cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mediator
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2002)" : 17 Documents clear
Hubungan dalam Komunikasi Diadik Suami-Istri : Perspektif Sosiologi Keluarga Zakiah, Kiki
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan komunikasi. kita bukan sekadar menyampaikan isi pesan (content), tapijuga menentukan kadar hubungan (relationship) antarpribadi. Faktor relationship ini adalah yang terpenting dalam komunikasi antarpribadi. Termasuk dalam konteks komunikasi diadik yang berlangsung di antara suami-istri. Melalui tinjauan teori Pertukaran Sosial, hubungan suami-istri dipandang sebagai sebuah transaksi. Kualitas hubungannya dapat dilihat dari tingkat penyingkapan diri, keakraban, afiliasi. dan komitmen di antara keduanya. Dari segi dominasi kekuasaan, terdapat keragaman hubungan suami-istri yang bersifat kontinum: dari hubungan suami-istri yang menunjukkan dominasi mutlak suami atas istri hingga hubungan keduanya yang bersifat egalitarian.
Komunikasi Nonverbal dalam Proses Pelatihan Harun, Rochajat
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi nonverbal merupakan hal yang amat penting diperhatikan untuk mencapai keberhasilan dalam suatu pelatihan. Sebab. para peserta-latih tidak hanya memperhatikan kata-kata yang diucapkan pelatih. tapi juga mencermati berbagai lambanglain di luar kata-kata. Bagaimana seorangpelatih menampilkan diri dari segi pakaian, sikap, nada suara, aspek waktu penggunaan fasilitas pelatihan merupakan bagian dari komunikasi nonverbal yang perlu dikelola dengan baik.
Pengaruh Terpaan Informasi Kesehatan di Televisi terhadap Sikap Hidup Sehat Keluarga Mulyana, Dadan
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang kaji dalam penelitian ini muncul dari fenomena bahwa pada dewasa ini informasi kesehatan sering ditayangkan melalui televisi, baik televisi milik pemerintah maupun swasta. Penayangan informasi yang berkaitan dengan materi kesehatan disampaikan baiksecara tidak langsung terselip dalam isi berita, sinetron, dan dialog, ataupun secara langsung berupa iklan dan bahkan ada yang dikemas secara khusus dalam sebuah acara tv. Informasi kesehatan yang disiarkan melalui televisi akan menerpa penontonnya dan diduga akan berpengaruh terhadap sikap sehat keluarga pada penontonnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penayangan informasi kesehatan melalui televisi berpengaruh terhadap sikap Ibu-ibu rumah tangga mengenai hidup sehat dalam keluarga.
"Feedback" terhadap Layanan dan Aturan Pemerintah : Sebuah Studi Kasus Rachmiatie, Atie
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari beragam unsur komponen komunikasi, umpan balik atau feedback merupakan unsur yang agaknya tidak banyak mendapatkan perhatian para peneliti komunikasi, yang umumnya lebih tertarik untuk mengungkap kedigjayaan komunikator atau memfokuskan perhatian pada penafsiran pesan komunikasi. Padahal, umpan balik memiliki peran yang tidak kalah menentukan dalam proses komunikasi, karena dapat membantu perencana komunikasi mengetahui tanggapan khalayak terhadap proses komunikasi yang tengah berlangsung. Studi kualitatif ini merupakan satu dari sedikit riset yang berusaha mengungkap peranan feedback. Mengambil objek penelitian berupa UU No. 22 dan UU No. 25 tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah. diperoleh kesimpulan bahwa umpan balik ternyata lebih banyak yang bersifat positif,dalam arti mendukung objek penelitian. Kendatidemikian, dalam konteks teori Sibernetika yang dirumuskan Norbert Wiener, fenomena ini perlu diwaspadai karena umpan balik positif justru memiliki potensi meneguhkan atau memperbesar penyimpangan yang ada dalam strategi komunikasi, dan bukannya menetralisir penyimpangan tersebut.
Komunikasi Antarbudaya dalam Momentum Pelaksanaan Ibadah Haji Rinawati, Rini
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap peristiwa komunikasi sebenarnya memiliki potensi sebagai komunikasi antarbudaya karena para peserta yang terlibat di dalamnya memiliki perbedaan kultur sekecil apa pun. Apalagi dalam momentum Ibadah Haji, berbagai ras, bangsa. suku bangsa berbaur dalam ruang dan waktu yang sama. Berbagai perbedaan kultur di kalangan jemaah haji sering menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berakibat fatal. Untuk mengeliminasi kesalahpahaman tersebut, yang perlu dilakukan oleh jemaah haji adalah menyadari akan keunikan budaya setiap orang, bangsa, suku bangsa, tidak terjebak etnosentrisme, serta berupaya mengembangkan empati.
Komunikasi Persuasif, Kohesi Kelompok, dan Apresiasi Seni Gamelan Sunda: Kasus di Kalangan Mahasiswa Maryani, Anne
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan unit analisisnya para mahasiswa anggota Lingkung Seni Sundapada tiga perguruan tinggi: Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Langlangbuana (Unla). Variabel bebas yang diteliti adalah (I) komunikasi persuasif pelatih seni gamelan Sunda (XI: kredibilitas, X2: daya tarikpesan, X3: kepribadian anggota); (2) kohesivitas kelompok (X4: ketertarikan anggota pada satu sama lain, X5 : ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok); dan (3) Variabel terikat (Y): apresiasi mahasiswa anggota Lingkung Seni Sunda terhadap gamelan Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya hubungan variable X2, X3,dan X4 masing-masing secara terpisah, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan variable Y. Sedangkan variabel bebas lainnya, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan, memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y.
Televisi: Kotak Ajaib bukanKotak Dungu Astuti, Santi Indra
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menonton Televisi sebagai Praktik Konsumsi

Page 2 of 2 | Total Record : 17