cover
Contact Name
Melki
Contact Email
melki@unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmaspari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20870558     EISSN : 25976796     DOI : -
Maspari Journal : Marine Science Research with eISSN: 2597-6796 (SK no. 0005.25976796/JI.3.1/SK.ISSN/2017.09 - 13 September 2017) publish by Marine Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, particularly focuses on the marine science areas as follows: 1). Marine Biology, 2). Marine Ecology, 3). Marine Acoustic, 4). Oceanography, 5). Environment, 6). Maritime Law, 7). Marine Microbiology and Biotechnology, 8). Marine Culture, 9). Coastal Management, and 10). Marine Social Science.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari" : 9 Documents clear
SEBARAN KONSENTRASI KLOROFIL-A TERHADAP NUTRIEN DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Dilah Zulhaniarta; Fauziyah .; Anna Ida Sunaryo; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.399 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2488

Abstract

Muara S. Banyuasin menerima masukan nutrien dari berbagai aktifitas masyarakat di sekitar perairan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton yang tercermin pada konsentrasi klorofil-a perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a dan kandungan nutrien (nitrat & fosfat) serta hubunganya dengan parameter lingkungan di perairan Muara S.Banyuasin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 pada kondisi perairan pasang dan surut. Proses pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil sebaran klorofil-a, nutrien dan parameter lingungan diolah menggunakan software surfer 10.0 dan pengaruh parameter lingkungan terhadap klorofil-a diolah dengan metode PCA menggunakan software Statistica 8.0. Hasil penelitian pasang dan surut menunjukan bahwa konsentrasi Klorofil-a berkisar antara 4,41-55,01 mg/m3. Nitrat berkisar antara 0,94-34,44 mg/l. Fosfat berkisar antara 0,08-0,64 mg/l. Analisis Komponen Utama (PCA) menunjukkan bahwa nutrien (Nitrat & fosfat) mempengaruhi konsentrasi klorofil-a baik saat pasang pasang maupun surut, dengan nilai eigenvalue 3,04 (nitrat) dan 2,19 (fosfat) saat pasang serta 4,29 (nitrat) dan 1,27(pasang) saat surut. Secara umum konsentrasi klorofil-a dan nutrien semakin banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan daratan yang memberi banyak masukan nutrien. Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi klorofil-a adalah nitrat, fosfat, kecerahan, suhu, DO, dan kecepatan arus.KATA KUNCI: Fitoplankton, klorofil-a, nutrien, perairan muara Sungai Banyuasin.
DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN TOTAL DISSOLVED SOLID DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ahmad Firdaus; Melki .; Hartoni .; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.801 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2493

Abstract

Muara Banyuasin merupakan daerah estuaria yang memiliki peranan penting dari segi ekonomi maupun ekologi, tempat bermuaranya sungai besar, beberapa sungai kecil. Aktivitas manusia seperti industri, transportasi, penebangan hutan dan pembukaan lahan peningkatan TSS dan TDS di Muara. Kegiatan ini menyebabkan meningkatnya pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai sehingga berdampak terhadap padatan tersuspensi dan padatan terlarut semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi TSS dan TDS, kondisi kualitas air di Muara sungai Banyuasin di lihat dari parameter lingkungan, menggambarkan distribusi TSS dan TDS saat pasang dan surut, menggambarkan profil melintang TSS dan TDS saat pasang dan surut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2013. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil Konsentrasi TSS di perairan Muara sungai Banyuasin lebih tinggi saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TSS saat surut 208 mg/l – 1640 mg/l, sedangkan saat pasang 527 mg/l – 1116 mg/l. TDS lebih rendah saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TDS saat surut 192 mg/l – 1081 mg/l, sedangkan saat pasang 779 mg/l - 1909 mg/l. Kondisi kualitas air Muara sungai Banyuasin meliputi suhu dan salinitas bervariasi setiap lapisan kedalaman dan lebih dominan di lapisan permukaan perairan.KATA KUNCI: Muara sungai Banyuasin, TDS, TSS.
Pendeteksian Suara Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) pada Periode Makan Skala Laboratorium Delas Yuniardi; Fauziyah .; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.761 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2431

