cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VISIKES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2014): VISIKES" : 9 Documents clear
EVALUASI KINERJA KLINIK BERHENTI MEROKOK DI KOTA SEMARANG TAHUN 2014 Helena Elvy Lamapaha; Nurjanah Nurjanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.613 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1123

Abstract

Evaluasi merupakan suatu penilaian terhadap objek tertentu. Setiap organisasi atau lembagamemiliki kebutuhan untuk menentukan sejauh mana tingkat performa dari mutu pelayananatau program yang akan diberikan. Untuk itu, kegiatan guna melakukan evaluasi terhadapkinerja pelayanan yang diberikan haruslah menjadi bagian dari agenda organisasi. Kinikberhenti merokok di kampus merupakan program yang difasilitasi oleh Dinas PendidikanPropinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja klinik berhentimerokok di kampus yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di KotaSemarang Tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif . Subyek penelitiannya adalah konselor /pengelolaklinik berhenti merokok di kampus di Kota Semarang. Sedangkan Obyek penelitiannya adalah11 klinik berhenti merokok di kampus di Kota Semarang. Metode pengumpulan data denganwawancara mendalam dan observasi. Crosschecknya mengunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian evaluasi yang dihasilkan menunjukan kinerja berhenti merokok di kampusyang difasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang tidak berjalandengan baik karena tidak semua klinik berhenti merokok memilki sumber daya yang lengkap baik dari sumber daya manusia, sarana dan fasilitas, alat dan bahan, metode, dan danayang dapat menunjang kinerja klinik berhenti merokok untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Klinik berhenti merokok di kampus belum berjalan sesuai dengan harapan, sehingga perlunyadilakukan evaluasi dan dukungan dari pemerintah dan universitas agar sumber daya di klinikberhenti merokok dapat berjalan dengan baik.Kata kunci : Evaluasi, Klinik Berhenti Merokok, Kampus
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG Neneng Yetty Hanurawaty
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.564 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1122

Abstract

Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya, tidak terlepas dari pegawainya, karenapegawai bukan semata-mata menjadi obyek dalam mencapai tujuan organisasi, tetapi jugamerupakan subyek atau pelaku. Politeknik Kesehatan Bandung melakukan upaya untukmemperbaiki berbagai aspek agar para pegawai dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengantujuan organisasi, melalui pemberian motivasi kerja kepada pegawai. Penelitian ini dilakukan atas dasar belum optimalnya kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung, sehingga perludiketahui faktor– faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai.Tujuan penelitian ini untukmencari bagaimana faktor-faktor motivasi kerja secara intern dan motivasi kerja secaraekstern mempengaruhi terhadap kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung. Sampelpenelitian ini sebanyak 127 orang ditentukan dengan menggunakan proportionate randomsampling. Pengumpulan data menggunakan alat pengumpul data berupa angket yangmenghasilkan data berskala ordinal. Analisis data univariabel menggunakan distribusi frekuensidan analisis multivariabel menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkansecara simultan faktor motivasi kerja intern dan motivasi kerja ekstern terhadap kinerja pegawaiPoliteknik Kesehatan Bandung sebesar 10,2 %, secara parsial faktor motivasi kerja interndan motivasi kerja ekstern terhadap kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung masingmasingsebesar 3,38%, dan 4,46%. Kesimpulan penelitian menunjukkan faktor-faktor motivasikerja intern dan motivasi kerja ekstern mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawaiPoliteknik Kesehatan Bandung. Disarankan dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai padaPoliteknik Kesehatan Bandung, hendaknya Direktur Politeknik Kesehatan Bandung danpara ketua jurusan untuk dapat mendukung dan memberikan kesempatan yang seluasluasnyakepada para pegawainya untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilannyamelalui upaya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan pelatihan-pelatihanserta untuk dapat memberikan dorongan dalam diri pegawai yang berpengaruh dalammeningkatkan, mengarahkan dan memelihara perilaku pegawai yang berkaitan denganlingkungan pekerjaan.Kata kunci: motivasi kerja, kinerja pegawai.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SENJA CERIA SEMARANG Bagus Hari Wibowo; Zaenal Sugiyanto; Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.4 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1124

