cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II" : 237 Documents clear
Penaksiran waste pada proses produksi sepatu dengan waste relationship matrix
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.328 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari lean manufacturing adalah pelancaran aliran proses produksi. Menurut sistem produksi Toyota, lean dapat dicapai dengan minimisasi aktivitas tak memberi nilai tambah dan tak diperlukan (waste) yang dibedakan menjadi 7 macam jenis yaitu: defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inapropriate process dan transportation. Agar usaha minimisasi waste dapat memberikan imbal manfaat terbesar, diperlukan identifikasi tingkat signifikansi waste. Sayangnya perusahaan hanya mendoku-mentasikan sebagian kecil saja waste yang ada sehingga rencana penerapan lean manufacturing kurang memiliki dasar yang kuat. Paper ini bertujuan untuk melaporkan penggunaan waste relationship matrix (WRM) dan kerangka hubungan antar waste yang dikembangkan oleh Rawabdeh (2005) untuk mengetahui bobot waste. Kerangka kerja ini dinilai unggul dari metode perangkingan subyektif karena mempertimbangkan sifat saling-terkait antara jenis waste yang satu dengan yang lainnya. Enam pertanyaan iteratif diaplikasikan untuk menguji 31 hubungan dari 7 buah waste yang ada. Dari pengolahan data diketahui bahwa defect merupakan jenis waste paling signifikan diikuti dengan overproduction dan unnecessary motion. Di perusahaan sepatu tempat dilangsungkan studi kasus, tools tersebut dianggap memberikan kerangka penaksiran yang lebih rasional, mudah dan dapat diandalkan. Kata kunci : waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment Abstract The main objective of lean manufacturing is to make production process flowing faster and smoother.   According to Toyota Production System, lean can be achieved by minimizing necessary but non-value added and eliminating non value added activities (waste). These activities are defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inappropriate process and transportation. The significance of these wastes needs to be assessed carefully so we can prioritize the elimination and minimization process. However, not every waste is well recorded in the company so the implementation of lean manufacturing would not have a proper basis. This paper aims to report the use of waste relationship matrix (WRM) framework which is developed by Rawabdeh (2005) to identify the significance of wastes in a shoe manufacturer. This framework is more reliable than subjective method which is widely used. The framework adequately considers inter-relationship nature among the wastes. Six iterative questions applied to test 31 relationships among the 7 wastes. The result indicates that defect is the most significant waste followed by overproduction and unnecessary motion. The framework is valued as more rational, easy and reliable than the popular subjective method. Keywords: waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment
Penerapan Business Intelligence Pada Aplikasi Partner Relationship Management Di PT Indosat Sales Area Kota Mojokerto
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.448 KB)