Abstract

Penelitian  mengenai  pendeteksian  suara  ikan  badut  (Amphiprion ocellaris) menggunakan  metode  hidroakustik  telah  dilaksanakan  pada  bulan Juni  2011  sampai Januari  2012  di  laboratorium  Inderaja,  Akustik,  dan Instrumentasi  Kelautan  dan laboratorium  Oseanografi  Program  Studi  Ilmu Kelautan.  Tujuan  dari  penelitian  adalah untuk  mendeteksi  karakteristik suara  ikan  badut  skala  laboratorium.  Metode  passive sounding digunakan untuk merekam suara ikan yang dihasilkan saat periode makan yakni sebelum makan,  saat  makan,  dan  sudah  makan  baik  pada  ikan  single, berpasangan,  dan bergerombol  (3-4  ekor).  Hasil  penelitian  menunjukkan Frekuensi  pulsa  ikan  badut  yang terdeteksi  pada  periode  makan  adalah 173  –  785  Hz.  Rentang  frekuensi  pulsa  paling panjang  dihasilkan  saat setelah  makan  yaitu  205  Hz  –  785  Hz.  Kisaran  frekuensi  pulsa paling pendek yang dihasilkan saat belum makan yaitu 173 Hz  –  668 Hz, dan saat makan menghasilkan  kisaran  antara  195  Hz  –  696  Hz.  Adapun karakteristik  suara  ikan  badut (Amphiprion  ocellaris)  adalah  memiliki rentang  intensitas  (-85)  –  (-31)  dB.  Rentang intensitas paling panjang dihasilkan saat makan pada 1 ekor ikan.KATA KUNCI: Ikan badut, karakteristik suara, passive sounding, periode pakan. 
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEPALA IKAN TERI TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) Mahrus Ali; Limin Santoso; Dike Fransiska
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.447 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2495

Abstract

Salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila adalah ketersediaan pakan yang memadai. Ikan nila (Oreochromis sp.) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan, namun pembudidaya sering mengalami kendala karena harga pakan yang tinggi. Hal ini terjadi karena bahan baku pakan seperti tepung ikan masih diimpor. Untuk mengatasinya perlu alternatif sumber bahan baku salah satunya adalah memanfaatkan limbah kepala ikan teri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi pakan yang terbaik untuk pertumbuhan ikan nila, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan A (tepung ikan 100%), B (tepung kepala ikan teri 25% dan tepung ikan 75%), C (tepung kepala ikan teri 50% dan tepung ikan 50%), D (tepung kepala ikan teri 75% dan tepung ikan 25%), E (tepung kepala ikan teri 100%). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT. Parameter yang diamati berupa: pertumbuhan, retensi protein, feed convertion ratio (FCR), dan survival rate (SR). hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan tepung kepala ikan teri dalam pakan buatan pada perlakuan E memberikan pengaruh nyata dibandingkan perlakuan A, B, C, dan D yakni didapat pertumbuhan, dan retensi protein tinggi, sedangkan nilai FCR rendah. Hal tersebut menyatakan bahwa tepung kepala ikan teri mampu menggantikan tepung ikan.KATA KUNCI: Ikan nila, limbah ikan teri, pakan.
STUDI PERTUMBUHAN ABALON TROPIS (Haliotis asinina) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG BERBEDA Dedi Saputra Sinaga; Melki .; Dwi Eny Djoko Setyono
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.054 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2489

