cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01 (2015): Juni" : 24 Documents clear
Strategi Pengelolaan Terpadu Waduk sebagai Kawasan Agrohidroekowisata Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan Kartana, Tri Jaka; Apriyani, Dewi; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.015 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan kawasan DTA waduk cacaban sebagian besar tidak sesuai dengan peruntukannya, bahkan digunakan untuk pertanian semusim dan kegiatan masyarakat lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan keruhnya kondisi perairan yang pada akhirnya menambah sedimentasi di dasar waduk. Pemanfaatn lahan sebagai kawasan lindung dan daerah penyangga di DTA untuk usaha pertanian semusim mengakibatkan dimusim hujan erosi yang terjadi lebih besar dari erosi yang ditoleransi sehingga berakibat butiran tanah masuk ke perairan mempertebal sedimentasi didasar waduk. Fungsi waduk cacaban sebagai penyedia air untuk pertanian teknis tidak maksimal karena volume berkurang dan penurunan kualitas air. Pemanfaatan lahan di kawasan waduk cacaban untuk bidang perkebunan banyak kegiatan masyarakat yang dapat menyebabkan kekeruhan perairan waduk, sehingga akan menambah sedimentasi waduk cacaban. Pemamfatan lahan sebagai perumahan di sekitar waduk dapat menyebabkan berkurangnya kualitas air waduk. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dapat menyebabkan menurunnya kualitas fungsi waduk baik untuk pengairan maupun perikanan. Kegiatan perkebunan yang dapat menyebabkan bertambahnya potensi sedimen perlu adanya peraturan yang jelas, sehingga dapat mengurangi sedimentasi di kawasan waduk.Kata kunci : Pengelolaan Waduk Cacaban, Agrohidroekowisata, Berwawasan lingkungan.
Strategi Peningkatan Konsusmsi Ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah Harinto, Viki; Budhiati, Retno; Zuhry, Noor
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.304 KB)

Abstract

Strategi peningkatan konsumsi ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah yang perlu dilakukan adalah : 1) Memperkuat dan memperluas konektivitas antara sentra produksi hulu, produksi hilir dan pemasaran secara efisien. 2) Promosi penggunaan teknologi produksi dan pemasaran yang lebih efisien dan efektif melalui media promosi yang ada. 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan melalui sosialisasi yang intensif. 4) Pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 5/Permen- Kp/2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). 5) Mengembangkan ketersediaan produk perikanan yang bernilai tambah yang sehat dan aman melalui program penguatan dan pemerataan jaringan pemasaran hasil perikanan. 6) Menumbuhkan inovasi teknologi produk olahan hasil perikanan terutama untuk produk-produk yang tidak memiliki nilai ekonomis sehingga mempunyai nilai tambah.Kata kunci : Strategi Peningkatan Konsumsi Ikan.
Upaya Perbaikan Kualitas Perairan Tambak dengan Penggunaan Kompos Berbahan Baku Daun Kayu Jati dalam Pengelolaan Tambak Berwawasan Lingkungan Kurniawan, Budi; ,, Kusnandar
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.601 KB)

Abstract

Kompos dengan bahan baku daun jati akan meningkatkan tingkat keseburan media selama penelitian. Tingkat saprobitas dikategotikan dalam saprobitas : oligosaprobik (belum tercemar) sampai dengan ? Mesosaprobik (pencemaran sedang sampai ringan) dengan indikasi kesuburan dapat dimanfaatkan dan dapat dimanfaatkan untuk lokasi budidaya kerang, tiram, ikan kakap, bandeng dan rumput laut Perbedaan jenis kompos berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kelimpahan plankton, indeks SI dan TSI, indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman, dan Indeks Kemerataan, sedangkan perbedaan dosispemberian kompos tidak berpengaruh terhadap kelimpahan plankton, indeks SI dan TSI, indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman, dan Indeks Kemerataan. Kandungan nitrogen dan phospat pada kompos daun jati lebih tinggi daripada jenis kompos yang lainnya.Kata kunci : Perbaikan Kualitas, Kompos Daun Kayu Jati, Pengelolaan Tambak
Salinitas dan Flake Serasah Daun Mangrove yang Berbeda Mempengaruhi Pertumbuhan (Dendronereis pinnaticiris) Hartanti, Ninik Umi; ,, Suyono
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.605 KB)

