cover
Contact Name
Muhammad Yazid
Contact Email
agripita@unsri.ac.id
Phone
+628153800550
Journal Mail Official
agripita@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Padang Selasa No. 524 Bukit Besar, Palembang 30139
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
AGRIPITA: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 25800612     EISSN : 27213552     DOI : -
AGRIPITA: Agribusiness and Agricultural Development Journal is published by Department of Agriculture Socio-Economics, Faculty of Agriculture, Universitas Sriwijaya and distributed twice a year in May and October. AGRIPITA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA" : 5 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI PASAR MELATI, KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA: STRATEGY FOR DEVELOPING TRADITIONAL MARKETS IN THE JASMINE MARKET, SUNGAI RAYA SUB-DISTRICT KUBU RAYA DISTRICT deka fardilah; Erlinda Yurisinthae; Marisi Aritonang
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v7i1.80

Abstract

Traditional markets are a favorite place for people, especially the lower and middle classes to meet their daily needs. The purpose of this study is to analyze traditional markets development strategies. In this study using descriptive qualitative research which aims to describe phenomena regarding issues of traditional market developments in the jasmine market. The analysis process begins with identifying internal and external factors using SWOT analysis. Namely strengths, weaknesses, opportunities and threats. The population of this study includes traditional market services and traders in the jasmine market because it is a wholesale market in Sungai Raya sub-district, the sample of this study involving 35 pople as a determinant of the sample. The results of the study show that the strategy for developing traditional markets in Kubu Raya district uses SWOT analysis to evaluate environmental opportunities and challenges, also analyzes the existence of two business environmental factors, where the internal environment is a strength, a condition, a situation, an event that is interconnected where has the ability to control it, and the external environment is a force, a condition, a circumstance, an event that is interconnected which has no ablitiy or little ablitiy to control or influence.
P Peran Modal Sosial Dalam Keberlanjutan Program Sesera Pulau Kemaro Binaan Program TJSL PT Pusri Palembang Alde Dyanrini; M. Awaluddin Alfarisi; Nurilla Elysa Putri
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v7i1.82

Abstract

PT PUSRI Palembang dalam menjalankan komitmennya telah melakukan pembinaan kegiatan TJSL yang salah satunya berlokasi di Pulau Kemaro Kota Palembang dengan nama Program Sesera dengan usahaa pembuatan kerajinan enceng gondok. Kajian terhadap peran modal sosial dalam kegiatan TJSL yang dibina oleh PT PUSRI Palembang perlu dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan program melalui peran modal sosial yang dapat dilakukan bagi keberlanjtan program Sesera dimasa yang akan datang. Tujuan dari kajian ini yaitu mengidentifikasi modal sosial dalam program Sesera Pulau Kemaro Binaaan TJSL PT PUSRI Palembang dan memberikan rekomendasi peningkatan peran modal sosial terhadap keberlanjutan Program Sesera Pulau Kemaro Binaan TJSL PT PUSRI Palembang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sedang teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi dan wawancara kepada pengrajin Enceng Gondok di Pulau Kemaro. Modal sosial yang di identifikasi terdiri dari Bonding, Bridging dan Linking. Ketiga modal sosial ini ada yang sangat berperan dan ada yang tidak berperan. Untuk Modal sosial Bonding yang sangat berperan yaitu ikatan kuat dan inklusifitas atau keterbukaan program. Pada Modal Sosial Bridging yang sangat berperan yaitu keterlibatan sebagai warga negara dan akses terhadap sumberdaya alam (SDA). Pada modal sosial Linking yang sangat berperan adalah integrasi yaitu hubungan dengan anggota keluarga dan tetangga dan Keanggotaan dalam kelompok.
Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Kopi dengan dan Tanpa Perlakuan Penyambungan (Grafting) di Desa Bandar Jaya Kecamatan Dempo Selatan Laila Husin; Halima Alupina
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v7i1.83