Abstract

Abstrak Business Intelligence (BI) merupakan sistem dan aplikasi yang berfungsi untuk mengubah data dalam suatu perusahaan atau organisasi (data operasional, data transaksional, atau data lainnya) ke dalam bentuk pengetahuan. Aplikasi BI melakukan analisis data di masa lampau, menganalisisnya dan kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendukung keputusan dan perencanaan organisasi. Secara sekilas aplikasi Partner relationship management (PRM) merupakan aplikasi business intelligence karena PRM mampu melakukan ekstraksi  data dan  membantu kerja clusster officer (CO) serta dapat dipergunakan sales area manager dalam mengambil keputusan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana penerapan business intelligence pada aplikasi PRM PT Indosat Tbk. Sales Area Mojokerto. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan kepustakaan. Fitur-fitur Aplikasi PRM di antaranya adalah pendaftaran anggota IOC, daftar kunjungan canvasser ke outlet, info member, penjualan starter pack (perdana) yang sell in dan sell out, transaksi penjualan pulsa Indosat, dan perbandingan penjualan starter pack antar provider. Aplikasi PRM dapat mengetahui kunjungan canvasser, jumlah populasi outlet tiap bulan, pendaftaran IOC dan cara mengontrol penjualan produk indosat. Sebagai hasil analisis aplikasi, PRM merupakan aplikasi berbasis web yang berjalan di atas jaringan intranet. Penerapan BI pada aplikasi PRM terlihat pada pengukuran kinerja canvasser, penjualan produk di outlet dan distributor, perbandingan starpeck antar provider, monitoring wilayah penjualan produk, dealer performance. Kekurangan dari aplikasi PRM di PT. Indosat Tbk adalah informasi BI masih berupa data table dan belum berupa dasbard Kata Kunci : PRM, Business Intelligence, IOC  Abstract Business Intelligence (BI) is a system and application functions to convert data in a company or organization (operational data, transactional data, or other data) into the form of knowledge. BI applications perform data analysis in the past, analyze it and then use that knowledge to support decisions and planning organizations. At first glance the application Partner relationship management (PRM) is a business intelligence application for PRM is able to extract the data and to help the working clusster officer (CO) as well as area sales manager can be used in making business decisions. This study aims to describe how the application of business intelligence in applications PRM PT Indosat Tbk. Area Sales Mojokerto. This research includes field studies and literature. PRM Application features include IOC member registration, list of canvasser´s visit to the outlet, info member, selling starter pack (prime) which sell in and sell out, the sale of Indosat pulses, and starter pack sales comparisons between providers. PRM application can know the canvasser´s visit, a population of outlets each month, the IOC registration and how to control the sale of Indosat products. As a result of the analysis application, the PRM is a web-based application that runs on the intranet network. The application of BI on an application PRM looks at canvasser performance measurement, product sales at outlets and distributors, comparison starpeck between providers, monitoring the sale of products, dealer performance. The drawback of PRM application in PT. Indosat Tbk is a BI information in the form of a data table and still not be dasbard keywords: PRM, Business Intelligence, IOC
Multicriteria Decision Making Analysis Rancang Bangun Prototipe Charger Darurat Sepeda Listrik
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.924 KB)

Abstract

Abstrak Dalam beberapa tahun terakhir peluang pasar roda dua kendaraan transportasi seperti sepeda listrik masih sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai alternatif untuk mengganti sepeda motor. Peluang didukung oleh Program Pelaporan Wajib Emisi Otomotif (MDAE) dari Kementerian Lingkungan Hidup menurut Kep. LH No Pria. 141, 2003 di mana salah satu tujuannya adalah untuk mendorong penciptaan kendaraan ramah lingkungan. Oleh karena itu dalam kajian ini berupaya untuk merancang motor-generator darurat sepeda sebagai sumber energi listrik listrik untuk meningkatkan kehandalan mereka sehingga sepeda listrik benar-benar dapat menjadi pilihan non-bahan bakar fasilitas transportasi darat. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah membuat empat alternatif desain dari prototipe E-sepeda charger darurat 1,2,3 dan 4 (A1, A2, A3 dan A4) berdasarkan empat parameter kriteria (= biaya pembuatan K1, K2 = Efisiensi dari sistem, K3 = sistem Ketahanan dan K4 = kemudahan manufaktur) kemudian dipilih desain alternatif terbaik dengan analisis MCDM (Makin Multikriteria analisis Keputusan) dengan menggunakan metode Promethee II. Dari empat alternatif desain akhirnya ditemukan bahwa alternatif desain 4 (A4) adalah desain yang terbaik lengkap dengan peringkat tertinggi adalah 12,24. Berdasarkan analisis MCDM diperoleh kesimpulan bahwa alternatif desain motor-generator adalah alternatif 4 (A4) yang menggunakan motor dengan gulungan 60 dan 0,9 mm diameter kawat dikembangkan sebagai prototipe untuk E-sepeda charger darurat. Kata kunci: energi listrik alternatif, motor-generator, charger darurat, MCDM.Promethee II   Abstract In recent years the market opportunities of two-wheeled transportation vehicle such as electric bikes are still very prospective to be developed as an alternative to substitute the motorcycle. Opportunities supported by the Program of Mandatory Disclosure of Automotive Emissions (MDAE) from the Ministry of Environmental Life according to Kep. LH No Men. 141, 2003 in which one goal is to encourage creation of environmentally-friendly vehicles. Therefore in this study attempted to design a motor-generator as electric bicycle emergency electrical energy source to improve their reliability so the electric bicycle can really be a choice of non-fuel land transportation facilities. The first stage in this study is create four alternative design of the E-bike emergency charger prototype 1,2,3 and 4 (A1, A2, A3 and A4) based on four criteria parameter (= cost of making K1, K2 = Efficiency of the system, K3 = Resilience system and K4 = The ease of manufacture) are then selected the best alternative design with the MCDM analysis (Makin Multicriteria Decision Analysis) using the method Promethee II. Of the four alternative designs were eventually found that the design alternative 4 (A4) is the best design complete with the highest ranking is 12:24. Based on the obtained results of the analysis conducted and the conclusion that all the factors level factors significantly influence the motor rpm by a factor and the best factor level is the number of coil windings 60 with 0.9 mm diameter wire. Based on MCDM analysis obtained the conclusion that the alternative design motor-generator 4 (A4) which use the motor with the windings 60 and 0.9 mm diameter wire was developed as a prototype for an electric energy source for non-fuel electric bike. Keywords: alternative electrical energy, motor-generator,  emergency charger, MCDM.Promethee II
Implementasi Program Iptek bagi Kewirausahaan di Universitas Sriwijaya Tahun 2012
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.218 KB)

