cover
Contact Name
Armeida Dwi Ridhowati Madjid
Contact Email
armeida@uin-malang.ac.id
Phone
+6281233402334
Journal Mail Official
alchemy@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Gedung BJ Habibie Lt 2 Jl. Gajayana 50 Malang 65144 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alchemy : Journal of Chemistry
ISSN : 20861710     EISSN : 24606871     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/al
ALCHEMY: Journal of Chemistry (eISSN 2460-6871) is a scientific journal that focus on chemistry. This journal publishes a scientific article that cover research and review articles. Research topics for this journal such as natural science, physical chemistry, inorganic chemistry, organic chemistry, environment, biochemistry, marine, energy and other related-sciences. ALCHEMY: Journal of Chemistry also accepts article about halal products and chemistry on Islamic perspectives.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "ALCHEMY (Vol.1 No.2" : 6 Documents clear
PENURUNAN ANGKA PEROKSIDA DAN ASAM LEMAK BEBAS (FFA) PADA PROSES Bleaching MINYAK GORENG BEKAS OLEH KARBON AKTIF POLONG BUAH KELOR (Moringa Oliefera. Lamk) DENGAN AKTIVASI NaCl Aisyah, Siti; Yulianti, Eny; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.842 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1669

Abstract

Pemurnian minyak goreng bekas dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu despicing, netralisasi, dan bleaching menggunakan karbon aktif polong buah kelor. Pembuatan karbon aktif yang digunakan meliputi tiga tahap yaitu dehidrasi, aktivasi kimia dengan perendaman dalam larutan NaCl 15 % dan 30 %, dan karbonisasi dalam reaktor fluida pada suhu 650 ºC, 700 ºC dan 750 °C selama 120 menit dalam medium gas N2. Minyak goreng bekas dan minyak goreng hasil tiap tahap proses pemurnian dianalisa angka peroksida dengan metode iodometri dan FFA dengan metode titrasi asam basa. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan angka peroksida terbesar terjadi pada proses bleaching KA.30 % dengan suhu 650 ºC yaitu dari 6,80 meq/kg menjadi 0,25 meq/kg, sedangkan FFA mengalami penurunan terbesar pada proses netralisasi yaitu dari 0,35 % menjadi 0,16 %. Hal ini menunjukkan bahwa karbon aktif polong buah kelor sangat efektif dalam menurunkan angka peroksida dan FFA pada minyak goreng bekas.
PENENTUAN NILAI KALOR BERBAGAI KOMPOSISI CAMPURAN BAHAN BAKAR MINYAK NABATI Abi Dwi Hastono; Anton Prasetyo; Nur Robi'ah Adawiyah Mahmud
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.314 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1670

Abstract

Krisis energi fosil memberikan peluang pemanfaatan biomasa sebagai bahan bakar minyak alternatif seperti minyak jarak pagar, minyak kelapa sawit dan minyak jelantah. Minyak nabati selain merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui, juga merupakan energi yang ramah lingkungan dengan nilai investasi yang murah sehingga minyak nabati menjadi salah satu bahan bakar alternatif yang menjanjikan. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran nilai kalor dari campuran minyak goreng bekas dan minyak jarak pagar. Selain itu dilakukan juga pengkajian sifat fisika dan kimianya yang meliputi densitas, viskositas, indeks bias, bilangan asam, bilangan iod, dari campuran minyak goreng bekas danminyak jarak pagar. Dari pengukuran nilai kalor campuran minyak goreng bekas dan minyak jarak pagar ada direntang nilai kalor 8172,1 kal/g sampai dengan 9197,29 kal/g. Dari pengukuran sifat fisika dan kimianya didapatkan hasil: Nilai densitas ada pada rentang 904,082 Kg/m3 sampai 904,082 Kg/m3; nilai indeks bias ada pada rentang 1,466 sampai dengan 1,462; nilai viskositas ada pada rentang 4,18 cPsampai dengan 4,11 cP; Bilangan asam ada pada rentang 30,294 mg KOH/g sampel sampai dengan 0,813 KOH/g sampel; dan Bilagan Iod ada pada rentang 135,530 g Iod.Keywords: Bahan Bakar Minyak Nabati; Nilai Kalor; Karakteristik Sifat Fisikokimia
KAJIAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DARI BERBAGAI SUHU PENGABUAN TERHADAP PLASTISITAS KAOLIN Saiyidatul Umah; Anton Prasetyo; Himmatul Barroroh
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.135 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1671

