cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2015): September" : 6 Documents clear
MITIGASI: UPAYA PENGHALUSAN TUTURAN SEBAGAI WUJUD STRATEGI KESANTUNAN Angga Aminullah Mansur
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.393

Abstract

Abstrak Dalam komunikasi antarpribadi, keadaan muka (face) tiap peserta tutur yang terlibat dalam sebuah percakapan dikatakan senantiasa dalam keadaan terancam. Tuturan yang diujarkan oleh seorang penutur berisiko mengakibatkan tindak pengancaman muka (face threatening act) bagi petuturnya. Untuk menghindarkan diri dari tindak pengancaman muka (face threatening act) tersebut serta untuk mencapai tujuan komunikasi sebagaimana dikehendaki, sebuah upaya penghalusan tuturan atau mitigasi lazim dilakukan. Tulisan ini akan membahas mitigasi ditinjau dari sudut pandang pragmatik; yakni sebuah upaya penghalusan tuturan sebagai wujud dari strategi kesantunan (politeness strategy). Beberapa teori mitigasi dari beberapa pakar akan dipaparkan. Bentuk-bentuk mitigasi dan korelasinya dengan prinsip-prinsip kesantunan sebagai sebuah konsep budaya yang universal tak luput dari pokok bahasan tulisan ini. Kata kunci : mitigasi, bentuk, strategi kesantunan, prinsip kesantunan Abstract In an interpersonal communication, someone's face always tends to be in a threatened condition. The utterance uttered by a speaker tends to cause a face threatening act on its hearer. To keep one's face away from this face threatening act and to achieve the objective of communication, some softening act of an utterance known as mitigation needs to be done. This paper discusses mitigation from pragmatics point of view; that is, a speech softening-act as a form of politeness strategy. Some theories of mitigation are also presented. The forms of mitigation and its correspondence to politeness principles as a culture-universal concept are also discussed. Key words: mitigation, forms, politeness strategy, politeness principle
PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM MENERJEMAHKAN PERCAKAPAN Irta Fitriana
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.394

Abstract

AbstrakPragmatik dapat menjadi salah satu pendekatan dalam penerjemahan. terutama dalam menerjemahkan ujaran atau percakapan. Pragmatik merupakan salah satu cabang ilmu bahasa (linguistik) yang berfokus pada makna kontekstual atau studi tentang makna pembicara. Dalam hal ini, makna pembicara merupakan pesan atau makna yang dimaksudkan. Pemikiran ini sejalan dengan konsep penerjemahan. Terjemahan dianggap sebagai fasilitator untuk membuat komunikasi antara dua orang dengan bahasa yang berbeda dapat saling memahami satu sama lain dengan baik. Memahami pragmatik dapat menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siapa saja termasuk penerjemah. Kadang-kadang makna literal yang dihasilkan, belum menghasilkan hasil terjemahan yang maksimal. Sebuah kondisi praktis analisis bahasa diluar dari prinsip-prinsip struktural akan mendapatkan komunikasi yang efektif. Tulisan ini berisi beberapa pemikiran dan kontribusi pendekatan pragmatik dalam menerjemahkan percakapan. Kata kunci: terjemahan, pragmatik, percakapanAbstractPragmatics can be an approach in translation, especially in translating utterances or conversations. Pragmatics is a linguistic study focusing on the context or the study of speaker meaning. In this case, speaker meaning is considered as message or intended meaning. This proposition is in line the concept of translation. Translation is considered as a facilitator to make a communication between two people with different language understand well each other. Understanding pragmatics can be one of competencies should be exactly had by anyone learning language included a translator. Sometimes a literal meaning found has not produced a maximal result. A practical condition of language analysis which is out of structural principles will get an effective and efficient communication. This paper contains some consideration and contribution of pragmatics approach in translating conversation. Key words: translation, pragmatics, conversation
GAMBARAN KEHIDUPAN GEISHA DALAM NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN (PENDEKATAN MIMETIK) Qurratul A'ini
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.395

