cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 20887396     EISSN : 26140039     DOI : 10.12928
Core Subject : Social,
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan [e-ISSN: 2614-0039] publishes articles containing ideas, research results, literature review, and other innovative creations on citizenship, Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education learning models, Pancasila and Civic Education learning media, assessment and evaluation of Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education research and development, moral/ethical philosophy, state law education, socio-political education of the state, socio-cultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
Kontribusi Mata Kuliah Kewirausahaan dalam Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship yang Beretika pada Mahasiswa Prodi PPKn FKIP UAD Yogyakarta Saputra, Ari Dian
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kontribusi mata kuliah kewirausahaan terhadap tumbuhnya jiwa entrepreneuship yang berwawasan etika dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuhnya jiwa entrepreneuship dikalangan mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakulatas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan pada tahun ajaran 2008-2009. Informan penelitian adalah dosen pengampu mata kuliah dan kaprodi Pendidikan Kewarganegaraan FKIP. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi mata kuliah kewirausahaan pada penumbuhan jiwa entrepreneurship yang berwawasan etika sangat rendah. Mata kuliah kewirausahaan mempunyai kontribusi menumbuhkan pemahaman pada mahasiswa untuk memiliki jiwa entrepreneur-ship, menumbuhkan wawasan berwirausaha, menumbuhkan mental dan semangat wirausaha, menumbuhkan semangat membangun bisnis yang ber-etika, dan meningkatkan motivasi mahasiswa dalam berwirausaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu dosen dalam menyampaikan mata kuliah, faktor intrinsik mahasiswa itu sendiri, dan lingkungan keluarga karena mahasiswa yang mempunyai latar belakang keluarga dagang cenderung semangat untuk membuka usaha.
Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Anak di Dusun Seropan I Susanta, Joko
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Orang tua bertanggungjawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak serta bertanggungjawab atas terwujudnya kesejahteraan anak, maka diperlukan strategi menanamkan sikap tanggung jawab. Permasalahannya adalah bagaimana strategi orang tua dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi orang tua dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Seropan I Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket. Populasi berjumlah 182 orang tua, dan sampel penelitian di ambil sebanyak 56 orang (15%). Hasil penelitian mengenai strategi orang tua dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak diketahui strategi yang paling sering digunakan adalah strategi memberikan pengertian mengenai nilai-nilai agama kepada anak, menanamkan tanggung jawab terhadap Tuhan, sebanyak 90,47%. Sedangkan strategi menghargai potensi yang dimiliki anak dan memberi materi pendidikan karakter, menanamkan tanggung jawab terhadap Negara, merupakan strategi yang jarang digunakan, dengan data sebanyak 77,97%.
Studi Kebiasaan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Sikap Nasionalisme Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta Maraliana, Ina
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Peraturan Walikota Yogyakarta No 41 Tahun 2010 pada Pasal 24 Ayat 1 menyebutkan adanya peraturan untuk setiap sekolah melakukan kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap hari sebelum proses belajar mengajar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap nasionalisme. Kebiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilakukan akan dipengaruhi oleh tiga unsur yaitu: pengetahuan, keinginaan dan keahlian. Sehingga diharapkan dalam melakukan kebiasaan tersebut dapat membentuk kebiasaan yang bermanfaat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana kebiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sikap nasionalisme siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sikap nasionalisme siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Yang menjadi lokasi penelitian adalah SMA Negeri 2 Yogyakarta. Populasi berjumlah  286 siswa, sampel penelitian diambil sebanyak 75 siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta. Data diperoleh dengan menggunakan metode pengumpulan data angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta selalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan hasil data penelitian sebanyak (77,5%) dan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta mempunyai sikap nasionalisme yang tinggi dengan hasil sebanyak (76,4%). Sehingga dapat dikatakan dengan terbiasa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya maka akan menumbuhkan sikap nasionalisme yang tinggi pada siswa.
Pemahaman Mahasiswa PPKN Universitas Ahmad Dahlan Tahun Angkatan 2008 tentang Perlindungan Hak Cipta Atas Buku dalam UU No. 19 Tahun 2002 Pasal 12 Ayat (1) Aditya, Ibnu
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

