cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "No 69TH XXXV (2008): BAHAS" : 35 Documents clear
LA SEMIOTIQUE COMMUNICATION DE PEIRCE ET BARTHES Tengku Ratna Soraya
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2422

Abstract

Berbicara semiotika, maka kita tidak dapat melepaskan dari nama Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Dalam pembahasan mengenai semiotika, Peirce dikenal dengan model trikotomiknya yang mengklasifikasikan tiga tipe tanda yaitu, ikon (tanda yang mempunyai kesamaan dengan objek yang diwakilinya), indeks (tanda yang memiliki hubungan sebab akibat dengan apa yang diwakilinya, atau disebut juga tanda sebagai bukti), dan simbol (tanda berdasarkan konvensi peraturan atau perjanjian yang disepakati secara bersama dalam suatu komunitas dan bersifat universal). Sedangkan Barthes, beliau membagi dua makna tanda yaitu denotatif dan konotatif. Contoh pada iklan, beliau mengkajinya pada tiga hal yaitu, (1) pesan linguistik, yaitu semua kata dan kalimat yang terdapat di dalam iklan, (2) pesan ikonik yang terkodekan, yaitu makna konotasi yang muncul dalam foto iklan yang hanya dapat berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang lebih luas dalam masyarakat, dan (3) pesan ikonik tak terkodekan, yaitu makna denotasi dalam foto iklan. les mots cles : Sémiotique Communication
THE REQUIREMENT OF HOKKIEN LANGUAGE IN THE FIELD OF WORK Indra Hartoyo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2377

Abstract

This study was aimed to find out the requirement of Hokkien language in the field of work in Medan at present. The data were from three sources: job advertisements advertised in Analisa daily newspaper in January and March 2004, interviews to Tionghoa people and questionnaires sent to companies by their PO BOX number.  The results showed that there were 242 positions requiring Hokkien language offered in the two months. They were categorized into 14 types. Out of all the positions, Marketing/Sales seized the biggest portion, with the total number 90 or 37.19%. The second position was Bookkeeping & Accounting reaching 44 positions or 18.18%, and the third top was Administration, 24 positions or 9.92%. The three positions, in fact, were typical jobs of the Tionghoa. However, Education had also become an interesting business for them, as it took the fourth position. The reasons for requiring the language, according to two informants, were first because it was the language of social relations which might help with business relation, and second because business in Medan was dominated by the Tionghoa. The two reasons were actually to show their intimacy or closeness. Despite the fact that such requirement could cause discrimination, companies or business people did not want to take a chance for hiring those who were unable to speak the language. Both informants agreed that the language would only be useful in Medan but for international business affairs they suggested Mandarin Language. No results were found from questionnaires as no companies sent them back.
PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN Rina Evianty
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2410

Abstract

Belajar bahasa Jerman bagi seseorang membutuhkan beberapa hal yang mendukung dalam proses belajar bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah faktor motivasi, strategi belajar siswa, dan juga peran guru memegang peranan penting dalam mensuksekan seseorang dalam belajar. Bahasa  Jerman menempati kedudukan kuat dalam pengetahuan dan sastra. Jerman sebagai bahasa pengetahuan dan teknologi memainkan peran penting dalam penelitian dan pendidikan Terdapat  beberapa faktor yang berkaitan dalam mempelajari bahasa kedua dan hal ini terkait dengan pembelajar sebagai pelaku langsung dalam proses pembelajaran ini adalah motivasi. Kata Kunci : Motivasi, strategi belajar  dan peran guru
METODE PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN VERBAL BAGI ANAK AUTIS Herlina Jasa Putri Hrp.
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2440

Abstract

Autis adalah gangguan pervasive pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi verbal/non verbal, kognitif, bahasa, prilaku, sensori dan emosi. Gangguan komunikasi pada anak autis ditandai dengan tidak adanya kontak mata, terlambat berbicara atau sama sekali belum dapat bicara dan terkadang huruf vokal saja belum mampu mengucapkannya secara sepontan harus dibantu dengan membuka mulut si anak, sulit untuk memulai percakapan dengan orang lain, mengulang kata-kata atau membeo, berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti atau bahasa planet, serta tidak memahami pembicaraan orang lain. Jadi, salah satu ciri gangguan komunikasi yang muncul pada anak autis adalah terlambat bicara atau sama sekali belum dapat bicara. Adapun sistem pengajaran untuk mengembangkan kemampuan verbal anak adalah dengan permainan tiba-tiba, lomba menamai benda, lagu dan nyanyian, menonton televisi, dan permainan berpura-pura. Kata Kunci:  metode pembelajaran, pengembangan, verbal, anak autis
PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING Rabiah Adawi
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2397

Abstract

Seseorang yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena berbagai faktor penyebab, misalnya harus bekerja (time constraint), kondisi geografis (geographical constraints), jarak yang jauh (distance constraint), kondisi fisik yang tidak memungkinkan (physical constraints), daya tampung sekolah konvensional yang tidak memungkinkan (limited available seats), phobia terhadap sekolah, putus sekolah, atau karena memang dididik melalui pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) dimungkinkan untuk dapat tetap belajar, yaitu melalui e-Learning.   Kata Kunci : pembelajaran, berbasis, e-learning
FUNGSI BAHASA DALAM PEMBELAJARANNYA Busmin Gurning
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2384

