cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo" : 6 Documents clear
UJI JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT ( Maranta arundinacea L ) JM. Sri Hardiatmi Endang Sri Sudalmi
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “UJI JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT ( Maranta arundinacea L )” telah dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 sampai Mei 2014 di Desa Pranggong, Kecamatan Andong,Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Dengan ketinggian tempat lebih- kurang 400 m di atas permukaan laut, serta jenis tanahnya adalah Litosol Napal.Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan tanaman garut, (2) Untuk menentukan jarak tanam terbaik terhadap pertumbuhan tanaman garut, (3) Untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman garut, (4) Untuk menentukan dosis pupuk kandang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman garut, (5) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jarak tanam dengan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman garut.Penelitian ini menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK ), yang disusun secara faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor 1 adalah Jarak tanam, terdiri atas 3 taraf dan faktor 2 adalah dosis pupuk kandang terdiri atas 4 taraf.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penanaman garut dengan jarak tanam 50 x 50 cm memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah anakan per rumpun yaitu 1,73 anakan per rumpun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman saat tanaman garut berumur 4 bulan. (2) Pemberian pupuk kandang dengan dosis 30 t/ha memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman,dan jumlah anakan per rumpun,yaitu 66,22 cm, 11,04 daun per tanaman dan 1,74 anakan per rumpun, saat tanaman garut berumur 4 bulan setelah tanam. (3) Interaksi antara jarak tanam dengan dosis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman garut pada umur 4 bulan setelah tanam.Kata Kunci : Jarak tanam, Dosis pupuk kandang, Pertumbuhan garut
INVENTARISASI HAMA DAN PATOGEN PADA UJI JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG PADA TANAMAN GARUT (INVENTARITATION PEST AND PATHOGEN ON) Sartono Joko -
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 sampai bulan April 2014 di desa Pranggong, kecamatan Andong, kabupaten Boyolali, dengan ketinggian tempat 400 meter di atas permukaan laut. Tujuan penelitian untuk menginventaris jenis-jenis hama dan patogen beserta gejala yang tampak akibat serangan hama dan patogen serta menghitung intensitas serangan hama dan patogen pada uji jarak tanam dan dosis pupuk kandang terhadap tanaman Garut. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang dominan yaitu uret dengan tingkat kerusakan tertinggi pada perlakuan jarak tanam 60 x 60 cm dan dosis pupuk kandang 45 ton/ha yaitu 13,333% dan belalang dengan tingkat kerusakan tertinggi pada perlakuan jarak tanam 40 x 40 cm dan tanpa dosis pupuk kandang yaitu 28,333%
PENGARUH DOSIS PUPUK UREA DAN PUPUK HAYATI BIOTAMAX TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (Maranta Arundinaceae L) Efrain Patola Kharis Triyono
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh dosis pupuk urea, (2) pengaruh pupuk hayati biotamax, dan (3) interaksi antara pupuk hayati biotamax dengan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman Garut. Penelitian disusun secara faktorial menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 adalah pupuk hayati biotamax dengan 2 taraf dan faktor 2 adalah dosis pupuk urea dengan 5 taraf.Hasil penelitian adalah : (1) pupuk urea berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, tetapi tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Pengaruh terbaik diperoleh pada dosis 350 kg/ha karena dapat menghasilkan jumlah daun lebih banyak yaitu rata-rata 10,9 daun, (2) pupuk hayati biotamax berpengaruh terbaik terhadap jumlah daun karena menghasilkan daun yang lebih banyak secara nyata yaitu rata-rata 9,90 daun dibanding tanpa pemberian pupuk hayati biotamax, tetapi tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan per, dan (3) interaksi antara dosis pupuk urea dengan pupuk hayati biotamax hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.Kata Kunci : Pupuk urea, biotamax, garut
UJI PENYIMPANAN NATA DE COCO PADA BERBAGAI KEMASAN PLASTIK Akhmad Mustofa Yannie Asrie Widanti
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco adalah produk pangan yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia. Produk makanan ini sudah tersebar luas dimana-mana sehingga mudah diperoleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jenis kemasan, kadar bahan pengawet dan juga lama penyimpanan terhadap karakteristik dari nata de coco. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga faktor yaitu lama penyimpanan (0, 1, 2 dan 3 bulan), kadar natrium benzoate (0, 0,02% dan 0,1%) dan jenis pengemas (plastic, gelas plastic dan tetrapack). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pengemas, kadar natrium benzoate dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik nata de coco. Jenis pengemas yang paling baik untuk digunakan nata de coco adalah tetrapack karena dapat mengurangi penurunan kadar padatan terlarut, viskositas dan derajat keasaman dari nata de coco.Kata kunci : nata de coco, pengemas, lama penyimpanan.
PENGUJIAN DOSIS DAN FREKUENSI PEMUPUKAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (Maranta arundinaceae L) Hadi Ariyanto saiful Bahri
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Pengujian dosis dan Frekuensi Pemupukan Urea terhadap pertumbuhan tanaman Garut, dilakukan di desa Pranggong, kecamatan Andong, Boyolali pada bulan Desember 2013 – Mei 2014 jenis tanah Litosol. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan akibat pengaruh perlakuan pemberian pupuk Urea dosis 175 kg/ha, 350 kg/ha, 525 kg/ha yang diberikan pada saat tanam, umur 1 bulan dan 2 bulan. Peneltian dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan antar perlakuan diuji dengan Uji Duncan, analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16 menggunakan metode General Linear Model Univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada saat umur 4 bulan, jumlah daun per tanaman umur 4 bulan, dan jumlah anakan umur 4 bulan tidak dipengaruhi oleh perlakuan pemberian pupuk Urea yang diberikan pada saat tanam, umur 1 bulan dan umur 2 bulan.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR FERMENTASI NATA DE COCO DENGAN VARIASI NUTRISI GULA DAN AMMONIUM SULFAT Linda Kurniawati Merkuria Karyantina
Joglo Vol. 27 No. 1 (2014): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco adalah makanan hasil fermentasi dari limbah air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylinum. Nata de coco berbentuk padat, sedikit kenyal, berwarna putih, rasanya seperti kolang kaling. Sekarang banyak bermunculan industri nata de coco sehingga kebutuhan air kelapa meningkat. Akibatnya air kelapa sulit diperoleh. Selain itu limbah cair fermentasi nata de coco yang bersifat asam merusak lingkungan. Nata de coco dapat dibuat dari berbagai jenis bahan lain yang mengandung nutrisi seperti gula, protein, dan mineral. Demikian pula limbah cair fermentasi nata de coco dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata de coco, dengan menambahkan sumber gula, protein, dan mineral karena di dalam limbah cair tersebut mengandung bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kembali limbah cair fermentasi nata de coco dengan variasi penambahan gula pasir dan Amonium Sulfat (ZA) sehingga diperoleh nata de coco berkualitas. Pada penelitian ini dipergunakan gula pasir dan Ammonium Sulfat (ZA) dengan variasi konsentrasi 0,5%; 0,7%; 0,9% dan 1,1%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah cair fermentasi nata de coco masih dapat dipergunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan nata de coco. Adapun perlakuan yang optimal adalah dengan penambahan kadar gula pasir dan Ammonium Sulfat (ZA) pada kadar 0,7%. Apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol yaitu nata de coco dari air kelapa murni maka efisiensi ketebalan nata adalah 20% sedangkan efisiensi berat nata de coco adalah 7,3%.Kata kunci : nata de coco, limbah cair fermentasi, gula pasir, ammonium sulfat

Page 1 of 1 | Total Record : 6