Abstract

Result of the research showed that leaf litter of A. Marina contained 19.48% which was higher than that of R. stylosa that contained 5,86%, while R. stylosa contained lipid of 2.31 % dry weight, which was higher than that of A marina that contained lipid of 1.96 % dry weight. R. stylosa contained the highest fibre. Survival rate of PlS1 66.667 %, P1S2 100 %, P2S1 100 %, P2S2 100%, P3S1 was 100% and P3S2 was 100%. The different feed types affected body weight increment, where P1S1 was 0 mg, PlS2 was 227 mg, P2S1 was 27,9 mg P2S2 was 143 mg and P3S1 was 134 mg and P3S2 was 93 mg. The average number of  posterior segment generated was P1S1 (5,08), P1S2 (59,8), P2S1 (18,33), P2S2 (47,7) and P3S1 (40) P3S2 (33,5). Feeding artificial diet made from leaf mangrove litter as raw material increased growth but did not increase survival rate of the worm. Growth of the nereid worm fed with flake composed from leaf litter of A marina anda 30 ppt salinity was greater than that fed with flake made of leaf litter another and the mixture of leaf litter of both mangrove plant species.Key Word : nereid worm, leaf litter of mangrove plant, feed
Konsentrasi Logam Berat (Pb, Cu ) Pada Kerang Darah (Anadara Granosa) di Kawasan Pantai Keranji Bangka Tengah dan Pantai Teluk Kelabat Bangka Barat Selpiani, Lena; ,, Umroh; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.636 KB)

Abstract

Pantai Keranji merupakan kawasan perairan yang terbuka, sedangkan Pantai Teluk Kelabat merupakan kawasan perairan tertutup. Kedua perairan tersebut memiliki sumberdaya laut salah satunya adalah Kerang Darah. Banyaknya limbah seperti logam berat Pb dan Cu di perairan memberi pengaruh bagi kehidupan organisme. Kerang Darah merupakan hewan yang dijadikan bioindikator di perairan, karena bersifat deposit feeder atau filter feeder mampu mengakumulasi logam berat dalam jumlah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat Pb dan Cu pada kerang darah, serta mengetahui parameter lingkungan perairan. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam berat tertinggi pada Kerang Darah adalah Cu 0,428 ppm, dan terendah adalah Pb 0,0001 ppm. Konsentrasi logam berat tertinggi pada air laut adalah Cu 1,95 ppm, dan terendah adalah Pb 0,0009 ppm. Konsentrasi logam berat tertinggi dalam sedimen adalah Cu 0,6995 ppm, dan terendah Pb 0,0004 ppm. Nilai BCF menunjukan kemampuan Kerang Darah mengakumulasi logam berat rendah. Analisis logam berat tertinggi adalah Cu.Kata Kunci : Kerang Darah, Logam Berat, Pb, Cu, Pantai Keranji dan Teluk Kelabat
Strategi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem ,, Kusnandar; Mulyani, Sri
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.489 KB)

Abstract

Pendekatan potensi sumberdaya perikanan pesisir secara terpadu terhadap aspek pengelolaan sumberdaya perikanan yang meliputi : aspek ekologi, aspek ekonomi, aspek teknologi, aspek sosial kultural masyarakat, dan aspek ekternal belum tersusun dengan baik, sehingga kadang terjadi tumpang tindih pengelolaan sumberdaya antara beberapa sektor pembangunan. Berdasarkan matrik faktor strategi internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan, diperoleh bahwa nilai total faktor strategi internal (IFAS) sebesar 2,24 dan eksternal (EFAS) sebesar 2,25; sehingga jika dimasukkan dalam matrik internal eksternal Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan berada dalam posisi sel (segmen) V yang berarti Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan berada pada kondisi yang relatif stabil dan kemungkinan dapat terjadi pertumbuhan dan masihmemungkinkan untuk dikembangkan.Kata kunci : Strategi Pengelolaan, Sumberdaya Perikanan, Ekosistem
Permodelan Basis Data Spasial untuk Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Pesisir Berkelanjutan Budhiati, Retno; Mulyani, Sri; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.382 KB)

Abstract

Pengelolaan wilayah pesisir pantura yang meliputi pesisir Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes telah mengalami degradasi lingkungan dan kegiatan pengelolaan, serta tata ruang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Pelestarian Lingkungan dan Pemanfaatan Pesisir adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat pantai dan taraf hidup masyarakat pantai melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Pengelolaan sumber daya perikanan wilayah pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan ekosistem sumber daya melibatkan berbagai unsur terpadu antara masyarakat sebagai pelaksana dan pemerintah sebagai penggagas dan penyelaras kegiatan sehingga diperoleh keterpaduan pengelolaan pesisir yang berwawasan lingkunga dan berkelanjutan. Upaya-upaya mencapai kebijakan tersebut dapat diusahakan dengan mengadakan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspirasi masyarakat pengguna wilayah pesisir tersebut (stakeholder) serta konflik kepentingan dan pemanfaatan yang mungkin ada dalam masyarakatKata kunci : Permodelan Basis Data Spasial, Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Ekosistem Pesisir
Model Optimasi Pengelolaan Kualitas Lingkungan melalui Peran Biofilter Rumput Laut (Gracilaria sp.) untuk Pengembangan Tambak yang Berkelanjutan Mulatsih, Sri; ,, Nurjanah
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.614 KB)