Abstract

Abstrak Lulusan perguruan tinggi sebagian besar masih mendambakan bekerja sebagai PNS atau pegawai swasta ketimbang menjadi seorang wirausaha. Padahal peluang untuk menjadi PNS sangat kecil bila dibandingkan jumlah lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya, sehingga jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menduduki tempat tertinggi dibanding lulusan pendidikan lainnya. Program Iptek bagi kewirausahaan (IbK) di Unsri diharapkan mampu menghasilkan wirausaha mandiri pada tahun 2012. Kajian ini bertujuan mengamati implementasi program IbK di UNSRI. Desain penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, kuesioner dan pemeriksaan dokumen. Analisis data dengan cara reduksi data dan analisis SWOT. Temuan yang didapat dalam penelitian ini: motivasi mahasiswa untuk berwirausaha masih perlu ditingkatkan, metode jemput bola terbukti efektif sebagai sosialisasi dan seleksi program IbK, metode Coaching NLP terbukti berhasil meningkatkan usaha mahasiswa menjadi wirausaha mandiri. Dari 26 orang peserta IbK , 6 peserta telah berhasil menjadi wirausaha baru yang siap berkompetisi di masyarakat. Kata kunci: IbK, jemput bola, Coaching NLP,   Abstract The purpose of the research is to observe the implementation of the IbK program in UNSRI,the factors supparting dan inhibiting program, and found improvement strategy implementation IbK program. Design descriptive qualitative and quantitative research. Data collection by way of in-depth interviews, questionnarires and desk study. While the process of data analysis through data reduction and SWOT analysis. The implementation of IbK in 2012 UNSRI already running but is not optimal, mainly because of the student motivation to entrepreneurship still need to be improved, the method proved effective pick up the ball as sosialization and selection program, NLP coaching method proved successful in increasing student effort become independent entrepreneurs. Keywords: IbK, pick up the ball, NLP Coaching.
ANALISIS PENGARUH TRANSFER PENGETAHUAN TERHADAP KELOMPOK TANI PENGOLAH SALAK DI BANGKALAN
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.267 KB)

Abstract

Abstak   Transfer pengetahuan adalah proses belajar suatu unit organisasi berdasarkan pengalaman dari unit organisasi  lain. Keberhasilan transfer pengetahuan tergantung dari keputusan penerima untuk menolak atau menerima pengetahuan baru dari sumber. Industri kecil modern mulai banyak diterapkan pada beberapa usaha kecil maupun industri rumah tangga. Penelitain ini bertujuan menganalisis apakah ada pengaruh transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang telah dilakukan oleh Dinas Koperasi Mikro Dan Usaha Kecil Menengah Bangkalan dan Dinas Pertanian, serta instansi pemerintah yang lainnya terhadap kelompok Tani Ambudi Makmur 2, sebagai salah satu kelompok tani percontohan di Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis karakteristik responden dan variabel-variabel penelitian melalui distribusi frekuensi dan persentase, disamping itu peneliti juga menggunakan analisis paired sample T-Test untuk membandingkan kondisi kelompok tani setelah menerima transfer pengetahuan dengan sebelum menerima transfer pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan profitabilitas sesudah terjadi transfer pengetahuan dibandingkan profitabilitas sebelum ada transfer pengetahuan yaitu sebesar 24%. Kata kunci : Transfer Pengetahuan, Kelompok Tani, Profitabilitas, paired sample T-Test  Abstract Transfer of knowledge is the process of learning an organizational unit based on the experiences of other organizational units. The success of knowledge transfer depends on the recipient´s decision to reject or accept the new knowledge from the source. Modern small industry began widely applied to several small businesses and home industries. This research aims to analyze whether there is the effect of knowledge transfer  that has been done by the Department of  Small and Medium Enterprises Bangkalan and the Department of Agriculture, as well as other government agencies to Ambudi Makmur 2, as a pilot group of farmers in Bangkalan. This research uses descriptive analytical method  to analyze the characteristics of  respondents and the research variables through frequency distributions and  percentages, besides that researchers also used the analysis of paired sample T-Test to compare the condition of the farmer groups after receiving the transfer of knowledge and before receiving a transfer of knowledge. The research results have improved profitability after a transfer of knowledge compared to profitability before the transfer of knowledge that is equal to 24%.Key words: Knowledge Transfer, Farmers Group, Profitability, paired sample T-Test
DECISION SUPPORT SYSTEM OF RESERVE BUILDING CULTURAL REVITALIZATION DETERMINATION USING SIMPLE MULTI-ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE EXPLOITING RANKS METHOD
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.804 KB)

Abstract

Abstrak Revitalisasi adalah suatu upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya vital, akan tetapi kemudian mengalami degradasi. Revitalisasi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian keindahan fisik semata, tetapi juga dilengkapi dengan peningkatan ekonomi masyarakatnya serta pengenalan budaya yang ada, berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk menilai pembobotan bagi seluruh kriteria revitalisasi yang ada, dengan tujuan utama memberikan kontribusi positif pada kehidupan sosial budaya. Penelitian ini akan membahas pembobotan penentuan revitalisasi cagar budaya dengan menggunakan metode SMARTER dimana kondisi fisik tiap bangunan yang ada diperhitungkan. Analisis tersebut berupa penilaian dan pembobotan terhadap tiap bangunan berdasarkan kriteria bangunan sebagai bangunan cagar budaya. Analisis ini berguna untuk menerapkan rekomendasi-rekomendasi yang menjadi dasar revitalisasi yang terkait dengan penanganan tiap bangunan cagar budaya Kata Kunci : SMARTER, Revitalisasi, Cagar Budaya    Abstracts Revitalization is the effort to return the degradation area or part of the city become vital again. Revitalization aims is not only to solve completion of mere physical beauty but also to improve economy communities and to introduce the cultural that exist. Based on these, a method to assess the weighting for the whole revitalization of the existing criteria with the main purpose to provide a positive contribution to the socio-cultural life is needed. This research conducted the weighting of revitalization determination of cultural heritage using SMARTER (Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting Ranks) method which physical conditions of each building that were exist will be accounted. The analysis were assessment and weighting toward each building based on building criteria as heritage building. This analysis was important to implement the recommendations as the foundation of revitalization that associated with the handling of every heritage building. Keywords: SMARTER, Revitalization, Cultural Heritage.
Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.439 KB)