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan gangguansuplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah sampai ke jaringan tubuh.Mengingat besarkasus dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi maka perlu dilakukan pencegahan,sehingga di masa mendatang prevalensi hipertensi dapat diturunkan. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui faktor-faktor risiko (faktor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsikopi) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia SenjaCeria Semarang 2013.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control.Lokasi penelitianini di Posyandu Lansia Senja Ceria Semarang.Variabel bebas dalam penelitian ini adalahfactor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsi kopi. Sampling penelitian ini adalahkasus penderita hipertensi sebanyak 15 orang dan kontrol yang tidak menderita hipertensisebanyak15 orang. Analisis dilakukan dengan ujichi square menggunakan program SPSS16.0 for windows dengan nilai kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara keturunan dengan kejadian hipertensi(p value 0,05) dengan OR 21,000, ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi (p value 0,014) dengan OR 16,000,tidak ada hubungan antara kebiasaan merokokdengan kejadian hipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara IMT dengan kejadianhipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadianhipertensi (p value 0,427).Berdasarkan hasil penelitian agar responden melakukan olahraga secara teratur minimal 3-4 kali per minggu selama 30-40 menit, mengendalikan berat badan normal dengan makanmakanan yang sehat dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teraturkhususnya apabila mempunyai riwayat keturunan hipertensi.Kata Kunci : Faktor Risiko, Hipertensi, LanjutUsia
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN TAHU BAXO BU PUDJI DI UNGARAN TAHUN 2014 Diana Puspita Langgar; Vilda Ana Veria Setyawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.733 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1125

Abstract

Kelelahan kerja yang dialami tiap orang berbeda tapi semuanya akan dapat menurunankapasitas kerja. Resiko dari kelelahan kerja tersebut diantaranya adalah terjadi stress akibatkerja, penyakit akibat kerja dan terjadi kecelakaan akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan antara asupan gizi dan status gizi dengan kelelahan kerja padakaryawan perusahaan Tahu Baxo Bu Pudji di Ungaran tahun 2014. Dari wawancara yangdilakukan di bagian pengisian tahu baxo dari 10 orang yang telah diwawancarai ada beberaparesponden mengeluh tentang kelelahan kerja sebanyak 5 orang.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak24karyawan di bagian pengisian Tahu Baxo Bu Pudji di Kota Ungaran. Metode pengumpulandata dilakukandengan wawancara dan observasi langsung menggunakan instrumen berupakuesioner dan lembar observasi, lembar recall, lembar aktifitas harian 24 jam, pengukurankalori dan kelelahan. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat kelelahan kerja berat. Dari hasiluji spearman menunjukkan faktor – faktor yang berhubungan kelelahan kerja antara lain masakerja dan status gizi. Sedangkan umur, pendidikan asupan energi, asupan protein, asupanlemak, dan asupan karbohidrat tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja di bagian pengisiantahu baxo. Status gizi karyawan dibagian pengisian tahu baxo bu Pudji antara lain normal62,5%, obesitas 16,7%, gemuk 12,5% dan underweight 4,2%. Gambaran kelelahan yangdialami tenaga kerja pengisihan tahu baxo yang paling banyak adalah kelelahan kerja berat.Saran penambahan tenaga kerja dan menambah asupan makanan serta mengkonsumsimakanan yang bergizi.Kata kunci: Kelelahan, Asupan Gizi, Status Gizi
KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN 2014 Firman Ardiono; MG. Catur Yuantari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.776 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1126