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mendeskripsikan budidaya kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, 2). Menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, 3). Menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produktivitas usahatani kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Terdapat perbedaan dalam usahatani kopi dengan dan tanpa okulasi, dimana okulasi bibit kopi dilakukan dengan menghubungkan batang atas dan batang bawah menggunakan klon BP 308 sebagai batang bawah dan klon BP 393 sebagai batang atas sedangkan pembibitan kopi tanpa okulasi dilakukan dengan menabur biji kopi, kemudian produksi kopi dengan okulasi lebih banyak daripada kopi tanpa okulasi. Dan untuk faktor produksi kopi yang digunakan lebih banyak dengan okulasi dibandingkan kopi tanpa okulasi, hal ini dikarenakan jumlah produksi yang dihasilkan berbeda-beda dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Rata-rata produktivitas total kopi okulasi (1.816 kg/ha/tahun) lebih tinggi (221,19 persen) dibandingkan tanpa okulasi (821 kg/ha/tahun). Ada selisih 995 kg/ha/tahun. Rata-rata total pendapatan usahatani kopi okulasi (Rp 33.134.244 per hektare per tahun) lebih tinggi (253,65 persen) dibandingkan rata-rata total pendapatan usahatani kopi tanpa okulasi (Rp 13.063.162 per hektare per tahun). Ada selisih Rp 20.071.082. Faktor produksi luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kopi dengan dan tanpa okulasi. Sementara itu, pupuk urea hanya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kopi dengan cara okulasi, herbisida hanya berpengaruh nyata terhadap produktivitas kopi tanpa okulasi
Strategi Adaptasi Petani Terhadap Dampak Alih Fungsi Ekosistem Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Ghea Utami; Erni Purbiyanti; Amruzi Minha; Elisa Wildayana; Yulius Yulius; Idham Alamsyah
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v7i1.84

Abstract

Alih fungsi ekosistem gambut menjadi agro-ekosistem memberi dampak yang tidak hanya positif, melainkan juga dampak negatif. Penelitian ini penting untuk menganalisis strategi adaptasi petani terhadap dampak negatif dari alih fungsi tersebut. Lokasi riset dilaksanakan di Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Desa ini dipilih dengan pertimbangan bahwa lahan pertanian petani sawah di desa tersebut sekitar 80% tercekam banjir akibat pembukaan konsesi perkebunan sawit (setidaknya ada 5 perusahaan di sekitar desa). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Adapun teknis penarikan contoh dilakukan secara sengaja terhadap 42 petani yang lahan pertanian dan juga permukimannya tercekam banjir dalam 11 tahun terakhir, dengan bantuan kuesioner. Metode penarikan sampel dilakukan secara sengaja (purposive) ini dilakukan dengan Analisis pengolahan data menggunakan analisis SWOT. Tabulasi Kekuatan (S), Kelemahan (W), Peluang (O), dan Tantangan (T) dibuat terlebih dahulu, kemudian dilakukan analisis. Strategi yang perlu dikembangkan oleh petani setempat adalah penetrasi pasar dan diversifikasi produk; selain pemerintah perlu menambah pembangunan pintu air untuk mengatur pengairan.
Does Human Resource Management Practices differ at different Job Categorical in Sugarcane Farming Organization? Dini Damayanthy; Suhatmini Hardyastuti; Irham Irham; Muhammad Yamin
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v7i1.85

Abstract

Human resource management practices are implemented for achieving thecompany's business sustainability. Otherwise, many companies have not realized the importance of implementing human resource management practices themselves. This study aims to analyzing the implementation of human resource management practices based on technical and non-technical employees in two different work units, namely the head office and the factory at a sugarcane plantation company in East Java Province. Approximately 150 employees selected through the proportional random sampling method from two work units and different job categories were involved as the inside sample. This research uses inferential statistical analysis method. The results of the study show that technical and non-technical employees who work in two different work units have different responses to the implementation of human resource management practices that have been implemented. Differences that occur due to differences in competency requirements and work units are also different. Furthermore, the results of the study show that compensation and career development are two variables that are considered to still need more attention and improvement from the company. Overall, the research results can also be used as material for evaluation and policy recommendations for the implementation of human resource management in companies.

Page 1 of 1 | Total Record : 5