Abstract

Tujuan pembelajaran bahasa termasuk bahasa Inggris adalah dapat menggunakan bahasa itu untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan informasi atau untuk tujuan komunikasi. Pembelajaran ke arah itu didasarkan pada materi dan proses pembelajaran yang lebih baik. Materi ajar dapat menunjukkan  bagaimana pengungkapan makna  sesuai dengan konteks sosial. Pada intinya pembelajaran bermuara pada peningkatan mutu keempat keterampilan berbahasa khususnya speaking bukan penguasaan leksikogramatika. Untuk mencapai tujuan demikian LPTK harus merekonstruksi program perkuliahan lebih baik dengan lebih menekankan penguasaan keterampilan di dua tahun pertama sampai mahasiswa bisa berkomunikasi dengan baik, menulis dengan baik, membaca dengan baik. Tanpa pemilikan keterampilan demikian produk LPTK tidak akan bisa menjadi guru profesional dan berakibat pada kurangnya penghargaan masyarakat maupun pemerintah terhadap profesi guru termasuk LPTK.  Menjadi guru profesional ia harus cerdas, kreatif, dan responsif terhadap perubahan sehingga ia diharapkan memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermutu  berkelanjutan.   Kata Kunci : Konteks sosial, leksikogramatika, gungsi bahasa, pengungkapan makna, dan pengembangan mutu
HOW COULD CALLA STRATEGY BE APPLIED IN TEACHING WRITING ? Netty Flora Hutabarat
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2417

Abstract

English teacher should think hard how to make the teaching process be interesting and lively in order to reach the goal of teaching. CALLA (Cognitive Academic Language Learning) strategy is recommended to be applied  in teaching writing especially Narrative Paragraph writing, cause this strategy has three components; curriculum content, academic language and learning strategies that the teacher can combine them in the teaching with the fifth phases that strategy  also has; preparation, presentation, practise, evaluation and expansion. This way may lead the process of teaching learning be interesting and lively not monotonous that cause the goal of teaching is gained. Key words: Calla, strategy, apllication, teaching writing
STRATEGI KESANTUNAN SEBAGAI KOMPETENSI PRAGMATIK DALAM TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA PRANCIS Elvi Syahrin
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2447

Abstract

One of the important issues in pragmatics is politeness. In order to carry out successful communication, politeness seems to be an important device that serves to avoid unnecessary conflict between the speaker and a hearer. It means that the effort to be polite determines the choice of words and phases or linguistic variant in expressing the ideas or meaning in a given context. Brown & Levinson (1987) affirm that politeness is regarded as a universal phenomenon in language use. These linguists, well known by their theory of politeness strategies, divide four types of politeness strategies; Bald-on Record Strategy, Positive politeness strategy, Negative politeness strategy, and Off-record politeness strategy. Politeness strategies are ways chosen to convey the utterances as polite as possible. Based on Brown & Levinson’s theory of Politeness Strategy, this paper discuss about how politeness strategy is realized in French directives. In making directives, French seems to apply all the strategy. Emphasizing the importance of politeness in foreign language learning particularly in French, this paper provides not only theoretical conception about politeness strategy and its relevance in foreign language learning, but moreover it is aimed to inspire the reader, especially the language lecturers, to pay more attention to the application of politeness issues in classes and significantly in their researches. Kata Kunci: Strategi kesantunan, direktif, dan bahasa Prancis
PARIWISATA DAN SENI KERAJINAN KAYU DI GIANYAR BALI KELANGSUNGAN DAN PERUBAHANNYA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2392

Abstract

  Salah satu komponen dari dunia pariwisata adalah komunitas wisatawan. Oleh karena mereka menghendaki cenderamata yang otentik dan memiliki ciri khas tertentu, maka komunitas perajin merespons kehadiran mereka dengan menciptakan seni kerajinan kayu dalam bentuk cenderamata dengan mengacu pada seni wisata yang di dalamnya mengandung lima ciri khusus. Proses penciptaan seni kerajinan kayu dalam bentuk cenderamata itu menunjukkan adanya kelangsungan dan perubahan yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.   Kata Kunci: Pariwisata, seni kerajinan cenderamata
ALIH KODE PADA ANAK-ANAK DWIBAHASA (STUDI AWAL DI TALAGA WETAN DAN TALAGA KULON, MAJALENGKA BANDUNG) Suprakisno Suprakisno
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2411

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang hasil penelitian awal tentang alih kode pada anak-anak dwibahasa. Penelitian yang dilakukan bersifat dekriptif analitik untuk mengetahui tentang gambaran situasi terjadinya alih kode pada anak-anak dwibahasa, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode pada anak-anak dwibahasa, dan bahasa yang dominan dalam tuturan anak-anak dwibahasa ketika terjadinya alih kode. Kajian alih kode pada anak-anak dwibahasa di Indonesia masih sangat jarang dilakukan. Oleh karena itu, tulisan ini dapat menjadi studi awal bagi penelitian-penelitian yang berkaitan dengan alih kode pada anak-anak dwibahasa.   Kata Kunci : Alih Kode,  dan  Anak-Anak Dwibahasa

Page 3 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue