cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2014): April" : 6 Documents clear
MEMBACA NOVEL THE NOTEBOOK KARYA NICHOLAS SPARKS: DAMPAK PEMBACAAN NOVEL ROMAN POPULER TERHADAP PEREMPUAN Miftahur Roifah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.351

Abstract

Abstrak Tulisan ini menyajikan penjelasan tentang efek dari pembacaan novel populer yang bergenre roman terhadap pembaca perempuan. Roman adalah salah satu jenis dari novel populer yang banyak digemari oleh pembaca perempuan. Roman yang berisikan tentang cerita percintaan ini, cerita di dalamnya dapat menguras emosi dan perasaan dari pembacanya, terutama pembaca perempuan. Perempuan yang memiliki sisi emosional dan sentimentil lebih tinggi dibandingkan laki-laki, akan lebih mudah terhanyut dan terbawa oleh jalan cerita yang ada dalam roman. Tulisan ini akan menganalisa efek yang diberikan dari pembacaan novel The Notebook oleh pembaca perempuan terhadap sisi psikologis mereka. Efek tersebut berhubungan dengan bagaimana novel roman populer secara langsung dan tidak langsung membentuk dan mempengaruhi cara berfikir pembaca perempuannya melalui kisah-kisah percintaan yang ada di dalamnya. Kata kunci: roman, pembaca perempuan, efek psikologis Abstract This paper presents an explanation of the effect of readership a popular romance novel toward female readers. Roman is one kind of popular novels that are much favored by female readers. This roman contains a love story that can drain the emotions and feelings of the readers, especially women readers. Women who have emotional and sentimental side is higher than men, it will be easier swept and carried away by the stories that exist in romance. This paper will analyze the effect given from reading the novel The Notebook by female readers for their psychological side. The effect is related to how popular romance novels directly and indirectly shape and influence the way of thinking of her readers through the stories of romance in it. Keywords: romance, female readers, psychological effects
MENGENAL LEBIH DEKAT MENGENAI BUSHU KANJI Amalia Rizqi Khoiriyah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.352

Abstract

Abstrak Merupakan hal yang wajar, ketika belajar bahasa asing, kita akan menemukan hal-hal yang sulit untuk dipelajari.Kesulitan ini mungkin termasuk tata bahasa, pengucapan, kosakata dan sebagainya.Dalam mempelajari bahasa Jepang sebagai bahasa asing salah satu kesulitan tersebut adalah mengenai huruf.Dalam bahasa Jepang, penulisan huruf dilakukan dengan goresan .Jepang memiliki empat jenis karakter yang kesemuanya berbeda dalam penulisan. Huruf-huruf tersebut adalah hiragana, katakana, kanji dan romaji.Huruf Hiragana dan Katakana sering disebut dengan Kana. Dan hal yang paling sulit bagi pembelajar asing bahasa Jepang adalah huruf kanji. Pada umumnya, seorang pembelajar pemula mempelajari kanji dengan cara mengingat bentuk dan cara bacanya saja tanpa memahami formasi goresannya. Sehingga kanji yang telah dihafal akan dengan mudah terlupakan karena cara menghafalnya tanpa menghubungkan makna dari karakter dasar kanji tersebut. Tapi, jika belajar kanji dengan Bushu atau dengan karakter- karakternya, menghafal dan mencari kanji di kamus kanji akan lebih mudah . Kata Kunci: kanji, bushu, hiragana, katakana Abstract It is a natural thing, when learning a foreign language, we will see things that are difficult to learn. These difficulties may include grammar, pronunciation, vocabulary, and so forth. In studying the Japanese language as a foreign language one of the difficulties is the letters. In the Japanese language, writing letters is done with scratches. Japan has four different kinds of characters that are all different in the writing. These letters are hiragana, katakana, kanji and romaji. Hiragana and katakana letters are often referred as kana. And the most difficult thing for Japanese language learners is about kanji. In general, a beginner learn kanji from memorize manner and how to read it without understanding the formation of scratch itself. So that the scratch that has been memorized will be easily forgotten again because the way of the memorizing without connecting the basic kanji characters meaning. But, if we learn kanji with bushu or with its characters, memorize and search it in the dictionary kanji will be easy. Key words: kanji, bushu, hiragana, katakana
PENERJEMAH, PENERJEMAHAN, DAN BUDAYA Arso Setyaji
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.353

Abstract

Abstrak Dalam penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau Indonesia ke bahasa Inggris, kita sering menemukan istilah budaya mengandung makna konsep yang berbeda atau bahkan tidak ada dalam budaya penerjemah. Perbedaan makna konsep ini akan membuat penerjemah kesulitan dalam menerjemahkan atau mencari ekuivalensi atau padanan. Istilah-istilah budaya ini terkait dengan subsistem budaya yang meliputi: ideologi, struktur sosial, teknoekonomi, dan kepribadian. Kata kunci: translator, istilah budaya, terjemahan Abstract In translation from English into Indonesian or Indonesian into English, we often find cultural terms containing different concept meanings or even aren
ANALISIS IMPLIKATUR PADA FILM FORREST GUMP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS TERJEMAHAN (Pendekatan Pragmatik) Septianingrum Kartika Nugraha
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.354

