cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "No 05 (2009): November" : 8 Documents clear
APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA (TWO WAY HIDRANT) MODEL H-14 AP DI PT. KARYA PADUYASA LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Luthfianto, Saufik; ., Suwandono; ., Siswiyanti
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.263 KB)

Abstract

PT. Karya Paduyasa berdiri pada tanggal 8 April 1964 dengan nama “Karya Yasa”, pada awal berdiri bergerak dibidang pembuatan mesin-mesin tekstil, rekayasa mesin pengolah makanan (mesin soun, mesin bihun, mesin mie) dengan tenaga 6 orang dan saat ini PT. Karya Paduyasa merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Hidrant yang sedang berusaha meningkatkan produknya melalui pengurangan waktu menganggur pada mesin produksinya. Oleh karena itu perlu diperhatikan tentang penjadwalan mesin yang merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Berdasarkan pertimbangan diatas maka kami dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui waktu menganggur mesin dan produktivitas dari mesin tersebut. Halini juga akan sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai pertimbangan menjadwalkan mesin pada produk hidrant pilar dua. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penjadwalan mesin dengan jaringan petri, metode ini akan diketahui waktu siklus sirkuit yaitu setiap produk diketahuijumlah waktu dalam proses produksinya, kemudian waktu siklus mesin yaitu setiap mesin diketahui jumlah waktunya dalam menghasilkan produk dengan mengakumulasi jumlah waktu membuat produk, dengan begitu kita dapat mengetahui mesin tersibuk dalam proses produksi dan berapa jumlah jeton minimum setiap sirkuit proses produk. Dalam penelitian ini dihasilkan Waktu siklus fabrikasi maksimum adalah pada pembuatan produk 1 yaitu sebesar 96,4 menit, Waktu periode selama pembuatan produk adalah 131,29 menit, dan Produktivitas maksimum dari pembuatan hydrant pilar dua adalah sebesar 10,94 unit / hariKata Kunci: Penjadwalan Mesin, Metode Jaringan Petri, Produktivitas
PEMACU PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN NILEM DENGAN TEKNIK INDUKSI HORMON Hartanti, Ninik Umi; ., Nurjanah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.799 KB)

Abstract

Induksi dengan mengunakaan berberapa hormone analog pada calon induk untuk mempercepat kematangan gonad. Penemuan baru ini merupakan pemecahan masalah budidaya, yang mana ikan tidak dapat matang sempurna dan memijah di dalam wadah pemeliharaan karena faktor internal dan eksternal yang tidak memungkinkan. Penelitian menggunakan 6 induk ikan nilem dan 3 jantan sebagai perlakuan induk ikan nilem diinduksi dengan menggunakan hormone GnRH(Ovaprin), Progesteron dan Estradiol,dan dari ketiga perlakuan tersebut hormone yang paling cepat menginduksi pematangan gonad adalah Estradiol kemudian Progesteron dan yang terakhir Ovaprin. Kata Kunci : Induksi,Hormon,Matang gonad
PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBALISASI ., Zulfah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.957 KB)