Abstract

Abstrak Artikel ini adalah sebuah kritik sastra yang meneliti tentang gambaran kehidupan geisha dalam novel Memoirs of A Geisha karya Arthur Golden. Penelitian ini fokus pada diskusi tentang gambaran kehidupan geisha yang terdapat dalam novel Memoirs of A Geisha yang mencakup 3 sisi kehidupan geisha, yaitu: tingkatan pelatihan, seni, dan gaya dari geisha dengan menggunakan pendekatan mimetic. Tiga sisi kehidupan geisha yang terdapat dalam novel memiliki deskripsi yang sama seperti yang ada dalam realita. Namun, ditemukan juga perbedaan antara gambaran yang terdapat di novel dan di realita, yaitu dalam penamaan maiko. Akhirnya, dengan menggunakan pendekatan mimetic gambaran kehidupan geisha digambarkan dengan baik dalam novel Memoirs of A Geisha, khususnya tingkatan pelatihan, seni dan gaya geisha. Kata Kunci : Gambaran, Kehidupan, Pendekatan Mimetik Abstract This article is a literary criticism that analyzed the portrayal of a geisha's life in the novel Memoirs of A Geisha by Arthur Golden. This study focused on the discussion about the image of geisha
JENIS KESALAHAN YANG BIASA TERJADI DALAM KARANGAN BERBAHASA BAHASA JEPANG Sri Aju Indrowaty
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.396

Abstract

Abstrak Pengunaan berbagai bahasa menimbulkan berbagai kesalahan berbahasa, baik disadari maupun tidak disadari. Kesalahan merupakan ciri dari pembelajaran. Namun demikian kesalahan dalam berbahasa sangat mengganggu dalam usaha pencapaian tujuan bahasa yang baik. Penggunaan bahasa Jepang dalam penulisan, terutama dalam sebuah karangan sering menimbulkan berbagai kesalahan. Kata kunci : Kesalahan , Karangan, jenis kesalahan Bahasa Jepang Abstrak The use of some languages created verious language errors, whwther it was done consciously or not. Errors are characteristic of learning. Errors in speaking, however, is very disturbing in the way to achieve the objectives of language well. The use of Japanese language in writing, especially in an essay often caused various errors. Key words: errors, essay, kinds of Japanese errors
STRATEGI KESOPANAN YANG DIGUNAKAN OLEH KARAKTER KORA DALAM THE AVATAR: FILM THE LEGEND OF KORRA Ifada Ziky Ilahia
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.397

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas strategi kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh Korra dalam film
ANALISIS PENERAPAN KAWAII-BUNKA SEBAGAI PRODUK JAPANESE POPULAR CULTURE PADA DESAIN KEMASAN PRODUK MAKANAN RINGAN DI JEPANG Siti Azizah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.398

Abstract

Abstrak Jepang memiliki banyak ragam budaya. Mulai dari budaya tradisional yang dijaga keasliannya sejak turun temurun maupun budaya-budaya modern yang lahir akibat pengaruh budaya dari negara lain. Budaya modern ini dinamakan budaya populer atau yang umum dinamakan Japanese Pop Culture. Japanese Pop Culture melahirkan beberapa budaya massal lainnya termasuk budaya Kawaii. Unsur kawaii tidak hanya memberikan kesan kekanak-kanakan tapi juga memberikan kesan feminin yang manis dan cantik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teori kawaii oleh Inuhiko Yomota dan teori Japanese Pop Culture oleh Timothy J. Craig untuk menganalisis penerapan kawaii bunka terhadap desain kemasan pada produk makanan ringan yang ada di Jepang. Data yang dikumpulkan sebanyak 38 data. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan dari 38 data berupa kemasan produk makanan ringan dengan berbagai merek yang berhasil dikumpulkan semua kemasan makanan ringan tersebut menggunakan unsur kawaii pada desain kemasannya. Hal ini menunjukkan kecintaan masyarakat Jepang terhadap budaya kawaii ini sangat besar. Kata Kunci: Japanese popular culture, kawaii-bunka, desain kemasan. Abstract Japan has many cultural diversities. They are starting from a traditional culture that is hereditary preserved its authenticity to the modern cultures that are resulted from the cultural influence from other countries. This kind of modern culture is called popular culture or commonly called Japanese Pop Culture. Japanese Pop Culture produces other mass culture including Kawaii culture. Kawaii elements gives not only the impression of childish but also gives the impression of feminine and beautiful. This research is a descriptive qualitative research. It used the theory of kawaii by Inuhiko Yomota and the theory of Japanese Pop Culture by Timothy J. Craig to analyze the application of kawaii Bunka in packaging design of snack food products in Japan. The data collected were as many as 38 data. The results of the analysis showed that the 38 data which were in the form of packaging snack food products with different brands used kawaii elements for the design of the packaging. It shows that the affection of Japanene people of kawaii culture is very big. Key words: Japanese Popular Culture, Kawaii-bunka, Packaging Design.

Page 1 of 1 | Total Record : 6