% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ad anak yang belum meningkat moralnya tetapi hanya berkisar 8,33% dari masing-masing
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Perkembangan Moral Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu H Muda, Siti Gamar
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.172 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 15 anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Teknik Pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara, dari hasil penelitian dari analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian rekapitulasi sebelum dan sesudah metode demonstrasi bahwa perkembangan nilai moral anak sudah berkembang sesuai harapan dalam masing-masing aspek yang diamati yaitu menggosok gigi, membuang sampah dan mencuci tangan, diperoleh hasil rekapiulasi sebelum metode demonstrasi terdapat 1 anak (20,01%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 1 anak(26,67%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 anak (40%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan 11 anak (213,32%) dalam kategori Belum Berkembang (BB). Selanjutnya hasil rekapitulasi sesudah metode demonstrasi terdapat 3 anak (20%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 8 anak (51,11%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), terdapat 4 anak (28,89%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode demonstrasi dalam perkembangan nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu.
Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Buku Cerita Bergambar Terhadap Keterampilan Anak Berbicara di TK Bethel Kecamatan Lore Selatan Mangela, Deisy Rolinda
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.63 KB)

Abstract

Masalah dalam artikel ini adalah keterampilan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap keterampilan anak berbicara. Metode penelitian adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak Kelompok B TK Bethel Kecamatan Lore Selatan yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis teknik presentase. Hasil penelitian sebelum penggunaan metode bercerita kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 10%, BB 80%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 15%, BB 75%, menjawab pertanyaan kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 5%, BB 75%, dan bercerita kategori BSB 5%, BSH 10%, MB 10%, BB 75%. Selanjutnya setelah penggunaan metode bercerita mengalami perkembangan kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 20%, BSH 45%, MB 25%, BB 10%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 40%, MB 30%, BB 15%, aspek menjawab pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 45%, MB 35%, BB 10%, dan bercerita kategori BSB 20%, BSH 40%, MB 30%, BB 10%. Secara umum, terjadi peningkatan keterampilan anak berbicara setelah penggunaan metode bercerita dalam semua aspek rata-rata kategori BSB 17,5%, BSH 42,5%, MB 28,75%, walaupun masih ada yang belum berkembang yaitu pada kategori BB 11,25%.
Implementasi Permainan Tradisional Terhadap Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini Di Palu Barat Sulawesi Tengah Nirmala, Besse
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan tradisional terhadap tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Palu Barat Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang didukung oleh catatan lapangan. Analisis data kualitatif digunakan berdasarkan pada model analisis oleh Miles dan Hubberman dengan pemeriksaan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu: 1) permainan yang diimplementasikan di lembaga PAUD yaitu Kadende, Bakiak, Congklak, Tapak Kuda (kalempa), Simpai, Angklung, Lompat Tali Dan Ular Naga; 2) aspek perkembangan fisik motorik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral-agama dapat distimulasi melalui permainan Kadende, Bakiak, Congklak, Tapak Kuda, Simpai, Angklung, Lompat Tali Dan Ular Naga. Sementara aspek perkembangan Seni dapat distimulasi melalui ular naga; 3) aspek perkembangan fisik motorik dapat dikembangkan saat anak mulai melakukan koordinasi otot dan indera, perkembangan kognitif  akan berkembang ketika anak mengetahui bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan jumlah alat permainan, perkembangan sosial emosional dapat terstimulasi melalui interaksi sosial yang terbangun diantara pemain, perkembangan bahasa dapat dikembangkan melalui komunikasi lisan antara pemain, perkembangan moral-agama dapat terlihat saat anak mulai belajar untuk mematuhi aturan main yang telah disepakati sebelumnya, perkembangan seni dapat distimulasi melalui lagu yang dinyanyikan saat bermain. Kata kunci : Permainan Tradisional, Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini

Page 1 of 1 | Total Record : 10