Abstract

Abalon merupakan siput atau gastropoda laut yang bersifat herbivora. Permintaan dunia akan abalon di Indonesia terus meningkat sehingga membahayakan populasi abalon di Indonesia, karena produk abalon di Indonesia sampai saat ini utamanya masih dari hasil tangkapan di alam. Tujuannya penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang dilakukan dengan pemberian pakan buatan dengan komposisi perbandingan sumber protein yang berbeda serta mengetahui komposisi pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang paling baik. Penelitian ini mengenai studi pertumbuhan abalon dengan pemberian pakan buatan yang berbeda yang dilaksanakan di UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut, LIPI Mataram pada bulan Juli-Oktober 2013 dengan metode RAK (Rancang Acak Kelompok). Anakan abalon yang digunakan dengan ukuran rata-rata panjang cangkang ± 25 mm dan berat ± 2 gram. Pengukuran dilakukan panjang dan berat abalon dilakukan tiap 2 minggu (dwiminggu) selama 84 hari dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni : Abalon tropis (Haliotis asinina) yang diberi pakan rumput laut (Gracillaria sp) sebagai kontrol, formulasi pakan A (100% tepung udang), formulasi pakan B (50% tepung udang : 50% tepung ikan) dan formulasi pakan C (100% tepung ikan). Hasil yang diperoleh pertumbuhan panjang cangkang terbaik didapatkan pada pakan B sebesar 3,92 mm. Pertumbuhan berat abalon adalah dengan pemberian pakan A 3,22 gr. Komposisi pakan buatan yang paling baik adalah pakan A dengan komposisi sumber protein 100% tepung udang.KATA KUNCI: Abalon, pakan buatan, pertumbuhan.
KAJIAN PERUBAHAN LUASAN PADANG LAMUN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DI PULAU LEPAR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Wahyu Adi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.066 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2496

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan padang lamun yang dimungkinkan berkorelasi dengan pelegalan tambang timah rakyat. Pulau Lepar, sebagai salah satu pulau di Provinsi ini, diduga salah satu yang mengalami penurunan penutupan luasan padang lamun. Perubahan penutupan padang lamun dianalisa dengan menggunakan interpretasi citra satelit Landsat 7 ETM+ (1999 dan 2011). Penelitian di padang lamun difokuskan dalam menyajikan perubahan luasan padang lamun selama kurun waktu 12 tahun dan kondisi terkini dari status padang lamun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penutupan padang lamun sebesar 70,2% (meningkat seluas 23.140,17 Hektar). Status padang lamun di pulau Lepar adalah "baik" dengan rata-rata penutupan 72,9%.Kata Kunci: Padang lamun, penginderaan jauh, Pulau Lepar.
ANALISIS FINANSIAL UNIT PENANGKAPAN JARING INSANG HANYUT DI DESA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Soni Heron; Fitri Agustriani; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.091 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2490

Abstract

Alat tangkap yang paling banyak digunakan selang 5 tahun terakhir di Kabupaten OKI adalah jaring insang hanyut. Jaring insang hanyut tergolong pada alat tangkap yang proses pengoperasiannya dengan cara dihanyutkan. Berdasarkan buku tahunan statistik perikanan tangkap Sumatera Selatan (2008 - 2012) tercatat rumah tangga produksi (RTP) yang melakukan penangkapan dengan alat tangkap jaring insang hanyut terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Selama 5 tahun terakhir RTP jaring insang hanyut di Kabupaten OKI mengalami peningkatan sebesar 4,3 % setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan kemudian menentukan kelayakan kriteria investasi dari unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis data meliputi analisis usaha dan analisis kriteria investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keuntungan rata-rata usaha unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur Kabupaten OKI adalah Rp.75.297.107 per tahun, R/C ratio adalah 1,42 , payback period 7 bulan, 16 hari dan ROI 158,33 %. Berdasarkan analisis kriteria investasi didapatkan NPV sebesar Rp.180.735.847, Net B/C adalah 4,8 dan IRR 160 %. Hal ini menunjukan bahwa kriteria NPV>0, Net B/C≥1 dan IRR>discount rate sehingga unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan layak untuk dilanjutkan.KATA KUNCI: Analisis usaha, analisis kriteria investasi, Desa Sungai Lumpur, jaring insang hanyut, Kabupaten OKI.
MODIFIKASI KONSTRUKSI PERANGKAP LIPAT UNTUK MENANGKAP KEPITING BAKAU Gondo Puspito; Didin Komarudin; Ismawan Tallo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.865 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2497