Abstract

Abu sekam padi merupakan bahan buangan dari padi yang mengandung silika (SiO2). Oleh karena itu abu sekam padi mempunyai peluang sebagai bahan aditif pada pembuatan keramik. Pembuatan abu sekam padi dilakukan pada variasi suhu pengabuan 600 0C, 700 0C dan 800 0C selama 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna dari abu sekam padi semakin tinggi seiring kenaikan suhu pengabuan 600 0C, 700 0C dan 800 0C yaitu 60,8; 61,4; 66,5. Kadar air dari abu sekam padi dari hasil pengabuan pada suhu 600 0C, 700 0C dan 800 0C sebesar 0,596 %; 0,895 %; dan 0,296 %. Kadar karbon (termasuk kontribusi kadar air) dari masing-masing abu sekam padi sebesar 0,045%; 0,048%; 0,037%, jumlah kualitatif SiO2 dari abu sekam padi hasil pengabuan pada suhu pengabuan 600 0C 700 0C 800 0C sedangkan komposisi kimia dari abu sekam padi yang dominan adalah Si hingga mencapai 91,2 %. Difraktogram dari masing-masing abu sekam padi menunjukkan pola difraksi sinar X dengan kristalinitas yang rendah dan cenderung amorf. Indeks plastisitas kaolin semakin turun dengan penambahan abu sekam padi yang diabukan pada variasi suhu 600 0C, 700 0C dan 800 0C yaitu; 21,49; 18,45; 10,77.
SINTESIS SENYAWA ALIL ISOEUGENOL ETER DAN PRODUK REAKSI PENATAAN ULANG CLAISENNYA Ningsih, Rachmawati
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.262 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1673

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari reaksi alilasi isoeugenol dan produk penataan ulang Claisennya. Reaksi substitusi gugus alil pada isoeugenol dilakukan dengan pemanasan pada suhu 55oC selama 8 jam. Reaksi penataan ulang Claisen alil isoeugenol eter dilakukan selama 30 menit. Produk reaksi dianalisis dengan spektrofotometer IR, GC dan GC-MS. Pada spektra GC-MS hasil reaksi yang didukung oleh spektra IR, menunjukkan bahwa reaksi alilasi isoeugenol menghasilkan produk campuran alil isoeugenol eter dan 6-alil-isoeugenol dengan kemurnian masing-masing 11,19 % dan 82,13 %. Analisis GC-MS memberikan dua puncak yang memiliki berat molekul sama, yaitu 204 gram/mol. Pemanasan produk hasil alilasi isoeugenol pada suhu 200oC memberikan kemurnian sebesar 60,33 %.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI SAPONIN DARI KULIT BATANG TUMBUHAN KASTURI (Mangifera casturi) Rosyidah, K.; Nurmuhaimina, S.A.; Komari, N.; Astuti, M. D.
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.533 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi saponin kulit batang tumbuhan kasturi terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Serbuk kulit batang kasturi (512,67 g) dimaserasi dengan metanol. Ekstrak metanol (32,57 g) dipartisi dengan n-heksana, diperoleh 5,98 gram ekstrak saponin. Ekstrak saponin difraksinasi dengan kromatografi vakum cair (KVC) menghasilkan 39 fraksi. Fraksi dengan Rf sama pada KLT digabung sehingga diperoleh empat fraksi A-D. Tiap-tiap fraksi diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri E. coli dan S. aureus dengan metode difusi. Fraksi A paling aktif antibakteri dibandingkan tiga fraksi lainnya dengan diameter hambat sebesar 10,3 ± 0,5 mm terhadap bakteri E.coli dan 10,8 ± 0,3 mm terhadap S.aureus.
STUDI KESEIMBANGAN ADSORPSI MERKURI(II) PADA BIOMASSA DAUN ENCENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Al-ayubi, Muhammad Chalid; Barroroh, Himmatul; Dewi, Diana Candra
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.663 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1675

Abstract

Metal ion adsorption research with utilizing Eichhornia crassipes leaf biomass has been done. Metal ions which are ever researched are Cr, Cd, Pb and Ni, but research with utilizing Hg metal ion is never done, so need to be implemented a mercury adsorption research to eichhornia crassipes leaf biomass. Because pH solution is very influential to metal ion adsorption by biomass, so in this research is inspected determining of optimum pH to mercury adsorption. This research is experimental research which is started with determining of optimum pH, this determining of optimum pH is implemented with way of interacting 60 mmg/L mercury metal ion with 0,1 gr eichhornia crassipes leaf biomass for 60 minutes at range of pH 2, 3, 4, 5, 6, 6, 4, 6, 7, 7 and 8, then continued with control solution production to know the solubility of mercury in every pH. The determination of adsorption capacity, adsorption constanta and adsorption energy are implemented with way of interacting eichhornia crassipes leaf biomass with mercury metal ion by 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100 and 150 mmg/L variation of concentration for 60 minutes in pH optimum. Data the result of experiment then processed using the similarity of Langmuir isotherm and Freunlich.. The result of the research indicates that pH 6 is mercury adsorption optimum pH in eichhornia crassipes leaf biomass. The mercury isotherm adsorption in eichhornia crassipes leaf biomass takes a part of the similarity of langmuir isotherm with point R2 = 0,982, from the similarity of langmuir isotherm gotten adsorption capacity (Xm) in the mount of 4, 806 x 10-5 mol/gr with adsorption constanta (K) 27130,85 mol/L and adsorption energy (E) in the mount of 25,46079 kJ/mol.

Page 1 of 1 | Total Record : 6