cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14124505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit pada bulan Maret dan September setiap tahun serta nomor suplemen bila dimungkinkan. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan matematika dan atau pembelajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY Sumampou, Petra C.M; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry dan 36 siswa kelas X MIA 5 yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Materi yang dipelajari oleh siswa yaitu Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, Relasi dan Fungsi. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk ? = 0,05 diperoleh p> ? untuk semua hipotesis, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima untuk semua hipotesis. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah.Kata Kunci : perbedaan, hasil belajar, discovery learning, inquiry, sistem persamaan linear tiga variabel, relasi dan fungsi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Pratama, Pratama; Rizal, Muh.; Linawati, Linawati
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret aritmatika di kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ A yang berjumlah 20 siswa, terbagi atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempua serta di pilih 3 siswa sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 14 siswa dengan persentase ketuntasan 70% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 17 siswa dengan persentase ketuntasan 85%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada  pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan  mengalami  peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara pada materi barisan dan deret aritmatika, dengan enam komponen yaitu: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Detect, 5) Expand, 6) Review.Kata Kunci: Kooperatif Tipe MURDER; Hasil Belajar; Barisan dan Deret Aritmatika
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD) Hayah, Ni; Mallo, Bakri; Murdiana, I Nyoman
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Dampelas dalam menyelesaikan soal pada subpokok bahasan parabola ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa yang bergaya kognitif FI dan satu siswa yang bergaya kognitif FD. Hasil dari penelitian ini yaitu saat menyajikan masalah, subjek FI dan FD menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan. Selanjutnya dalam mengklasifikasi unsur-unsur parabola, subjek FI mengelompokkan unsur-unsur parabola menurut bentuk parabolanya yaitu parabola horizontal terbuka ke kanan. Kemudian dalam memberi contoh dan non-contoh pada setiap unsur-unsur parabola, subjek FI memberikan contoh dan non-contoh dari setiap unsur-unsur parabola yang diberikan. Kemudian menyajikan masalah persamaan parabola dalam representasi matematis, subjek FI dan subjek FD menyajikan persamaan parabola kedalam bentuk persamaan umum parabola. Kemudian menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu dalam menentukan persamaan parabola, subjek FI menggunakan dan memilih persamaan umum parabola horizontal dan subjek FD menggunakan persamaan umum parabola walaupun subjek tidak mengetahui jenis persamaan umum parabola yang digunakan. Kemudian subjek FI menjelaskan kembali prosedur yang digunakan serta memberikan alasannya dengan menggunakan bahasanya sendiri dan subjek FD menjelaskan kembali prosedur yang digunakan walaupun dalam proses penyelesaiannya siswa belum memahami dengan baik langkah-langkah yang harus digunakan.Kata Kunci: Profil; Pemahaman konsep matematika; Parabola;
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SEGITIGA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Sira, Indriani; Hamid, Abd.; Awuy, Evie
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah segitiga siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Palu ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memahami masalah yaitu: mengidentifikasi informasi-informasi yang diketahui dan ditanyakan. 2) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap membuat rencana yaitu: mampu membuat hubungan antara informasi yang ada dengan masalah yang ditanyakan dengan mengaikatkan pengetahuan dan pengalamannya. 3) Profil pemecahan masalah subjek FI pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek dengan gaya kognitif FI dapat menerapkan rencana yang telah dibuat selanjutnya melaksanakan rencana dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya. 4) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek memeriksa kembali langkah demi langkah hasil pekerjaan 5) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memahami masalah yaitu: dengan cara membaca masalah berulang-ulang dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memahami masalah. 6) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap membuat rencana yaitu: subjek kurang tepat dalam membuat rencana penyelesaian. 7) Profil pemecahan masalah subjek FD pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek mengalami kesulitan dalam menerapkan rencana yang telah dibuat sebelumnya sehingga menambahkan beberapa strategi untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. 8) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek tidak melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaan. Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Segitiga, Gaya Kognitif.
PROFIL KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATRIKS BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI SMA NEGERI 7 PALU Fausan, Fausan; Sugita, Gandung; Sukayasa, Sukayasa
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh profil kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matriks berdasarkan jenis kelamin di SMA Negeri 7 Palu. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa laki-laki (SH) dan satu siswa perempuan (DS). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang dilakukan siswa laki-laki (SH) yaitu : 1) kesalahan tidak memahami konsep rumus perkalian matriks, 2) kesalahan konsep perkalian matriks, 3) kesalahan tidak menerapkan rumus invers, 4) kesalahan konsep invers matriks dan 5)  kesalahan konsep adjoin. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa laki-laki berupa 1) kesalahan dalam melakukan perhitungan, 2) kesalahan tidak menyederhanakan dan 3) kesalahan tidak menuliskan tanda operasi pada matriks. Sedangkan kesalahan konseptual yang dilakukan siswa perempuan (DS) yaitu: 1) kesalahan tidak memahami konsep rumus perkalian matriks, 2) kesalahan konsep perkalian matriks, 3) kesalahan konsep adjoin dan 4) kesalahan konsep invers matriks. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa perempuan berupa 1) kesalahan dalam melakukan perhitungan. Siswa laki-laki banyak melakukan kesalahan dari pada siswa perempuan dikarenakan, siswa laki-laki tidak teliti dan terburu-buru dalam menyelesaikan soal matriks. Sedangkan siswa perempuan tidak terlalu banyak melakukan kesalahan dikarenakan cenderung lebih teliti dan cermat dalam menyelesaikan soal matriks.Kata kunci: Profil Kesalahan, Jenis Kelamin dan Matriks

Page 1 of 1 | Total Record : 5