Abstract

Hasil survei yang dilakukan di salah satu SD Negeri di wilayah Semarang Selatan, dari 33 siswayang di survei 45,4% mengeluhkan nyeri pada kaki, 3% mengeluhkan nyeri pada tangan, 9%mengeluhkan pada leher dan 21,2% mengeluhkan pada punggung. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolahdasar.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan crossectional. Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berada di 32 sekolah dasar wilayahKecamatan Semarang Selatan. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling,dengan menggunakan kriteria inklusi dan kemudian di dapat 6 sekolah dasar dengan jumlahmurid keseluruhan sebanyak 189 siswa.Hasil penelitian menunjukkan, keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa terletak padabagian leher bagian atas, bahu kanan, bahu kiri, dan betis kiri. Dari analisa data data yang dilakukan,dalam sampel ini diketahui bahwa siswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, mayoritassiswa masuk kategori indeks massa tubuh “kurus”, beban tas yang paling berat dibawa sebesar7 Kg, jenis “tas punggung” lebih banyak digunakan oleh siswa dan mayoritas siswa memilikipengetahuan yang baik tentang pencegahan keluhan muskuloskeletal. Variabel “beban tas” terbuktiberhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa (p value 0,005).Kata Kunci : Keluhan muskuloskeletal, berat beban, siswa sekolah dasar
KESIAPAN PEKERJA SEKTOR INFORMAL (SOPIR TRUK CONTAINER) DALAM MEMBAYAR JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI KOTA SEMARANG Ajeng Silvira Hermanto; Eti Rimawati; Dyah Ernawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.386 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1127

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional adalah salah satu bentuk perlindungan social dibidang kesehatanuntuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalu ipenerapan sistemyang terkendali. Sektor informal merupakan sektor yang tidak terorganisasi, tidak teratur, dankebanyakan legal tetapi tidak terdaftar. Masalah yang ada dimana para sopir truk containerbelum meiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan berbagai fungsi didalamnya.Pemberlakuan iuran terhadap pekerja dikhawatirkan akan memberatkan para pekerja terutamapekerja sektor informal dalam hal ini sopir truk container oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kesiapan pekerja sektor informal (sopirtruk container) dalammembayarJaminan Kesehatan Nasional (JKN).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primermelalui wawancara mendalam kepada sopir truk container di Kota Semarang yang dipilihsecara purposive sampling serta menggunakan metode analisi data thematic.Variabel dalampenelitian ini antar lain pengetahuan, sikap, Ability ToPay (ATP), dan Willingness To Pay(WTP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari subyek penelitian tidak mengetahuitentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun dari sikap sebagian besar subyekpenelitian bersedia untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Dari hasilperhitungan Ability To Pay (ATP) sebagian besar subyek penelitian mampu untuk membayarpremi sebesar Rp. 25.500, tetapi kemauan subyek penelitian dalam Willingness To Pay (WTP)hanya Rp. 5.000 – Rp. 10.000 per bulan per kepala.Perlunya sosialisasi kepada masyarakat khusunya pekerja sektor informal terkait denganJaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun bukan hanya sektor informal saja, semua pihakyang terkait seperti pemberi kerja juga harus diberi sosialisasi.Kata kunci : Pekerja, Sektor Informal, Jaminan Kesehatan Nasional
PENGARUH SIKAP INDIVIDU DAN PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP PRAKTIK SAFETY RIDING PADA REMAJA (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 1 SEMARANG) Andi Sumiyanto; Eni Mahawati; Eko Hartini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.265 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1129

Abstract

Safety riding adalah perilaku mengemudi secara selamat yang bisa membantu untukmenghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Safety riding dirancang untuk meningkatkankesadaran pengendara terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama berkendara. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap individu dan perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding pada remaja (studi kasus siswa SMA Negeri 1 Semarang).Jenis penelitian ini menggunakan Eksplanatory Research dengan pendekatan cross sectional.Teknik analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresilinier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1Semarang yang berjumlah 423 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yangdipilih secara “purposive sampling”Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek safety riding responden secara umum baik.Aspek safety yang sering dilakukan yaitu membawa STNK setiap kali berkendara, kendaraandilengkapi STNK, menggunakan helm setiap kali berkendara, menyalakan lampu sein kiri/kanan sebelum belok. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding (p value = 0,000), F=20.593, R2= 0,205 yang artinya 20,5%praktik safety riding dipengaruhi oleh perilaku teman sebaya, sedangkan sisanya 79,5%dipengaruhi oleh sebab-sebab lain.Kata kunci : Perilaku tema sebaya, sikap, Keselamatan berkendaraan
PENGEMBANGAN DESAIN MAP REKAM MEDIS (FOLDER) DENGAN KODE WARNA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI Khoirun Nisaa; Tri Lestar; Sri Mulyono
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.321 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1130