Abstract

Sumber daya manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala tantangan dan diharapkan mampu memanfaatkan peluang serta dapat memenuhi tuntutan kebutuhan, khususnya yang ada atau datang dari lingkungan kerjanya. Dengan demikian sumber daya manusia tidak henti-hentinya ditantang untuk lebih mampu mengembangkan potensi yang ada, ditambah upaya lain dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas kemampuan dan sekaligus mendukung produktivitas kerja. Peningkatan kualitas kemampuan profesional sumber daya manusia melalui program pendidikan, latihan dan pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu dan teknologi dalam bentuk inovasi yang tidak dapat terlepas dari program perencanaan tenaga kerja, sehingga sumber daya manusia tidak lagi menjadi beban, tetapi merupakan aset yang mampu bekerja secara produktif.   Kata kunci : Produktivitas, inovasi, produktif dan aset
PASANG SURUT AIR LAUT DI PANTAI KOTA TEGAL ., Soebyakto; ., Zulfah; ., Mustaqim
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.951 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala alam atau fenomena alam yaitu terjadinya pasang surut laut yang diakibatkan oleh gaya tarik-menarik antara Bumi-Bulan dan Bimi-Matahari. Kampus Universitas Pancasakti Tegal berada di dekat pantai, pada saat air pasang, beberapa halaman dan jalan yang menuju ke kampus UPS tergenang air laut, kadang-kadang cukup tinggi dan kadang-kadang hanya banjir kecil saja. Hal itulah yang mendorong peneliti ingin mengetahui seberapa besar ketinggian air laut pasang pada saat bulan mati atau bulan baru dan bulan purnama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode gaya gravitasi dari hukum Newton tentang gravitasi yaitu gaya tarik-menarik antara dua benda yang bermassa, dalam hal ini antara massa Bumi dan massa Bulan serta massa Bumi dan massa Matahari. Dari pengembangan metode ini, akan didapat ketinggian pasut fungsi dari lintang tempat. Untuk membuktikan kebenaran teori ini, dilakukan pengamatan pasut secara langsung di pantai Kota Tegal. Ketinggian pasut rata-rata, berdasarkan pengamatan selama empat bulan adalah 37,9 cm. Ketinggian rata-rata hasil perhitungan pasang surut air laut secara teori adalah 33,9 cm untuk sistem Bumi-Bulan dan 15,6 cm untuk sistem Bumi-Matahari. Hasil yang diperoleh dari hasil perhitungan pasut dimana gaya pembangkit pasut matahari menggunakan jarak rata-rata bumi-bulan dan jarat rata-rata bumi-matahari. Hasil pengamatan pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2009, ketinggian pasutnya memiliki interval dari 2 cm pada tanggal 23 Maret 2009 sampai dengan 87 cm pada tanggal 1 Juni 2009. Nilai tersebut adalah nilai minimum dan maksimum selama empat bulan pengamatan. Kata Kunci : Pasut, Pasang Surut Air Laut
PASANG SURUT AIR LAUT DI PANTAI KOTA TEGAL ., Soebyakto; ., Zulfah; ., Mustaqim
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.951 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala alam atau fenomena alam yaitu terjadinya pasang surut laut yang diakibatkan oleh gaya tarik-menarik antara Bumi-Bulan dan Bimi-Matahari. Kampus Universitas Pancasakti Tegal berada di dekat pantai, pada saat air pasang, beberapa halaman dan jalan yang menuju ke kampus UPS tergenang air laut, kadang-kadang cukup tinggi dan kadang-kadang hanya banjir kecil saja. Hal itulah yang mendorong peneliti ingin mengetahui seberapa besar ketinggian air laut pasang pada saat bulan mati atau bulan baru dan bulan purnama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode gaya gravitasi dari hukum Newton tentang gravitasi yaitu gaya tarik-menarik antara dua benda yang bermassa, dalam hal ini antara massa Bumi dan massa Bulan serta massa Bumi dan massa Matahari. Dari pengembangan metode ini, akan didapat ketinggian pasut fungsi dari lintang tempat. Untuk membuktikan kebenaran teori ini, dilakukan pengamatan pasut secara langsung di pantai Kota Tegal. Ketinggian pasut rata-rata, berdasarkan pengamatan selama empat bulan adalah 37,9 cm. Ketinggian rata-rata hasil perhitungan pasang surut air laut secara teori adalah 33,9 cm untuk sistem Bumi-Bulan dan 15,6 cm untuk sistem Bumi-Matahari. Hasil yang diperoleh dari hasil perhitungan pasut dimana gaya pembangkit pasut matahari menggunakan jarak rata-rata bumi-bulan dan jarat rata-rata bumi-matahari. Hasil pengamatan pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2009, ketinggian pasutnya memiliki interval dari 2 cm pada tanggal 23 Maret 2009 sampai dengan 87 cm pada tanggal 1 Juni 2009. Nilai tersebut adalah nilai minimum dan maksimum selama empat bulan pengamatan. Kata Kunci : Pasut, Pasang Surut Air Laut
PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBALISASI ., Zulfah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.957 KB)