UU No. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta sudah cukup lama diundangkan, yaitu sejak tanggal 29 juli 2002. Bahkan UU No. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta merupakan hasil dari beberapa kali revisi yang semula berawal dari UU No. 6 tahun 1982, dimana didalamnya antara lain memuat masalah perlindungan hak cipta atas buku. Namun hingga sekarang ini penerapan dari UU No. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta di masyarakat belum maksimal, karena masih banyaknya terjadi indikasi pelanggaran hak cipta atas buku seperti beredarnya buku-buku bajakan dan kegiatan memfotocopy buku terutama dikalangan mahasiswa yang memang membutuhkan buku sebagai referensi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemahaman mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tentang perlindungan hak cipta atas buku dalam UU No. 19 tahun 2002 pasal 12 ayat (1). Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pemahaman mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tentang perlindungan hak cipta atas buku dalam UU No. 19 tahun 2002 pasal 12 ayat (1). Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Yang menjadi lokasi penelitian adalah Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan wawancara. Populasi berjumlah 54 mahasiswa, sampel penelitian diambil secara acak sebanyak 10 (20%) mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tahun angkatan 2008. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tahun angkatan 2008 tentang perlindungan hak cipta atas buku dalam UU No. 19 tahun 2002 pasal 12 ayat (1) masih rendah, karena banyak mahasiswa yang belum mengetahui keberadaan undang-undang  nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta, terlebih lagi mengenai muatan yang ada didalam hak cipta, hak moral serta ketentuan pidana dan pelanggaran.
Aktualisasi Nilai Kekeluargaan (Persaudaraan) dan Nilai Kegotongroyongan dalam Permainan Tarik Tambang Pada Warga Masyarakat RT 24 RW 06 Sidikan Umbulharjo Yogyakarta Tahun 2012 Duwata, Nisalia
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Tarik tambang adalah salah satu permainan tradisional yang seringkali dimainkan oleh masyarakat. Permainan ini mudah, murah dan sangat populer, dan mengandung nilai-nilai sila ke-3 yakni nilai persatuan. Nilai persatuan dalam sila ke-3 dapat dibagi menjadi nilai kekeluargaan dan nilai kegotongroyongan. Sekalipun permainan ini cukup dikenal masyarakat luas, tetapi kenyataan menunjukkan belum dikembangkan sebagai permainan yang dapat memupuk rasa kegotong royongan dan persatuan. Persoalannya adalah bagaimana aktualisasi kekeluragaan (persaudaraan) dan nilai kegotongroyongan dalam permainan tarik tambang? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan suatu keadaan atau suatu situasi sosial. Obyek penelitian adalah aktualisasi nilai-nilai kegotongroyongan dalam permainan tarik tambang. Aktualisasi nilai tersebut diamati pada saat permainan tarik tambang dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai sejumlah responden yakni warga masyarakat, terutama kaum muda warga masyarakat yang pernah memainkan tarik tambang di lingkup wilayah RT 24 RW 06 Sidikan Pandeyan Umbul Harjo Yogyakarta. Analisis dilakukan dengan cara berfikir logis menghubungkan fakta satu dengan lainnya sehingga diperoleh gambaran umum mengenai aktualisasi nilai-nilai kegotongroyongan dalam permainan tarik tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kegotong-royongan teraktualisaikan dalam setiap tahapan permainan tarik tambang. Pengembangan nilai kegotongroyongan yang didalamnya mencakup rasa persaudaraan, kebersamaam (kolektifitas), dan ikatan dalam kelompok yang membangun persatuan, teraktualisasikan dalam berbagai kesepakatan, penerapan strategi pemenangan permainan, solidaritas atau rasa saling menghargai atas prestasi yang diperolehnya.
Analisis Perubahan Status Desa Wates Menjadi Kelurahan Wates Menurut Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 Di Kabupaten Kulonprogo Allail, Abdul Rohman
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Penerapan otonomi daerah yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, yang lebih menitik beratkan pada pemberian kewenangan kepada daerah. Berdasarkan pasal 200 ayat 3 dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah, bahwa Desa di kabupaten/kota secara bertahap dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan sesuai usul dan prakarsa Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah yaitu dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 16 Tahun 2008 tentang  Perubahan Status Desa Wates Menjadi Kelurahan Wates. Dengan dirubahnya status Desa Wates menjadi Kelurahan Wates akan diikuti perubahan di bidang kewenangan, kelembagaan, personil, keuangan dan kekayaan, dan sarana serta prasarana pemerintahan. Penelitian ini yang menjadi subyek adalah Kepala Kecamatan (Camat) Wates, Kepala Kelurahan (Lurah) dan Sekretaris Kelurahan Wates, sedangkan yang menjadi obyek adalah Perubahan Status Desa Wates menjadi Kelurahan Wates Menurut Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 di Kabupaten Kulonprogo, instrument penelitian berupa pedoman observasi, metode pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan studi kepustakaan.. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, Perubahan Status Desa Wates menjadi Kelurahan Wates Menurut Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 di Kabupaten Kulonprogo bahwa untuk nama, luas wilayah, batas wilayah, peta, sarana dan prasarana itu tetap, akan tetapi untuk kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja, kekayaan, pembiayaan, perangkat, sarana prasarana, arsip dan dokumentasi serta kelembagaan kemasyarakatannya itu dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Kulonprogo yang dikelola oleh Pemerintah Kelurahan Wates yang baru.
Peranan Polres Bantul Mewujudkan Warga Negara Yang Baik Melalui “Rembug Kampung” Di Kecamatan Kasihan Diana, Ida
Jurnal Citizenship Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Citizenship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.854 KB)

Abstract

Implementasi sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sering dan selalu kita jumpai di masyarakat”. Sila tersebut memiliki makna yang sangat mendalam, diantaranya yaitu “musyawarah”. Musyawarah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan hak warga negara dalam hal kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Dalam rangka mewujudkan warga negara yang baik (good citizen) maka Kepolisian Resor (Polres) Bantul menggagas suatu program musyawarah yang diberi nama “Rembug Kampung” yang dilakukan di seluruh kecamatan di kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apa peranan Polres Bantul dalam mewujudkan good citizen melalui program tersebut. Subjek penelitian ini adalah anggota Sat Binmas Polres Bantul. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumen, dan trianggulasi. Metode analisis data dengan cara reduksi data, unitisasi dan kategorisasi, display data, dan mengambil kesimpulan dan verifiklasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Peranan Polres Bantul dalam rangka ikut mewujudkan good citizen (warga negara yang baik) melalui program “Rembug Kampung” adalah (1) berkenaan dengan kompetensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Polres Bantul telah memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat terkait hak dan kewajiban mereka sebagai warga Negara; (2) dalam kompetensi sikap kewarganegaraan (civic dispositions), Polres Bantul memacu kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dan peduli terhadap pemecahan masalah-masalah sosial di lingkungan sekitar; dan memberikan tempat untuk menumbuhkan keterampilan kewarganegaraan (civic skill) dalam hal partisipasi sebagai warga negara yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7