Abstract

Abstrak Kenyamanan termal dalam ruang proses produksi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu bola kering, kelembaban relatif dan sistem ventilasi. Pada penelitian ini ruang dari proses produksi dirancang memiliki luas 1500 m2 dan memiliki 6 menara pendingin. Dari hasil penelitian ruang proses produksi diperoleh  sirkulasi yang terjadi  26,5/jam, kecepatan aliran udara ke dalam sistem 0,9648 m/s dengan faktor koreksi 0,4, memiliki daya evaporatif pendinginan cooling tower sebesar 5472 Watt dan memiliki beban pendinginan 18.173,3 kW. Kondisi ini mampu memenuhi kebutuhan kenyamanan termal untuk produksi ruang yang digunakan sebagai dapur dan dengan jumlah karyawan sekitar 100 orang. Desain menara pendingin mampu memenuhi kebutuhan beban pendinginan sebesar  4%. Kata kunci: Desain ruang proses produksi, Beban pendinginan, Kenyamanan termal alami.   Abstract Thermal comfort in a production process will increase the productivity of labor. Thermal comfort is affected by the dry bulb temperature, relative humidity and ventilation systems. The design space of the production process is designed to have area 1500 m2 and has six cooling towers. From the research results obtained the production process of circulation space which occurred 26.5 / h, air flow rate into the system is 0.9648 m / s with a correction factor of 0.4, has a power ventilation evaporative cooling tower total of 5472 Watts and has a cooling load 18 173, 3 kW. This condition is able to meet the thermal comfort requirements for the production of space used as a kitchen and a number of employees about 100 people. The design of cooling towers to meet the needs of the cooling load around 4%. Keywords : The production process design space, Cooling load , Pasif thermal comfort.
Peluang dan Tantangan Industri Komponen Otomotif Indonesia
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.675 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi industri komponen otomotif Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari industri komponen otomotif melalui laporan penelitian terdahulu, artikel, dan kebijakan pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan industri komponen otomotif terutama untuk memenuhi permintaan pasar  replacement market. Komponen yang sangat potensial untuk dipenuhi permintaannya adalah komponen-komponen yang masuk ke dalam kategori fast moving. Peluang ini dapat digunakan untuk menumbuhkan pabrikan skala kecil dan menengah. Tantangan yang dihadapi untuk  mengembangkan industri komponen otomotif adalah meningkatkan kualitas bahan baku dari dalam negeri untuk mengurangi impor dan meningkatkan kapabilitas pabrikan agar dapat memproduksi komponen dalam jumlah yang memenuhi skala ekonomis produksi dengan tetap memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan.     Kata kunci: Peluang dan tantangan, industri komponen otomotif, replacement market, fast moving Abstract This study aims to determine the opportunities and challenges facing Indonesia´s automotive component industry. The data used are secondary data obtained through the study of the documentation to learn automotive component industry through previous research reports, articles, and government policies. The analytical method used is descriptive analysis. Indonesia has a great opportunity to develop the automotive parts industry, especially to meet the market demand for replacement market. Component with huge potential to fulfill the request is the components that go into a fast moving category. This opportunity can be used to grow small and medium scale manufacturers. Challenges facing the automotive component industry to develop is to improve the quality of domestic raw materials to reduce imports and increase the manufacturing capability to produce parts in quantities to meet production economies of scale while maintaining quality of products produced. Keywords: Opportunities and challenges, the automotive parts industry, replacement market, fast moving
Rancang Bangun Sistem Informasi Bursa Usaha Santri Dan Alumni Pesantren Berbasis Web (Studi Kasus Di Pesantren Al-Muhibbin Tambakberas Jombang)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.396 KB)

