cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II" : 237 Documents clear
Pembelajaran Ipa Dengan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pgmi Di Unipdu Jombang
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.065 KB)

Abstract

Abstrak Mata kuliah IPA bagi para mahasiswa PGMI di Unipdu Jombang merupakanmata kuliah yang memiliki kesulitan untuk dipelajari.  Akibatnya mahasiswa selama mengikuti pembelajaran tidak termotivasi untuk mengemukakan pendapat dan berpikir kritis dalam pembelajaran. Hal ini merupakan tantangan bagi dosen sains  untuk mencari solusi bagaimana kegiatan pembelajaran menjadi bermakna dan mahasiswa dapat mengikuti dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan prosesdalam meningkatkanhasil belajarmahasiswa.  Sampel penelitian adalah mahasiswa Semester 6 Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Unipdu, Jombang.  Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2012 menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui tes kognitif, observasi, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan proses meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan proses, ketuntasan individual mahasiswa mencapai 100%. Rata-rata proporsi jawaban benar dari mahasiswa sebesar 94%. Kata kunci:keterampilan proses, hasil belajar, mahasiswa  Abstract Science classes are considered as difficult subject.  As a result, students are not motivated to express their opinions and critical thinking during their classes. The condition, therefore, requires science teachers to find a solution to deliver meaningful learning activities in friendly environment. This study was aimedtoinvestigatethe influence ofscience learning with process skillsapproachto improvestudent’sachievement. Students of 6th semester majoring in PGMI, Unipdu, Jombang, were subjected with the tested learning method. The study was conductedinMarch-May2012 with experimental method.  Students’ performance was assesed through cognitive tests, observation, andinterviews. Results ofthis study indicatethat science learning with process skillsapproachto improve students achievement.  After administered with the learning method, 100% of the students were able to master the learning materials.  The average of the correct answers by students was 94%. Kata kunci: process skills, learning achievement, students.
Integrasi Pendidikan Pravokasional Sebagai Upaya Menyiapkan Lulusan yang Mandiri Di Era Global
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.623 KB)

Abstract

Abstrak Mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual serta membekali lulusan dengan keterampilan hidup merupakan tujuan pendidikan nasional. Penerapan pendidikan keterampilan pada kurikulum sekolah menengah atas dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif di era global, sehingga diharapkan dapat menekan angka pengangguran. Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk mengaktualisasikan penerapan pendidikan kecakapan hidup dalam kurikulum agar proses belajar mengajar mampu menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil dan sesuai dengan tuntutan pasar. Pendidikan kecakapan hidup mencakup lima kecakapan, yaitu (1) kecakapan mengenal diri, (2) kecakapan berpikir, (3) kecakapan sosial, (4) kecakapan akademik, dan (5) kecakapan pra kejuruan. Dengan demikian, pendidikan  yang berkualitas harus diupayakan dalam menyiapkan lulusan yang terampil, mandiri dan mampu bersaing di era global. Kata kunci : Pendidikan Pravokasional, Kecakapan Hidup, Era Global   Abstract To develop intelectual, emotional and spiritual quotion as well as to provide graduates with life skills are the essence of qualified education. Implementation of educational skills within the high school curriculum is essensial in preparing productive human resources in the globalization era. Which is expected to push down the unemployment rate. This article discuses the actualization of implementation of life skills education in the curriculum in order that teaching and learning process produce skillful graduates and in confortable with market demands. Life skills education include five competences, i.e. : (1) self awareness, (2) thinking skill, (3) social skill, (4) academic skill and (5) pre-vocational skill. In conclution, a qualified education has to designed to prepare skillful graduates, as a self-contained and run against for the global competition era. Key words : Pre-Vocational Education, Skills, Global Era
Upaya Pengembangan Pendidikan Entrepreneurship Berbasis Pendidikan Karakter pada Kurikulum Madrasah
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.142 KB)

