cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 2 (2009): Joglo" : 2 Documents clear
Membangun Pedesaan Melalui Program Sinergi Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Dewi Ratna Nurhayati & Siswadi
Joglo Vol. 21 No. 2 (2009): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The policy of National Development in Education, especially for University, is more capable done by doing education research and investigation in science and technology (IPTEK). It could give service to the society which useful and neded for support the  development. Basides the policy is also guided to make an improvement of the revelance and quality of the service to society by implementing and spreading applied research, investigation and applied technology to use in a productive activity and to improve the quality of society living but also to give more experience to the university about the real problems faced by society. Such effort to rely government policy is by holding program sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (SIBERMAS), which involving some universities i.e. Slamet Riyadi University Surakarta, Veteran Pembangunan Nasional University Yogyakarta and Sukoharjo Local Government (PEKMKAB Sukoharjo). This implementation of SIBERMAS program is done on there village i.e. Polokarto Sukoharjo, Central Java, by involving lecturer staffs from any subjects according to skills needed students and technical teams from some Departements in its implementation. The methods used in SIBERMAS program is PACA (Participatory Appraisal Competitive Advantage) / (PRA (Participatory Rural Appraisal). The program is started with axploratory research that is to know all about the situation of location  according to the people live there. To implement the priority program of the the firs year i.e. to socialize the empower program of the family productive economy the training and cultivating  corn mango and non pesticide vegetables. The training about processing mango, natural solid liquid fertilizer, study about partnership transfer of technology and aids of applied technology tools. The training about production management and marketing to practive and evaluate the selling of natural fertilizer and non pesticide products. The result of society serice in SIBERMAS shows that there cooperation in solving the district/local problems and creating new trade opportunity based  on the available potential between the universities and socientes in developing out nation through society empowering in creating entreneurship culture. Keyword : SIBERMAS District Real Income, Applied Technology.
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI SEKITAR RUMAH UNTUK BUDIDAYA BELUT DAN IKAN LELE YANG PROSPEKTIF Priyono - -
Joglo Vol. 21 No. 2 (2009): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Belut dan lele merupakan jenis ikan yang sudah dikenal luas dan lama oleh rakyat Indonesia, karena terdapat beberapa macam varitas ikan local hidupnya di perairan teruatama air tawar di seluruh wilayah Nusantara, disamping manfaatnya yang banyak untuk peningkatan pendapatan dan gizi masyarakat melalui penjualan berbagai macam bentuk berupa ikan segar, ikan kering, tepung, makanan siap saji, bibit dan lain-lain. Walaupun demikian budidaya dan pemasaran jenis ikan tersebut belum optimal secara ekstensif maupun intensif sehingga produksinya belum mampu mencukupi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor. Adapun tujuan pelaksanaan program IPTEKS ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna melalui budidaya belut dan ikan lele pada lahan sempit sekitar rumah penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 bulan (persiapan tempat hingga pembuatan laporan), bertempat di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pada lahan sempit sekitar rumah penduduk Dusun Dagas, Mranggen, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.  Kegiatannya meliputi penjelasan teori dan praktek/pelatihan, diskusi, penugasan, pendampingan yang menyangkut budidaya belut dan ikan lele kepada peserta / anggota kelompok tani, uraiannya: 1). Penebaran benih belut sebanyak 31 kg berukuran 7-8 cm yang ditempatkan pada 4 buah kolam pembesaran dalam plastik masing-masing berukuran 3x1, 5x1 m dan 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton masing-masing berukuran 4x2x1m,yang masing-masing kesemuanya susunan media kolam (sekaligus sebagai makanan) tebalnya dari bawah (dasar) ke atas terdiri pasir / jerami 2 cm, lumpur 10 cm, jerami 10 cm, gedebog 10 cm, pupuk kandang 10 cm, lumpur 10 cm, air 10 cm; 2). Penebaran benih lele (ukuran 4-5 cm sebanyak 500 ekor) pada 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton berukuran 3x1, 5x1 m dengan media cukup air tawar setinggi 80 cm. Makanan tambahan belut berupa sisa-sisa daging/tulang binatang yang sehat dan sisa-sisa bahan/makanan dari dapur, sedangkan makanan lele berupa sebagian kecil pellet (awal pertumbuhan), serta sebagian sayuran kangkung mentah. Panen dilaksanakan umur 3,5 bulan untuk lele, sedangkan belut berumur 10 bulan. Hasilnya : 1). Untuk lele sebanyak 416 ekor lele (83,2% hidup) berukuran masing-masing sepanjang 28-30 cm dengan total beratnya 416x297 g = 123,562 g = 123,562 kg. Sedangkan benih yang mati 84 ekor lele (16,8%). Derajat kehidupan benih berukuran 4-5 cm = 83,2% termasuk sangat baik, karena standarnya derajat kehidupannya 70 – 80%; 2). Untuk keseluruhan belut 150,05 kg. Kata kunci : Pemanfaatan lahan sempit, budidaya belut dan lele, prospektif

Page 1 of 1 | Total Record : 2