Abstract

Abstrak Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan berbasis islam di Indonesia yang berbentuk kompleks. Meskipun terpisah dari kehidupan sekitarnya, pesantren diakui sebagai subkultur dalam masyarakat, sehingga peran nyata pesantren dalam menyelesaikan permasalahan bermasyarakat sangat dibutuhkan, termasuk dalam hal ekonomi dan bisnis. Kekuatan terbesar pesantren dalam menggerakkan roda perekonomian adalah pada kuatnya ikatan santri dan alumni, terbukti dari terbentuknya berbagai organisasi santri dan alumni di berbagai daerah. Organisasi-organisasi ini kemudian dapat dijadikan sebagai jejaring bisnis yang tangguh. Bursa Kerja Santri dan Alumni berbasis web merupakan media komunikasi antara pesantren, santri, dan alumni. Disamping menyediakan data santri dan alumni, muatan terpenting dalam website tersebut adalah informasi tentang usaha yang dimiliki dan/atau pekerjaan yang digeluti. Sehingga dapat menjadi rujukan masing-masing pengguna untuk memulai dan mengembangkan usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Prototyping Method melalui pendekatan Throw-Away, yaitu dengan melakukan analisis kebutuhan pelanggan, memodelkan proses, merancang database, melakukan pengkodean, melaksanakan pengujian dan penerapan. Bursa Kerja Santri dan Alumni secara tidak langsung dapat memberikan pendidikan kewirausahaan kepada santri, memperluas jejaring bisnis antar alumni dan antara santri dengan alumni, sehingga dapat memperkuat perekonomian melalui sektor riil. Kata Kunci : pesantren, santripreneurship, komunikasi bisnis  Abstract Pesantren is one of the Islamic-based educational institutions in Indonesia.  Pesantren is also a unique and complex institution. Although separate from surrounding community pesantren isrecognized as a subculture in society, so that the real role of pesantren in solving social problems is needed, including in economics and business. The most influential effect of pesantren in developing the economy is related to its strong bond between students and alumni, as evidenced by the formation of students and alumni organizations in various regions. The organization has developed as a powerful business network.  To optimize the network, therefore, a web based information system is essential in providing efficient and effective commucation media for students and alumni of the pesantren.  The ntework is also important in expanding the bussiness network for students and alumni as well as to provide entrepreneurial education to students and to strengthen the economy through the real sector. Keyword: pesantren, santripreneurship, business communication
Analisa Kualitas Citra Digital Hasil Akuisisi Jarak Jauh
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.076 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimotivasi oleh banyaknya fenomena alam yang tidak mungkin diamati dari jarak dekat seperti terjadinya bencana alam maupun berbagai kehidupan flora dan fauna. Sementara itu perkembangan penelitian dalam bidang pengamatan visual jarak jauh hingga saat ini menegaskan bahwa obyek yang berada pada jarak jauh memiliki kualitas presentasi yang rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi karakteristik terhadap citra digital hasil akusisi dari jarak jauh, yaitu dengan melakukan perbandingan presentasi histogram serta presentasi dalam domain frekuensi dengan citra digital yang diakuisisi dari jarak dekat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa citra digital yang diakuisisi dari jarak jauh memiliki sebaran nilai pixel yang lebih sempit serta memiliki susunan frekuensi tinggi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan citra digital yang diakuisisi dari jarak dekat, sehingga hasil yang didapatkan dari akuisisi jarak jauh memiliki presentasi yang lebih buram serta mengandung detil obyek yang lebih sedikit.   Kata kunci: Kualitas Citra Digital, Akuisisi Jarak Jauh, Domain Frekuensi Abstract The research is motivated by a number of natural phenomenons which allow monitoring only from a distance such as the occurrence of many natural disasters as well as the life of flora and fauna in the nature. Meanwhile the progress of the research on remote monitoring has proved the the quality of remote object presentation is low. Therefore it is necessary to identify the characteristic of a digital image obtained from remote monitoring i.e. it is accomplished using histogram and frequency comparison against the image obtained from a closed distance acquisition. The research shows that the image obtained from remote monitoring hold a shorter distribution of pixel value compared to the image obtained from a closed distance. And comparison in the frequency domain shows that the image obtained from remote monitoring presents fewer high frequencies, thus its presentation in the space domain looks dull. Kata kunci: Digital Image Quality, Remote Acquisition, Frequency Domain

Page 8 of 24 | Total Record : 237