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konstruksi perangkap lipat yang memberikan jumlah kepiting tangkapan terbanyak. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan metode percobaan. Satu perangkap lipat nelayan atau perangkap lipat standar (S) dan 3 konstruksi perangkap baru dibandingkan. Perangkap baru terdiri atas perangkap lipat modifikasi 1 (M-1), perangkap lipat modifikasi 2 (M-2) dan perangkap lipat modifikasi 3 (M-3). Perangkap standar S, M-1 dan M-2 berbentuk balok berukuran 50 × 30 × 20 (cm), sedangkan perangkap M-3 adalah limas terpancung dengan dimensi 50 × 30 × 16 (cm). Celah masuk perangkap S berbentuk celah sempit, sedangkan perangkap M-1, M-2 dan M-3 adalah 4 persegi panjang dengan ukuran 30 × 6 (cm), 20 × 6 (cm) dan 45 × 6 (cm). Dalam penelitian ini, keempat perangkap dan 30 kepiting bakau dimasukkan ke dalam tangki air. Perangkap diangkat setelah direndam selama 20 menit. Aktivitas kepiting diamati dan jumlah kepiting yang terperangkap dihitung. Ujicoba penangkapan kepiting dilakukan sebanyak 20 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkap M-3 menangkap 152 kepiting, atau lebih banyak dibandingkan dengan M-1 (72 kepiting), M-2 (28 kepiting) dan S (13 kepiting). Kepiting yang tertangkap oleh keempat perangkap ternyata tidak dapat meloloskan diri.KATA KUNCI: Kepiting bakau, konstruksi, modifikasi, perangkap lipat.
ANALISIS PASANG SURUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DAN PENENTUAN PERIODE ULANG PASANG SURUT DENGAN METODE GUMBEL DI PERAIRAN BOOM BARU DAN TANJUNG BUYUT Rio Demak Hasibuan; Heron Surbakti; Robinson Sitepu
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.091 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2491

Abstract

Wilayah Palembang merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami banjir. Sekitar tanggal 21 Februari 2013 terjadi fenomena meluapnya air sungai Musi di sekitar Palembang, berdasarkan pantauan BMKG SMB II Palembang, bahwa fenomena ini salah satunya diakibatkan oleh terjadinya bulan besar yang menyebabkan pasang di Palembang sehingga membuat air tertahan menuju ke laut. Sifat Pasut terjadi secara periodik. Hal ini dapat dikaitkan pada fenomena banjir yang terjadi di Palembang bahwa kedepannya ada kemungkinan akan terjadi banjir lagi jika dilihat dari aspek pasut penyebabnya. Fenomena tersebut menjadi alasan dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis komponen harmonik pasang surut dengan metode Least Square dan menganalisis periode ulang pasang surut di perairan Boom Baru dan Tanjung Buyut dengan metode Gumbel.Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2013 di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Akustik Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Data Pasut diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Datadianalisis dengan metode least square dan Gumbel. Berdasarkan hasil analisis diperoleh komponen K1 dan O1 lebih dominan daripada yang lain. Pola perambatan pasut di kedua perairan terjadi dari Tanjung Buyut menuju Boom Baru. Tipe Pasut dikedua perairan berdasarkan hasil analisis adalah bertipe tunggal. Hasil ramalan pasutnya didapat bahwa hasil peramalan pasut yang lebih akurat terdapat di perairan Tanjung Buyut 80,47% daripada Boom Baru 76,47%, dan peluang terjadinya ketinggian muka air melewati MSL adalah pada periode ulang yang lebih besar dari periode ulang 2,25 tahun di Boom Baru dan lebih besar dari 2,43 tahun di Tanjung Buyut.KATA KUNCI: Gumbel, least square, pasang surut, peramalan, periode ulang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9