Abstract

Sumber daya manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala tantangan dan diharapkan mampu memanfaatkan peluang serta dapat memenuhi tuntutan kebutuhan, khususnya yang ada atau datang dari lingkungan kerjanya. Dengan demikian sumber daya manusia tidak henti-hentinya ditantang untuk lebih mampu mengembangkan potensi yang ada, ditambah upaya lain dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas kemampuan dan sekaligus mendukung produktivitas kerja. Peningkatan kualitas kemampuan profesional sumber daya manusia melalui program pendidikan, latihan dan pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu dan teknologi dalam bentuk inovasi yang tidak dapat terlepas dari program perencanaan tenaga kerja, sehingga sumber daya manusia tidak lagi menjadi beban, tetapi merupakan aset yang mampu bekerja secara produktif.   Kata kunci : Produktivitas, inovasi, produktif dan aset
APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA (TWO WAY HIDRANT) MODEL H-14 AP DI PT. KARYA PADUYASA LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Luthfianto, Saufik; ., Suwandono; ., Siswiyanti
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.263 KB)

Abstract

PT. Karya Paduyasa berdiri pada tanggal 8 April 1964 dengan nama ?Karya Yasa?, pada awal berdiri bergerak dibidang pembuatan mesin-mesin tekstil, rekayasa mesin pengolah makanan (mesin soun, mesin bihun, mesin mie) dengan tenaga 6 orang dan saat ini PT. Karya Paduyasa merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Hidrant yang sedang berusaha meningkatkan produknya melalui pengurangan waktu menganggur pada mesin produksinya. Oleh karena itu perlu diperhatikan tentang penjadwalan mesin yang merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Berdasarkan pertimbangan diatas maka kami dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui waktu menganggur mesin dan produktivitas dari mesin tersebut. Halini juga akan sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai pertimbangan menjadwalkan mesin pada produk hidrant pilar dua. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penjadwalan mesin dengan jaringan petri, metode ini akan diketahui waktu siklus sirkuit yaitu setiap produk diketahuijumlah waktu dalam proses produksinya, kemudian waktu siklus mesin yaitu setiap mesin diketahui jumlah waktunya dalam menghasilkan produk dengan mengakumulasi jumlah waktu membuat produk, dengan begitu kita dapat mengetahui mesin tersibuk dalam proses produksi dan berapa jumlah jeton minimum setiap sirkuit proses produk. Dalam penelitian ini dihasilkan Waktu siklus fabrikasi maksimum adalah pada pembuatan produk 1 yaitu sebesar 96,4 menit, Waktu periode selama pembuatan produk adalah 131,29 menit, dan Produktivitas maksimum dari pembuatan hydrant pilar dua adalah sebesar 10,94 unit / hariKata Kunci: Penjadwalan Mesin, Metode Jaringan Petri, Produktivitas
PEMACU PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN NILEM DENGAN TEKNIK INDUKSI HORMON Hartanti, Ninik Umi; ., Nurjanah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.799 KB)

Abstract

Induksi dengan mengunakaan berberapa hormone analog pada calon induk untuk mempercepat kematangan gonad. Penemuan baru ini merupakan pemecahan masalah budidaya, yang mana ikan tidak dapat matang sempurna dan memijah di dalam wadah pemeliharaan karena faktor internal dan eksternal yang tidak memungkinkan. Penelitian menggunakan 6 induk ikan nilem dan 3 jantan sebagai perlakuan induk ikan nilem diinduksi dengan menggunakan hormone GnRH(Ovaprin), Progesteron dan Estradiol,dan dari ketiga perlakuan tersebut hormone yang paling cepat menginduksi pematangan gonad adalah Estradiol kemudian Progesteron dan yang terakhir Ovaprin. Kata Kunci : Induksi,Hormon,Matang gonad

Page 1 of 1 | Total Record : 8