Abstract

Abstrak Upaya pengembangan pendidikan entrepreneurship berbasis pendidikan karakter pada kurikulum Madrasah  didasari oleh tiga hal; Pertama, menyiapkan peserta didik menjadi lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur. Kedua, nilai-nilai entrepreneurship dipandang mampu membentuk karakter seseorang menjadi kuat dan mandiri. Ketiga, sebebas apapun seseorang melakukan aktifitas mandiri, aktifitas tersebut harus tetap terkontrol sehingga hasilnya adalah kemanfaatan dan kemaslahatan, dan disinilah peran nilai-nilai Islami untuk mengisi dan membingkainya. Ketiga dasar pemikiran ini nampaknya menemukan momentumnya pada KTSP yang memberikan ruang gerak luas bagi sekolah-sekolah Islami yang mampu memproduk gagasan pembaharuan sekaligus aksi konkrit bagi tercapainya kompetensi lulusan yang optimal. Konsep pengembangan kurikulum ini paling tidak membutuhkan persiapan pada dua hal; Pertama, desain muatan lokal jika entrepreneurship belum dianggap sebagai muatan nasional. Kedua, persiapan tenaga pendidik yang kompeten, dalam hal ini yang mampu mengintegrasikan antara pendidikan entrepreneurship dengan pendidikan karakter. Kesimpulannya, upaya pengembangan kurikulum seharusnya memang dilakukan dalam rangka optimalisasi kompetensi lulusan. Kata kunci: Kurikulum, Entrepreneurship, Karakter.   Abstract The Effort to Develop Entrepreneurship Education Combining with Character Learning in Madrasah Curriculum is based on three things: First, preparing alumnae to have entrepreneurship life. The second, entrepreneurship is able to build someone to be independent. The third, Islamic life can control the human behavior in everyday activity. Furthermore, it is hoped to give benefit, and useful for others. Those three reasons above are included in curriculum that give input to Islamic education institution. Therefore they can produce a better idea and real act for gaining competence alumnae. This curriculum development needs two things; first, local contain design. It is a must to do whenever entrepreneurship is in the national curriculum. The second is a competence educator. They are hoped to be able to combine between entrepreneurship education and Islamic life. From the above explanation it can be concluded that it is necessary to develop the curriculum to gain competence alumnae. Keyword: Curriculum, Entrepreneurship, Character.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR PADA PERKULIAHAN FISIOLOGI HEWAN
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.077 KB)

Abstract

Abstrak Masalah perkuliahan Fisiologi Hewan selama ini mahasiswa tidak mampu melakukan analisis permasalahan fisiologis setiap sistem tubuh hewan. Praktikum yang dilakukan belum mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis, memecahkan permasalahan. Mahasiswa cenderung menghafal materi, konsep dasar fisiologi tidak dikuasai, sehingga hasil belajar rendah. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan meningkatkan proses dan hasil belajar kognitif mahasiswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Indikator keberhasilan ditentukan berdasarkan peningkatan kualitas proses dan hasil belajar dalam memecahkan permasalahan. Siklus pertama dilaksanakan selama lima kali pertemuan, siklus kedua dilaksanakan lima kali pertemuan. Terjadi peningkatan kualitas proses dan hasil belajar dalam (1) aktivitas praktikum 27,7%, (2) laporan praktikum 23%, (3) presentasi hasil pengamatan 22%, dan (4) tes tertulis 24,7%. Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, proses pembelajaran, hasil belajar  Abstract The obvious problem in Animal Physiology class is that students are not capable in conducting analysis on the problems related to animal anatomical system. Laboratory practice has not yet proved its significance in developing students logical thinking process so as to solve problems. Students tend to memorize the materials, without mastering the physiological concepts, which entails low students achievement. The research method applied is Class Action Research posing research ojectives as to develop students cognitive achievement by implementation of problem-based learning. Research performance indicator is measured by the development of learning process quality and students achievement in problem-based learning. Throguh two cycles of research, the developments of learning outcome are: (1) 27.7% of lab practice, (3) 23% of lab practice report, (3) 22% of presentation of observation result and 24.7% of the written test. Key words: problem-based learning, learning process, learning outcome.
Integrasi Nilai-nilai Entrepreneurship Dalam Proses Pembelajaran di Kelas Guna Menciptakan Academic Entrepreneur Berkarakter
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.39 KB)

