cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "No 73TH XXXVI (2009): BAHAS" : 10 Documents clear
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOGNITIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS TERJEMAHAN: INGGRIS - INDONESIA Berlin Sibarani
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2490

Abstract

Pengambilan keputusan kognitif adalah proses mental yang terjadi pada diri penerjemah pada saat berupaya memahami teks (text comprehending) bahasa sumber dan pada saat memproduksi teks bahasa sasaran (text producing). Dalam pelaksanaan kedua proses ini terjadi berbagai keputusan kognitif, antara lain keputusan ideologi penerjemah, yakni keputusan memilih forenisasi atau domestikasi. Penetapan pilihan aspek linguistik, budaya dan sosial baik yang terjadi pada saat proses pemahaman maupun pemroduksian teks merupakan contoh lain dari pengambilan keputusan. Akurasi keputusan ditentukan oleh kualitas pengetahuan liguistik, budaya, dan sosial dari bahasa sumber dan sasaran serta tingkat penguasaan substansi terjemahan dan sikap ideologis penerjemah. Sedangkan kualitas terjemahan baik dalam artian keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan ditentukan oleh tingkat keakurasian pengambilan keputusan. Oleh karena itu, untuk menigkatkan kualitas terjemahan, penguasaan aspek liguistik, budaya, dan sosial dari bahasa sumber dan sasaran serta tingkat penguasaan substansi terjemahan dan sikap ideologis penerjemah harus terlebih dahulu diperbaiki.    Key Words: terjemahan, kognitif, kualitas, pengambilan keputusan  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS MELALUI PENERAPAN POLA PEER REVIEW (PPR) Indra Hartoyo
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pola Peer Review (PPR) terhadap peningkatan kemampuan menulis mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Medan. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan Penilitian Tindakan Kelas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester III sebanyak 38 orang. Hasil tes diagnostik menunjukkan sebanyak 71,05% mahasiswa berada pada rentang nilai C, 5,26% pada rentang nilai E, sementara tidak satupun mendapat nilai A, dan sisanya 23,68% berada pada nilai B. Setelah Siklus I, terjadi sedikit peningkatan dengan persentase terbesar pada rentang nilai B (57,90%). Begitupun, hasil mahasiswa pada rentang nilai C masih cukup tinggi (39,47%) dengan tidak seorangpun mendapat nilai A. Sementara itu, masih ada mahasiswa yang berada pada rentang nilai E (2,63%). Hasil Siklus II memberikan peningkatan yang cukup signifikan. Meskipun masih terdapat mahasiswa yang memperoleh nilai C (15,79%) namun yang mendapat nilai B cukup tinggi (65,79%) dan terdapat mahasiswa yang berhasil memperoleh nilai A (18,42%). Lebih dari itu, tidak seorangpun mahasiswa mendapat nilai E. Dari angket tentang persepsi, hampir seluruh mahasiswa menyatakan bahwa PPR sangat menarik dan efektif bagi mereka karena selain meningkatkan kemampuan menulis juga memberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengoreksi pekerjaan teman.   Kata Kunci : Pola Peer Review, peningkatan  
INTEGRASI SOFT SKILLS MELALUI LEARNING REVOLUTION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN PERGURUAN TINGGI Isda Pramuniati
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2477

Abstract

Perguruan tinggi merupakan wadah akhir mencetak tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal mengindikasikan bahwa perguruan harus jeli melihat perkembangan pasar dan menyesuaikan proses pengajaran yang relevan untuk menghasilkan SDM yang profesional dan kridibel yang tidak hanya cerdas secara segi kognitif (hard skills) tapi juga memiliki karakter sikap yang baik (soft skills). Namun pada kenyataannya kesenjangan muatan hard skills dengan soft skills dalam PBM, membuat lulusan PT ini memiliki kemampuan yang serba tanggung.  Untuk itu perlu ada upaya holistik secara sistematis untuk peningkatan soft skills bagi lulusan PT tersebut. Mencermati fenomena di atas, tampaknya tidak ada cara lain kecuali melakukan learning revolution untuk mengubah learning style dan learning activities yakni perubahan paradigma teacher center learning menjadi student center learning yang diaplikasikan melalui model pembelajaran inovatif dan konstruktif. Melalui model pembelajaran tersebut yang diimplementasikan dengan muatan soft skills secara tersistem dalam tiap kegiatan PBM, diharapkan secara tidak langsung akan mampu menumbuhkembangkan karakter untuk menjadi tenaga kerja yang baik, siap pakai, mandiri, tangguh, kreatif, inovatif, dan tentunya secara keseluruhan, kualitas lulusan PT tersebut tidak hanya memiliki hard skills namun  juga  daya saing, semangat juang dan soft skills yang sesuai  dengan  kebutuhan  pasar.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA DENGAN MEDIA KOMPUTER Risnovita Sari
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2487

Abstract

Media pembelajaran interaktif adalah sebuah media yang dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Teknologi computer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus sehingga pembelajaran bahasa asing akan lebih optimal. Pembelajaran dengan computer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas yang akan memenuhi kebutuhan strategi  pembelajaran yang berbeda-beda. Kata Kunci: Media pembelajaran, pembelajaran bahasa, program komputer  
KONTRIBUSI SASTRA BAGI ANAK- ANAK Mursini Mursini
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2483