Abstract

Kondisi perairan dan lahan tambak di kawasan pesisir Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mengalami peningkatan kualitas perairan dengan adanya peran biofilter rumput laut dengan hasil penyerapan kandungan nitrogen (N) yaitu 0,08% , kandungan phosphor 0,01 % dan kandungan unsur C organik yang terserap pada rumput laut 0,07 %. Keberadaan budidaya rumput laut di tambak mampu meningkatkan kualitas lingkungan tambak terutama kandungan bahan organik unsur N dan P dibandingkan dengan tambak yang tidak ditanami rumput laut. Perbedaan tersebut tercemin dari kandungan BO, N,P pada akhir penelitian sebesar BO 112,72 %, N 0,34 % dan P 0,02 % untuk tambak rumput laut. Sedangkan tambak yang tidak ditanami rumput laut kandungan BO, N,P adalah : BO 106,20 %, N 0,32 % dan P 0,01 %. Kualitas air selama penelitian menunjukan bahwa kulitas air berada pada kisaran yang layak untuk kegiatan budidayaKata kunci : Model Optimasi, Kualitas Lingkungan,Biofilter, Pengembangan Tambak
Strategi Peningkatan Konsusmsi Ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah Harinto, Viki; Budhiati, Retno; Zuhry, Noor
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.304 KB)

Abstract

Strategi peningkatan konsumsi ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah yang perlu dilakukan adalah : 1) Memperkuat dan memperluas konektivitas antara sentra produksi hulu, produksi hilir dan pemasaran secara efisien. 2) Promosi penggunaan teknologi produksi dan pemasaran yang lebih efisien dan efektif melalui media promosi yang ada. 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan melalui sosialisasi yang intensif. 4) Pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 5/Permen- Kp/2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). 5) Mengembangkan ketersediaan produk perikanan yang bernilai tambah yang sehat dan aman melalui program penguatan dan pemerataan jaringan pemasaran hasil perikanan. 6) Menumbuhkan inovasi teknologi produk olahan hasil perikanan terutama untuk produk-produk yang tidak memiliki nilai ekonomis sehingga mempunyai nilai tambah.Kata kunci : Strategi Peningkatan Konsumsi Ikan.
Strategi Pengelolaan Terpadu Waduk sebagai Kawasan Agrohidroekowisata Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan Kartana, Tri Jaka; Apriyani, Dewi; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.015 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan kawasan DTA waduk cacaban sebagian besar tidak sesuai dengan peruntukannya, bahkan digunakan untuk pertanian semusim dan kegiatan masyarakat lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan keruhnya kondisi perairan yang pada akhirnya menambah sedimentasi di dasar waduk. Pemanfaatn lahan sebagai kawasan lindung dan daerah penyangga di DTA untuk usaha pertanian semusim mengakibatkan dimusim hujan erosi yang terjadi lebih besar dari erosi yang ditoleransi sehingga berakibat butiran tanah masuk ke perairan mempertebal sedimentasi didasar waduk. Fungsi waduk cacaban sebagai penyedia air untuk pertanian teknis tidak maksimal karena volume berkurang dan penurunan kualitas air. Pemanfaatan lahan di kawasan waduk cacaban untuk bidang perkebunan banyak kegiatan masyarakat yang dapat menyebabkan kekeruhan perairan waduk, sehingga akan menambah sedimentasi waduk cacaban. Pemamfatan lahan sebagai perumahan di sekitar waduk dapat menyebabkan berkurangnya kualitas air waduk. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dapat menyebabkan menurunnya kualitas fungsi waduk baik untuk pengairan maupun perikanan. Kegiatan perkebunan yang dapat menyebabkan bertambahnya potensi sedimen perlu adanya peraturan yang jelas, sehingga dapat mengurangi sedimentasi di kawasan waduk.Kata kunci : Pengelolaan Waduk Cacaban, Agrohidroekowisata, Berwawasan lingkungan.

Page 2 of 3 | Total Record : 24