Abstract

Abstrak Pada dasarnya dalam entrepreneurship terdiri dari tiga aspek; manusia, tugas, dan organisasi. Ketiga aspek ini bergerak dalam lingkungan yang berubah-ubah yang kemudian dikenal dengan “konsep tiga kaki”. Lingkungan yang dimaksud misalnya lingkungan bisnis, pemerintahan, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Dalam entrepreneurship terdapat nilai-nilai seperti mengejar peluang, melakukan pembaharuan, berani mengambil resiko, berani berbeda, menarik perhatian, dan pro pertumbuhan. Nilai-nilai ini penting dimasukkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik menjadi sosok yang logis, kreatif, spontan dan tegas,  perspektif ke depan dan berorientasi hasil. Konsep ini bisa diwujudkan oleh para pendidik  pada saat mendisain dan melaksanakan pembelajaran, misalnya dalam menentukan paradigma pembelajaran, tujuan, metode, media dan alat, serta sumber belajar. Dengan pembelajaran bernilai entrepreneurship, peserta didik akan kaya dengan wawasan dan perspektif dalam memecahkan persoalan. Kesimpulan, nilai-nilai entrepreneurship bisa diintegrasikan sebagai landasan pembelajaran sehingga peserta didik menjadi academic entrepreneur yang berkarakter, yang siap menghadapi tantangan kehidupan dengan tampil sebagai problem solver. Kata kunci: nilai-nilai entrepreneurship, proses pembelajaran, academic entrepreneur.   Abstract Basicly the entrepreneurship consist of three aspect; person, task, and organizational context. Those aspect move in a dynamic environment that well known as “konsep tiga kaki”. That environment is bussiness, government, social, education, etc. In the entrepreneurship there are values like chase an opportunity, inovation, taking risk, brave to be different, attractive, and pro growth. Those values is important to include in the learning process with a purposes to make student become a logic person, creative, spontanous and distinct, future perspective and result-oriented person. Those concept can be done by the teacher when they design and do the learning, for example to design the learning paradigm, purposes, media and equipment, and also the learning source. In the learning that has values of enterpreneurship, student will be rich abound of knowledge and problem solving knowledge. The summary, values of entrepreneurship can be integrated as a fundamental learning that make the student be an academic entrepreneur that has a characteristic, that ready to face the life challenge that appear as a problem solver. Keywords: values of entrepreneurship, learning process, academic entrepreneur.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MINI LAB UNTUK MELATIH DASAR – DASAR ENTREPRENEURSHIP PADA SISWA MENENGAH PERTAMA
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.826 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Untuk membekali hal tersebut, maka tugas pendidik tidak hanya menuangkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi juga merancang sebuah pembelajaran inovatif yang pada akhirnya membuat peserta didik memiliki berbagai macam kecakapan hidup. Salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki  adalah kecakapan entrepreneurship. Namun kecakapan tersebut tidak diberikan secara langsung melainkan harus bertahap sesuai dengan jenjang pendidikannya. Karena subjek pada penelitian ini adalah siswa menengah pertama, maka peneliti menggunakan  metode pembelajaran mini lab untuk melatih dasar – dasar entrepreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian siswa kelas VII C SMP IPIEMS Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rancangan, siswa lebih aktif dan tidak pasif, dan 2) hasil belajar siswa, menunjukkan bahwa untuk ketuntasan klasikal kelas adalah 81,25 %, dimana ketuntasan ini lebih besar dari ketuntasan yang diterapkan di sekolah tersebut yaitu 75%. Kata Kunci: Mini lab, Enterpreneurship, SMP  ABSTRACT National education aims at developing the potential of learners in order to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative and independent. To equip it, then the task of educators is not just pour some of the information into the minds of students, but also to design an innovative learning that ultimately makes the students have a wide range of life skills. One of the skills they must possess the skills of entrepreneurship. But these skills are not given directly but must be phased in accordance with education levels. Because the subjects in this study were junior high students, the researchers used a mini-lab learning methods for basic training - basic entrepreneurship. The purpose of this study was to determine and describe; student activities and student learning outcomes during the learning process takes place. The study was carried out descriptive quantitative research, the study subjects VII C grade junior high school students IPIEMS Surabaya, amounting to 32 students. The instrument used is a student activity sheets and learn about the results of evaluation tests. The results of analysis of data obtained that: 1) overall good learning activities, students are more active and not passive, and 2) student learning outcomes, show that for classical completeness of classes is 81.25%, where the completeness is greater than that applied in the thoroughness the school is 75% Keywords: Mini lab, Entrepreneurship, Junior High School
PENCIPTAAN ENTREPRENEUR KOMPETITIF MELALUI PENGOPTIMALAN OTAK KANAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UTM)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.697 KB)

Abstract

Abstrak Otak kanan perlu dioptimalkan penggunaannya untuk berbagai kepentingan manusia, di antaranya untuk kepentingan orang dalam menjalankan bisnis. Hal ini karena selain menggunakan otak kiri untuk berfikir pada hal-hal yang bersifat hitungan matematika dan ekonomi dalam menjalankan bisnis, otak kanan juga diperlukan untuk penciptaan hal-hal yang bersifat strategis dalam menjalankan bisnis. Studi ini merupakan studi kualitatif berdasarkan penelitian terhadap mahasiswa yang telah menerima bantuan dana Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang telah menerima bantuan dana sejak beberapa tahun yang lalu sedangkan sampel yang diambil secara purposive random sampling diarahkan terhadap mahasiswa yang telah sukses menjadi entrepreneur berdasarkan kriteria yang ditetapkan Depdiknas (bud). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berdasarkan pengalaman responden terhadap keberhasilan dalam menjalankan bisnis dengan mengoptimalkan penggunaan otak kanan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pada dasarnya kesuksesan mereka menjadi entrepreneur tidak terlepas dari pengoptimalan penggunaan otak kanan. Menurut mereka bahwa dalam menjalankan bisnis dan untuk bisa bersaing dengan pebisnis lainnya tidak bisa hanya mengandalkan modal (dana) saja tetapi juga harus bisa menciptakan strategi yang kompetitif. Penciptaan strategi yang kompetitif diperoleh dari pengoptimalan penggunaan otak kanan, seperti penciptaan strategi differensiasi. Strategi differensiasi menurut mereka perlu dilakukan dengan membuat produk atau jasa dan layanan  yang berbeda dengan produk atau jasa yang diciptakan oleh pesaing. Kata Kunci : Otak kanan, Entrepreneur, Kompetitif, Diferensiasi   Abstract Use the right brain needs to be optimized for a variety of human interests, among them for the benefit of running a business. This is because of in addition to using the left brain to think on things that are a matter of mathematics and economics of running a business, the right brain is also necessary for the creation of the things that are strategic to the business. This study was a qualitative study based on a study of students who have received support Program Mahasiswa Wirausaha/PMW (Entrepreneur Student Program) at the Madura Trunojoyo University. The population was all students who have received funding from several years ago while samples taken at random purposive sampling is directed toward students who have successfully become entrepreneurs based on  Depdikbud(Nas) criteria. The purpose of this study was to describe the respondents´ experience in running a successful business by optimizing the use of the right brain. Based on the results of the study found that they essentially become an entrepreneur´s success is inseparable from optimizing the use of the right brain. According to them that in running a business and to compete with other businesses can not rely solely on capital (funds), but also be able to create a competitive strategy. Creation of competitive strategies derived from optimizing the use of the right brain, such as the creation of the differentiation strategy. Differentiation strategies they need to be done by making a different product or service and with a product or service created by the competitors. Key Words : Right brain, Entrepreneur, Competitive, Differentiation.
PERANAN RISET UNTUK ENTREPRENUERSHIP DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL ( RESEARCH FOR ROLE IN DEALING ENTREPRENUERSHIP GLOBAL COMPETITION )
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.94 KB)

Abstract

Abstrak Riset dikatakan memberi peranan jika digunakan dalam proses produksi untuk meningkatkan kualitas hidup  manusia. Untuk dapat digunakan, riset harus dikembangkan dengan mengenali terlebih dahulu pengguna potensialnya. Dalam konteks upaya pencapaian ini ada pengguna primer dan pengguna sekunder. Pengguna primer adalah pengguna yang langsung memamfaatkan riset yang dikembangkan menjadi teknologi untuk menghasilkan produk, sedang Pengguna sekundernya adalah pengguna  pendukung dari pengguna primer. Faktor penyebab pemanfaatan riset sulit dicapai salah satunya adalah karena belum berkontribusi secara efektif. Hal ini terutama disebabkan karena yang dikembangkan belum selaras dengan kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi para penggunanya, atau karena tidak mempertimbangkan kapasitas adopsi para penggunanya. Tujuannya mengetahui peranan riset untuk entreprenuership sehingga bisa memberi solusi teknologi oleh para pengguna. Saat ini kegiatan para periset dan akademisi lebih banyak dilakukan hanya pada tataran untuk memuaskan rasa keingintahuan dan belum secara cermat dirancang untuk menghasilkan solusi teknologi bagi berbagai permasalahan nasional. Kata kunci : Riset, Teknologi, Produktivitas, SINas  AbstractResearch is said to give a role if used in the production process to improve the quality of human life. To be used, the research should be developed to identify potential users in advance. In the context of efforts to achieve this there are the primary users and secondary users. Primary users are users who directly memamfaatkan research developed a technology to produce products, is the secondary user is a supporter of the user´s primary users. Factors causing the utilization of research is difficult to achieve one of which is due not contribute effectively. This is mainly because not developed in line with real needs and problems faced by its users, or because they do not consider the capacity of the adoption of its users. The goal of research to find out the role of entreprenuership that can provide technological solutions by the users. Current activities of the researchers and academics is mostly done only at the level to satisfy his curiosity, and yet carefully designed to produce technology solutions for national problems. Key words: Research, Technology, Productivity, SINas
PENGEMBANGAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MERANCANG PROSPEK USAHA (STUDI KASUS ALUMNI TAHUN 2011 SMK TELKOM DARUL ULUM J0MBANG)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.117 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pengembangan soft skill dan hard skill dalam pembelajaran kewirausahaan  terhadap kemampuan merancang prospek usaha. Metode yang digunakan meneliti adalah analisis regresi berganda, untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel atau lebih dan seberapa besar pengaruhnya. Peneliti menetapkan variabel bebas soft skill (X1) dan hard skill (X2), serta variabel terikat kemampuan merancang prospek usaha (Y). Pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket), data yang terkumpul dianalisis dengan regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas  X1 dan X2 dengan variabel terikat (Y). Dari populasi 295 orang, telah ditetapkan sampel sebanyak 100 orang alumni tahun 2011 SMK Telkom Darul Ulum Jombang. Hasil penelitian didapat F hitung (7.486) > F tabel (1.39) dengan taraf segnifikansi 5%, yang berarti ada pengaruh positif antara pengembangan soft skill dan hard skill dalam pembelajaran kewirausahaan  terhadap kemampuan merancang prospek usaha. Berdasarkan hasil uji t terbukti bahwa variabel (X2) hard skill memiliki pengaruh dominan terhadap variabel (Y) kemampuan merancang prospek usaha, dengan kontribusi sebesar 0,266 atau 26.6 %. Sedangkan variabel (X1) soft skill memiliki pengaruh terhadap variabel (Y) kemampuan merancang prospek usaha sebesar 0,192 dengan kontribusi 19,2 %   Kata kunci : Soft Skill,  Hard Skill, Merancang Prospek Usaha  ABSTRACT This study aims to determine the magnitude of the effect the development of soft skills and hard skills in teaching entrepreneurship to the ability to design a business prospect. Examine the method used is multiple regression analysis, to determine the presence or absence of influence between two or more variables and how much influence. Researcher’s soft skill set of independent variables (X1) and hard skills (X2), as well as the dependent variable ability to design business prospects (Y). Data collection using questionnaires (questionnaires), data collected were analyzed with multiple regression is used to determine the effect of independent variables X1 and X2 with the dependent variable (Y). Of the population of 295 people, has established a sample of 100 alumni of 2011 SMK Darul’Ulum Jombang Telkom. The results obtained calculating F (7486)> F table (1:39) with a degree significance 5%, which means there is a positive influence on the development of soft skills and hard skills in teaching entrepreneurship to the ability to design a business prospect. Based on test results proved that the variable t (X2) hard skill to have a dominant influence on the variable (Y) the ability to design a business prospect, with contributions of $ 0.266 or 26.6%. While the variable (X1) has an influence on the soft skills variable (Y) the ability to design the business prospects of 0.192 with a contribution of 19.2%. Keywords: Soft Skills, Hard Skills, Designing Business Prospects
Pendugaan Model Permintaan Ubi Kayu Di Indonesia
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.785 KB)

Abstract

Abstrak Ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan komoditi penting di Indonesia baik sebagai negara produsen keempat dunia setelah setelah Nigeria, Thailand dan Brazil juga  sebagai sumber karbohidrat pangan. Penelitian ini akan menggunakan data rentan waktu (time series) antara tahun 1999 – 2009. Adanya peningkatan produksi ubi kayu sepanjang 1971-2009 yang mencapai 22,03 juta ton. Demikian pula proyeksi hingga tahun 2020 mengalami peningkatan hingga mencapai 25,54 juta ton. Dengan adanya peningkatan ini diharapkan dapat membuka celah produksi maupun pemasaran ubi kayu di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pengujian secara bersama-sama (simultan) peubah yang terdiri dari stok ubi kayu akan datang, permintaan lainnya, ekspor ubi kayu, konsumsi ubi kayu, dan permintaan ubi kayu tahun lalu yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan ubikayu adalah konsumsi dan permintaan ubi kayu. Persamaan yang menduga Produksi Agroindustri Ubi Kayu yang dipengaruhi oleh Produksi Ubi Kayu sedangkan Produksi Agroindustri Ubi Kayu Tahun lalu tidak berpengaruh secara nyata Kata kunci : pendugaan, permintaan, ubi kayu   Abstract Cassava (Manihot esculenta Crantz) is important commodity of Indonesia not only as forth producer after Nigeria, Thailand, and Brazil but also as source of carbohydrate. This research will use time series data among 1999-2009. The increasing of cassava production along 1971-2009 reaching 22,03 million tons. And also the projection until 2010 increase until 25,54 million tons. By this increasing, it is expected can open fissure of production and marketing in Indonesia better than before. Simultaneously test of variable contained the coming of cassava stock, another demand, cassava export, cassava consumption, and the demand of cassava last year has significant effect toward cassava demand. Keywords: estimation, demand, cassava.

Page 6 of 24 | Total Record : 237