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis maksim cemohan dalam film Forrest Gump, implikatur, dan dampaknya terhadap kualitas terjemahan dari aspek keakuratan dan keberterimaan. Setelah dilakukan analisis, ditemukan 3 kategori maksim cemohan antara lain jenis cemohan antar maksim, maksim cemohan kuantitas, dan maksim cemohan kualitas. Adanya pelanggaran maksim- maksim tersebut mangandung implikatur yang mempunyai tujuan khusus seperti meyakinkan seseorang, mengekspresikan perasaan dan kondisi, menolak, mengklarifikasikan sesuatu, meminta maaf, menentukan kepastian, dan menyembunyikan perasaan dan kondisi. Dari segi keakuratan, terjemahan ucapan yang mengandung pelanggaran maksim ditemukan adanya 9 data (90%) tergolong pada terjemahan akurat dan 1 data (10%) tergolong pada terjemahan kurang akurat. Sedangkan dari segi keberterimaan, terjemahan ucapan yang mengandung pelanggaran maksim ditemukan adanya 6 data (60%) tergolong pada terjemahan yang berterima, 1 data (10%) tergolong terjemahan yang kurang berterima, dan 3 data (30%) tergolong pada terjemahan yang tidak berterima. Key words: keakuratan, keberterimaan, pelanggaran maksim, implikatur Abstract This study was conducted to describe and analyze the maxim of insulting occurred in the movie Forrest Gump, implicature, and the impact on the translation quality including two aspects: accuracy and acceptability. After analysis, it was found 3 categories of insulting. They are insulting among maxims, insulting maxims of quantity, and insulting maxims of quality. The maxims flouted by speakers have implicatures with certain intention, such as convincing someone, expressing feeling and condition, showing refusal, clarifying something, asking for forgiveness, looking for certainty, and hiding feeling and conditions. The result of translation accuracy of flouting the maxim shows that there are 9 data (90%) belong to accurate translation and one datum (10%) is categorized into less accurate translation. Meanwhile, the analysis of acceptability translation shows that there are 6 data (60%) categorized into acceptable translation, one datum (10%) is included in the less acceptable translation, and 3 data (30%) belong to unacceptable translation. Key words: accuracy, acceptability, flouting the maxim, implicature
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN PARTIKEL, PERUBAHAN KATA SIFAT, DAN KATA TANYA BAHASA JEPANG KELAS XI BAHASA SMA KEMALA BHAYANGKARI TAHUN AJARAN 2006/2007 Rina Suci Andriani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.355

Abstract

Abstrak Mampu menggunakan bahasa Jepang dengan baik adalah tujuan belajar bahasa asing Bahasa. Dalam kegiatan belajar bahasa asing, membuat kesalahan merupakan hal yang tidak bisa dihindari, begitu pula dalam mempelajari bahasa Jepang. Dengan membuat kesalahan, diharapkan siswa dapat memahami lebih baik tentang apa yang telah mereka pelajari. Peserta didik SMA yang belajar bahasa Jepang diharapkan mampu memahami pola dasar bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa level SMA sederajat di SMA KEMALA Bhayangkari Surabaya kelas XI dalam hal penggunaan partikel partikel (Joshi), perubahan kata sifat (keiyoushi ada Henka), dan kata tanya (Gimon shi). Setelah melakukan analisis, skor penilaian siswa di untuk penggunaan partikel dikatakan baik dengan skor 69,56 sedangkan untuk perubahan kata sifat (keiyoushi ada Henka) dinyatakan cukup dengan nilai 67,89 dan kemampuan siswa perihal kata tanya (Gimon Shi) dinyatakan cukup baik dengan skor 76,81. Kata kunci: partikel (joshi), perubahan kata sifat (keiyoushi ada Henka), kata tanya (Gimon shi) Abstract Being able to use the Japanese language properly is the purpose of learning a foreign language Bahasa. In the activities of learning foreign language, it can not be separated from making mistakes, especially in learning Japanese language. By making mistakes, it is expected that students can understand better about what they have learned. High school learners who learns foreign languages like Japanese are expected to understand the basic Japanese patterns. Thus, this research is conducted on the ability of high school students in high school English class XI KEMALA Bhayangkari Surabaya in working on particles (Joshi), adjectives changes (keiyoushi no Henka), and question words (Gimon shi). After doing analysis, the results found that student
PRAANGGAPAN DAN PERIKUTAN DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA JEPANG Sri Aju Indrowaty
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 5 No. 2 (2014): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v5i2.356

Abstract

Abstrak Bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi manusia. Tanpa bahasa, manusia tidak dapat melakukan interaksi satu sama lain. Penelitian ini berkaitan dengan analisis struktural dan tindak tutur yang merupakan bagian dari pragmatik. Ketika pembicara mengatakan sesuatu, pendengar harus memahami maksud pembicara. Dalam hal ini, praanggapan dan perikutan dapat ditemukan dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Jepang. Penelitian ini akan membahas lebih lanjut tentang perbedaan praanggapan dan perikutan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Kata Kunci: pragmatik, praanggapan, perikutan Abstract Language has an important role in human language communication. Without a languge, human cannot do interaction to each other. This research is related to structural analysis and speech act, a part of pragmatics. When a speaker says something, a hearer should understang the intention of speakers. It turns out both English and Japanese a presupposition and entailments. This research will explore more about differences of presupposition and entailments in English and Japanese. Key Words: pragmatics, presupposition, entailment

Page 1 of 1 | Total Record : 6