Abstract

Pada hakikatnya semua orang senang dan butuh sastra, terlebih anak yang sedang berada dalam masa peka untuk memperoleh, memupuk, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan yang begitu kompleks. Anak-anak sering menanyakan atau bercerita tentang hal-hal yang baru saja ia alami dan ia lihat. Jika belum dapat jawabannya, anak meminta kita untuk menjelaskan atau menceritakannya sambil bertanya hal-hal yang  didengarnya. Sudah menjadi tugas kita sebagai orang dewasa untuk memenuhi hak-hak anak, dan hal itu merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap anak. Keadaan itu, menandakan bahwa anak membutuhkan sastra dalam perkembangannya. Sastra  merupakan sarana yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi  anak.   Kata Kunci: Kontribusi, Sastra, Anak-anak  
TEKNOLOGI INFORMASI DAN DUNIA PENDIDIKAN Rumasi Simaremare
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2497

Abstract

Dalam teknologi informasi dan dunia pendidikan di sini ialah dimana teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tampa batas. Pendidikan di Indonesia membawa kepada terjadinya involusi pendidikan 10. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah kerapkali bersifat ”jalan pintas”, misalnya yang masih ”hangat” adalah penetapan angka batas minimal kelulusan UN dengan nilai sebesar 4,25. Inefektifitas adalah kata yang cocok untuk menggambarkan pola sistem pembelajaran kita sekarang, sebab seiring dengan perkembangan jaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, dengan sangat lambat dengan seiring perkembangan IT dan mobilitas informasi itu sendiri. Untuk mencegah kebanjiran; informasi, diperlukan tenaga educatif sebagai pengontrol loansung di lingkungan akademik dan orang tua di lingkungan rumah untuk sama-sama memberikan penjelasan secara gamblang/ tidak ditutup-tutupi kepada peserta didik. Sehingga dengan demikian mereka mendapatkan informasi yang tepat dan berguna. Kata Kunci :  Teknologi Informasi dan Dunia Pendidikan
KEMAMPUAN GURU MENGANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA RAGAM TULIS SISWA Azhar Umar
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2479

Abstract

Penelitian ini mengkaji kemampuan guru bahasa Indonesia mengklasifikasi kesalahan-kesalahan gramatikal di dalam bahasa Indonesia ragam tulis siswa serta kemampuan mereka melakukan tindak remedial terhadap kesalahan-kesalahan tersebut. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa kemampuan guru mengklasifikasi kesalahan gramatikal berada dalam kategori kurang sekali. Kemampuan guru melakukan tindak remedial juga berada dalam kategori yang sama.
MODEL PASANGAN BERSESUAIAN (ADJACENCY PAIR) DALAM STUKTUR PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Ahmad Bengar Hrp
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2484

Abstract

Pengertian percakapan berkaitan dengan pemikiran kita tentang bahasa. Bahasa  diperlukan sebagai suatu sistem komunikasi verbal. Kaidah-kaidah bahasa dirumuskan dalam bentuk yang mencirikan elemen bahasa. Melalui proses ini struktur suatu bahasa ditemukan. Masalah yang muncul adalah dalam mendistribusikan struktur bahasa itu dalam pemakaian bahasa khususnya percakapan. Oleh karena itu,  sebenarnya struktur bahasa itu tidak dapat dipisahkan dengan percakapan. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidahnya. Salah satu cara untuk mengenali struktur percakapan adalah dengan menganalisis model-model pasangan bersesuaian (Adjacency Pair). Kata Kunci : Model Pasangan Bersesuaian, Struktur Percakapan Bahasa Jerman  
PEMBELAJARAN SILANG BUDAYA (INTERKULTURELL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPRETASI SASTRA JERMAN Siti Kudriyah
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2489

Abstract

Bei dieser Forschung möchte man sehen, wie  die Anwendung der ’interkul turellen Moderation” die Fähigkeit der Studenten  bei der Interpretation   einer deutschen lirarischen Werke beeinflusst. Diese gilt als eine Forschung schung “Klassenaktionforschung”  und wurde   acht Monate (vom April bis November 2007 in der Deutschabteilung der FBS UNIMED durchgeführt, als die Studenten vom 6. Semester am Seminar “Interpretation moderner literarischen Werke” teilnahmen. Die Zahl der Probanden betrug 26 Studenten. Die Daten wurden vom  Test einer literarischen Interpretation  und die  Umfrage ’interkulturelle Moderation”. Das Ergebnis der Untersuchung zeigte, dass interkulturelle Unterrichtsverfahren die Fähigkeit der Studenten bei der Interpretation einer deutschen lirarischen Werke  verbessern  kann.
EUFEMISME DALAM WACANA POLITIK Syamsul Bahri
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2476

Abstract

Tulisan ini dapat memberikan gambaran sejauh mana efektifitas eufemisme dalam tataran politik serta ruang lingkupnya dalam kehidupan di masyarakat. Banyaknya penggunaan bahasa eufemisme yang dilakukan oleh para elit politik serta kalangan birokrat kerap mengaburkan realita sosial yang terjadi di masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat yang sulit membedakan antara opini dan fakta serta timbulnya beragam perspektif atas suatu peristiwa. Pada akhirnya, eufemisme sudah menjadi komoditas politik bagi para elitpolitik serta kalangan birokrat dalam meyampaikan suatu permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kata Kunci: eufemisme,wacana, politik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue