cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II" : 237 Documents clear
Pengaruh Faktor-Faktor Produksi Terhadap Keuntungan Usahatani Padi
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.378 KB)

Abstract

Abstrak Kegiatan pertanian lahan sawah di Jawa Timur didominasi oleh usahatani padi dengan skala sempit dan dikelola secara perorangan, menyebabkan peningkatan produktivitasnya menurun dan beragam serta secara ekonomis kurang efisien sehingga daya saing hasil rendah. Penelitian dilakukan tahun 2009 secara survai,  Pengambilan sampel pada petani yang telah dibina dan tidak dibina sebagai pembanding, masing-masing sampel diambil 100 petani contoh  Data dianalisis dengan regresi metode Ordinary Least Squares. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak jumlah benih yang digunakan, jumlah pupuk urea yang digunakan, jumlah pupuk phonska, jumlah tenaga kerja,  jumlah pupuk organik, luas lahan, dummy varietas unggul baru, pembinaan inovasi teknologi usahatani padi, dan dummy jajar legowo  berpengaruh siginifikan terhadap keuntungan usahatani padi. Kata kunci : faktor produksi, usahatani padi  Abstract The activities of wetland in East Java has been dominated by small scales of paddy agribusiness and individually managed. It caused  declined and fluctuated productivity and economically inefficient so that creates low in competitiveness. This research has been done in 2009 through survey. The samples were farmers who had been trained, and as comparison, there had been collected untrained farmers. They were selected 100 each. Then, the data were analyzed by Ordinary Least Squares regression model. This research  is aimed to recognize what production factors have been influenced towards paddy productivity. The result showed, seed numbers, urea fertilizing, phonska fertilizing, number of workers, organic fertilizing, land space, new superior variety (as dummy), technology innovation training, and jajar legowo (as dummy) are the factors which are significantly influenced  toward paddy agribusiness profit. Keywords : production factors, paddy agribusiness
REVITALISASI SEKTOR PERTANIAN UNTUK MENANGGULANGI MASALAH KEMISKINAN DI KAB. JOMBANG.
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.345 KB)

Abstract

Abstrak Kabupaten Jombang salah satu daerah di Jawatimur yang memiliki potensi pertanian yang sangat bagus, lebih dari 42 % lahan diperuntukan untuk pertanian pangan, di dukung dengan system irigasi teknis yang mencapai 83 %. Akan tetapi sector pertanian hanya member sekitar 30 % PDRB kab. Jombang. Dengan ditemukannya masyarakat Jombang ( daerah kecamatan Bareng dan kecamatan Kudu) yang masih mengkonsumsi nasi aking karena tidak sanggup membeli beras, menjadi sebuah ironi mengingat kabupaten Jombang merupakan daerah pertanian produktif. Sektor pertanian masih belum mampu menyerap tenaga kerja maupun dikerjakan secara profesional, hampir sebagian besar sector pertanian di kab Jombang dikerjakan secara tradisional. Oleh karena itu perlu adanya revitalisasi sector pertanian, dengan harapan sector ini mampu untuk menjawab permasalahan social yang diakibatkan oleh permasalahan ekonomi. Revitalisasi sector pertanian meliputi pembangunan infrastruktur pertanian, Pembangunan akses jalan kelahan pertanian, Kontrol laju degredasi lahan pertanian produktif, Modernisasi system pertanian, serta Pembukaan sekolah kejuruan pertanian. Tetapi usaha tersebut hanya akan menjadi sebatas wacana, Jika laju degradasi lahan yang disebabkan oleh industrialisasi, aktivitas pertambangan minyak, pembangunan jalan tol Kertosono-Mojokerto serta kegiatan perumahan yang tidak terkontrol dan pada akhirnya akan menggusur lahan-lahan produktif di kab. Jombang. Kata Kunci : Revitalisasi, Pertanian, Kemiskinan  Abstract Jombangdistrictis an areainEast Javathat hasgreatagricultural potential, morethan42% of agriculturallandinthe allotmentforfood, supportedbytechnicalirrigationsystemthatreaches83%. However,the agriculturalsectorprovidesonlyabout 30% ofGDPkab. Jombang.with the discovery oftheJombang(Barengsubdistrictsand subdistricts of Kudu) isstill thereeatingparched ricebecausericecan not afford it, becomeanironyrememberdistrictjombangaproductiveagriculturalarea. The agricultural sectoris still notable toabsorblabor andprofessionallydone, most of the agriculturalsectorhas traditionallydonedikabjombang. Hencethe need forrevitalization ofthe agriculturalsector, with thehope ofthissectoris ableto addresssocialproblemscaused byeconomic problems. Revitalization ofthe agriculturalsectorinclude the construction ofagriculturalinfrastructure, development ofaccessroadstoagricultural land, controlthe rate ofproductiveagricultural landdegredasi, modernization ofthe agriculturalsystem, as well as theopening ofagriculturalvocationalschool. butthese effortswill onlybelimited tothe discourse, ifthe rate ofland degradationcausedbyindustrialization, oilminingactivities, construction of toll roadsKertosono-Mojokertoandhousingactivitiesare not controlledand will eventuallydisplaceproductive landsinkab.Jombang. Keyword : Revitalization, Agriculture, Poverty.
ARSITEKTUR KOTA YANG BERKEPRIBADIAN
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.798 KB)

Abstract

Abstrak Arsitektur bangunan dan kota biasanya diharapkan mencerminkan ciri dan karakter suatu suku atau bangsa. Setiap bangsa menginginkan dan membanggakan kota dengan identitas sendiri, berbeda dengan bangsa lain. Dalam lingkup lebih kecil, bahkan setiap kota dan desa di suatu negara, mempunyai bentuk dan ciri yang berbeda-beda. Keberagaman arsitektur ini merupakan kekayaan suku, bangsa, dan dunia, yang harus dipertahankan. Keterbukaan hubungan antarnegara, termasuk berprakteknya arsitek bangsa lain di Indonesia, dapat mengancam kelestarian budaya dan arsitektur kota-kota kita. Arsitek antarbangsa akan membawa pengaruh budaya dan ciri berarsitektur lintas negara. Kota-kota di semua negara akan berciri sama. Arsitek Indonesia harus menguasai kemampuan berarsitektur lokal, tapi menghargai dan mau mempelajari budaya bangsa lain ketika berpraktek di sana. Hal ini harus tertuang dan disiapkan dalam kurikulum pendidikan arsitektur. Walaupun keterbukaan hubungan antarnegara tidak dapat ditolak, untuk kepentingan semua negara, perlu ada aturan berarsitektur di masing-masing kota yang harus diikuti oleh semua arsitek yang berpraktek di sana, arsitek lokal maupun asing. Kata kunci: arsitektur, ciri, budaya, keterbukaan, ancaman,   Abstract The architecture of building and city usually expected to reflect the characteristic of a tribe or nation. Every nation wants and prouds of a city with its own identity, different than other nations. In smaller scope, even every city and town in a country, have different characteristic. This architectural diversity is a national treasure that should be maintained. The openness of relationship between countries, including architectural practice from foreign architects in Indonesia, could threaten the cultural and architectural continuity in our cities. International architects will bring cultural influence and architectural characteristic across the country. Every city in the whole world will have same characteristic. Indonesian architect should have the ability to master local architecture and on the other hand should appreciate and willing to learn other countries culture when doing architectural practice in that country. This matter should contained and prepared in architectural education curriculum. Even though the openness between countries could not be refused, for the benefit of every country, there is a need for architectural regulations in every city that must be followed by every architect that does architectural practice there, local as well as international. Keywords: architecture, characteristic, culture, openness, threat
Membentuk Pemikiran Lintas Sektoral
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.416 KB)

Abstract

Abstrak Penduduk Indonesia dengan pluralismenya dan ditandai dengan keragaman budaya adalah modal sosial, lingkungan Indonesia yang produktif adalah modal investasi, semangat juang Indonesia adalah mesin produksi, secara komulatif akan menjadi modal karakter dalam membentuk daya saing yang tinggi. Menyadarkan bahwa kesentralan pada satu potensi tidak akan mampu memiliki peluang yang tinggi, kolaborasi menjadi tumpuan penting dalam mencapai tujuan karena melalui kolaborasi akan mampu menutup setiap lini yang rawan sehingga menghasilkan pola pemikiran yang lebih holistik. Peran manajemen  menjadi penting disaat kolaborasi ini dipentaskan. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi pada masyarakat agar menjadi komunitas-komunitas unggulan menuju masyarakat unggulan. Pada akhirnya keunggulan keunggulan tersebut menjadi varian yang secara kelompok memiliki daya saing apalagi dalam bentuk organisasi masyarakat, akan semakin kokoh dalam bersaing. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi bisa berada diseluruh sendi kehidupan, mulai dari pendidikan, organisasi baik sosial formal maupun non formal dan lain-lain. Pada akhirnya setiap masyarakat memiliki kemampuan mandiri secara proporsional, bersinergi baik dalam skala lokal, regional dan nasional dan kompetitif secara internasional. Kata kunci: kolaborasi, kompetisi, unggul Abstract Indonesia with a population characterized by pluralism has been signed by cultural diversity is social capital, Indonesia´s environment productiveness is an investment of capital, the fighting spirit of Indonesia is a production machine, the cumulative capital will be a character in the form of high competitiveness. Aware that one potential ego centris will not be able to have a high chance, collaboration becomes an important cornerstone in achieving the goal because it is through the collaboration will be able to shut down any line are prone to produce a more holistic pattern of thought. Management role becomes important when collaboration is staged. Structuring awareness and to make aware of structure of collaboration in the community to be superior communities to the society of the seed. In the end it became an advantage edge variant of the group has a competitive edge, especially in the form of community organization, will be increasingly strong in the competition. Structuring awareness and to make aware structure of colaborations can be exist or awaken got through the element (segment) collaboration of life, starting from education, social organization in both formal and non formal and others. In the end, each community has the ability to self-proportionately, together both on a local, regional, and national and internationally competitive.
Konstruksi Fiqh Jinayah tentang Tindak Pidana Bisnis
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.135 KB)

Abstract

Abstrak Tulisan ini mengkonstruksi fiqh jinayah (hukum pidana Islam) bidang tindak pidana bisnis. Tindak pidana bisnis yang dimaksud di sini adalah kejahatan jabatan dan kejahatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Tindak pidana kejahatan jabatan terdiri dari beberapa tindak pidana seperti suap-menyuap, mark-up anggaran dan korupsi. Kejahatan HAKI meliputi pemalsuan merek dan pembajakan karya/hak cipta. Suap menyuap dalam Islam adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan hadis, bahwa Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap serta surat al-Baqarah 188 dan an-Nisa’ : 29. Mark-up anggaran hukumnya haram karena mengandung unsur penipuan dan kebohongan. Korupsi adalah perbuatan yang diharamkan karena korupsi mengandung dua unsur, yaitu penyalahgunaan jabatan/khianat terhadap jabatan dan suap menyuap. Kejahatan HAKI dalam Islam memang tidak ada nash eksplisit yang menjelaskannya, namun dasar yang dipakai untuk melarang tindak pidana tersebut adalah memakai kaidah maslahah mursalah (kemaslahatan umum), yaitu segala sesuatu yang sesuai tujuan syariat Islam, dan mendatangkan kebaikan dan menghilangkan kerusakan, hukumnya harus dijalankan dan ditegakkan. Adapun sanksi hukum atas tindak pidana kejahatan jabatan dan kejahatan HAKI perspektif Islam adalah sanksi ta’zir dimana berat ringannya hukuman ditentukan berdasarkan kadar besar kecilnya resiko yang ditimbulkan. Keyword : hak kekayaan intelektual, kejahatan jabatan, ta’zir, korupsi, suap menyuap   Abstrak This paper constructs jinayah fiqh (Islamic criminal law) in the field of business crime. Criminal acts of the business in question here is malfeasance and crimes of Intellectual Property Rights (IPR). Criminal offense consisting of several positions such as criminal bribery, mark-up the budget and corruption. IPR crimes including counterfeiting and brand piracy works/copyright. Bribery in Islam is an act that is forbidden by hadith, the Messenger of Allah cursed the people who bribe and are bribed, and the letter al-Baqarah: 188 and An-Nisa’: 29. Mark-up the budget haram, because it contains elements of fraud and deceit. Corruption is an act which is forbidden because it contains two elements of corruption, the abuse of office/treasonable to the office and bribery. IPR crime in Islam there is no explicit texts to explain, but the basis used to prohibit the criminal act is wearing maslahah mursalah rule (public good), that is all that the purpose of Islamic law, and the good and eliminate the damage, the law must be executed and enforced. The legal sanctions for criminal malfeasance and criminal IPR sanctions ta’zir Islamic perspective is where the severity of the penalty determined by the size of the levels of risk posed. Keywords: intellectual property rights, malfeasance, ta’zir, corruption, bribery
Relevansi Konsep Dasar Enterpreneurship Muhammad dalam Menghadapi Era Global
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.898 KB)

Abstract

Abstrak Semenjak negara kita dilanda krisis ekonomi, masyarakat berusaha dengan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhannya. PHK (pemutusan hubungan kerja)  kerap terjadi, terbatasnya lapangan pekerjaan  juga ikut andil dalam meningkatkan jumlah pengangguran di Indonesia. Hal ini mendorong masyarakat untuk berusaha mencari alternatif lain untuk memperbaiki taraf  ekonomi yang tidak seimbang, sehingga, tidak sedikit dari masyarakat menempuh cara-cara yang bertentangan dengan hati nurani, ditambah lagi dengan arus globalisasi yang ditunjang dengan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadikan dunia menjadi transparan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Makalah ini membahas dan menganalisa beberapa konsep umum enterprenurship dengan meninjau sejarah kehidupan Muhammad sebagai seorang pengusaha yang memiliki jiwa Enterpreneurship.Tela´ah tentang konsep tersebut diharapkan dapat menggugah masyarakat dalam menjalankan usaha-usaha yang benar dan membawa maslahah bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam menghadapi era global.Tela´ah dalam makalah ini menunjukkan bahwa konsep dasar entrepreneurship ditinjau dari sejarah kehidupan Rosululloh adalah dibangun dengan Integrity (Integritas), Loyality (Loyalitas), Profesionality (Profesional) dan Sprituality (Spritualitas). Kata Kunci: Enterpreunurship, Sejarah Kehidupan Muhammad, Era Global.  Abstract Since of economic crisis in our country, people tried in various ways to fulfill their needs. Cessation work, limited job opportunities also contribute to increasing the number of unemployment in Indonesia. It encourages people to seek alternatives to improve the standard of an unbalanced economy. As a result, not the least of the people took in ways that conflict with conscience, and surely globalization era which is supported by the rapid globalization of science and technology has made the world a transparent. This article talked about general basic principle of entrepreneurship viewed by history of Muhammad´s life as a succeed entrepreneur, So that, it is necessary to refresh the mindset of the basic concepts of business right through entrepreneurship characterized by reviewing the success of Muhammad as the best real entrepreneurship. Learning back of the concept is expected to arouse the public in carrying out efforts to correct and bring benediction Indonesian people, especially in the face of global competition. The results of this study indicate that the basic concept of entrepreneurship according to Muhammad’s life history is built by Integrity, Loyalty, Professionalism and Spirituality. Keywords: Entrepreneurship, History of Muhammad´s Life, Globalization Era
PEMUDA INDONESIA DAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.781 KB)

Abstract

Abstrak Kewirausahaan sosial pada umumnya didefinisikan sebagai sebuah aktivitas bisnis dengan tujuan sosial. Tulisan ini hendak memaparkan cerita sukses dari tiga Wirausaha Sosial Muda Indonesia: Goris Mustaqim, pendiri dari yayasan Asgar Muda Garut, yayasan yang fokus pada pemberdayaan pemuda (Garut, Jawa Barat). Elang Gumilang, menyediakan rumah sederhana dan sehat khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan M. Junerosano pendiri dari Greneration Indonesia, sebuah usaha sosial yang fokus mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Ketiga Wirausaha sosial muda Indonesia ini telah berkontribusi bukan hanya dari dimensi ekonomi tapi juga dimensi sosial.   Kata Kunci: Kewirausahaan Sosial, Wirausaha Sosial, dan Keberlanjutan   Abstract Social entrepreneurship, commonly defined as “entrepreneurial activity with an embedded social purpose. The paper intends to share success story of three Indonesia Young Social Entrepreneur: Goris Mustaqim, founded Asgar Muda, a foundation that empowers youth in his hometown (Garut, West Java). Elang Gumilang, providing astoundingly affordable house and health services for low-income society and M. Junerosano founder of Greeneration Indonesia, a social enterprise that focuses on promoting an eco-friendly lifestyle. They have contributed not only in economic terms but also in social dimensions. Keywords: Social Entrepreneurship, Social Entrepreneur, and Sustainability.
Evaluasi Pengembangan Kawasan Andalan Pasuruan-Probolinggo-Luumajang di Provinsi Jawa Timur-Indonesia
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.94 KB)

Abstract

Abstrak Penetapan kawasan andalan diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian daerah dan keterkaitan ekonomi antar daerah. Tetapi di Provinsi Jawa Timur, perbedaan kesenjangan ekonomi antara suatu daerah dengan daerah lain masih cukup besar. Salah satu yang terjadi pada kawasan andalan Pasuruan-Perobolinggo-Lumajang. Berdasarkan RTRW Jawa Timur, Probolinggo dan Lumajang memiliki pertumbuhan ekonomi rendah yang berbanding terbalik dengan kondisi Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan struktur pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan serta efisiensi kinerja ekonomi kawasan andalan Probolinggo-Pasuruan-Lumajang. Metode pertama menggunakan Tipologi Klassen diperoleh bahwa Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo merupakan daerah cepat maju dan cepat tumbuh. Sedangkan Kota Pasuruan dan Kabupaten Lumajang merupakan daerah maju-tertekan. Metode kedua menggunakan Data Envelopment Analisis diketahui bahwa tingkat efisiensi tertinggi dimiliki Kota Probolinggo, diikuti Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pasuruan.  Kata kunci: Kawasan Andalan, DEA, Tipologi Klassen   Abstract The key regions is expected to be driving the local economy and economic linkages between regions. But in East Java, the economic disparities inter-regional are still quite large. One that occurs in the key region of Probolinggo-Pasuruan-Lumajang. Based on the Master plan of East Java, Probolinggo and Lumajang had low economic growth. it is inversely related to the condition of Pasuruan. This study aims to determine the pattern and structure of economic growth and efficiency by using the economic performance of this key region. The first method is Klassen Tipology obtained that Kota Probolinggo, Pasuruan and Probolinggo are the fast forward and fast growth. While Pasuruan and Lumajang has high income but low growth. The second method is DEA Data (Envelopment Analysis) obtained that the regions with high efficiency level by order consist of Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, and Pasuruan. Keywords: Key Region, DEA, Klassen Tipology
KARAKTERISTIK JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.666 KB)

Abstract

Abstrak Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat ini sedang menggiatkan pendidikan kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa dan perilaku berwirausaha serta wadah bagi mahasiswa untuk berwirausaha. Selain itu Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi, termasuk di UTM. PPMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kewirausahaan mahasiswa UTM. Variabel yang diamati terdiri atas ciri-ciri kepribadian wirausaha meliputi dorongan untuk berprestasi, rasa tanggung jawab, sikap terhadap resiko, percaya diri, menggunakan umpan balik, orientasi jangka panjang, kemampuan dan ketrampilan manajerial, dan sikap terhadap uang. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Dari 8 karakteristik jiwa kewirausahaan yang menjadi variabel penelitian hanya karakteristik berorientasi jangka panjang saja yang banyak di miliki oleh oleh responden dalam tahapan tinggi, yaitu 70%. Sedangkan ke 7 karakteristik jiwa kewirausahaan yang lainnya seperti dorongan berprestasi, rasa tanggung jawab, sikap terhadap risiko, rasa percaya diri, menggunakan umpan balik, kemampuan manajerial dan sikap terhadap uang sudah dimiliki oleh para responden meskipun pada tahap sedang. Hasil lain penelitian inin menunjukkan presentase mahasiswa UTM yang memiliki cita-cita untuk usaha mandiri (wirausahawan) hanya sebesar 36,2%. Sisanya sebesar 63,8% memiliki cita-cita sebagai pegawai, baik karyawan swasta mapun PNS. Kata kunci : karakteristik, jiwa kewirausahaan, wirausahawan, entrepreneurship Abstract Enterpreneurship education is becoming one main concern at University of Trunojoyo Madura. Through this education, it is expected to be a basic skill for the students to be an enterpreneur in their life, now and future.This policy is in line with the program launched by the Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture in term of Students’ Enterpreneurship Program. This program is conducted in all higher education institutions in Indonesia including University of Trunojoyo Madura. Students’ Enterpreneurship Program aims at providing some basic knowledge and skills of enterpreneurship based on science and technology to the university students in order to become a formidable and successful enterpreneur to face the global competition. There are only few students of University of Trunojoyo Madura utilize themselves to take advantages from the enterpreneurship education provided by the university as a good opportunity to become an enterpreneur. Based on the fact, the study is conducted to identify the characteristics of students’ enterpreneurship at University of Trunojoyo Madura. The variables observed consist of the characteristics of enterpreneurship. They are achievement impulse, sense of responsibility, attitude toward risk, self-confidence, the use of feedback, long-term orientation, managerial skills, and attitude toward money. This study uses descriptive qualitative method. Results of the study show that from the eight characteristics of enterpreneurship available in this study, there is only a long-term orientation owned by the respondents. It shows a high percentage in 70%. Meanwhile, the rest seven characteristics available such as achievement impulse, sense of responsibility, attitude toward risk, self-confidence, the use of feedback, managerial skills, and attitude toward money are also owned by the respondents although still in intermediate scale. Another result shows that there is only 36.2% of the students of University of Trunojoyo want to be an enterpreneur, while the rest, 63.8% of the students are interested in becoming an employee, either in private or government official. Keywords: characteristics, enterpreneurship, enterpreneur
Enhancing Local Government’s International Competitive Advantage Through Entrepreneurial Government and Paradiplomacy Activities
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.485 KB)

Abstract

Abstrak Otonomi daerah membawa peluang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi daerah ke ranah internasional melalui aktivitas paradiplomasi. Paradiplomasi adalah aktivitas diplomasi yang dilakukan oleh aktor selain pemerintah (pusat) termasuk pemerintah daerah. Namun permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya kemampuan dan pengetahuan dalam menggunakan potensi daerah menjadi daya saing internasional. Maka diperlukan sebuah konsep yang di sebut dengan entrepreneur government yang mencoba mengubah paradigma dari monilistic bureucratic government menjadi entrepreneurial competitive government yang mengharuskan pemerintah daerah mengubah dirinya menjadi pemerintah daerah yang berorientasi kepada pelanggan (customer-driven government) dan bertanggungjawab (accountable government) kepada seluruh stakeholder-nya secara berimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasilnya adalah dengan entrepreneur government maka akan terjadi sinergi segitiga antara pemerintah daerah, masyarakat dan perguruan tinggi dimana pemda akan mampu memetakan, mengelola dan mengembangkan potensi daerahnya yang berdaya saing dalam prinsip kewirausahaan yang bertanggungjawab. Kata Kunci : pemerintah daerah, paradiplomasi, entrepreneur, globalisasi   Abstract Local Autonomy have been brought opportunity for local government to enhance local potential for international level by paradiplomacy. Paradiplomacy is a diplomacy activity done by non (central) government including local government. But, the most problems are lack of knowledge and capability for using local potential as international competitive. It is need a concept call entrepreneur government which tried to change paradigm of monolistic-bureucratic government to be intrepreneurial competitive government which ask local government to change it self to be customer-driven government and accountable government for its stakeholders. This research is a qualitative research by literature study. The result is that entrepreneur government will create a synergy between local government, society and higher education, where local government can do mapping, managing and enhance its competitive local potential in a balanced entrepreneurship principles. Keywords : local government, paradiplomacy, entrepreneur, globalization

Page 7 of 24 | Total Record : 237