Abstract

Kejadian misfile di RSUD Pandan Arang Boyolali terjadi diantaranya karena ketidaktelianpetugas dalam mengembalikan dokumen rekam medis, selain itu belum adanya kode warnapada map rekam medis (folder) menjadi salah satu penyebab kejadian misfile. Jika terjadimisfile maka petugas membutuhkan waktu 15 menit untuk melakukan pencarian DRM.Kejadian misfile ini terjadi pada section 0 dan 9, 4 dan 9, 6 dan 2 dengan tingkat persentasemisfile sebesar 5 %. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti desain map rekam medis yangdigunakan dan membuat pengemabangan desain map rekam medis (folder) dengan kodewarna di RSUD Pandan Arang Boyolali.Jenis penelitian ini deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 petugas filing dan kepala rekam medis di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan objek yang digunakan adalahpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa map rekam medis (folder) yang digunakan di RSUDPandan Arang Boyolali belum menggunakan kode warna, belum adanya kode warnamenyebabkan dengan mudahnya terjadi misfile. Dalam hal ini peneliti membuatpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna.Tujuan dari kode warnatersebut yaitu untuk memudahkan petugas dalam melihat lokasi penyimpanan danpengambilan kembali sesuai dengan warna yang tercantum sehingga lebih cepat, danmemudahkan petugas dalam memantau (menyisir) keseragaman pada masing-masingsection, jika terjadi misfile maka petugas dapat dengan mudah menemukenali DRM tersebutdan mengembalikan pada section yang seharusnya.Dari latar belakang masalah ini maka diharapkan RSUD menggunakan kode warna dalammap rekam medis (folder), karena fungsi dari kode warna yang ada pada map rekam medis(folder) ini sangat penting dan kode warna itu harus ada karena untuk mengurangi terjadinyamisfile.Kata Kunci : Misfile, Desain Map Rekam Medis (folder), Kode Warna
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN STROKE USIA DEWASA MUDA (18-40 TAHUN) DI KOTA SEMARANG Indah Putrianti; Widya Hary Cahyati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.976 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1131

Abstract

Pada tahun 2012, penderita stroke usia 15-44 tahun sebanyak 121 kasus, tahun 2013 sebanyak168 kasus, dan tahun 2014 tri wulan kedua sebanyak 59 kasus. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan antara kebiasaan makan yang mengandung lemak, natrium, dan serat,aktifitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan tingkat stres dengan kejadian strokeusia dewasa muda (18-40 tahun). Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatankasus kontrol. Sampel sebesar 40 orang kasus dan 40 orang kontrol yang diambil secarapurposive sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengankejadian stroke usia dewasa muda adalah kebiasaan makan makanan sumber natrium (p=0,044;OR= 2,513), kebiasaan makan makanan sumber serat (p=0,024; OR=2,852), aktifitas fisik(p=0,007; OR=3,567), dan tingkat stres (p=0,010; OR=4,200). Kebiasaan makan makanansumber lemak (p=0,348), kebiasaan merokok (p=0,340), dan kebiasaan konsumsi alkohol(p=0,531) tidak berhubungan dengan kejadian stroke usia dewasa muda. Simpulan dari hasilpenelitian ini bahwa kebiasaan makan makanan sumber natrium dan serat, aktifitas fisik, dantingkat stres dengan kejadian stroke usia dewasa muda.Kata Kunci : Gaya Hidup, Stroke, Usia Dewasa Muda

Page 1 of 1 | Total Record : 9